Get Adobe Flash player
31 October 2009

DIPERLENGKAPI ( Furnished )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

berdoaSABTU, 31 OKTOBER 2009

KISAH RASUL 1:1-5

“Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh kudus” (ayat 5). Kisah para rasul adalah sambungan dari Injil Lukas yang juga ditulis oleh Lukas, sang tabib. Inilah kitab yang berisikan gerak dan pelayanan para murid diberbagai tempat dan wilayah sesuai dengan amanat agung Yesus untuk murid-murid memberitakan Injil keselamatan dan menjadikan segala bangsa murid-Nya mulai dari Yerusalem, Yudea dan Samaria bahkan sampai keujung bumi. Namun sebelum mereka terjun dalam pelayanan masing-masing dengan sasaran yang telah mereka terima, mereka harus tinggal dahulu di Yerusalem untuk beberapa waktu lamanya sampai janji Bapa atas mereka digenapi, yaitu menerima baptisan Roh kudus. Inilah bukti tanggungjawab Yesus atas murid-murid-Nya yang tidak membiarkan mereka melayani dalam keadaan piatu. Jadi kiprah para rasul dalam dunia pelayanan dikerjakan dalam kuasa Roh kudus. Dalam kitab inilah kita bisa melihat bagaimana Roh kudus berkarya melalui para rasul. Demikian pula idealnya kita dalam melayani, bahkan bukan hanya dalam melayani tapi juga dalam segala aspek kehidupan. Allah tahu apa yang kita hadapi tidak mudah, untuk itulah Ia kirimkan Roh kudus-Nya menjadi penolong dalam hidup kita juga. Jika kita mengerti peran Roh kudus, kita tidak akan takut menghadapi apapun keadaan yang terjadi dalam hidup ini. Sekarang tergantung pada pilihan kita, mau tidak diperlengkapi dengan Roh kuasa tersebut. Oleh kekuatan Roh kudus kita akan dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera serta berlimpah-limpah dalam pengharapan (Roma 15:13). Kita akan kuat jika ada Roh kudus dalam hidup kita, apapun keadaannya kita bisa tampil menjadi pemenang.

BERILAH DIRIMU DIPENUHI

SATURDAY, 31 OCTOBER 2009
Acts 1:1-5

“For John baptized with water, but very soon you will be baptized with the Holy Spirit” (verse 5). Acts of the Apostles is a connection from the Gospel of Luke, also written by Luke, the physician. This is a book that contains the motion and the ministry of the disciples in various places and regions in accordance with the mandate of Jesus’ great for the discipless to spread the gospel of salvation, and make all nations his disciples from Jerusalem, Judea and Samaria even unto the earth Valentine. But before they go into service each with the target that they have received, they must first live in Jerusalem for some time until the promise of their fulfillment of the Father, the Holy Spirit baptism. This is evidence of responsibility for Jesus’ disciples who did not let him serve them in a state orphanage. So the pursuit of the apostles in the ministry is done in the power of the Holy Spirit. In this book we can see how the Holy Spirit works through the apostles. Similarly, in serving our ideals, even in not only serving but also in all aspects of life. God knows what we face is not easy, for that He sent His Holy Spirit to be instrumental in our lives as well. If we understand the role of the Holy Spirit, we will not be afraid to face any situation that happens in this life. Now depends on our choice, would not equipped with the power of the Spirit. By the power of the Holy Spirit we will be filled with joy and peace and abundant in hope (Romans 15:13). We will be strong if there is a Holy Spirit in our lives, whatever our circumstances may appear to be a winner.
GIVE YOURSELF FILLED

30 October 2009

SAKSI YANG BAIK ( GOOD WITNESS )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

matahari lautJUM’AT, 30 OKTOBER 2009

YOHANES 21:24-25

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar” (ayat 24). Kata penutup dari Injil Yohanes kembali memberi kesaksian bahwa tidak semua dari apa yang Yesus perbuat bisa dituliskan karena begitu banyaknya hal yang diperbuat-Nya. Dan andaikan semua dituliskan, agaknya dunia tidak bisa memuat semua kitab yang harus ditulis. Tapi semua yang telah ditulis adalah tulisan seorang saksi mata tentang segala peristiwa yang terjadi dalam pelayanan Yesus di dunia. Sebagai saksi mata, dia yakin benar bahwa yang lain akan bersedia membenarkan kebenaran dari kesaksiannya karena ia tidak memberi kesaksian yang tidak benar. Disini kita lihat bahwa sebagai saksi yang benar, penulis yang juga salah seorang murid, tidak menonjolkan dirinya sendiri, tapi tetap menonjolkan Tuhannya. Bagaimana halnya dengan kesaksian kita, apakah kita sudah menjadi saksi yang benar dari karya Tuhan dalam hidup kita ? Atau kita hanya menonjolkan diri sendiri, menonjolkan kebaikan dan kemampuan sendiri ? Memang kita tidak menuliskan apa yang telah Tuhan perbuat atas kita, tapi kita bisa saksikan hal itu kepada yang lain. Mari belajar menjadi saksi yang benar dari kasih Tuhan atas hidup kita. Jika kesaksian kita benar, orang yang mengenal kita pasti akan mengaminkannya. Jika kesaksian kita benar, Allah juga akan meneguhkannya karena kesaksian itu memuliakan nama-Nya. Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban, jadi janganlah malu dan takut bersaksi tentang Tuhan kita (2 Timotius 1:7-8)

SAKSI YANG SETIA TIDAK BERBOHONG.

FRIDAY, 30 OCTOBER 2009

JOHN 21:24-25

“He was the disciples, who testifies to these things and who have written and we know that his witness is true” (verse 24). Closing words of the Gospel of John again testified that not all of what Jesus did can be written because so many things done Him. And if all written down, apparently the world can not contain all the books to be written. But all that has been written is writing an eyewitness of the events that happened in Jesus’ earthly ministry. As an eyewitness, he was convinced that the others would be willing to justify the truth of his testimony because he did not give testimony that is not true. Here we see that as a true witness, the writer who is also one of his disciples, did not emphasize his own, but still highlights his Lord. What about our testimony, whether we’ve become a true witness of the work of God in our lives? Or we just highlight themselves, highlighting the good and the ability to own? Indeed we do not write down what God has done for us, but we can see that to others. Let’s learn to be a true witness of the love of God for our lives. If our testimony is true, people who knew we would have to justify our testimony. If our testimony is true, God will also be confirmed because the testimony was to glorify His name. God gave us not a spirit of timidity but a spirit of power, love and order, so do not be ashamed and afraid to testify about our Lord (2 Timothy 1:7-8.
NOT FAITHFUL WITNESS LIED

29 October 2009

URUSAN PRIBADI ( PERSONAL AFFAIRS )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

create ting!KAMIS, 29 OKTOBER 2009

YOHANES 21:20-23

Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku” (ayat 22). Sesudah makan dan tantangan Yesus terhadap Petrus, Yesus mengajak Petrus tersendiri untuk mengikuti Dia. Namun ketika mereka sedang berjalan, murid yang dikasihi Yesus ternyata juga mengikuti mereka. Melihat hal itu muncul keingintahuan Petrus akan nasib murid yang dikasihi Yesus dan Petruspun bertanya apakah yang akan terjadi dengan dia. Tapi Yesus langsung menegur Petrus karena keinginannya untuk mengetahui hal-hal yang bukan menjadi urusannya. Jawaban Yesus ketika menegur Petrus yang mengatakan “jika Aku menghendaki ia tinggal hidup sampai Aku datang,” ternyata disalah mengertikan oleh murid-murid yang lain dengan mengatakan bahwa murid yang dikasihi Yesus tidak akan mati. Perlu dicatat bahwa semua itu terjadi karena keingintahuan Petrus akan hal yang bukan menjadi urusannya. Kita mau belajar disini bahwa ingin tahu itu baik, tapi ingin tahu hal yang bukan urusan kita bisa berakibat tidak baik. Keingintahuan kita akan urusan orang lain bisa menjadikan kita sebagai tukang gosip. Masih terlalu banyak hal baik yang dapat kita lakukan daripada mencari tahu hal yang bukan urusan kita dan menjadikan kita tukang gosip. Sungguh bukan merupakan kehendak Tuhan untuk kita menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Justru yang Allah kehendaki adalah kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Berilah pertanggungan jawab atas urusan sendiri dan jangan mencampuri urusan orang lain, jangan biasakan hal-hal yang tidak pantas tersebut (1 Timotius 5:13).

JADILAH PENGURUS RUMAH YANG SETIA DAN BIJAKSANA.

THURSDAY, 29 OCTOBER 2009

JOHN 21:20-23

“Jesus replied:” If  I wanted, so he stayed alive until I come, it’s not your business. But you: follow me “(verse 22). After eating and challenge of Jesus to Peter, Jesus invites Peter in person to follow him. But when they’re walking, disciple whom Jesus loved was also followed them. Seeing it appears Peter’s curiosity over the fate of the beloved disciple of Jesus and Peter was asked if that would happen to him. But Jesus immediately rebuked Peter because of his desire to know things are not a concern. Jesus’ response when Peter is rebuked by saying “if I wanted him to live until I come,” was mistakenly interpreted by the disciples by saying that the beloved disciple would not die. It should be noted that all that happened started with curiosity thing Peter would not be a concern. We want to learn here that want to know it well, but want to know that is not our business could result in not good. Our curiosity will be other people’s business can make us as gossips. Still too many good things we can do than to find out what does not concern us and made us gossips. It is not God’s will for us to spread the word that is not necessarily true. Precisely what God wants is that we can be a blessing to others. Give an account of his own affairs and do not interfere with other people, do not familiarize themselves with things that do not deserve it (1 Timothy 5:13).
HOUSE BOARD BE FAITHFUL AND WISE.

28 October 2009

Baithani Youth Music Festival 17 Oktober 2009

Oleh Nathan Osiyo | Dalam Berita Utama | Tag

guitar01Salam Radical,

Sabtu, 17 Oktober Kaum Muda Baithani mengadakan Festival Musik “Benny dkk” dihadiri oleh banyak kalangan. Mau tau liputan lebih lanjutnya lagi, yuk simak sama-sama.

Acara dimulai pukul 18.00 Wita, tentunya di Gereja GPT. Baithani. Yang hadir banyak, dari adik-adik remaja, teman-teman Kaum Muda Gereja cabang dan beberepa kalangan umum pun gak mau ketinggalan. Awal kegiatan dimulai dengan beberapa puji-pujian yang dibawakan oleh Kaum Muda Baithani, nah setelah itu barulah Benny dkk tunjuk asi yang langsung disambut oleh MC.

Penampilan pertama adalah gitar tunggal yang dibawakan oleh Sdr. Samuel. Wah, teman-temen  Kaum Muda pada tau gak, musik yang dibawakan oleh Samuel ini adalah ciptaannya sendiri yang berjudul “The Journey.” Samuel memainkan gitarnya dengan sangat lincah, jari-jarinya menari-nari diatas senar gitar. Wow, that was cool.

Setelah penampilan Samuel, para MC menyambut hangat penampilan mereka yang ke-2. Mereka menampilkan beberapa instrumen musik yang melantun sangat indah. Mereka sangat menikmati permainan musik mereka dan tentunya semua orang yang datang menikmatinya juga. Setelah instrumen, dilanjutkan dengan penampilan mereka yang disertai dengan vokalisnya langsung. Sambutan tepuk tangan pun memenuhi ruangan, menanti penampilan mereka berikutnya. Lagu yang dibawakan pertama berjudul “Jadikan Aku Indah.“ Tidak bisa dibayangkan, suara vokalisnya sangat merdu dan lembut. Mengalir menjadi satu dengan musik yang syahdu. “I Wanna Ta Ta You” pun menjadi pilihan lagu berikutnya yang dinyanyikan pada malam itu juga. Arti “Ta Ta” dalam lagu ini adalah “Thank You,” (penuturan vokalis sebelum menyanyikan lagu itu). Musik dan suara Vokalis berbaur menjadi satu, benar-benar mengagumkan dan benar-benar membuat suasana damai. Pada akhir penampilannya pun gak kalah seru dan hebohnya, saat vokalis berkolaborasi dengan teman Kaum Muda kita yaitu Sdri. Putu dan Sdri. Rully. Perpaduan suara dan perpaduan berbagai alat musik yang menjadi sutu “Pujian” yang benar-benar mengagumkan. Penampilan mereka yang terakhir ini sangat menyejukkan hati dan terlebih lagi menyenangkan hati Tuhan. Begitulah seharusnya kita sebagai anak-anak Tuhan, menyenangkan hatiNYA dimasa muda kita. Biarlah itu semua untuk Kemuliaan Nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Festival Musik diakhiri dengan ucapan terimakasih kami untuk mereka dan memberikan beberapa bingkisan cendera mata. Mereka harus membukanya saat itu juga. Bingkisannya berupa baju kaos yang bertuliskan kata-kata dan mereka harus membacanya satu persatu sesuai dengan kata-kata yang tertuliskan di baju yang sudah mereka pakai. Yang membuat kocak saat itu adalah saat salah satu dari anggota yang sudah memakai bajunya dan harus membaca tulisan kata-kata dibajunya. Dimana bertuliskan, “Saya Sudah 100% Siap Menikah,” kira-kira seperti itulah. Hihihi…. Hampir semua yang datang tertawa geli mendengarnya, temasuk yang mempunyai ide untuk membelikan bingkisan itu tentunya :D .

Yup, begitulah sekilas liputan tentang kegiatan kita pada tanggal 17 Oktober 2009. Kabar baiknya, pada hari Minggu setelah Ibadah Pertama kami sempat wawancara dengan mereka langsung…

Penasaran? Dan mau tau tentang mereka? Baiklah, check it out!

Picture 003_resizeNama          : Samuel

Kota Asal    : Jawa Tengah

Umur           : 21 Tahun

Hobby         : Nonton Film dan Dengerin Musik

Jurusan        : Fakultas Seni Pertunjukan Musik (2006)

Motto          : Belajar Terus

Pesan           : Tetap bejar dan belajar terus sesuai dengan mottoku

(pemaparannya sambil tersenyum).

Picture 010_resizeNama          : Gillian

Kota Asal    : Ambon

Umur           : 27 Tahun

Hobby         : Dengerin Musik dan termasuk makan didalamnya

(katanya bercanda sambil tertawa)

Jurusan        : Ekonomi (Sudah Lulus)

Motto          : All For JC

IMG_7383_resizeNama          : Beria Elbenaya Osiyo

Kota Asal    : Denpasar

Umur           : 24 Tahun

Hobby         : Renang dan Futsal

Jurusan        : Fakultas Seni Pertunjukan Musik (Sudah Lulus)

Motto          : Be Your Self

Pesan           : Banyak Belajar dan Jangan Sombong (Tambahnya lagi,

“Seperti Khotbah tadi” sambil menampilkan tatapannya

yang serius)

Picture 007_resizeNama          : Andreas Jarwono

Kota Asal    : Salatiga

Umur           : 30 Tahun

Hobby         : Main Musik

Motto          : Berikan yang Terbaik untuk Tuhan

Picture 006_resizeNama          : Yusuf Saputra Sianturi

Kota Asal    : Kudus, Jawa Tengah

Umur           : 22 Tahun

Hobby         : Kuliner dan Koleksi CD

Jurusan        : Sastra Inggris

Motto          : Jesus I live for You alone

Pesan           : Tetap Semangat Melayani Tuhan Dan Kembangkan

Talentamu (mengatakannya dengan sangat meyakinkan)

bramNama          : Abram Papilaya

Umur           : 26 Tahun

Hobby         : Futsal dan Dengerin Musik

Jurusan        : Ilmu Komunikasi

Motto          : Keep Humble

Pesan           : Jangan Takut mencoba sesuatu yang baru. Kalau kamu

mampu “Why Not?” Sikat! (tuturnya semangat)

Picture 009_resizeNama          : Christian Widyadi Nugroho

Kota Asal    : Salatiga

Umur           : 19 Tahun

Hobby         : Jalan-Jalan

Jurusan        : Fakultas Seni Pertunjukan Musik (2009)

Motto          : Be Better and do the Best

Pesan           : Tetap semangat dalam Pelayanan (tuturnya dengan suara

yang lembut)

Diatas adalah sekilas pengulasan mengenai mereka dan ada beberapa pesan untuk kita loh.

Seru kan? Jadi jangan sampai ketinggalan kegiatan-kegiatan kita kedepan ya, yang pastinya seru, dan anak muda banget. Gak kalah serunya ni…. Sabtu, 24 Oktober kita akan mengadakan Spesial Ibadah “Sumpah Pemuda” dan Sabtu, 31 Oktober kita akan mengadakan acara “Nonton Bareng.” Ayo datang, jangan sampai ketinggalan dech . Sampai jumpa hari sabtu nanti di GPT. Baithani pukul 18.00 Wita. Jbu.

28 October 2009

BUKTI KESUNGGUHAN ( Evidence Seriousness )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian  Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santosa, WSB Editorial Staff

pentingnya kreativitasRABU, 28 OKTOBER 2009

YOHANES 21:15-19

“Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku ?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”…Gembalakanlah domba-domba-Ku” (ayat 17). Petrus yang pernah menyangkal Yesus tiga kali, secara pribadi kepadanya juga diberikan tantangan rangkap tiga oleh Yesus. Dalam bahasa Indonesia tantangan yang diajukan Yesus sepertinya sama,sebenarnya ada beberapa perbedaan. Dalam dua pertanyaan pertama, kata kerja yang dipakai untuk kasih adalah kasih agape, sedang dalam pertanyaan ketiga adalah kasih phileo. Jawaban Petrus semuanya menggunakan kasih phileo.  Anjuran kepada Petrus juga demikian: penggembalaan yang pertama adalah untuk anak domba, sedang yang kedua dan ketiga adalah untuk domba-domba. Anjuran pertama untuk anak domba memakai perkataan harfiah, yakni memberi makanan, sedang yang kedua memakai perkataan pelihara yang meliputi seluruh tanggungjawab penggembalaan domba-domba. Akhirnya Petruspun memberi penegasan dalam jawabannya. Semua itu dilakukan Yesus bukan karena Petrus pernah menyangkalnya tiga kali, tapi lebih dari itu untuk melihat kesungguhan dan kesiapan hati Petrus menerima tanggungjawab yang berat, bahkan yang harus ia bayar dengan nyawanya. Seberapa sungguhkah kita dalam mengasihi Tuhan ? Dapatkah kita membuktikan kesungguhan kasih kita kepada-Nya ? Mari diwaktu yang masih ada kita mau menunjukkan kesungguhan hati dalam mengasihi Dia untuk menjadikan pengharapan kita sebagai milik yang pasti (Ibrani 6:11-12).

TUHAN MELIMPAHKAN KEKUATAN BAGI ORANG YANG SUNGGUH MENGASIHI-NYA.

WEDNESDAY, 28 OCTOBER 2009

JOHN 21:15-19

The Peter grieved because Jesus said for the third time:” Do you love me? “And he said to him:” Lord, you know everything, you know that I love you “… Feed the flock of my ‘( verse 17). Peter had denied Jesus three times, personally given to him also a triple challenge by Jesus. In the Indonesian language challenges posed Jesus seemed the same, in fact there are some differences. In the first two questions, the verb is used for love is agape love, is the third question is the love phileo. Peter answers all use phileo love. Exhortation to Peter the same way: the first pastoral is to lamb, was the second and the third is for the sheep. The first suggestion to use the word lamb literally, ie provide food, while the second used the word preserve that included all responsibility sheep grazing. Finally, Peter was given confirmation of the answer. All that Jesus did not because Peter had denied three times, but more than that to see the seriousness and readiness to accept the responsibility of Peter’s heart is heavy, even should he pay with his life. Really how we to love God? Can we prove the sincerity of our love to Him? Let soften the remaining we want to show sincerity in the love Him to make our expectations as belonging to a certain (Hebrews 6:11-12).

LORD BESTOWS THE POWER OF THE PEOPLE REALLY LOVE HIM.

27 October 2009

KENALI DAN UJI ( Identify and Test )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

kabutSELASA, 27 OKTOBER 2009

YOHANES 21:1-14

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan”. Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun kedalam danau” (ayat 7). Untuk ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Peristiwa ini menunjukkan beberapa kemiripan dengan pemanggilan murid-murid yang pertama yang dicatat oleh Inijl Lukas. Petrus dengan nada keputusasaan berkata kepada murid-murid yang lain mau menangkap ikan yang langsung direspon oleh teman-temannya. Hasil dari semuanya itu adalah kegagalan, mereka tidak berhasil mendapatkan seekor ikanpun. Melihat hal itu, sebagaimana dalam pemanggilan murid-murid yang pertama, Yesus memerintahkan mereka untuk menebarkan jala disebelah kanan perahu, dan ternyata membawa hasil yang luar biasa. Murid yang dikasihi Yesus yang pertama disadarkan oleh peristiwa itu bahwa Dia yang memerintahkan untuk menebarkan jala adalah Yesus, tapi dia tidak berbuat lebih daripada memberitahukannya kepada Petrus. Sedang Petrus yang mendengar hal itu bertindak gegabah, langsung bertindak tanpa mencoba untuk menguji kebenaran berita itu dengan penglihatan. Tuhan bisa mengingatkan kita dengan cara-Nya yang khas untuk membuat kita sadar dan mengenali perbuatan dan kehadiran-Nya. Namun demikian kita tetap tidak boleh bertindak gegabah, semua harus diuji dahulu karena iblis juga bisa menyamar menjadi malaikat terang. Apapun keadaannyai, jangan biarkan kita dikuasai oleh keadaan yang bisa membuat kita tidak mampu menyadari kehadiran Allah, tapi tetaplah menguji segala sesuatu dan peganglah yang baik dan biarlah pertolongan yang daripada-Nya boleh kita alami (1 Tesalonika 5:21).

UJILAH APA YANG BERKENAN KEPADA TUHAN.

TUESDAY, 27 OCTOBER 2009

JOHN 21:1-14

“The disciple whom Jesus loved said to Peter:” That God “. When Peter heard that it was God, then he put on his clothes, because he was not dressed, and then plunged into the lake “(verse 7). For the third time Jesus appeared to the disciples of his. This event shows some resemblance to the call of the disciples who first recorded by the Gospel of Luke. Peter with a tone of despair to say to anther disciples who want to catch other fish that respond directly to his friends. The results of all that is a failure, they did not get any fish. Seeing this, as in calling the disciples first, Jesus commanded them to cast a net on the right side of the boat, and it brings great results. Beloved disciple who first aroused by the incident that He is ordered to down the nets is Jesus, but he did not do more than share it with Peter. Was Peter who heard it go too far, sprang into action without trying to test the truth of the news with a vision. God can remind us of His ways unique to make us realize and recognize the actions and presence. However, we still can not act rashly, all should be tested first because the devil can masquerade as an angel of  light. In any case, do not let us controlled by the state that could make us unable to recognize the presence of God, but still test all things and hold fast to the good and let help Him than we may experience (1 Thessalonians 5:21).

WHAT TEST PLEASING TO THE LORD

26 October 2009

ADA TUJUANNYA ( Have Goals )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

pilihan hidup2Renungan Harian  Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santosa, WSB Editorial Staff

SENIN, 26 OKTOBER 2009

YOHANES 20:30-31

Tetapi semua yang tercantum disini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (ayat 31). Disini penulis Injil Yohanes mencantumkan tujuannya menuliskan apa yang telah Yesus perbuat. Masih banyak hal lain yang Yesus perbuat yang tidak tercantum didalamnya oleh karena keterbatasan dalam berbagai hal. Sekalipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi kualitas dari tulisannya karena yang terpenting adalah tujuan didalamnya, yakni supaya kita yang membaca nya percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah dan supaya kita oleh iman memperoleh hidup dalam nama-Nya. Sangat jelas tujuan penulis, dan itu adalah sebuah tujuan yang besar dan mulia. Ini adalah tujuan untuk keselamatan jiwa dan bukan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Cobalah tanyakan pada diri sendiri, apakah tujuan hidup kita, apakah tujuan iman kita, dan apakah tujuan kita beribadah kepada Allah yang hidup. Ada tujuan yang lebih indah dalam hidup ini selain dari mencari keuntungan dan memperkaya diri sendiri. Ada tujuan yang luar biasa dari iman selain daripada yang namanya agama. Dan ada tujuan yang indah dalam kita beribadah daripada sekedar kebiasaan sebagai orang beragama. Jika orientasi hidup kita hanya untuk mencari keuntungan dan kemuliaan duniawi bagi diri sendiri, adalah sulit untuk kita menemukan tujuan hidup yang sesungguhnya. Arahkan pandangan kedepan, pada kekekalan dan berlarilah kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Filipi 3:13-14). Temukan tujuan hidup, maka kita akan mendapati hidup ini begitu berarti.

JANGAN BERLARI TANPA TUJUAN DAN MEMUKUL SEMBARANGAN.

MONDAY, 26 OCTOBER 2009

JOHN 20:30-31

But all listed here have noted, that ye may believe that Jesus is the Messiah, the Son of God, and that ye may have life by faith in His name” (verse 31). Here the writer of John’s Gospel include written goals of what Jesus did. There are many other things which Jesus did which are not listed therein because of limitations in many ways. Even so, it does not reduce the quality of his writing because it was important that the purpose in it, namely that we who read it believe that Jesus is the Messiah, the Son of God and the faith that we might have life in His name. The author is very clear objectives, and it was a big goal and noble. This is the purpose for the salvation of souls and not to seek profit for themselves. Try to ask yourself, if the purpose of our lives, whether the purpose of our faith, and whether the goals we worship the living God. There are more beautiful goal in life other than for profit and enrich themselves. There are remarkable goal of faith other than the name of religion. And there was a beautiful goal in our worship rather than as a religious custom. If the orientation of our lives only to seek profit and earthly glory for themselves, it is difficult for us to find real purpose in life. Point your views to the fore, in eternity and ran to the goal to win the prize, namely the heavenly call of God in Christ Jesus (Philippians 3:13-14).

Discover life purpose, then we will find life is so mean.

NO RUNNING WITH NO OBJECTIVES AND STRUCK  AT RANDOM

25 October 2009

Jangan Tinggalkan Kemurahan Tuhan

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Khotbah Minggu | Tag

ruth5C10. Kuasa pemulihan yang dahsyat

Rut 2:2, “Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”

Pada umumnya, bila seorang anak sudah berumah tangga, orang tua sudah tidak memiliki hak memerintah, hanya menasehati. Demikian halnya yang dilakukan Naomi terhadap Rut, menantunya.

Namun, Rut sangat menghormati Naomi sebagai ibu mertuanya. Posisi Rut menjadi anak yang taat kepada ibunya, sehingga segala yang ia lakukan selalu minta ijin kepada Naomi.

Rut berada di negeri asing, sementara kondisi Naomi habis-habisan dimana segala harta keluarganya habis di Moab. Tetapi Rut tetap setia dan menghormati Naomi, bahkan ia mengikuti Naomi pulang ke Betlehem. Tidak sekedar ikut, tetapi Rut menyadari kondisi ia dan mertuanya saat itu, harus bekerja dengan keras dan bijak untuk kelangsungan hidup mereka. Rut adalah pribadi yang rajin, sebagai orang muda ia tanggap untuk membantu orang tua dan dirinya sendiri.

Ada hal yang patut dicatat berkenaan dengan sikap Rut yang patut dihargai ketika berada di Betlehem, -juga dapat memberi teladan dalam hal berkarya- yaitu:

A. Rendah hati

Kedatangan Rut dan Naomi bertepatan dengan musim Panen. Saat menyaksikan orang-orang pergi ke ladang, hatinya segera tergerak untuk bertindak. Ia meminta ijin kepada Naomi untuk dapat turut pula ke ladang

Rut berinisiatif untuk pergi ke ladang dan pamit kepada mertuanya supaya ia dapat memungut bulir jelai di ladang di belakang orang. Rut mengenal adanya Hukum Musa, dimana Allah memerintahkan orang Israel untuk mengijinkan orang miskin dan berkekurangan memungut hasil panen yang masih tertinggal dari penuaian (lihat Im. 19:9; 23:22, Ul. 24:19), supaya mereka yang berkecukupan ikut berbagi dengan yang berkekurangan (Ibr. Tzedekah). Allah melalui hukum Musa memang telah mengatur secara normatif pemeliharaan orang miskin dan melarat pada tatanan sosial bangsa Israel, namun tanggapan untuk melakukan pemungutan bulir-bulir jelai di ladang tetaplah merupakan pilihan Rut dalam kehendak bebasnya.

Ia datang untuk bekerja, Rut mau pergi ke ladang untuk memungut bulir-bulir jelai di belakang orang (bahasa Jawanya NGASAG –memunguti bulir yang terjatuh dan batang jelai ”gogrog” atau tertinggal saat di sabit). Rut bersedia melakukan perkara sederhana tersebut, yang jika diartikan dari bahasa Jawa, apa yang dilakukannya dapat saja dipandang rendah oleh orang lain.

B. Menghargai yang kecil

Bulir yang tercecer Rut pungut dan kumpulkan yang dilakukannya dengan tekun dari pagi hingga selesai hari kerja di hari itu. Untuk mengumpulkan bulir-bulir jelai gandum yang tercecer membutuhkan kesabaran, ketekunan. Itulah yang dilakukan Rut, dengan kata lain menunjukkan bahwa ia menghargai yang kecil.

Hal ini menjadi tantangan bagi kita di jaman kini, di mana manusia inginnya cepat (instan) sehingga tidak jarang jalan pintas ditempuh untuk dapat cepat mencapai keinginannya. Bercerminlah kepada Rut yang meraih kebahagiaan atau kesuksesan dimulai dengan setia melakukan perkara-perkara yang kecil. Bila setia pada perkara yang kecil (Lukas 16:10), ia benar pada perkara yang besar.

C. Berpada apa yang ada

Rut bersedia melakukan apa yang harus dikerjakan, ia tidak menuntut lebih kepada sekelilingnya. Sebagai keluarga yang kembali dari negeri asing, ada banyak kondisi yang harus dihadapi oleh Naomi dan Ruth menantunya, yang mendasar adalah bagaimana mereka dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam hal makanan. Walau Naomi masih memiliki sanak saudara di Betlehem, tidak diceritakan bahwa sekembalinya dari Moab ke tanah Israel, mereka menumpang dan menjadi beban sanak keluarganya. Rut menunjukan bhaktinya kepada Naomi sebagai orang tuanya dengan tindakan bekerja di ladang, saat kondisi menuntutnya harus bekerja maka ia lakukan hal itu, dan ia lakukan dengan penuh integritas.

D. Menangkap kesempatan

Rut bekerja pada saat panen, dan panen itu ada masanya. Bila masa panen sudah berlalu, maka tidak sama lagi apa yang akan dilakukannya.

Ketika ada peluang untuk mengumpulkan bulir gandum, Rut segera lakukan. Sikap yang bijak dalam hal memanfaatkan kesempatan, demikian bagi kita dalam pengiringan kita kepada-Nya. Sabda Tuhan berkata, perhatikan bagaimana hidupmu, kerjakan dengan bijak (Efesus 5:15).

11. Tuntunan-Nya tepat

Rut 2:3, “Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.”

Tuntunan Tuhan telah memungkinkan Rut sampai ke tanah milik Boas. Rut bekerja :

Di ladang Boas, keluarga Elimelekh

Tuhan merancangkan kebaikan bagi Rut dengan tepat, tanah dimana ia bekerja adalah milik keluarga Elimelekh. Rut memungut jelai di ladang yang “kebetulan” milik Boas (saudara sekaum dari mertuanya Elimelekh).

Boas adalah sosok pribadi yang betul-betul percaya kepada Tuhan. Ketika Boas datang ke ladang miliknya dan menyapa para penyabitnya dengan berkata: “TUHAN kiranya memberkati kamu sekalian” (Rut 2:4), saat itu ia mengetahui ada Rut menantu dari kerabatnya di ladangnya, maka belas kasihnya kepada kerabat dan sesama ia tunjukkan dengan mengijinkan Rut memungut jelai di ladangnya.

Rut tanpa direncanakan BERJUMPA dengan Boas, pemilik ladang yang baik, yang telah meng-ijinkannya bekerja sesuai dengan Hukum Musa. Keputusan Rut untuk datang ke ladang Boas, mendatangkan rahmat baginya hingga menemukan kasih karunia dan pertolongan tepat pada waktunya.

12. Kuasa anugrah-Nya

Ruth 2:8-9, “Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan. 9Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau.

Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.

Rut 2:14-17, “Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: “Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini.” Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya. 15Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: “Dari antara berkas-berkas itu pun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu; 16bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia.” 17Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.”

Pengorbanan Rut telah membuka pintu kebijak-an Tuhan, bahkan di tengah-tengah kemurtadan besar sementara masa hakim-hakim, Allah menunjukkan perlindungan-Nya bagi orang yang mencari Dia dengan kepercayaan sungguh dan iman yang mengabdi. Sebagaimana Abraham menanggapi panggilan Allah dengan iman, demikian pula kepercayaan Rut kepada Tuhan membuatnya meninggalkan tanah air dan keluarganya untuk mengikuti maksud penebusan Allah.

Karena sikap Rut, kuasa anugrah Tuhan melalui Boas turun atasnya. Rut mendapat kebijakan Boas. Rut diberi makan, dan dibungkuskan makanan untuk dibawa pulang. Tidak hanya sampai disitu, setelah waktu memungut kembali, Boas memerintahkan kepada pekerjanya untuk memperbolehkan Rut memungut sisa jelai dari berkas (batang jelai yang diikat menjadi satu), bahkan Boas memerintahkan kepada pekerjanya untuk menjatuhkan dengan sengaja supaya dapat diambil oleh Rut. Ini semunya menunjukkan bahwa Rut:

Dibela dan dipelihara

Bagi orang yang mengasihi Tuhan dan menjalankan perintah-Nya denga setia, ada pemeliharaan dan pembelaan dari Tuhan. Tuhan me-ngenal umat-Nya itu sebagai bagian dari milik-Nya yang akan Tuhan jaga. Pengenalan dan Kasih kepada Tuhan di masa Perjanjian Baru di mulai dengan bagaimana umat-Nya dapat meresponi anugerah keselamatan melalui Yesus Kristus dan hidup menurut ajaran-Nya. Percaya Yesus menjadikan orang non Yahudi (non Israel) menjadi bangsa Israel secara rohani dan berhak menerima bagian dalam ketentuan dan penggenapan Janji Tuhan.

Rut 2:10-13, ”Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?” Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.” Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.

Kesetiaan dan pengorbanan Rut (meninggalkan kaum keluarga dan tanah leluhurnya) mulai menghasilkan hal yang baik, pintu kemurahan terbuka melalui Boas. Umat Allah yang me-ngenal hukum Musa dengan baik itu telah memberikan belas kasihannya kepada Rut

Rut sadar akan posisinya, apalagi sebagai orang asing di tengah bangsa pilihan Allah, namun Boas dapat memahami keadaan Rut serta pengorbanan yang telah dilakukannya untuk datang ”berlindung di bawah sayap Tuhan”. Buah pengorbanan Rut mulai terlihat, pintu kemurahan terbuka baginya. Dengan berbagai peristiwa yang ia lewati, Rut beroleh PENGHIBURAN melalui Boas (seorang kaya yang baik hati).

Rut bertanya mengapa ia mendapat perhatian. Boas telah mendapat informasi lengkap berkenaan dengan kesetiaan Rut kepada Naomi, mertuanya. Apa yang diterimanya menunjukkan bahwa :

Pengorbanan Rut tidak sia-sia

Rut pastilah tidak bercerita kesana-kemari (woro-woro), apalagi di ladang saat ia bekerja. Dalam kisah ini bahkan disebutkan ia datang ke ladang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti (Rut 2:7), namun Boas mendengar segala hal berkenaan dengan apa yang telah Rut lakukan. Boas menjadi jalan Tuhan bagi Rut untuk menunjukkan bagaimana Tuhan yang hidup mengetahui apa yang umat-Nya kerjakan. Tuhan tahu bahwa sebagai manusia kekuatan kita tidak seberapa, namun bagi yang menuruti firman Tuhan (Pengajaran) dan tidak menyangkal nama-Nya maka Ia berkenan membuka pintu kemurahan itu.

13. Nasihat

Rut 2:8, “Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku pe-rempuan.

Bila Rut merasakan pembelaan di ladang Boas, jika ia pergi maka ia tidak tahu diri atau dengan kata lain ia bodoh. Rut memilih untuk tetap bekerja di ladang Boas hingga waktu-Nya, sebagai jalan yang kelak akan memberikan kebahagiaan bagi-Nya.

Senada dengan hal itu, bila kini umat-Nya menerima pembelaan dan pemeliharaan Tuhan maka :

Jangan tinggalkan

kemurahan Tuhan!

Hargai perhatian-Nya, MENGERTI KEBIJAKAN-NYA. Rut belajar atas peristiwa yang telah terjadi, sehingga ia bertindak dengan bijak.

Di saat musim panen ia bekerja, rendah hati, menghargai yang sedikit dan ia kumpulkan dengan tekun – tentunya dengan sukacita- , sadar akan kondisinya, Rut berpada dengan yang ada, melangkah melewati proses yang benar –bukan dengan impian instan tanpa mau melewati proses. Kesadaran itu telah membawanya untuk cepat tanggap menangkap kesempatan yang Tuhan berikan, dan kemurahan Tuhan berlaku atasnya, Rut dituntun kepada arah yang tepat.

Tuhan itu perencana yang agung (Kej. 3:13). Tuhan memiliki rencana indah bagi umatNya yang setia, ia tidak pernah melakukan sesuatu secara kebetulan seperti yang terjadi pada Rut saat berada di ladang Boas. Tuhan punya KEBIJAKAN-Nya, Ia itu sangat baik, Kasih setia-Nya tidak pernah berubah dulu sekarang dan selamanya. Bila hidup dalam kemurahan-Nya, marilah kita sekalian mengucap syukur, sebab itu adalah anugrah-Nya. ”Jangan Kau Tinggalkan Betlehem Kalau kau tak mau jatuh, jangan tinggalkan Tuhan Yesus kalau kau mau dapat teduh …(Mc-Sr)

C10. Tremendous power of recovery

Ruth 2:2, “And Ruth, the Moabite woman, said to Naomi:” Let me go to the fields picking up grains of barley in the back of the generous to me. ” And she said unto her: “Go, my daughter.”

In general, when a child is married, the parents have no right to rule, only advise. Similarly committed  against Naomi to Ruth, her daughter in law.

However, Ruth had great respect as a mother-in-law Naomi. Ruth’s position became obedient child to her mother, so that everything she did was ask for permission to Naomi.

Ruth was in a foreign country, while the condition of Naomi all-out where all the family property out in Moab. But Ruth remained faithful and honor of Naomi, she even follow Naomi back to Bethlehem. Not only participate, but Ruth realized she and her condition at that time-in-law, had to work hard and wisely for their survival. Ruth was a diligent person, as a young woman she was responsive to help parents and herself.

There are points worth noting regarding the attitude commendable Ruth when she was in Bethlehem,, can also set an example in terms of work:

A. Humble

Ruth and Naomi’s arrival coincided with the harvest season. When watching the people go to the field, her heart was moved to act immediately. She requested permission to Naomi to be able to contribute also to the fields

Ruth took the initiative to go to the fields and say goodbye to in-law so she can pick up a grain of barley in the field behind the people. Ruth knew the Law of Moses, where God commands the Israelites to allow the poor and needy who reaps harvest still lagging behind (see Lev. 19:9; 23:22, Deut. 24:19), so they are well off share with the disadvantaged (Heb. T.zedekah). God through the law of Moses was already set up preservation normatively poor and destitute people in the social fabric of Israel, but the response to the collection of barley grains in the field is still the choice of Ruth in her free will.

She came to work, Ruth would go into the fields to pick up grains of barley in the back of the person (NGASAG Javanese language-picking fallen grain and stems of barley “gogrog” or left behind when the crescent). Ruth was willing to do these simple things, which if translated from the Java language, what she did can be looked down upon by others.

B. Appreciate the things small

Ruth scattered grains collected and collected assiduously doing from morning to finish the day at the day’s work. To collect grains of wheat scattered barley takes patience, perseverance. That is what Ruth, in other words show that she appreciates the little ones.

This is a challenge for us in the present  era, where people wanted quick (instant) so that not infrequently taken a shortcut to quickly achieve his wish. Reflect to Ruth who achieve happiness or success begins with the faithful to do the things which are small. When the faithful in small things (Luke 16:10), he was right on a big case.

C. Can accept what is

Ruth was willing to do what must be done, she did not demand more to the surroundings. As a family who returned from foreign countries, there are many conditions that must be faced by-law Naomi and Ruth, the fundamental is how they can provide the daily needs in terms of food. Although Naomi still has relatives in Bethlehem, was not  told that on her return from Moab to the land of Israel, they were staying and a burden on relatives. Ruth showed her dedication to Naomi as her parents by working in the fields of action, when conditions demand it to work so she did it, and she did with full integrity.

D. Capturing  opportunity

Ruth worked at the time of harvest, and that there was a time of harvest. When the harvest is over, it was no longer what to do.

When there is an opportunity to gather ears of corn, Ruth once did. Wise attitude in terms of opportunity, so for us in our accompaniment  to Him. Word of God says, watch how your life, do it wisely (Ephesians 5:15).

11. His guidance right

Ruth 2:3, “Go it, then reached the field and gleaned in the reapers; coincidence she was on land owned by Boaz, who came from the family of Elimelech.”

Guidance of God has enabled Ruth to Boaz’s estate. Ruth works:

In the fields of Boaz, Elimelech’s family

God’s design for the good of Ruth with the right, where she worked the land belonged to Elimelech’s family. Ruth gleaned in the fields of “coincidence” of Boaz (a brother-in-law clan of Elimelech).

Boas was a figure who really believe in God. When Boas came to the field and greeted the reapers, by saying: “May the LORD bless you all” (Ruth 2:4), when he knew there was Ruth, daughter of his relatives in his field, then compassion to relatives and others he showed by allowing Ruth gleaned in the field.

Encounters unplanned Ruth with Boaz, the owner of a well field, which has allowed it to work in accordance with the Law of Moses. Ruth decision to come to the fields of Boaz, to bring him grace to find grace and help in time.

12. The power of His grace

Ruth 2:8-9, “Then said Boaz to Ruth:” Listen first, my daughter! Do not you go pick up another to the fields of barley and also you do not have to go from here, but stay close to the Workers of women. 9 Look at the field you’re working on that person. Follow the women from behind. Because I’ve ordered the Workers man not  to harm you.

If you are thirsty, go to the crock-jug and drink water that’s been picked up by the Workers. ”

Ruth 2:14-17, “When it was time to eat, Boaz said to her:” Come hither, and eat bread, and dip your bite into the vinegar. ” Then she sat beside the reapers, and Boaz gave wheat grains to her; Ruth eat her fill, and even there the rest. 15 After she got up to pick up too, Boaz commanded to Workers: “From among the papers she had  picked up too, he should not be disturbed; 16 even should you deliberately took a little of that pile of barley for her and leave, so picked up; do not be harsh with her. ” 17 So she gleaned in the field until evening; then she had picked thresh it, and there were about  efa as barley. ”

Ruth sacrifice has opened the door of God’s wisdom, even in the midst of the great apostasy as the judges, God showed His protection for those who seek Him with trust and faith that it served. As Abraham responded to God’s call to faith, as well as Ruth belief in God led her to leave the country and her family to follow God’s redemptive purpose.

Because the attitude of Ruth, the power of God’s grace through Boaz down upon. Ruth got Boaz policy. Ruth fed, and wrap the food to take home. Not only up there, after picking up again, Boaz instructed his workers to let Ruth glean from the files of barley (barley stems tied together), even Boaz commanded his workers to drop deliberately in order to be taken by Ruth. This all shows that Ruth:

Defended and preserved

For those who love the Lord and His commands faithfully premises, there are maintenance and defense of the Lord. God knows his people as part of his property to be God’s call. Introduction and Love for God in the New Testament begins with how his people  can be responding  gift of  salvation through Jesus Christ  and live according to His teachings. Believe Jesus made the Gentiles (non-Israelites) became the nation of Israel spiritually and entitled to receive part of the fulfillment of the provisions and promises of God.

Ruth 2:10-13, “Then Ruth bowed down to worship with her face to the ground and said to him:” Why I’m at the mercy of thee, that thou watching me, seeing I am a foreigner? ” Boaz replied: “It has been reported to me with full of everything you did to the mother in law after your husband died, and how you left your father’s  and mother’s nativity, and leave the land to a people who previously did not you know. LORD recompense thy work, and you would given the full reward of the LORD, the God of Israel, under whose wings you have come to trust. ” Then Ruth said: “I was at the mercy of thee, O my lord, because the lord has been comforted me and reassured  handmaid, though I am not like one of his female servants.”

Ruth’s loyalty and sacrifice (leaving the family and ancestral  land) began producing a good thing, doors open through the generosity of Boaz. People of God who knew well the law of Moses had given mercy to Ruth

Ruth was aware of her position, let alone a stranger in the middle of God’s  chosen people, but can understand  the state of Boaz and Ruth, who has done the sacrifice to come “take shelter under the wings of God”. Fruit sacrifice Ruth came into view, the door open for her generosity. With the events that he passed, Ruth and Boaz  gain comfort  through (a kind of rich).

Ruth asked why she got the attention. Boaz has received complete information regarding the loyalty of Ruth to Naomi, in-laws. What he received showed that:

Ruth sacrifice was not in vain

Ruth certainly does not tell anywhere (woro-woro), especially in the fields as she worked. In this story even mentioned she came to the farm and kept busy from morning until now, she did not immediately stop (Ruth 2:7), but Boaz heard all things related to what Ruth did. Boaz became the Lord’s way for Ruth to show how the living God knows what his people do. God knows that our strength as human beings not much, but for those who obey the word of God (teaching) and not denied His name then was pleased to open the door of mercy was.

13. Advice

Ruth 2:8, “Then said Boaz to Ruth:” Listen first, my daughter! Do not you go pick up another to the fields of barley and also you do not have to go from here, but still near Workers woman. ”

When Ruth felt the defense in the fields of Boaz, if she went so she does not know himself, or in other word  she was stupid. Ruth chose to remain working in the fields of Boaz until  her time, as the road who would give her happiness.

In line with this, when his people now accept the defense and the maintenance of God’s will:

Do not leave

grace of God!

Appreciate his attention, UNDERSTAND HIS POLICIES. Ruth studied the events that had happened, so she acted wisely.

At harvest time she was working, humble, a little respect, and she collected assiduously – with joy of course, aware of her condition, Ruth accept that conditions are, stepping through the process of the correct-not by dreams of instant without going through the process. It has brought  awareness to respond quickly seized the opportunity that God has given, and the mercy of God apply it, Ruth is guided to the right direction.

God is great planner (Genesis 3:13). God has a wonderful plan for His people are faithful, he never did anything by accident as happened at the time Ruth was in the fields of Boaz. God has His POLICIES, he was very good, His faithful love never changed once now and forever. If you live in His mercy, let us all give thanks, because it is His grace. “Do not You Leave Bethlehem If you do not want to fall, do not leave the Lord Jesus if you want to be cool …” (Mc-Sr)


25 October 2009

Khotbah Minggu, 25 Oktober 2009

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam MP3 | Tag

audio-graphic-112x120

Audio Khotbah….
24 October 2009

Agenda Bulan Oktober 2009

Oleh bambang | Dalam Informasi | Tag

AGENDA GEMBALA SIDANG DAN BIDANG PEMBINAAN GPT BAITHANI

Minggu, 25 Okt. 2009 :   Ibadah Umum I, II, III : Spesial “Sumpah Pemuda”

Minggu, 25 Okt. 2009 :   PS.SOLIDEO kunjungan ke GPT. IMMANUEL – Jl. PB.Sudirman  Pkl. 18.00 Wita

Senin, 26 Okt. 2009 :   Kuliah ICM di Lt. II Ruang Serbaguna. Pengajar Pdt. Samuel Jemmy, STh.

Pkl. 18.30 Wita

Senin, 26 Okt. 2009 :   Kelas Baptisan Air tahap IV di R. Kelas Sekolah Minggu Oleh Pdt. A.A. Daniel DPT

Pkl.19.00 Wita

Senin, 26 Okt. 2009 :   Persekutuan Guru-guru Sekolah Minggu di Rumah belakang

Selasa, 27 Okt. 2009 :   Ibadah Raya Kaum Pria ”Salomo” di Gedung Utama Pkl. 19.00 Wita

Selasa, 27 Okt. 2009 :   Ibadah Sel Group Kaum Muda Gabungan di Lt.II R. Serbaguna Pkl. 19.00 Wita

Rabu, 28 Okt. 2009 :   Doa Pengurus Kaum Werdha di Lt. II Ruang Batita Pkl. 10.00 Wita

Kamis , 29 Okt. 2009 :   Bp. Gembala berkunjung ke Kebaktian Keluarga di salah satu area Pkl. 19.00 Wita

Jumat, 30 Okt. 2009 :   Outing Pengurus Kaum Wreda di Villa Oasis – Jimbaran Pkl. 09.00 Wita

Sabtu, 31 Okt. 2009 :   Ibadah Raya Kaum Wreda di Villa Oasis – Jimbaran

Spesial: Ulang Tahun, Perjamuan Kasih dan cek Kesehatan Pkl. 10.00 Wita

Sabtu, 31 Okt. 2009 :   Ibadah Raya Kaum Muda di Gedung Utama.

Spesial Ulang Tahun + Perjamuan Kasih Pkl. 18.00 Wita