C10. Kuasa pemulihan yang dahsyat
Rut 2:2, “Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”
Pada umumnya, bila seorang anak sudah berumah tangga, orang tua sudah tidak memiliki hak memerintah, hanya menasehati. Demikian halnya yang dilakukan Naomi terhadap Rut, menantunya.
Namun, Rut sangat menghormati Naomi sebagai ibu mertuanya. Posisi Rut menjadi anak yang taat kepada ibunya, sehingga segala yang ia lakukan selalu minta ijin kepada Naomi.
Rut berada di negeri asing, sementara kondisi Naomi habis-habisan dimana segala harta keluarganya habis di Moab. Tetapi Rut tetap setia dan menghormati Naomi, bahkan ia mengikuti Naomi pulang ke Betlehem. Tidak sekedar ikut, tetapi Rut menyadari kondisi ia dan mertuanya saat itu, harus bekerja dengan keras dan bijak untuk kelangsungan hidup mereka. Rut adalah pribadi yang rajin, sebagai orang muda ia tanggap untuk membantu orang tua dan dirinya sendiri.
Ada hal yang patut dicatat berkenaan dengan sikap Rut yang patut dihargai ketika berada di Betlehem, -juga dapat memberi teladan dalam hal berkarya- yaitu:
A. Rendah hati
Kedatangan Rut dan Naomi bertepatan dengan musim Panen. Saat menyaksikan orang-orang pergi ke ladang, hatinya segera tergerak untuk bertindak. Ia meminta ijin kepada Naomi untuk dapat turut pula ke ladang
Rut berinisiatif untuk pergi ke ladang dan pamit kepada mertuanya supaya ia dapat memungut bulir jelai di ladang di belakang orang. Rut mengenal adanya Hukum Musa, dimana Allah memerintahkan orang Israel untuk mengijinkan orang miskin dan berkekurangan memungut hasil panen yang masih tertinggal dari penuaian (lihat Im. 19:9; 23:22, Ul. 24:19), supaya mereka yang berkecukupan ikut berbagi dengan yang berkekurangan (Ibr. Tzedekah). Allah melalui hukum Musa memang telah mengatur secara normatif pemeliharaan orang miskin dan melarat pada tatanan sosial bangsa Israel, namun tanggapan untuk melakukan pemungutan bulir-bulir jelai di ladang tetaplah merupakan pilihan Rut dalam kehendak bebasnya.
Ia datang untuk bekerja, Rut mau pergi ke ladang untuk memungut bulir-bulir jelai di belakang orang (bahasa Jawanya NGASAG –memunguti bulir yang terjatuh dan batang jelai ”gogrog” atau tertinggal saat di sabit). Rut bersedia melakukan perkara sederhana tersebut, yang jika diartikan dari bahasa Jawa, apa yang dilakukannya dapat saja dipandang rendah oleh orang lain.
B. Menghargai yang kecil
Bulir yang tercecer Rut pungut dan kumpulkan yang dilakukannya dengan tekun dari pagi hingga selesai hari kerja di hari itu. Untuk mengumpulkan bulir-bulir jelai gandum yang tercecer membutuhkan kesabaran, ketekunan. Itulah yang dilakukan Rut, dengan kata lain menunjukkan bahwa ia menghargai yang kecil.
Hal ini menjadi tantangan bagi kita di jaman kini, di mana manusia inginnya cepat (instan) sehingga tidak jarang jalan pintas ditempuh untuk dapat cepat mencapai keinginannya. Bercerminlah kepada Rut yang meraih kebahagiaan atau kesuksesan dimulai dengan setia melakukan perkara-perkara yang kecil. Bila setia pada perkara yang kecil (Lukas 16:10), ia benar pada perkara yang besar.
C. Berpada apa yang ada
Rut bersedia melakukan apa yang harus dikerjakan, ia tidak menuntut lebih kepada sekelilingnya. Sebagai keluarga yang kembali dari negeri asing, ada banyak kondisi yang harus dihadapi oleh Naomi dan Ruth menantunya, yang mendasar adalah bagaimana mereka dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam hal makanan. Walau Naomi masih memiliki sanak saudara di Betlehem, tidak diceritakan bahwa sekembalinya dari Moab ke tanah Israel, mereka menumpang dan menjadi beban sanak keluarganya. Rut menunjukan bhaktinya kepada Naomi sebagai orang tuanya dengan tindakan bekerja di ladang, saat kondisi menuntutnya harus bekerja maka ia lakukan hal itu, dan ia lakukan dengan penuh integritas.
D. Menangkap kesempatan
Rut bekerja pada saat panen, dan panen itu ada masanya. Bila masa panen sudah berlalu, maka tidak sama lagi apa yang akan dilakukannya.
Ketika ada peluang untuk mengumpulkan bulir gandum, Rut segera lakukan. Sikap yang bijak dalam hal memanfaatkan kesempatan, demikian bagi kita dalam pengiringan kita kepada-Nya. Sabda Tuhan berkata, perhatikan bagaimana hidupmu, kerjakan dengan bijak (Efesus 5:15).
11. Tuntunan-Nya tepat
Rut 2:3, “Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.”
Tuntunan Tuhan telah memungkinkan Rut sampai ke tanah milik Boas. Rut bekerja :
Di ladang Boas, keluarga Elimelekh
Tuhan merancangkan kebaikan bagi Rut dengan tepat, tanah dimana ia bekerja adalah milik keluarga Elimelekh. Rut memungut jelai di ladang yang “kebetulan” milik Boas (saudara sekaum dari mertuanya Elimelekh).
Boas adalah sosok pribadi yang betul-betul percaya kepada Tuhan. Ketika Boas datang ke ladang miliknya dan menyapa para penyabitnya dengan berkata: “TUHAN kiranya memberkati kamu sekalian” (Rut 2:4), saat itu ia mengetahui ada Rut menantu dari kerabatnya di ladangnya, maka belas kasihnya kepada kerabat dan sesama ia tunjukkan dengan mengijinkan Rut memungut jelai di ladangnya.
Rut tanpa direncanakan BERJUMPA dengan Boas, pemilik ladang yang baik, yang telah meng-ijinkannya bekerja sesuai dengan Hukum Musa. Keputusan Rut untuk datang ke ladang Boas, mendatangkan rahmat baginya hingga menemukan kasih karunia dan pertolongan tepat pada waktunya.
12. Kuasa anugrah-Nya
Ruth 2:8-9, “Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan. 9Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau.
Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.”
Rut 2:14-17, “Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: “Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini.” Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya. 15Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: “Dari antara berkas-berkas itu pun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu; 16bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia.” 17Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.”
Pengorbanan Rut telah membuka pintu kebijak-an Tuhan, bahkan di tengah-tengah kemurtadan besar sementara masa hakim-hakim, Allah menunjukkan perlindungan-Nya bagi orang yang mencari Dia dengan kepercayaan sungguh dan iman yang mengabdi. Sebagaimana Abraham menanggapi panggilan Allah dengan iman, demikian pula kepercayaan Rut kepada Tuhan membuatnya meninggalkan tanah air dan keluarganya untuk mengikuti maksud penebusan Allah.
Karena sikap Rut, kuasa anugrah Tuhan melalui Boas turun atasnya. Rut mendapat kebijakan Boas. Rut diberi makan, dan dibungkuskan makanan untuk dibawa pulang. Tidak hanya sampai disitu, setelah waktu memungut kembali, Boas memerintahkan kepada pekerjanya untuk memperbolehkan Rut memungut sisa jelai dari berkas (batang jelai yang diikat menjadi satu), bahkan Boas memerintahkan kepada pekerjanya untuk menjatuhkan dengan sengaja supaya dapat diambil oleh Rut. Ini semunya menunjukkan bahwa Rut:
Dibela dan dipelihara
Bagi orang yang mengasihi Tuhan dan menjalankan perintah-Nya denga setia, ada pemeliharaan dan pembelaan dari Tuhan. Tuhan me-ngenal umat-Nya itu sebagai bagian dari milik-Nya yang akan Tuhan jaga. Pengenalan dan Kasih kepada Tuhan di masa Perjanjian Baru di mulai dengan bagaimana umat-Nya dapat meresponi anugerah keselamatan melalui Yesus Kristus dan hidup menurut ajaran-Nya. Percaya Yesus menjadikan orang non Yahudi (non Israel) menjadi bangsa Israel secara rohani dan berhak menerima bagian dalam ketentuan dan penggenapan Janji Tuhan.
Rut 2:10-13, ”Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?” Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.” Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.”
Kesetiaan dan pengorbanan Rut (meninggalkan kaum keluarga dan tanah leluhurnya) mulai menghasilkan hal yang baik, pintu kemurahan terbuka melalui Boas. Umat Allah yang me-ngenal hukum Musa dengan baik itu telah memberikan belas kasihannya kepada Rut
Rut sadar akan posisinya, apalagi sebagai orang asing di tengah bangsa pilihan Allah, namun Boas dapat memahami keadaan Rut serta pengorbanan yang telah dilakukannya untuk datang ”berlindung di bawah sayap Tuhan”. Buah pengorbanan Rut mulai terlihat, pintu kemurahan terbuka baginya. Dengan berbagai peristiwa yang ia lewati, Rut beroleh PENGHIBURAN melalui Boas (seorang kaya yang baik hati).
Rut bertanya mengapa ia mendapat perhatian. Boas telah mendapat informasi lengkap berkenaan dengan kesetiaan Rut kepada Naomi, mertuanya. Apa yang diterimanya menunjukkan bahwa :
Pengorbanan Rut tidak sia-sia
Rut pastilah tidak bercerita kesana-kemari (woro-woro), apalagi di ladang saat ia bekerja. Dalam kisah ini bahkan disebutkan ia datang ke ladang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti (Rut 2:7), namun Boas mendengar segala hal berkenaan dengan apa yang telah Rut lakukan. Boas menjadi jalan Tuhan bagi Rut untuk menunjukkan bagaimana Tuhan yang hidup mengetahui apa yang umat-Nya kerjakan. Tuhan tahu bahwa sebagai manusia kekuatan kita tidak seberapa, namun bagi yang menuruti firman Tuhan (Pengajaran) dan tidak menyangkal nama-Nya maka Ia berkenan membuka pintu kemurahan itu.
13. Nasihat
Rut 2:8, “Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku pe-rempuan.”
Bila Rut merasakan pembelaan di ladang Boas, jika ia pergi maka ia tidak tahu diri atau dengan kata lain ia bodoh. Rut memilih untuk tetap bekerja di ladang Boas hingga waktu-Nya, sebagai jalan yang kelak akan memberikan kebahagiaan bagi-Nya.
Senada dengan hal itu, bila kini umat-Nya menerima pembelaan dan pemeliharaan Tuhan maka :
Jangan tinggalkan
kemurahan Tuhan!
Hargai perhatian-Nya, MENGERTI KEBIJAKAN-NYA. Rut belajar atas peristiwa yang telah terjadi, sehingga ia bertindak dengan bijak.
Di saat musim panen ia bekerja, rendah hati, menghargai yang sedikit dan ia kumpulkan dengan tekun – tentunya dengan sukacita- , sadar akan kondisinya, Rut berpada dengan yang ada, melangkah melewati proses yang benar –bukan dengan impian instan tanpa mau melewati proses. Kesadaran itu telah membawanya untuk cepat tanggap menangkap kesempatan yang Tuhan berikan, dan kemurahan Tuhan berlaku atasnya, Rut dituntun kepada arah yang tepat.
Tuhan itu perencana yang agung (Kej. 3:13). Tuhan memiliki rencana indah bagi umatNya yang setia, ia tidak pernah melakukan sesuatu secara kebetulan seperti yang terjadi pada Rut saat berada di ladang Boas. Tuhan punya KEBIJAKAN-Nya, Ia itu sangat baik, Kasih setia-Nya tidak pernah berubah dulu sekarang dan selamanya. Bila hidup dalam kemurahan-Nya, marilah kita sekalian mengucap syukur, sebab itu adalah anugrah-Nya. ”Jangan Kau Tinggalkan Betlehem Kalau kau tak mau jatuh, jangan tinggalkan Tuhan Yesus kalau kau mau dapat teduh …” (Mc-Sr)
C10. Tremendous power of recovery
Ruth 2:2, “And Ruth, the Moabite woman, said to Naomi:” Let me go to the fields picking up grains of barley in the back of the generous to me. ” And she said unto her: “Go, my daughter.”
In general, when a child is married, the parents have no right to rule, only advise. Similarly committed against Naomi to Ruth, her daughter in law.
However, Ruth had great respect as a mother-in-law Naomi. Ruth’s position became obedient child to her mother, so that everything she did was ask for permission to Naomi.
Ruth was in a foreign country, while the condition of Naomi all-out where all the family property out in Moab. But Ruth remained faithful and honor of Naomi, she even follow Naomi back to Bethlehem. Not only participate, but Ruth realized she and her condition at that time-in-law, had to work hard and wisely for their survival. Ruth was a diligent person, as a young woman she was responsive to help parents and herself.
There are points worth noting regarding the attitude commendable Ruth when she was in Bethlehem,, can also set an example in terms of work:
A. Humble
Ruth and Naomi’s arrival coincided with the harvest season. When watching the people go to the field, her heart was moved to act immediately. She requested permission to Naomi to be able to contribute also to the fields
Ruth took the initiative to go to the fields and say goodbye to in-law so she can pick up a grain of barley in the field behind the people. Ruth knew the Law of Moses, where God commands the Israelites to allow the poor and needy who reaps harvest still lagging behind (see Lev. 19:9; 23:22, Deut. 24:19), so they are well off share with the disadvantaged (Heb. T.zedekah). God through the law of Moses was already set up preservation normatively poor and destitute people in the social fabric of Israel, but the response to the collection of barley grains in the field is still the choice of Ruth in her free will.
She came to work, Ruth would go into the fields to pick up grains of barley in the back of the person (NGASAG Javanese language-picking fallen grain and stems of barley “gogrog” or left behind when the crescent). Ruth was willing to do these simple things, which if translated from the Java language, what she did can be looked down upon by others.
B. Appreciate the things small
Ruth scattered grains collected and collected assiduously doing from morning to finish the day at the day’s work. To collect grains of wheat scattered barley takes patience, perseverance. That is what Ruth, in other words show that she appreciates the little ones.
This is a challenge for us in the present era, where people wanted quick (instant) so that not infrequently taken a shortcut to quickly achieve his wish. Reflect to Ruth who achieve happiness or success begins with the faithful to do the things which are small. When the faithful in small things (Luke 16:10), he was right on a big case.
C. Can accept what is
Ruth was willing to do what must be done, she did not demand more to the surroundings. As a family who returned from foreign countries, there are many conditions that must be faced by-law Naomi and Ruth, the fundamental is how they can provide the daily needs in terms of food. Although Naomi still has relatives in Bethlehem, was not told that on her return from Moab to the land of Israel, they were staying and a burden on relatives. Ruth showed her dedication to Naomi as her parents by working in the fields of action, when conditions demand it to work so she did it, and she did with full integrity.
D. Capturing opportunity
Ruth worked at the time of harvest, and that there was a time of harvest. When the harvest is over, it was no longer what to do.
When there is an opportunity to gather ears of corn, Ruth once did. Wise attitude in terms of opportunity, so for us in our accompaniment to Him. Word of God says, watch how your life, do it wisely (Ephesians 5:15).
11. His guidance right
Ruth 2:3, “Go it, then reached the field and gleaned in the reapers; coincidence she was on land owned by Boaz, who came from the family of Elimelech.”
Guidance of God has enabled Ruth to Boaz’s estate. Ruth works:
In the fields of Boaz, Elimelech’s family
God’s design for the good of Ruth with the right, where she worked the land belonged to Elimelech’s family. Ruth gleaned in the fields of “coincidence” of Boaz (a brother-in-law clan of Elimelech).
Boas was a figure who really believe in God. When Boas came to the field and greeted the reapers, by saying: “May the LORD bless you all” (Ruth 2:4), when he knew there was Ruth, daughter of his relatives in his field, then compassion to relatives and others he showed by allowing Ruth gleaned in the field.
Encounters unplanned Ruth with Boaz, the owner of a well field, which has allowed it to work in accordance with the Law of Moses. Ruth decision to come to the fields of Boaz, to bring him grace to find grace and help in time.
12. The power of His grace
Ruth 2:8-9, “Then said Boaz to Ruth:” Listen first, my daughter! Do not you go pick up another to the fields of barley and also you do not have to go from here, but stay close to the Workers of women. 9 Look at the field you’re working on that person. Follow the women from behind. Because I’ve ordered the Workers man not to harm you.
If you are thirsty, go to the crock-jug and drink water that’s been picked up by the Workers. ”
Ruth 2:14-17, “When it was time to eat, Boaz said to her:” Come hither, and eat bread, and dip your bite into the vinegar. ” Then she sat beside the reapers, and Boaz gave wheat grains to her; Ruth eat her fill, and even there the rest. 15 After she got up to pick up too, Boaz commanded to Workers: “From among the papers she had picked up too, he should not be disturbed; 16 even should you deliberately took a little of that pile of barley for her and leave, so picked up; do not be harsh with her. ” 17 So she gleaned in the field until evening; then she had picked thresh it, and there were about efa as barley. ”
Ruth sacrifice has opened the door of God’s wisdom, even in the midst of the great apostasy as the judges, God showed His protection for those who seek Him with trust and faith that it served. As Abraham responded to God’s call to faith, as well as Ruth belief in God led her to leave the country and her family to follow God’s redemptive purpose.
Because the attitude of Ruth, the power of God’s grace through Boaz down upon. Ruth got Boaz policy. Ruth fed, and wrap the food to take home. Not only up there, after picking up again, Boaz instructed his workers to let Ruth glean from the files of barley (barley stems tied together), even Boaz commanded his workers to drop deliberately in order to be taken by Ruth. This all shows that Ruth:
Defended and preserved
For those who love the Lord and His commands faithfully premises, there are maintenance and defense of the Lord. God knows his people as part of his property to be God’s call. Introduction and Love for God in the New Testament begins with how his people can be responding gift of salvation through Jesus Christ and live according to His teachings. Believe Jesus made the Gentiles (non-Israelites) became the nation of Israel spiritually and entitled to receive part of the fulfillment of the provisions and promises of God.
Ruth 2:10-13, “Then Ruth bowed down to worship with her face to the ground and said to him:” Why I’m at the mercy of thee, that thou watching me, seeing I am a foreigner? ” Boaz replied: “It has been reported to me with full of everything you did to the mother in law after your husband died, and how you left your father’s and mother’s nativity, and leave the land to a people who previously did not you know. LORD recompense thy work, and you would given the full reward of the LORD, the God of Israel, under whose wings you have come to trust. ” Then Ruth said: “I was at the mercy of thee, O my lord, because the lord has been comforted me and reassured handmaid, though I am not like one of his female servants.”
Ruth’s loyalty and sacrifice (leaving the family and ancestral land) began producing a good thing, doors open through the generosity of Boaz. People of God who knew well the law of Moses had given mercy to Ruth
Ruth was aware of her position, let alone a stranger in the middle of God’s chosen people, but can understand the state of Boaz and Ruth, who has done the sacrifice to come “take shelter under the wings of God”. Fruit sacrifice Ruth came into view, the door open for her generosity. With the events that he passed, Ruth and Boaz gain comfort through (a kind of rich).
Ruth asked why she got the attention. Boaz has received complete information regarding the loyalty of Ruth to Naomi, in-laws. What he received showed that:
Ruth sacrifice was not in vain
Ruth certainly does not tell anywhere (woro-woro), especially in the fields as she worked. In this story even mentioned she came to the farm and kept busy from morning until now, she did not immediately stop (Ruth 2:7), but Boaz heard all things related to what Ruth did. Boaz became the Lord’s way for Ruth to show how the living God knows what his people do. God knows that our strength as human beings not much, but for those who obey the word of God (teaching) and not denied His name then was pleased to open the door of mercy was.
13. Advice
Ruth 2:8, “Then said Boaz to Ruth:” Listen first, my daughter! Do not you go pick up another to the fields of barley and also you do not have to go from here, but still near Workers woman. ”
When Ruth felt the defense in the fields of Boaz, if she went so she does not know himself, or in other word she was stupid. Ruth chose to remain working in the fields of Boaz until her time, as the road who would give her happiness.
In line with this, when his people now accept the defense and the maintenance of God’s will:
Do not leave
grace of God!
Appreciate his attention, UNDERSTAND HIS POLICIES. Ruth studied the events that had happened, so she acted wisely.
At harvest time she was working, humble, a little respect, and she collected assiduously – with joy of course, aware of her condition, Ruth accept that conditions are, stepping through the process of the correct-not by dreams of instant without going through the process. It has brought awareness to respond quickly seized the opportunity that God has given, and the mercy of God apply it, Ruth is guided to the right direction.
God is great planner (Genesis 3:13). God has a wonderful plan for His people are faithful, he never did anything by accident as happened at the time Ruth was in the fields of Boaz. God has His POLICIES, he was very good, His faithful love never changed once now and forever. If you live in His mercy, let us all give thanks, because it is His grace. “Do not You Leave Bethlehem If you do not want to fall, do not leave the Lord Jesus if you want to be cool …” (Mc-Sr)