Get Adobe Flash player
13 October 2009

BERTERUS TERANG ( Transparently )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

Harvest_143002929SELASA, 13 OKTOBER 2009

YOHANES 18:12-27

“Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar dirumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi” (ayat 20). Yesuspun ditangkap, dibelenggu dan dibawa kepada Hanas, mertua Kayafas, Imam Besar waktu itu. Kayafas pernah menubuatkan bahwa adalah lebih baik jika satu orang mati untuk seluruh bangsa, dan kini nubuat itu mulai digenapi. Sementara Hanas sendiri telah selesai menjabat sebagai Imam Besar, tapi ia masih punya pengaruh yang cukup besar sehingga mereka pertama-tama membawa Yesus kepadanya. Sementara itu kehadiran Petrus dan seorang murid yang lain ke tempat Imam Besar, membawanya pada kegenapan dari apa yang telah Yesus nubuatkan, yakni penyangkalan. Maka Hanaspun mulai menyelidiki Yesus, ia menduga bahwa Yesus telah memberikan suatu ajaran rahasia kepada murid-murid-Nya. Yesus membalikkan semua anggapan tersebut, faktanya justru Ia telah berbicara secara terus terang dirumah-rumah ibadat dan juga di Bait Allah. Jika Hanas menghendaki bukti, ada banyak saksi yang bisa dimintai keterangan perihal ajaran-Nya. Tidak adanya saksi dalam persidangan ditempatnya saja sudah membuktikan bahwa pengadilan itu tidak sah. Tidak ada yang perlu ditakuti jika memang kita hidup didalam terang, mengerjakan segala sesuatunya didalam terang dan terus terang. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi untuk menyembunyikan suatu pelanggaran. Inilah kehidupan yang bebas dari rasa tertuduh, baik dari orang lain maupun dari diri sendiri. Ingatlah bahwa kita telah dipanggil dalam terang-Nya yang ajaib dan menjadi anak-anak terang, maka tanggalkanlah segala perbuatan kegelapan dan kenakanlah senjata terang serta hiduplah didalam terang (1 Tesalonika 5:-8). TERANG HANYA BERBUAHKAN KEBAIKAN, KEADILAN DAN KEBENARAN.

TUESDAY, 13 OCTOBER 2009

JOHN 18:12-27

“Jesus replied:” I speak openly to the world: I was always taught at home, synagogue and in the temple, where all Jews come together; I never spoke a surreptitious “(verse 20). Jesus was finally arrested, handcuffed and taken to Annas, in-law Caiaphas, high priest at that time. Caiaphas had predicted that it is better if one man died for the whole nation, and now it began to be fulfilled prophecy. While Annas himself had finished serving as High Priest, but he still has considerable influence that they first bring Jesus to him. Meanwhile, the presence of Peter and the other a student to the high priest, brought the fullness of what Jesus predicts, namely denial. Annas then began investigating Jesus, he thought that Jesus had given a secret teaching to the disciples of his. Jesus turned all these assumptions, the fact that he has spoken very openly at home, synagogue and also in the temple. If Annas want proof, there are many witnesses who could be asked for information about his teaching. The absence of a witness in the trial already in place just to prove that the court was not valid. There is nothing to fear if we live in the light, doing everything in bright and frankly. There is nothing to cover-up to conceal an offense. This is a life free from a sense of the accused, either from others or from ourselves. Remember that we have been called in the light of his magic and become children of light, therefore leave all the works of darkness and put on the armor of light and live in the light (1 Thessalonians 5: -8). Bright fruit ONLY KINDNESS, JUSTICE AND TRUTH.