Khotbah Minggu 6 September 2009
Khotbah Minggu, 20 September 2009
7B1. MENGENAL BAPA YANG BENAR – KNOWING THE TRUE FATHER
Ef. 1 : 16 – 17
- C. KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!
C8. Si gagah dan si lemah Simson – The strong and the weak Samson
- A. Lahirnya Simson – The birth of Samson
Hakim-Hakim 13:1-5, “Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya. 2 Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak. 3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. 4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. 5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.” “
Sejarah Gideon membebaskan bangsa Israel telah berlalu. Tuhan yang baik memakai Gideon dengan pasukan yang dipilih-Nya mengalahkan orang Midian. Bangsa Israel kembali merasakan hidup yang berkemenangan.
Tak lama waktu berselang, siklus ke-tegar tengkuk-an bangsa ini kembali berulang. Orang Israel melakukan yang jahat di mata Tuhan kembali, sehingga untuk kurun waktu yang lebih lama –empat puluh tahun- bangsa ini dikuasai oleh bangsa asing, bangsa Filistin.
Hingga waktu-Nya tiba, dihadirkanlah seorang pemimpin bagi bangsa ini. Pemimpin itu diharapkan untuk membebaskan bangsa Israel, ia dipilih sejak dari kandungan.
Kelahirannya sendiri melalui :
Keajaiban Tuhan- The Lord’s miracle
Lebih dulu kuasa Tuhan ditunjukkan dengan mengatasi kemandulan. Sebab ibunya, istri dari Manoah sudah dinyatakan mandul, hingga utusan Tuhan menyampaikan berita sukacita akan lahirnya seorang anak yang kelak dikemudian hari dinamakan Simson (artinya namanya adalah istimewa dan kuat).
Hakim-hakim 13:24, “Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia “
Seturut perkataan utusan-Nya, maka pada hari dinantikan :
Simson lahir
Samson’s birth
Ia tidak ingkar Janji, Janji-Nya pasti terjadi. Anak itu lahir, ia tumbuh menjadi besar dan Tuhan memberkati Dia, sebuah anugrah yang sangat penting di tengah situasi kehidupan kala itu yang tidak mengenakkan.
- B. Siapa dia? – Who is he?
Hakim-Hakim 16:31b , “Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya. “
Simson tumbuh menjadi dewasa dengan karunia Tuhan yang melekat pada tubuh-Nya. Ia memiliki kelebihan di banding dengan kebanyakan orang Israel, sehingga ia dipandang layak untuk menjadi pemimpin. Untuk masa yang cukup lama, Simson memegang jabatan tertinggi dalam struktur sosial bangsa pilihan Allah ini :
Dia hakim Israel selama 20 tahun
He is Israel’s judge for twenty years
- C. Kekuatan Simson – Samson’s power
Hakim-hakim 14:19, “Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, diambilnya pakaian mereka dan diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu kepada orang-orang yang dapat memberi jawab teka-teki itu. Tetapi amarahnya masih juga bernyala-nyala, lalu pulanglah ia ke rumah ayahnya “
Hakim-hakim 15:4-5, “ Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor. 5 Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai kepunyaan orang Filistin, sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun “
Hakim-hakim 15:14-16, “ Setelah ia sampai ke Lehi dan orang-orang Filistin mendatangi dia dengan bersorak-sorak, maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi seperti batang rami yang telah habis dimakan api dan segala pengikatnya hancur tanggal dari tangannya. 15 Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu. 16 Berkatalah Simson: “Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul. “
Hakim-hakim 16:3,30, “ 3 Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron. 30 Berkatalah Simson: “Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.” Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya “
Simson adalah pemimpin yang unik, dia dicatat oleh sejarah bangsa pilihan sebagai orang dengan kemampuan khusus sepanjang sejarah para pemimpin bangsa ini. Bahwa :
Ia sangat kuat
He is very strong
Sebelum menikah, Simson yang sangat kuat mampu mengalahkan singa yang datang menyerangnya. Tak berselang lama setelah singa itu dikalahkan, ia kembali lewat tempat yang sama dan melihat sebuah hal yang menarik hatinya, dari mulut singat yang mati itu bersaranglah lebah-lebah dan di dalamnya terdapat madu. (Hak. 14:5-14). Perihal itu ia jadikan teka-teki di hari pesta pernikahannya. Teka-teki itu di berikan kepada orang-orang –Filistin- yang ada di pestanya, dan sangat sulit dicari jawabnya.
Waktu untuk mencari jawabnya terus berlalu. Hingga ketika istrinya, karena desakan dan ancaman dari orang-orang Filistin merengek kepada Simson untuk diberitahukan apakah jawaban dari teka-tekinya. Simson akhirnya memberitahukan kepada istrinya, jawaban itu lalu disampaikan oleh sitrinya kepada orang-orang Filistin yang bertaruh dengan suaminya. Maka terjawablah teka-teki tersebut.
Konsekuensinya Simson harus menggenapi janjinya untuk menyediakan pakaian yang ia janjikan yaitu tiga puluh pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran. Simson marah karena istrinya membocorkan jawaban teka-tekinya. Sebagai luapan kemarahannya, maka pakaian yang ia janjikan ia penuhi dengan cara membunuh 30 –orang Filistin- di Askelon. Dalam kemarahan itu pula, Simson pulang ke rumah ayahnya.
Pada waktu kemudian setelah amarahnya mereda, ia kembali datang kepada keluarga istrinya dan hendak berjumpa dengannya. Namun ayah perempuan itu melarang, sebab istrinya telah diberikan kepada kawan Simson sendiri, dengan alasan bahwa Simson telah sangat membenci perempuan itu.
Peristiwa itu membuat Simson menjadi marah kembali. Kemarahannya ditujukan kepada orang Filistin. Maka Simson dengan kekuatannya menangkap tigaratus ekor serigala –anjing hutan- diikatnya ekor binatang itu satu dengan lainnya, menjadi seratus lima puluh pasang lalu dipasangnya masing-masing pasangan anjing hutan itu dengan obor yang menyala.
Selanjutnya, yang terjadi adalah kehebohan luar biasa, anjing-anjing dengan ekor terikat dan dengan obor bernyala berlarian kesana kemari dan membakar apa saja yang didekat mereka. Simson sudah merancangkan sedemikian rupa, dan daerah yang terbakar itu adalah ladang gandum.
Terbakarnya ladang gandum membuat pemiliknya –orang Filistin- marah. Orang Filistin lalu membalas dengan membakar mertua dan istrinya. Simson membalas dan meremukkan orang Filistin yang membakar mertuanya lalu ia lari ke gua dan bersembunyi di sana. Orang Filistin yang marah mengejar dengan kekuatan mereka, dan berkemahlah mereka di daerah orang Yehuda
Untuk meredam dan mengalihkan kemarahan orang Filistin yang terus memburu Simson. Orang Yehuda tidak mau terlibat peperangan yang membahayakan kaumnya, tigaribu orang Yehuda berinisiatif untuk menyerahkan Simson kepada orang Filistin. Maka ditangkaplah Simson, dan dengan tangan terikat ia diserahkan.
Tepat di hadapan orang Filistin yang bersorak sorai karena tertangkapnya Simson, roh Allah berkuasa atas Simson. Lalu Simson memutuskan tali yang mengikatnya, ia berontak dan mengambil rahang keledai yang dijumpainya. Dengan rahang keledai itu, ia menewaskan seribu orang Filistin seorang diri.
Simson sangat kuat, ada kuasa Tuhan dalam dirinya. Pada peristiwa lainnya dikisahkan. Simson direncanakan akan dibunuh oleh orang-orang Gaza. Mereka berencana akan membunuh Simson pada pagi hari.Tapi Simson lebih dulu beraksi, dengan kekuatan yang ada padanya ia mencabut pintu gerbang kota lalu membawanya ke atas bukit. Kejadian itu menunjukkan kepada semua orang betapa kuat dan perkasanya Simson.
Hingga akhir hayatnya, kekuatan yang ada pada Simson tetap dapat ditunjukkan kepada orang Filistin. Meski karena keteledorannya membuat kekuatan yang ia miliki menjadi punah. Untuk terakhir kalinya, dengan ijin Tuhan, Simson ketika di bawa ke suatu arena untuk dipertontonkan kepada orang Filistin membalas sikap itu dengan merobohkan tiang penyangga gedung dan menewaskan banyak orang Filistin.
- D. Apa kelemahannya? – what is his weakness?
- Hakim-hakim 14:1-4, “Simson pergi ke Timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin. 2 Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.” 3 Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: “Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orang-orang yang tidak bersunat itu?” Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: “Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.” 4 Tetapi ayahnya dan ibunya tidak tahu bahwa hal itu dari pada TUHAN asalnya: sebab memang Simson harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin. Karena pada masa itu orang Filistin menguasai orang Israel. “
Hakim-hakim 16:1, “Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia. “
Hakim-hakim 16:4,19, “ 4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila “ 19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.”
Kekuatan luar biasa –diatas manusia rata-rata- kala itu yang ada pada Simson sejak lahir, tidak membawa Simson untuk dapat menjalankan panggilannya dengan benar. Diluar kekuatan fisik yang ia dapat tunjukan sebagai talenta yang Tuhan berikan, ia ternyata tidak dapat mengekang dirinya atas suatu hal. Perihal itu kelak yang membawa kekalahan pada dirinya, khususnya menghadapi bangsa Filistin.
Inilah beberapa catatan pula mengenai Simson. Selepas masa remajanya, Simson ingin menikah. Dalam perjalanannya ia singgah di Timna, di sana ia melihat seorang gadis Filistin, lalu ia datang kepada ayahnya untuk meminta-kan gadis itu baginya.
Lain waktu, saat ia ke kota Gaza, ia berjumpa dengan seorang perempuan sundal, dan menghampirinya. Terlihat bahwa Simson tidak dapat mengendalikan diri, dalam hal :
Sex – Hawa nafsu
Hingga puncaknya, sampailah ia bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Delilah. Simson jatuh cinta kepadanya. Ia mudah luluh kepada perempuan yang menarik hatinya. Bukan hanya jatuh cinta, hingga akhirnya ia ditundukkan oleh perempuan itu. Simson telah memilih gadis Filistin, dan gadis itu dengan mudahnya mengkhianati cintanya.
Di pangkuan Delilah kekuatannya yang luar biasa itu akhirnya dipunahkan, Delilah mengetahui rahasia kekuatan Simson, karena Simson sendiri mengatakannya. Di saat Simson tertidur, Delilah mengambil gunting lalu memotong jalinan rambut di kepala Simson, dan lenyaplah kekuatan Simson.
Akibatnya – The effect
Hakim-hakim 16:21,25, “ 21 Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling “ 25 Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: “Panggillah Simson untuk melawak bagi kita.” Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang “
Delilah yang telah bekerjasama dengan orang Filistin, memunahkan kekuatan luar biasa yang ada pada Simson. Karena ketidak taatan kepada perintah Tuhan, Simson akhirnya dikalahkan.
Tanpa kekuatan itu, Simson menjadi mudah ditangkap. Ia lalu di bawa ke Gaza, dibutakan matanya dan di jadikan tenaga penggiling laksana binatang. Sebuah harga yang sangat mahal yang harus dijalani oleh Simson.
Tidak saja sampai disitu, hingga suatu ketika orang-orang Filistin yang menangkapnya membawanya ke suatu tempat, dengan tujuan supaya Simson :
Dipermalukan – Was ashamed
Simson, hakim Israel –bangsa pilihan Allah- di minta melawak, ia dijadikan olok-olokan oleh semua yang hadir. Secara tidak langsung bangsa Filistin sedang mengolok Tuhan. Dengan tangan terbelenggu rantai yang kuat, Simson menjadi ingat dengan Tuhan dan menyadari perbuatannya, ia memohon pada-Nya kembali.
Tuhan masih bersedia memberikan kekuatan bagi Simson untuk terakhir kali, dan dengan kekuatan itu Simson akhirnya menewaskan para pengolok-olok itu. Simson sendiri wafat pada saat yang sama.
Pemimpin Israel yang kuat luar biasa itu gugur. Padahal sejak kelahirannya ia diharapkan untuk membebaskan Israel. Ketidak mampuan mengendalikan hawa nafsu –penguasaan diri- berdampak serius. Kisah Simson menunjukkan hal itu.
- 2. Tidak membawa Israel bertobat!
He did not bring Israel into repentance!
Simson adalah pemimpin yang kuat secara fisik, tetapi kelemahan yang dimilikinya membuat fatal pada perjuangan-nya. Sikapnya tidak bijak, ia tidak dapat menjadi pemimpin yang baik.
Ia tidak menggembalakan umat-Nya untuk bertobat –berhenti berbuat dosa-, sebagai pemimpin Simson sendiri nampak senang dengan kesibukan dirinya sendiri. Melupakan bahwa saat itu bangsanya tengah dalam kesulitan, layaknya himpunan domba di tengah serigala. Lengah sedikit, mereka dapat dibinasakan.
Pemimpin harus memahami dengan jelas tugas dan kewajibannya, talenta yang diberikan Tuhan dengan luar biasa harus dapat dikelola dengan semestinya. Untuk mengelola dengan bijak, maka penundukan pada pengajaran-Nya adalah sikap mutlak yang mendasari gerak langkahnya untuk memimpin umat.
Ia sendiri harus mampu menjadi teladan. Simson diluar kekuatannya yang dahyat, ia tidak memberikan teladan yang baik dalam hal pengendalian diri. Pernikahan yang dijalaninya, tidak berdasar ikatan yang benar, tetapi dengan alasan nafsu badani, daripada berbuat yang tidak-tidak kepada perempuan sundal maka lebih baik menikah adalah kalimat senada untuk menggambarkan pembenaran ini.
Simson telah merendahkan martabat lembaga pernikahan –bagi umat pilihan-Nya- dan hal itu adalah perbuatan yang sulit untuk dilupakan oleh generasi selanjutnya.
- E. Penutup – Ending
Hosea 4:6, “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu “
Sabda Tuhan menuliskan “..uji semua roh, untuk mengetahui semua kepalsuan (I Yoh. 4:1), kejahatan dapat menampilkan bentuk yang indah pada awalnya, padahal membwa pada petaka.
Pemanggilan umat Tuhan menjadi suatu bangsa yang dikuduskan-Nya adalah anugrah dan itu harus ditanggapi dengan bertanggung jawab.
Kitab Suci menjadi sumber belajar dan pengetahuan untuk mengerti kehendak-Nya. Bila menyingkirkan hal itu, masa seperti Nabi Hosea tuliskan :
Umat-Ku binasa karena tidak berpengetahuan,
Firman Allah dan Roh Kudus bekerjasama !
My people are destroyed for lack of knowledge,
Word of God and Holly Spirit work together!
Ada kebinasaan karena tidak berpengetahuan. Dan pengertian yang jelas sekali adalah Firman Allah dan Roh Kudus itu bekerjasama. Menolak pengajaran akan dilupakan Tuhan, maka milikilah dasar yang benar, punya roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia secara benar.
Maka tidak heran, untuk tujuan itu dalam suatu persekutuan umat Tuhan perlu ada penjelasan yang bertanggungjawab bersama Roh Kudus yang bekerja paralel. Pengajaran tanpa Roh akan menjadi teori, tanpa kemampuan untuk mempraktekannya. Sebaliknya roh tanpa pengertian yang benar, dapat mudah diselewengkan atau dibelokkan ke arah yang tidak berkenan kepada-Nya. Roh Kudus akan menuntun kepada kepada seluruh kebenaran Firman.
Bagi Gereja zaman akhir, keseimbangan antara Firman Allah dan Roh Kudus akan tergambar kelak, “bagaikan dua sayap” yang akan menerbangkan Gereja-Nya ke suatu tempat untuk terhindar dari masa yang sukar.
Dengan pengetahuan yang benar maka hidup kita akan berada pada jalur-Nya. Mengenal Dia dalam hakekat-Nya yang tidak berubah sejak dahulu kala . Aku adalah Aku, dan di masa perjanjian baru, rasul Yohanes menuliskan perkataan Yesus hal yang sama “Aku adalah Dia” . Mengenal Bapa (Yun. ho Pater) yang benar akan membawa kita pada Allah yang benar (Yun. ho Theos), berlanjut kepada Kristus yang berdaulat. Ucapan Nabi Hosea di atas menjadikan penegasan bagaimana Tuhan Allah menjadi suami bagi Israel, umat-Nya. Dan mendapatkan penggenapan yang sama dengan Kristus suami bagi Gereja-Nya.
Dalam praktek pengiringan kepada-Nya dengan pengetahuan yang benar maka kita akan menyadari bahwa semua yang kita laksanakan hanyalah “dari Dia dan bagi Dia” (Rom. 11:36). Talenta, kemampuan dan kepercayaan atas pelayanan yang Ia berikan selayaknya dipersembahkan bagi kemuliaan-Nya saja. Dijalankan dengan utuh baik oleh gereja sebagai individu dan Gereja sebagai wadah perhimpunan orang-orang percaya (Yun. Kyriakos-kyriakon doma-kyriake oikia). Gereja ditempatkan d dalam dunia untuk bersaksi tentang kemuliaan-Nya, menjalankan tugas dan panggilan-Nya.
Pembangunan fisik itu penting, tetapi sejalan dengan itu, pembangunan non fisik –hal-hal rohaniah tak kalah pentingnya. Porsi perhatian kepada infrastruktur tumbuhnya pengajaran di dalam suatu organisasi harus pula diperhatikan dengan seksama. Perannya lebih dari sekedar hanya mewartakan kabar baik (PI), tapi mengarahkan kepada maksud ilahi-Nya.
Pengajaran dalam komunitas-Nya memiliki peran yang tidak perlu diragukan, kurangnya keseriusan dalam membangun, membina, mengelola, menerus generasikan pengajaran kebenaran akan berdampak pada berkurangnya kualitas dan berimplikasi fatal. Bila itu sepengetahuan seorang pemimpin, maka pemimpin itu akan dianggap hanya sibuk melakukan kegiatannya sendiri, menyenangkan diri sendiri, memperkaya diri sendiri, dan melupakan azas dasar dari tanggungjawabnya.
Pada kisah Simson dapat diambil pelajaran, selama duapuluh tahun Simson jadi hakim, jadi pemimpin tidak banyak berdampak bagi bangsa Israel –untuk taat kembali kepada-Nya- Bahkan nampak kaum Yehuda sendiri tidak menghormati Simson sebagai hakim Israel.
Kitab Suci telah mengajarkan kebaikan bagi umat-Nya sepanjang segala zaman. Ia menjadi tempat untuk mengkoreksi kesalahan atas sikap kita kepada-Nya. Roh Tuhanlah yang menuntun kepada kebenaran untuk mengokohkan kedaulatan-Nya. Simson pada akhir hidupnya harus mempertanggunjawabkan perbuatannya dan itu ditebusnya dengan harga yang mahal. Simson yang namanya berarti istimewa dan kuat, tigapuluh enam kali nama ini tercatat dalam Kitab Suci adalah orang kuat sepanjang sejarah orang Israel, tapi dari kelemahannya pula generasi selanjutnya belajar. Maka mari bersama kita berjuang untuk mengikis daging yang cenderung menentang Tuhan, dan miliki hidup berkemenangan.
Acara Sepekan
SENIN, 28 SEPTEMBER 2009
Pkl. 05.00 KEBAKTIAN FAJAR PAGI
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl. 10.00 DOA PUASA KAUM WANITA
Pkl. 15.00 LATIHAN PESPARAWI REMAJA
Pkl. 18.30 KURSUS ICM “LOGOS” (Mata Pelajaran : Tabernakel)
Pkl. 19.00 LATIHAN TAMBORINE & FLAG
Pkl. 18.30 PERTEMUAN GURU2 SEKOLAH MINGGU Di Jl. Kaswari (Rumah Belakang Gereja)
SELASA, 29 SEPTEMBER 2009
Pkl. 05.00 KEBAKTIAN FAJAR PAGI
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl. 19.00 IBADAH KAUM PRIA
Pkl. 19.00 IBADAH SEL GROUP KAUM MUDA (GABUNGAN)
RABU, 30 SEPTEMBER 2009
Pkl. 05.00 KEBAKTIAN FAJAR PAGI
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl.18.00 IBADAH DOA PENYEMBAHAN
Pkl.19.00 LATIHAN – PESPARAWI REMAJA
Pkl. 20.00 LATIHAN PS. SOLIDEO
Pkl. 20.00 LATIHAN TIM PEMUJI KAUM MUDA
KAMIS, 01 OKTOBER 2009
Pkl. 05.00 KEBAKTIAN FAJAR PAGI
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl. 17.00 LATIHAN MUSIK IBADAH REMAJA
Pkl. 19.00 KEBAKTIAN KELUARGA di masing2 area
Pkl. 19.30 LATIHAN MUSIK IBADAH KAUM MUDA
JUMAT, 02 OKTOBER 2009
Pkl. 05.00 KEBAKTIAN FAJAR PAGI
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl.18.00 IBADAH PENDALAMAN ALKITAB (disertai PERJAMUAN KUDUS)
Pkl. 20.00 LATIHAN PESPARAWI (DEWASA)
Pkl. 20.00 LATIHAN PS. SOLIDEO
Pkl. 20.00 LATIHAN MUSIK IBADAH UMUM
SABTU, 03 OKTOBER 2009
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl. 12.00 LATIHAN MUSIK IBADAH UMUM
Pkl. 17.00 KKR bersama REMAJA & PEMUDA Se-DENPASAR di GBI ROCK Lembah Pujian
Pkl. 19.00 LATIHAN MUSIK IBADAH UMUM
MINGGU, 04 OKTOBER 2009
Pkl. 06.30 KEBAKTIAN UMUM I (disertai PERJAMUAN KUDUS)
Pkl. 07.15 KEBAKTIAN ANAK (S.M. ) PAGI
Pkl. 09.30 KEBAKTIAN UMUM II (disertai PERJAMUAN KUDUS)
Pkl. 10.15 KEBAKTIAN ANAK (S.M. ) SIANG
Pkl. 16.00 KEBAKTIAN REMAJA
Pkl. 18.00 KEBAKTIAN UMUM III (disertai PERJAMUAN KUDUS)
Pkl. 18.45 KEBAKTIAN ANAK (S.M.) MALAM
DI HAKIMI FIRMAN ( The Word of GOD who Judges )
Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition )
JUM’AT, 25 SEPTEMBER 2009
YOHANES 12:44-50
“Barang siapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, Ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman” ( ayat 48 ). Setelah menunjukkan mengapa orang Yahudi tidak mau percaya, injil Yohanes mencatat seruan Yesus akan pentingnya Iman. Hal tersebut dibuktikan dengan pernyataan Yesus yang dalam perikop ini, tiga kali menyatakan bahwa Bapalah yang mengutus Dia. Dan Yesus kembali menyatakan apa yang menjadi kehendak Bapa bagi mereka. Yakni percaya kepada-Nya, percaya akan segala sesuatu yang telah Ia sampaikan mengapa demikian. Karena Yesus tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tapi atas kehendak Bapa. Maka bila orang tetap menolak untuk percaya akan apa yang telah Ia sampaikan. Yesus tidak akan menghakimi-Nya, karena Ia datang bukan untuk menghakimi, bukan itu Misi-Nya, penyelamatan adalah tujuan-Nya dan penghakiman adalah konsekuensi dari misi-Nya. Firman yang telah Ia sampaikan itulah yang akan menghakimi orang yang tidak mau percaya akan apa yang telah Ia sampaikan dari Bapa. Seorang hamba Tuhan tidak boleh menghakimi mereka yang mendengar pemberitaannya, apakah mereka percaya dan melakukannya atau tidak itu adalah urusan pribadi orang yang sudah mendengar firman Allah. Yang paling penting seorang hamba Tuhan telah menyampaikan kebenaran yang harus ia sampaikan. Demikian juga sebaliknya, bagi orang yang sudah mendengar Firman Tuhan tidak boleh menghakimi seorang Hamba Tuhan. Perkara benar tidaknya apa yang telah Ia sampaikan, itu berasal dari Allah atau bukan, itu urusan hamba Tuhan tersebut dengan Allah. Masing-masing ada tuntutannya, baik yang menyampaikan ataupun yang mendengarnya. Allah akan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya, maka baiklah setiap kita yakin dalam hatinya sendiri, bahwa ia telah melakukan kehendak Allah ( 1 Pet 1:17 ) PENGHAKIMAN ADALAH HAK ALLAH
FRIDAY, SEPTEMBER 25,2009
JOHN 12:44-50
“He who reject me, and do not receive my words, he had no judge, which is the word I have said, that’s what will be the judge at the end of the age” (verse 48). After showing why the Jews did not want to believe, the gospel of John records Jesus’ cry of the importance of faith. This is evidenced by Jesus’ statement that in this passage, three states that you sent him. And Jesus again states what the Father’s will for them. That trust in Him, believe in everything he has to say why. Because Jesus did not speak of himself, but the will of the Father. So if people still refuse to believe what he has to say. Jesus will not judge him, because He came not to judge, that’s not his mission, salvation is his goal and judgments are a consequence of his mission. Word has conveyed that he will judge those who do not want to believe what he has to say of the Father. A servant of God should not judge those who hear the preaching, whether they believe in and do it or not it is a private matter of people who had heard the word of God. The most important thing a servant of God has been telling the truth he had to say. Otherwise Similarly, for those who have heard the Word of God can not judge a Servant of God. The case was whether or not, what he has to say it comes from God or not, that’s a servant of God is with God. Each has different demands, whether delivered or who heard it. God will judge each person according to his deeds, then let each of us believe in his heart, that he had done the will of God (1 Pet 1:17) LORD IS HER RIGHT JUDGMENT
Kunjungan Mission Tour GPPS.Umat Tuhan Caruban-Madiun,Jawa Timur.
Akhirnya hari yang telah ditunggu-tunggu telah tiba. Segala persiapan telah dipersiapkan oleh team Sekretariat GPT.Baithani sebagai tuan rumah. Namun dari waktu yang telah ditentukan yaitu pukul 18.30 Wita, rombongan tamu yang ditunggu belum kunjung tiba. Dengan seragam batik tampak team Sekretariat menunggu dihalaman gereja dengan penuh harap cemas. dan setelah menunggu sekian lama, sekitar Pk. 19.30 rombongan Mission Tour inipun tiba. Rombongan berjumlah kurang lebih 80 orang yang dipimpin oleh Pdt.Zakharia dari GPPS.Caruban ini tiba dengan mengendarai 2 unit bus pariwisata dan disambut langsung oleh Bp.Gembala dan Ibu. Juga nampak beberapa pendiri GPT.Baithani seperti Bp.Wayan Salin, Bp.Edi Natanael,Bp.Rocky,Bp.Alit dan Bp.Paulus Tirta Raharja turut menyambut tamu disamping beberapa anggota Majelis Gereja.
Walaupun dengan wajah yang masih nampak kelelahan namun para anggota rombongan ini terlihat serius ketika mendengar sambutan dari Bp.Gembala. Dengan dimoderatori Bp.Hengky Irawan, acara tanya jawabpun bergulir dengan lancar. Rombongan mission tour yang terdiri dari beberapa gereja GPPS di sekitar Madiun Jawa Timur ini juga tampak antusias bertanya seputar berkembangnya pelayanan GPT.Baithani. Bahkan Bp.Gembala dengan terbuka menjelaskan berbagai resep yang telah diterapkannya termasuk ketika belajar dari Gereja Kristen Protestan Bali
dan Gereja Presbetery di Korea. “Intinya jangan pernah malu untuk belajar dari kelebihan gereja-gereja lain” demikian ucap Bp.Gembala.

Selain Bp.Gembala menguraikan sekilas tentang sejarah berdirinya GPT.Baithani, nampak juga Pdm.Herman Winarta selaku Ketua 1 Bidang Keuangan Majelis Gereja menjelaskan perihal pengelolaan berkat uang berupa uang yang telah dipersembahkan jemaat. dilanjutkan oleh Pdt.Bindargo S.Th,MA. yang menjelaskan struktur Organisasi Gereja setempat. Dari setiap jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan para anggota rombongan tour ini mereka merasa sangat diberkati dan juga termotivasi dengan support dan respect Bp.Gembala kepada para Gembala yang berasal dari desa desa didaerah Jawa Timur tersebut.
Tidak terasa waktu terus bergulir mengarah pada pk21.10 wita dan Acara inipun ditutup dengan ramah tamah berupa makan malam bersama. Namun nasi kotak-nasi kotak yang sedianya dipersiapkan untuk disantap bersama sama ini tidak jadi terlaksana dikarenakan permintaan rombongan untuk membawa pulang makan malam mereka tersebut. Dan setelah ditutup dengan doa, acara Kunjungan Mission Tour inipun berakhir. Namun perjalanan mereka belumlah berakhir, karena menurut jadawal yang mereka utarakan, hari Kamis 24 September 2009 ini mereka akan melanjutkan kunjungan mereka ke Gereja ROCK Lembah Pujian pada pagi harinya dan diteruskan ke Gereja Kristen Protestan Bali di Blimbing Sari-Jembrana sebelumnya selanjutnya mereka pulang ke Caruban-Madiun.Tuhan Yesus Memberkati.
Jangan Keraskan Hati (Do not harden your hearts )
Renungan Harian edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition )
Kamis,24 september 2009
Yohanes 12:37-43
“Namun banyak juga diantara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh orang-orang Farizi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan” (ayat 42). Mujizat-mujizat yang Yesus adakan belum banyak membuat orang percaya dengan hatinya, khususnya para pemimpin, mereka tetap hidup dalam ketidakpercayaannya. Dan sekalipun ada diantara pemimpin yang percaya, mereka malu dan takut untuk mengakuinya terus terang. Hal tersebut bukan merupakan keadaan yang baru lagi, nabi Yesaya jauh sebelumnya telah menyampaikan betapa keras dan tegarnya hati bangsa itu sehingga sulit untuk menerima kebenaran. Tidak ada mereka yang percaya dengan berita yang disampaikan oleh Yesaya dan para nabi lainnya. Itulah sebabnya Allah membutakan dan mendegilkan hati mereka sehingga mereka jatuh dalam penhukuman dan kebinasaan. Kepentingan diri sendiri masih menjadi penghalang kepercayaan mereka. Mereka lebih mencintai nyawanya sendiri, takut menderita dan mencari amannya saja. Mereka lebih memilih kehormatan manusia daripada kehormatan Allah. Bukanlah rancangan Allah untuk mengeraskan hati seseorang, sekalipun memang Ia berkuasa untuk mengeraskan hati siapa yang dikehendaki-Nya dan menaruh belas kasihan kepada yang dikehendaki-Nya pula. Allah justru menghendaki setiap orang untuk bertobat dan beroleh keselamatan. Dan Allah juga memberikan kehendak bebas untuk memilih apa yang seseorang pandang baik. Dan ketika manusia salah memilih, Allah tetap bertindak oleh karena kasihnya untuk menyadarkan manusia dari kesalahannya. Mereka yang mau menerima tegoran dan bertobat akan selamat, tapi jika seseorang terus mengeraskan hatinya, Allah benar-benar akan menyerahkan mereka pada kedegilan hatinya yang akan mengakibatkan celaka. Untuk itu jangan mau hidup dalam kekerasan dan kedegilan hati jika tidak mau hati kita benar-benar dikeraskan oleh Allah sehingga tidak ada kesempatan untuk bertobat (Roma 1:18-32). Kekerasan Hati Hanya Menghasilkan Celaka.
Thursday, 24 September 2009
John 12:37-43
“But many are also among the leaders who believe in Him, but by people they do not admit Farizi frank, lest they be excommunicated” (verse 42). The miracles that Jesus invented yet many make people believe in his heart, especially the leaders, they remain alive in disbelief. And even if there is trust among the leaders, they were ashamed and afraid to admit it frankly. This is not a new situation again, long before the prophet Isaiah had said how hard and tough the heart of the neck was so difficult to accept the truth. No those who believe the news conveyed by Isaiah and other prophets. That is why God blinded and hardened their hearts so that they fall in the condemnation and destruction. Self-interest is still a barrier of their beliefs. They are more loved his own life, fear of suffering and seeking safe course. They prefer human honor than the honor of God. Is not the design of God to harden one’s heart, even though it was ruled to harden their hearts who wills, and mercy to those who wanted too. God just wants everyone to repent and gain salvation. And God also gave free will to choose what is a good view. And when people wrong choices, God still acts because people love to bring home from his mistakes. They are willing to accept a reprimand and repent will be saved, but if one continued to harden his heart, God will actually give them the intractability heart that will lead to harm. For that do not want to live in violence and intractability hearts if our hearts would not really be hardened by God so that there is no chance to repent (Romans 1:18-32). Produce Only Hearts violence Alas.
MATI UNTUK BERBUAH ( Die to produce fruit )
Renungan harian edisi dwi bahasa ( daily bread bilingual edition )
RABU, 23 SEPTEMBER 2009
YOHANES 12:20-36
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika biji gandum tidak jatuh kedalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” ( ayat 24 ) jawaban Yesus yang terkesan aneh atas orang-orang Yunani yang ingin bertemu dengan-Nya, sebenarnya menyiratkan supaya orang tidak mengartikan masuknya Yesus ke Yerusalem yang begitu dielu-elukan itu sebagai pemenang yang akan menjadi Raja seperti kemauan mereka. Maka Ia pun segera mengarahkan pikiran dan pengertian mereka bahwa masuknya Yesus Yerusalem itu berarti saat penderitaan-Nya telah tiba, itulah sengsara di kayu salib. Untuk menjelaskan proses sengsara itu Yesus menggunakan perumpamaan mengenai biji gandum, prinsip yang ada di alam dimana kematian adalah mutlak bagi kehidupan selanjutnya., diterapkan Yesus atas diri-Nya sendiri. Biji gandum yang jatuh ke tanah dan benar-benar mati akan menghasilkan gandum yang lebih banyak. Dan Yesus memandang penderitaan-Nya dalam pandangan yang sama, yaitu bahwa kematian-Nya akan membawa banyak orang kepada kehidupan. Yesus menyatakan bahwa saat-Nya telah tiba dan bagi-Nya hanya ada 2 pilihan yaitu keselamatan saat ini, selamat dari penderitaan di atas kayu salib atau kemuliaan melalui penderitaan saat itu yaitu tersiksa di kayu salib. Apa yang diharapkan Yesus dari para pengikut-Nya dan pendengar-Nya saat itu adalah percaya akan segala sesuatu yang telah ia katakana dan ajarkan. Agar mereka memiliki kehidupan yang berbuah-buah dan dipermuliakan, semua orang pasti ingin mengalaminya. Namun untuk bisa mencapai hal itu harus melalui suatu proses yang benar yaitu mati, bangkit dan dipermuliakan. Tidak ada kemuliaan tanpa kebangkitan dan tidak ada kebangkitan tanpa kematian. Untuk masuk kedalam taraf itu ada proses yang namanya tidak mencintai nyawanya sendiri yang di ikuti dengan kesiapan untuk melayani Dia, kapan saja dan dimana saja. Terimalah segala bentuk penderitaan oleh karena kebenaran sebagai proses kematian atas kedagingan kita sampai pada waktunya kelak kita akan di bangkitkan dan dipermuliakan bersama Yesus Kristus Tuhan kita. ( 1 Pet 4:1 ) PENDERITAAN KARENA KEBENARAN MENGERJAKAN KEMULIAAN KEKAL
Wednesday, September, 23, 2009
John12:20-36
“I tell you the truth if wheat does not fall into the ground and dies, it remains only a single seed, but if he dies, he will bear much fruit.” (Verse 24) Jesus answers that seem strange to the Greeks who want to meet Him, TO VISIT NOT mean that JESUS TO JERUSALEM AS A FORM OF TRIUMPH IS HIS DESIRE AS THEY LIKE KING. So he was soon directing their thoughts and understanding that the entry of Jesus Jerusalem was meant as his suffering has come, that’s the passion on the cross. To explain the passion that Jesus used the parable of the wheat seed, the principle in nature, where death is absolutely necessary for the next life., Applied to Jesus for himself. Wheat seeds that fell to the ground and truly dead will produce more wheat. And Jesus looked at his suffering in the same view, namely that his death will bring many people to life. Jesus declared that his hour had come for him and there are only 2 choices of current safety, safe from the suffering on the cross or glory through suffering when it is tortured on the cross. What is expected of Jesus from his followers and his listeners at that time was believed to have everything he say and teach. So they have a fruitful life-the fruit and glorified, all people would want to experience it. But to achieve it must be through a process that really is dead, get up and glorified. There is no glory without the resurrection, and there is no resurrection without death. To enter into that level there is a process whose name does not love his own life that followed with the readiness to serve him, anytime and anywhere. Accept all forms of suffering because of the truth as a process of death over our flesh till later in time we will be resurrected and glorified with Jesus Christ our Lord. (1 Pet 4:1) SUFFERING BECAUSE THE TRUTH WILL RESULT IN ETERNAL GLORY
Paguyuban Pasangan Muda Mengadakan Retreat Keluarga di Lake View Resident Bedugul, 20-22 September 2009
Paguyuban Pasangan Muda, beranggotakan mantan Kaum Muda Baithani era 90-an. Dibentuk 3 tahun yang lalu ( 2009 ) oleh Pembina Kaum Muda pada masa itu: Pdt. Petrus Setiawan, Ketua: Fenny Herawati, Bendahara: Lenny Hartati. Anggota Paguyuban beranggotakan dari Gereja Cabang Baithani dan Denominasi Gereja lainnya. Kegiatan yang sudah dan sedang dilakukan oleh Paguyuban ini:
1. Pertemuan dan arisan setiap bulan untuk tetap menjaga komunikasi antar anggota;
2. Menyantuni, mengunjungi, dan mengadakan ibadah di Panti Asuhan Salam – Tabanan;
3. Menyantuni dan berbagi kasih di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) Suwung;
4. Mengadakan sunatan massal (2 kali);
5. Retreat Keluarga di Lake View Resident Bedugul.
Retreat kali ini, sekaligus mengakhiri masa tugas Fenny Herawati, SE sebagai ketua, dan mengawali kepengurusan baru periode 2009-2010 dengan ketua: Pdp.Joni Warsito. Retreat interaktif bertema ‘ Membangun Komunikasi Dalam Keluarga Menuju Rumah Tangga yang Kudus dan Integritas’ ini bertujuan untuk melayani ke dalam hidup pernikahan anggota Paguyuban. Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M membawakan materi ‘Integritas Dalam Keluarga dan Hubungan Suami-Istri’. Pdt.Bindargo MA dan Ibu Dra.Damaris Apt : ‘ Komunikasi Suami-Istri dan Orang Tua–Anak’. Pdt. Petrus Setiawan dengan ‘Kekudusan Nikah’. Semua materi dibawakan secara interaktif, sangat memberkati , dan saling menguatkan. Tiga hari di Bedugul yang dingin, berkabut, dan hujan membuat kami betah di dalam ruangan dan berbagi bahkan hingga larut malam. <Rita>
Ringkasan Khotbah Minggu, 13 September 2009

7B1. MENGENAL BAPA YANG BENAR – KNOWING THE TRUE FATHER
Ef. 1 : 16 – 17
- C. KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!
C7. Fakta yang lain – Another fact
- A. Bangsa Israel berbuat jahat di hadapan Allah – Israilites did evil before God
Hakim-Hakim 6:1, “Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya, “
Sejarah bangsa Israel mencatat kehidupan pasca mangkatnya Yosua. Setelah hidup tenang beberapa saat, orang Midian lalu menguasai orang Israel.
Orang-orang Israel menjadi takut. Mereka bersembunyi di dalam goa-goa, bersembunyi di negeri sendiri. Dalam kurun waktu yang cukup lama kondisi itu berlangsung :
7 tahun dikuasai orang Midian
Selama itu bangsa Israel hidup dalam ketidak nyamanan. Kemerdekaan mereka hilang, kebebasan mereka menjadi terbatas. Bahka ada hal yang lebih menyulitkan lagi, orang-oran Midian merampasi hasil panen bangsa Israel.
Hakim-hakim 6:6, “sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN “
Perbuatan orang-orang Midian, berdampak luar biasa. Orang Israel menjadi :
Sangat miskin
Very poor
Itu berarti bangsa ini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Seberapa baikpun hasil panen dan juga ternak yang mereka miliki, maka bangsa Israel tidak dapat menikmatinya. Semua hasil itu dirampas oleh bangsa Midian, dinikmati dan menjadi kekayaan bangsa lain.
Dahulu bangsa ini dilepaskan dari musuhnya, dengan mengutus Otniel sebagai Hakim dan pembebas Israel. Mereka dibebaskan, tetapi kejadian yang sama berulang. Bangsa Isarel tidak setia kepada Tuhan Allah mereka. Melakukan apa yang jahat kembali di mata Tuhan sehingga diserahkan pada orang Midian. Orang Midian tidak saja menyerang bangsa Israel, tetapi telah membuat bangsa ini menjadi sangat melarat, sangat menderita.
Ingat pesan Yosua – Remember of Joshua’s message!
Yosua 23:12-13, “ Sebab jika kamu berbalik dan berpaut kepada sisa bangsa-bangsa ini yang masih tinggal di antara kamu, kawin-mengawin dengan mereka serta bergaul dengan mereka dan mereka dengan kamu, 13 maka ketahuilah dengan sesungguhnya, bahwa TUHAN, Allahmu, tidak akan menghalau lagi bangsa-bangsa itu dari depanmu. Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lambungmu dan duri di matamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu “
Tuhan tidak akan menyertai bila bangsa Israel berpaling dari Tuhan Allah, lebih mendukakan lagi bangsa ini hidup menyembah ilah lain. Kemiskinan terjadi akibat dari perbuatan jahat bangsa Midian, di satu sisi Ia tidak ingin bangsa-Nya kekurangan apalagi hidup miskin. Rancangan Tuhan adalah rancangan hari depan bahagia, hari yang penuh harapan (Yer. 29:11).
Bila mendengar baik-baik perintah-Nya dan melakukannya dengan setia maka segala berkat-Nya akan tercurah (Ul 28:1), itu adalah Janji-Nya. Ia akan membuat bangsa pilihan-Nya menjadi bangsa yang lebih unggul dibanding dengan bangsa lain. Tapi mengapa jadi melarat? Jawabnya, karena tindakan bangsa ini sendiri. Mereka tidak mendengar dengan baik suara-Nya, dan tidak melakukannya dengan setia.
Supaya jaminan keberhasilan itu ada, maka miliki sikap mendengar yang baik, dan lakukan perintah-Nya dengan setia. Tapi bila ada yang jahat di hadapan Tuhan, maka ketidak berhasilan dalam hidup akan mudah dijumpai.
- B. Panggilan terhadap Gideon – The calling of Gideon
Hakim-Hakim 6:11-12, “Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani. “
Menghadapi fakta adanya bangsa Midian yang menyengsarakan bangsa Israel. Bangsa ini berseru kepada-Nya. Dan seruan itu Ia dengar Tuhan.
Dari antara bangsa Israel, Ia memilih Gideon – seorang anak bungsu dari keluarganya dan berasal kaum minoritas dari sukunya- , bukan keluarga ternama. Gideon bekerja membantu ayahnya di tempat penggilingan gandum dan pemerasan anggur di lokasi yang tersembunyi.
Melalui malaikat, utusan-Nya. Gideon di sapa dan firman-Nya dinyatakan bahwa :
Tuhan menyertaimu
The Lord is with you
Malaikat Tuhan menyatakan dengan kepastian, adanya penyertaan Tuhan. Ya, Ia tahu saat itu mayoritas bangsa Israel –termasuk pula Gideon- banyak yang telah kehilangan arah, atau tidak percaya diri karena berhadapan dengan kenyataan yang dirasa berat. Bangsa ini berhadapan dengan kenyataan bagaimana bila Tuhan memalingkan muka-Nya. Tetapi Tuhan yang Maha Baik pula yang mendengar seruan mereka yang tulus memohon, waktu-Nya tiba bagi mereka, Gideon dipilih.
Bila kita bersama Tuhan, lewat kesulitan apapun kita tidak akan takut. Kalau Ia memang beserta maka tidak ada yang mustahil. Namun kalau kita berbuat jahat, mana Tuhan mau beserta? Carilah penyertaan-Nya dan buktikan bagaimana Ia mendampingi kita melakukan perkara yang luar biasa.
- C. Tindakan awal Gideon – The first action of Gideon
Hakim-hakim 6:25-27, “ Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya: “Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya. 26 Kemudian dirikanlah mezbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu.”
27 Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam “
Setelah Gideon berjumpa dengan malaikat Tuhan. Pada malam itu Tuhan berfirman kepada-Nya, dan Gideon mendengarkan suara-Nya lalu melakukannya. Ia :
Merobohkan mezbah baal
To breakdown the baal’s altar
Meruntuhkan berhala, ia tidak berkompromi dengan yang jahat. Sebab Allah tidak bersedia di duakan, Ia adalah satu-satunya sesembahan bagi orang percaya. Bila kita cinta Tuhan, maka akan memutuskan hubungan dengan berhala. Berhala tidak saja merupakan benda yang terlihat seperti pada umumnya, tetapi adalah segala hal yang mengikat kita dan menomor-duakan Tuhan.
- D. Median di taklukan – The midian was over came
Hakim-hakim 7:7, “ Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya. “
Setelah itu Gideon menyusun pasukannya. Ia lalu memilih dari antara orang-orang Israel yang bersedia maju berperang.
Pasukannnya diseleksi, dari sekian banyak yang hadir saat itu, atas petunjuk Tuhan ia bertanya “Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang..” hasilnya tigapuluh dua ribu orang kembali ke perkampungan Israel, sisa sepuluh ribu.
Tetapi Tuhan berkata masih terlalu banyak, supaya orang Israel kelak tidak bermegah karena jumlah mereka yang banyak namun menang karena mereka mengandalkan Tuhan, maka kembali dengan petunjuk-Nya Gideon menyeleksi pasukannya kembali.
Ia menyeleksi dengan cara melihat bagaimana pasukan yang sisa minum air di tepian sungai, maka di dapatlah :
300 Tentara Gideon – 300 Soldiers of Gideon
Tuhan mengajarkan umat-Nya untuk mengucap syukur, dan itu terlihat bagaimana sejumlah orang dalam pasukan itu mengambil air minum. Jumlah itulah yang akan maju berperang. Bersama Tuhan maka meski jumlah mereka sedikit tetapi Janji kemenangan itu akan diraih.
Kualitas yang memenuhi kriteria Tuhan tidak sampai satu persen dibanding jumlah awalnya. Tetapi dengan jumlah tersebut untuk membuktikan adanya upaya untuk :
Berharap kepada Tuhan – Have faith to the Lord
Bukan dengan kuat dan gagah kita (Zak. 4:6), tetapi karena Tuhan beserta kita maka kita dapat beroleh kesuksesan –cakap menanggung segala perkara. Maka marilah kita berjuang untuk layak dihadapan-Nya.
- E. Nasehat – Advice
Mazmur 130:7-8, “ Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. 8 Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya “
Israel artinya pemenang demikianlah Yakub diberi nama. Kita akan lebih dari pemenang bila kita setia kepada-Nya. Dan setia kepada-Nya bukanlah perkara yang mudah, semudah membalik telapak tangan. Ada proses yang harus dilalui, ada kerendahan hati yang harus dimiliki, serta kesediaan untuk berkorban bagi kemuliaan-Nya.
Sejak kita tanggalkan manusia lama, kita telah jadi pemenang dan lanjutkan supaya lebih dari pemenang, untuk kelak terima mahkota.
Menghadapi beragam tantangan di hari-hari ini, siapapun kita. Tua-muda, pria-wanita, masalah ekonomi, sosial, dan apalah namanya. Ia berkata jangan takut dan gentar, “pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan” bebas dari kegelisahan dan ketakutan akan masa depan, sebab Ia yang memerdekakan kita. Asal kita mendengar baik-baik perintah-Nya dan melakukannya dengan setia, bersama Dia kita akan lakukan perkara luar biasa.
Setiap orang bisa punya masalah yang berbeda, tetapi penolongnya sama. Dialah Yesus Tuhan, yang empunya kuasa di bumi dan di sorga, Ia sanggup menuntaskan segala masalah kita. Sebab itu :
Mari kita terus bersandar kepada Tuhan
Let us still surrender to the Lord
Karena Tuhanlah Penolongku. Ibrani 13:6, “Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”
Acara Sepekan
SENIN, 21 SEPTEMBER 2009
Pkl. 05.30 “JALAN SANTAI” REMAJA
Pkl. 09.00 IBADAH PELAYAN KAUM MUDA “CORE DAY”
Pkl. 10.00 DOA PUASA KAUM WANITA
Pkl. 15.00 LATIHAN PESPARAWI REMAJA
SELASA, 22 SEPTEMBER 2009
Pkl. 19.00 IBADAH KAUM PRIA “ Sharing Firman Tuhan”
Pkl. 20.00 LATIHAN PESPARAWI (DEWASA)
RABU, 23 SEPTEMBER 2009
Pkl. 05.00 KEBAKTIAN FAJAR PAGI
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl. 10.00 DOA PENGURUS KAUM WERDHA
Pkl. 19.00 LATIHAN – PESPARAWI REMAJA
Pkl. 20.00 LATIHAN PS. SOLIDEO
Pkl. 20.00 LATIHAN CHOIR JOYFUL
KAMIS, 24 SEPTEMBER 2009
Pkl. 05.00 KEBAKTIAN FAJAR PAGI
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl. 17.00 LATIHAN MUSIK IBADAH REMAJA
Pkl. 19.00 KEBAKTIAN KELUARGA di masing2 area
Pkl. 19.30 LATIHAN MUSIK IBADAH KAUM MUDA
JUMAT, 25 SEPTEMBER 2009
Pkl. 05.00 KEBAKTIAN FAJAR PAGI
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl.18.00 IBADAH PENDALAMAN ALKITAB (disertai PERJAMUAN KUDUS)
Pkl. 20.00 LATIHAN PS. SOLIDEO
Pkl. 20.00 LATIHAN MUSIK IBADAH UMUM
SABTU, 26 SEPTEMBER 2009
Pkl. 08.30 PERSEKUTUAN PAGI KANTOR SEKRETARIAT
Pkl. 10.00 IBADAH KAUM WERDHA (DI VILLA OASIS)
Pkl. 12.00 LATIHAN MUSIK IBADAH UMUM
Pkl. 14.00 IBADAH PEMBERKATAN NIKAH
Pkl. 18.00 IBADAH KAUM MUDA “Ulang Tahun & Perjamuan Kasih”
Pkl. 20.00 LATIHAN MUSIK IBADAH UMUM
MINGGU, 27 SEPTEMBER 2009
Pkl. 06.30 KEBAKTIAN UMUM I
Pkl. 07.15 KEBAKTIAN ANAK (S.M. ) PAGI
Pkl. 09.30 KEBAKTIAN UMUM II
Pkl. 10.15 KEBAKTIAN ANAK (S.M. ) SIANG
Pkl. 16.00 KEBAKTIAN REMAJA
Pkl. 18.00 KEBAKTIAN UMUM III
Pkl. 18.45 KEBAKTIAN ANAK (S.M.) MALAM











