Get Adobe Flash player
31 July 2009

Bagaimana Mendoakan Anak Anda

Oleh admin | Dalam Artikel | Tag ,

berdoa

  1. Berdoa agar anak-anak suka mencari Tuhan dan mengenal Kristus sebagai Juruselamatnya sedini mungkin. (Mazmur 63:2; 2 Timotius 3:15)
  2. Berdoa agar mereka bisa menyatakan kasih kepada sesamanya dalam setiap segi kehidupan mereka. (Yohanes 15:12 ; I Petrus 1:22)
  3. Berdoa agar mereka gelisah dan tertekan apabila mereka bersalah. (Mazmur 119:71) Read the rest of this entry »
15 July 2009

Contoh Video

Oleh admin | Dalam Video | Tag

11 July 2009

Besar di Hadapan Tuhan

Oleh admin | Dalam Renungan Harian | Tag

LUKAS 21:1-4 “Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya” (ayat 4). Setiap peristiwa ataupun keadaan menjadi sebuah kesempatan bagi Yesus untuk mengajarkan suatu hal sesuai denga keadaan yang sedang terjadi. Begitu pula ketika Ia melihat seorang janda miskin yang memasukkan persembahannya kedalam kotak persembahan, Yesus memberikan penilaian sekaligus memberikan sebuah pelajaran bagi murid-murid-Nya arti sebuah persembahan yang bernilai besar di hadapan Tuhan. Memang apa yang dipersembahkan oleh janda miskin itu secara nominal bila dibanding dengan apa yang juga dipersembahkan oleh orang-orang kaya yang saat itu juga memberikan persembahannya, tidak ada artinya apa-apa. Tapi jika diukur dari keadaan dan nominal persembahannya, maka orang-orang kaya tersebut kalah dengan janda miskin tersebut, sebab si janda mampu memberikan seluruh nafkahnya, tapi orang-orang kaya itu tidak berani melakukan hal yang sama. Jangan minder bila masih kecil nominal yang dapat kita persembahkan kepada Tuhan, tapi jangan juga pongah jika kita mampu memberikan persembahan dalam jumlah yang besar. Tuhan tidak melihat besar kecilnya persembahan, tapi Dia mau melihat kejujuran hati orang yang memberi, apakah kita sudah benar dalam memberi, sudah sesuai dengan keadaan kita. Amatlah tidak berkenan dihadapan Tuhan jika kita memberi supaya dilihat orang, besar apa yang sudah kita persembahkan. Mari belajar memberi seperti janda miskin tersebut, belajar memberi dengan kejujuran dan dalam sukacita, bukan karena terpaksa ataupun supaya dilihat oleh orang (2 Korintus 9:7). PERSEMBAHKANLAH KORBAN YANG BENAR DIHADAPAN TUHAN.

10 July 2009

Jangan Tertipu Penampilan

Oleh admin | Dalam Renungan Harian | Tag

LUKAS 20:45-47 “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan” (ayat 46). Akhir dari semua peristiwa dan ujian dari para pemimpin Yahudi, Yesus memberi nasihat, khususnya kepada murid-murid-Nya supaya mereka waspada terhadap ahli-ahli Taurat. Nasihat untuk mewaspadai ahli-ahli Taurat tersebut merupakan suatu hal yang wajar dikarenakan bukan saja Yesus sering mengalami interaksi negatif dengan mereka, tapi Ia juga lebih melihat keadaan hati mereka. Memang dalam hal berpenampilan mereka seakan-akan adalah seorang malaikat, seakan-akan mereka adalah orang-orang jujur, penuh kasih dan kepedulian dengan mengenakan jubah agama. Tapi kenyataan antara penampilan luar yang gagah dengan jubah yang panjang, sangat bertolak belakang dengan keadaan hati mereka yang di kuasai oleh keinginan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri sehingga mereka juga tidak segan-segan merampas rumah janda-janda dan menutupi perbuatan mereka itu dengan jubahnya. Mereka hanya suka dihormati tapi tidak mau menghormati orang lain. Mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang juga merupakan keahlian mereka. Dengan keadaan yang demikian sudah jika mereka harus diwaspadai supaya tidak menimbulkan kesulitan yang tidak perlu. Manusia melihat apa yang didepan mata, tapi Allah melihat hati (1 Samuel 16:7). Hal ini mengajarkan kita untuk tidak mudah terpesona dan terpedaya dengan penampilan luar seseorang, sehebat apapun orang tersebut. Jangan hanya melihat luarnya saja, lihat juga kelakuan hidupnya sehari-hari. Penam pilan luar bisa dibuat-buat, tapi Allahlah yang menguji hati. JANGAN HANYA MELIHAT APA YANG NAMPAK DI DEPAN MATA.

9 July 2009

Kurang Pengertian

Oleh admin | Dalam Renungan Harian | Tag ,

LUKAS 20:41-44 “Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Bagaimana orang dapat mengatakan bahwa Mesias adalah Anak Daud ?” (ayat 41). Ini menjadi bagian terakhir dari peristiwa-peristiwa pertentangan Yesus dengan pemimpin-pemimpin Yahudi. Orang Yahudi menantikan kedatangan seorang juruselamat dan raja secara jasmani, secara duniawi yang berasal dari keturunan Daud yang mereka sebut sebagai Mesias. Sejauh itulah pengertian mereka akan kedatangan Mesias, orang yang akan menye lamatkan mereka dari penjajahan Roma. Mereka sama sekali tidak bisa mengerti, jika Mesias itu keturunan Daud, bagaimana mungkin Daud menyebut Dia sebagai tuannya. Karena mereka hanya berpikiran secara daging, maka mereka tidak mampu mengerti kebenaran dan arti rohaninya. Seorang Mesias yang melulu duniawi merupakan pengertian yang sangat kurang tentang juru selamat yang dari Allah. Demikian juga dalam kita memahami kebenaran Allah. Jika kita hanya menggunakan pikiran daging, kita tidak akan pernah bisa memahami dan mengerti rahasia kebena ran Allah. Dan jika kita tidak mampu memahami kebenaran Allah, sulit juga untuk kita mengalami kuasanya. Bahkan kita bisa dipengaruhi dengan pengajaran-pengajaran palsu yang menyesatkan sekalipun mengatasnamakan Tuhan. Jangan berpuas diri dengan pengertian tentang kebenaran yang sekarang kita miliki, tapi sebaliknya mari kita lanjutkan tingkat pengertian yang telah kita capai (Filipi 3:16). Dan untuk itu kita tidak bisa mengandalkan kemampuan diri sendiri, kita butuh roh hikmat yang dari Tuhan yang akan membimbing kita pada seluruh kebenaran Allah. Jangan merasa cukup ataupun merasa diri lebih dengan tingkat pengertian yang telah kita capai. SIAPA KURANG HIKMAT, HENDAKLAH IA MEMINTANYA KEPADA TUHAN.

8 July 2009

Hidup Seperti Malaikat

Oleh admin | Dalam Renungan Harian | Tag

LUKAS 20:27-40 “Tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam ke-bangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan” (ayat 35). Berikut yang tampil untuk menguji Yesus adalah orang-orang Saduki, yang merupakan suatu partai yang berasal dari imam-imam dan bangsawan yang kaya. Mereka adalah kelompok yang mau bergaul dengan orang Roma sebagai saudara. Dan karena mereka adalah kelompok yang tidak percaya dengan adanya kebangkitan orang mati, maka mereka mengajukan pertanyaan dari sebuah kisah yang aneh, bagaimana mungkin seorang isteri dapat mempunyai tujuh suami dalam kebangkitan. Maka Yesus menjawab sekaligus mengajar kepada mereka bahwasanya keadaan dalam kebangkitan tidaklah seperti keadaan dibumi dimana orang hidup dengan segala keinginan dan hawa nafsu. Hal ini bukan berarti bahwa orang tidak lagi mengenal satu dengan yang lainnya, mereka tetap mengenal satu dengan yang lainnya, tapi sebagai saudara bersaudara, mereka hidup seperti malaikat. Tidak ada lagi keinginan atau hawa nafsu, maka tidak ada lagi kawin dan dikawinkan. Darah dan daging tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa (1 Korintus 15:50). Dengan demikian jangan pernah berpikir yang tidak-tidak di alam kebangkitan. Segala pikiran duniawi dengan segala hawa nafsunya tidak laku disana. Disana orang akan dilingkupi dengan kasih yang akan membuat mereka saling mengenal sekalipun adalah suami isteri didunia, sebagai saudara bersaudara. HIDUP KEKAL MENJADI MILIK YANG PASTI ORANG PERCAYA.

7 July 2009

Tanggungjawab Ganda

Oleh admin | Dalam Renungan Harian | Tag

imageLUKAS 20:20-26 “Lalu kata Yesus kepada mereka: “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (ayat 25). Para pemimpin Yahudi tidak kenal menyerah, mereka tidak mau dipermalukan begitu saja, maka merekapun terus mengamat-amati Yesus untuk dapat menjerat-Nya. Akhirnya mereka menyuruh mata-mata untuk datang kepada Yesus dan mengajukan sebuah pertanyaan. Mereka adalah orang-orang yang berpura-pura baik, pura-pura jujur tapi hatinya mengandung tipu daya. Mereka mengajukan pertanyaan apakah boleh membayar pajak kepada Kaisar atau tidak. Dan hal membayar pajak kepada Kaisar itu sendiri adalah sesuatu yang dibenci oleh rakyat. Inilah kesempatan mereka untuk menjerat Yesus, apakah Ia akan menolak untuk membayar pajak yang dengan demikian menempat kan diri-Nya sebagai pemberontak, ataukah Ia akan menyetujuinya yang dengan demikian Ia akan kehilangan dukungan dan kepercayaan rakyat. Melalui Dinar, yang merupakan alat pembayaran pajak untuk Kaisar, Yesus menunjukkan tugas ganda dari orang-orang yang dipimpin, yakni mem berikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya dan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah. Demikian juga dengan peran kita orang percaya saat ini. Kita tidak hanya melulu berbicara tentang sorga, tapi sebagai masyarakat kita juga memiliki tanggungjawab, baik terhadap lingkungan dimana kita ada maupun terhadap pemerintah. Kita tidak bisa tampil esklusif, hanya berhubungan dengan Tuhan, tapi juga harus menunjukkan tanggung-jawab sebagai orang percaya ditengah masyarakat. Dan inilah wujudnya, tunduk karena Allah kepada semua lembaga manusia dan takutlah akan Tuhan, dengan demikian kita memenuhi tanggungjawab ganda yang kita pikul (1 Petrus 2:13-14). PEMERINTAH ADALAH HAMBA ALLAH UNTUK KEBAIKAN KITA.

6 July 2009

Mengerti Kewajibannya

Oleh admin | Dalam Renungan Harian | Tag

imagepostLUKAS 20:9:19 “Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, dan mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Mendengar itu mereka berkata: “Sekali-kali jangan !”(ayat 16). Setelah para pemimpin Yahudi yang menyerang Yesus dengan mempertanyakan asal muasal kuasa Yesus, bungkam, kini giliran Yesus yang menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Melalui perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur yang tidak tahu diri dan tidak bertanggung jawab, Yesus menunjukkan keadaan mereka. Para penggarap itu bukan hanya tidak bertanggungjawab dengan menolak untuk menyerahkan sebagian hasil dari kebun itu seperti yang sudah disepakati, tapi mereka juga bertindak sewenang-wenang terhadap hamba dari pemilik kebun yang diutus untuk mengambil hasil. Bahkan bukan hanya kepada para utusan, kepada anak pemilik kebun itu mereka berani mengulurkan tangan bahkan membunuhnya. Maka tidak ada pilihan lain bagi sang pemilik kebun selain memberikan kepercayaan untuk menggarap kebunnya kepada orang lain dan memberikan hukuman yang setimpal untuk penggarap-penggarap yang tidak bertanggung jawab. Ketika para pemimpin Yahudi itu sadar bahwa merekalah yang dimaksud dalam perumpamaan itu, mereka menjadi marah dan berusaha menangkap Yesus saat itu juga, tapi mereka takut terhadap orang banyak. Adakah kita juga sudah menjadi penggarap-penggarap yang bertanggungjawab atas apa yang Tuhan percayakan kepada kita? Jangan egois, memang Tuhan memberikan segala sesuatu untuk kita nikmati, tapi tetap ada bagian yang menjadi tanggungjawab kita untuk dikembalikan kepada Tuhan. Pelihara dan kerjakan apa yang sudah Ia percayakan, maka Ia juga akan memeliharakan apa yang telah Ia percayakan, tapi jika tidak, maka Ia akan mengambil dan memberikan kepada orang lain apa yang sudah Ia percayakan kepada kita (2 Timotius 1:12-14). SADARI, KITA INI PENGGARAP DAN BUKAN PEMILIK.

5 July 2009

WSB #1011

Oleh admin | Dalam WSB | Tag

“Tahun Kebijakan Tuhan”

Edisi No. 1011
Tahun XVIII
Minggu
Tgl. 05 JuLi 2009