Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
C10. Kuasa pemulihan yang dahsyat
6. Pilihan yang tepat
Rut 1:14 , “Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.”
Ketika Naomi berkemas untuk kembali ke Betlehem, kedua menantunya ingin ikut serta. Namun di jalan Naomi meminta kedua menantunya itu untuk kembali pulang ke rumah ibu mereka di Moab.
Seorang menantu Naomi yang bernama Orpa menangis dengan kerasnya saat diminta berpisah, Orpa lalu mencium mertuanya dan pulang ke Moab. Namun menantu yang lainnya yaitu:
Rut mengikuti Naomi
Rut tetap bersikukuh untuk terus mengikuti Naomi, meminta dengan sangat untuk turut pergi ke Betlehem. Di balik peristiwa ini tentu Naomi memiliki kesaksian hidup yang berkesan bagi menantunya, sehingga ada hubungan yang terjalin erat antara menantu dan mertuanya. Naomi dipegang erat oleh menantunya ini. Meski Orpa menantu Naomi yang lainnya dengan berat hati tinggalkan Naomi, tetapi Rut tetap berpaut padanya (Ibr. דָּבַק “dabaq” memegang erat). Di dalam penderitaan Naomi, Rut setia kepadanya.
7. Apa alasannya?
Rut 1:16-17 , “Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; 17 di mana engkau mati, aku pun mati di sana , dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut! ”
Rut memilih mengikuti Naomi, keluar dari Moab dan pergi ke Bethlehem. Pilihan itu kelak akan membawa perbedaan besar dalam hidup Rut. Janji Allah pun akan berlaku bagi Rut sama seperti yang dirasakan oleh Naomi, mertuanya.
Rut memulainya dengan pernyataan yang selaras dengan kehendak-Nya. Di dalam diri-Nya, ia memilih untuk setia kepada Naomi, mertuanya dengan mengatakan :
Kemana kau pergi …
Bagi Rut, hubungan kekerabatan tetap terjalin meski suami yang menjadi dasar terjalinnya kekerabatan tersebut telah tiada. Untuk itu, Rut memilih mengikuti Naomi pergi ke Betlehem. Menyusuri jalan pulang ke negeri Naomi, Rut telah siap :
Dimana kau bermalam …
Rut bersedia untuk tetap mendampingi Naomi, sekalipun di perjalanan dan kemalaman. Kalimat itu menyiratkan arti bahwa dalam susah pun, Rut tetap siap bersama Naomi. Bersama dengan Naomi, ia menerima kepindahan yang dilakukannya secara total. Lebih luas lagi, ia mau terlibat ke dalam suatu komunitas yang di masa lalu mungkin dapat menjadi identitas perbedaan bagi dirinya. Rut orang Moab, tetapi perjumpaannya dengan Naomi, mengubah cara pandangnya. Ia dengan jelas berkata :
Bangsamu …
Adalah juga bangsaku, ia tidak terkotak-kotak dalam pemikirannya. Ia telah mengenal Naomi dan masuk dalam bagian keluarga Israel, dan ia berani memilih. Sama halnya dengan ketika ia bersedia menikah dengan suaminya yang keturunan Israel, maka kini ia siap mengakui bahwa bangsa Israel adalah bangsanya juga. Pernyataan itu sepaket dengan pengertian :
Allahmu adalah Allahku …
Tidak saja menjadi bagian dari bangsa Israel, tetapi memahami pengertian dasar bahwa Israel punya Allah, dan Rut mengakui Allah Israel sebagai Allahnya. Allah yang disembah oleh Naomi, telah menjadi Allahnya, dan tentunya iapun siap hidup di bawah perintah dari-Nya. Rut mengakui Allah yang hidup. Bila menengok jauh ke masa sebelumnya pastilah telah terjadi pemberitaan kabar baik oleh Naomi, sehingga Rut menjadi yakin tentang siapa Dia. Di Moab ada banyak ilah, tapi Rut tegas mengatakannya bahwa kini yang ia sembah adalah Tuhan – Allah yang hidup. Kesetiaan Rut kepada Naomi tidak saja bersedia menemaninya menuju negeri bangsa Israel, tapi kepada Naomi ia berkata :
Dimana kau mati…
Ia bersedia menjaga Naomi, dan meneruskan kesetiaan itu dalam suatu pernyataan gambaran senasib sepenanggungan. Hingga akhir hayat ia akan berada bersama Naomi. Dalam senang dan susah, Rut mengabdikan hidupnya berdekatan dengan Naomi, mertuanya. Rut mengambil keputusan untuk bersama Naomi hingga akhir masanya.
Bandingkan dengan :
Yosua 2:8-11 , “Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh 9dan berkata kepada orang-orang itu: “Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu. 10 Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. 11 Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. ”
Pada masa bangsa Israel memasuki kota Yerikho, Yosua mengirim dua orang pengintai untuk mengamat-amati kota itu terlebih dahulu. Dalam tugasnya, kedua orang tersebut hampir tertangkap oleh orang-orang Yerikho, namun bisa disembunyikan oleh seorang perempuan. Nama perempuan itu adalah :
Rahab!
Tindakannya sangat berarti, hingga akhirnya Israel dapat menang menghadapi orang Yerikho. Rahab adalah seorang perempuan pelacur di kota Yerikho. Namun meski profesi Rahab saat itu dipandang rendah oleh manusia, tetapi ia beroleh anugrah Allah, diselamatkan dari cidera peperangan bersama dengan kaum keluarganya, karena ia telah lebih mendengar tentang Allah Israel. Rahab mengenal tentang siapa Dia, “… aku tahu” (Ibr. יָדַע yada`) bahwa Allah (Ibr. יְהוֹוָה Yhovah) telah memberikan negeri Yerikho kepada bangsa Israel. Rahab mengakui nama Allah yang hidup, ia telah mendengar dengan seksama (Ibr. שָׁמַע “shama”).
Lihat
Matius 1:5-6 , “Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 6 Isai memperanakkan raja Daud . Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria ”
Setelah peperangan usai. Rahab kelak tercatat menjadi istri Salmon, salah seorang pengintai yang ia selamatkan ketika dikejar oleh orang-orang Yerikho. Dari pernikahan antara Salmon dan Rahab, lahirlah Boas. Kelak Rut menikah dengan Boas anak dari Rahab itu, maka ada hubungan yang terjalin antara
Rahab dan Rut
Di luar pikiran manusia, Allah memakai Rahab untuk menjadi penerus generasi seorang raja besar, dan akan berlanjut pada penggenapan rancangan Allah melalui kelahiran Yesus. Harus dicatat pula bahwa pada kedua perempuan yang menjadi mertua Rut, baik Naomi maupun Rahab, pada tahapan kehidupan mereka masing-masing, memiliki kesamaan yang membuat hidup mereka berubah. Kedua perempuan bijak itu menjadi panutan Rut selaku perempuan muda. Dalam hal ini adalah MENDENGAR DENGAN SEKSAMA. Kata yang digunakan adalah kata yang sama yaitu (Ibr. שָׁמַע “shama”).
8. Pelajaran apa yang kita dapatkan?
A. Pilihan kita sekarang menentukan masa depan
Tuhan tidak menciptakan manusia seperti robot, tapi ia memberikan hak kepada manusia untuk memilih. Di tengah dunia modern sekarang, ada banyak bujuk rayu dan tipu muslihat iblis supaya menyeret manusia kepada pilihan yang salah. Kaum muda – remaja yang telah mengenal kebenaran diminta terus hidup berjaga dan jangan sampai salah memilih langkah. Gunakan masa muda yang Tuhan berikan dengan bijaksana.
Demikian halnya kaum dewasa dan lanjut usia. Bertambah usia menjadi bertambah-tambah bijak di dalam Dia, mengenal lebih dalam betapa besar Cinta Kasih-Nya.
Waspada dalam hidup ini, dan mendengar dengan seksama perintah-Nya. Di taman Eden manusia telah memilih untuk melanggar perintah-Nya dengan menuruti keinginan iblis. Akibatnya, manusia terusir dari taman yang penuh dengan jaminan kehidupan. Demikian halnya Kain, memilih menuruti nafsu dengki dan amarahnya yang membuat namanya dihilangkan dari silsilah keturunan Adam.
B. Iman harus disertai perbuatan
Yakobus 2:26 , “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”
Percaya kepada Tuhan Yesus adalah kata kerja aktif. Artinya, keselamatan harus terus dikerjakan, praktek hidup sebagai orang percaya.
Sebagai buah dari panggilan menjadi orang percaya maka hidup tidak lagi sama seperti hidup lama, tapi menampilkan perubahan, terus bertumbuh ke arah yang dikehendaki-Nya.
C. Tuhan peduli orang kafir
Roma 11:11 , “Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.”
Cinta-Nya tidak terbatas, kepada semua manusia yang mencari-Nya maka rahmat-Nya diberikan. Bangsa pilihan menganggap sepele status pilihan-Nya, bahkan ada banyak di antara mereka yang meminggirkan anugrah tersebut.
Seturut kedaulatan rencana-Nya, Kasih itu akhirnya menjangkau kepada bangsa lain, kepada yang mencari-Nya. Siapa yang memilih percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia akan beroleh kemurahan-Nya dan diselamatkan (Yoh. 1:11).
Tidak saja diselamatkan, tapi memiliki hak menjadi anak-anak-Nya. Yesus menjadi buah pohon kehidupan yang ditinggikan di Kalvari, supaya bagi setiap orang yang memilih makan buah pohon itu, akan beroleh hidup kekal.
D. Kemurahan Tuhan bagi yang setia!
Wahyu 3:7-8, “”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. 8Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”
Kepada yang setia, ada kemurahan-Nya. Ia mengetahui segala jerih lelah, suka dan duka kita yang dilakukan bagi kemuliaan-Nya. Mungkin dalam pandangan manusia, kekuatan atau pelayanan yang dilakukan tidak seberapa, namun Ia mengenalinya. Allah tidak melihat seperti pandangan manusia yang terbatas, Ia melihat jauh ke dalam hati setiap pelayan-Nya.
Bila umat-Nya setia, maka pintu kemurahan-Nya akan dibukakan. Bila pintu itu terbuka, maka tidak suatu kekuatanpun yang dapat menutupnya. Rahmat itu diberikan kepada yang mengasihi-Nya. Maka manfaatkanlah kesempatan yang ada, ketekunan, kesungguhan dan kesetiaan yang dikerjakan bagi kemuliaan-Nya pasti akan berbuah nyata.
Senada dengan hal itu, Ia yang telah memberikan talenta kepada setiap orang, kelak akan meminta pertanggungjawaban dari masing-masing orang, apakah telah dimanfaat kan dengan semestinya, menjadi semakin berkembang atau hanya di simpan saja. Talenta meliputi banyak hal yang Ia beri, kesehatan, keterampilan, pengetahuan, kemampuan, yang dianugrahkan dari-Nya, dan semestinya digunakan kembali bagi kemuliaan-Nya (Rm. 11:36).
9. Kesimpulan
Roma 8:28 , “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Rancangan dari-Nya adalah kebahagiaan, dan itu diberikan kepada orang-orang yang mengasihi-Nya. Bagi yang dikasihi-Nya :
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
Itu berarti bila kita mengasihi-Nya, maka jangan ragu Ia tidak akan merancangkan yang jelek tetapi kebajikan yang nyata. Selaraskanlah hidup ini dengan kehendak-Nya!
C10. Tremendous power of recovery
6. Choice
Ruth 1:14, “They also Crying out loud, and Orpah kissed her in-law was excused herself, but she kept hold on her.”
When Naomi was packing to return to Bethlehem, two daughters in law want to participate. But the road-law Naomi’s second request to return home to their mother’s home in Moab.
A daughter named Naomi Orpah crying so hard when asked to split up, Orpah kissed her in-laws and return to Moab. Yet another law, namely:
Ruth followed Naomi
Ruth was determined to continue to follow Naomi, pleading with to participate go to Bethlehem. Behind these events have the testimony of Naomi’s life memorable in-law, so there is interwoven relationship between the law and in-laws. Naomi held tightly by this law. Although in-law Naomi Orpah others with a heavy heart to leave Naomi, but she kept hold on her (Heb. דָּבַק “dabaq” hold tight). In the suffering Naomi, Ruth loyal to her.
7. For what reason?
Ruth 1:16-17, “But Ruth said:” Do not urge me to leave you or turn back from following you, for where you go, there I was also the go, and where you spend the night, there I was also the night: folk my people and thy God my God; 17 where you die, I would die there, and that’s where I buried. LORD do so to me, even more than that, if anything separates me from you, other than the death! ”
Ruth chose to follow Naomi, out of Moab and went to Bethlehem. Options that would later make a big difference in the life of Ruth. God’s promise would apply to Ruth, the same as that felt by Naomi, in-laws.
Ruth started with a statement in harmony with His will. Inside herself, she chose to be faithful to Naomi, in-law by saying:
Where do you go …
For Ruth, kinship still exists even though the husband is the basis of kinship establishment has gone. For that, Ruth chose to follow Naomi to go to Bethlehem. Down the road back to the land of Naomi, Ruth is ready:
Where you spend the night …
Ruth was willing to stay there for Naomi, though the travel and late. That sentence implies that in any trouble, she kept ready with Naomi. Along with Naomi, she received a move that is totally done. More broadly, she would engage in a community that in the past may be the difference identity for herself. Ruth of Moab, but the encounter with Naomi, changing the perspective. She clearly said:
Your Nation …
It is also my people, she was not in compartmentalized thinking. She has known Naomi and entered in the family of Israel, and she dared to vote. Similarly, when she married her husband agreed that the children of Israel, so now she is ready to admit that the nation of Israel is a nation, too. Package of the statement with the understanding:
God is my God …
Not only become part of the nation of Israel, but to understand the basic notion that Israel had a God, and Ruth acknowledge God as the God of Israel. God is worshiped by Naomi, has become her God, and of course she brought ready to live under the command of Him. Ruth recognizes the living God. When you look far into the past must have been preaching the good news by Naomi, and Ruth became convinced of who He is. In many gods of Moab, but Ruth is now firmly say that she worshiped the Lord – God is alive. Ruth loyalty to Naomi is not only willing to accompany her into the land of Israel, but to Naomi, she said:
Where you die …
She was willing to keep Naomi, and the continued loyalty in a statement that the picture in the same boat as the underwriter. Until the end of life she will be with Naomi. In the happy and sad, Ruth dedicated her life close to Naomi, in-laws. Ruth took the decision to be with Naomi until the end of her time.
Compare with:
Joshua 2:8-11, “But before the two men were sleeping, take the woman to get them on the roof .9 and say to those people:” I know that the Lord has given this land to you and that you have the horror to descend We and all the country is trembling to face you. 10 For we hear, that the LORD had dried the Red Sea waters in front of you when you walk out of Egypt, and what have you done to the two kings of the Amorites that were beyond Jordan, that is, to Sihon and Og, whom you crushed . 11 When we heard it, we lose heart and spirit of every person fell against you, for the LORD your God, is God in heaven above and on earth below. ”
At the time of the Israelites entered the city of Jericho, Joshua sent two scouts to observe the city’s first. In this task, the two men were almost caught by the people of Jericho, but it could be hidden by a woman. Her name is:
Rahab!
Significant actions, until Israel can win against people of Jericho. Rahab was a female prostitute in the city of Jericho. But despite the professions Rahab was despised by humans, but she might obtain the grace of God, rescued from war injuries along with the family, because she has more to hear about the God of Israel. Rahab knew about who He is, “… I know” (Heb. `יָדַע yadda) that God (Heb. יְהוֹוָה Yhovah) has given the land of Jericho to the Israelites. Rahab confessed the name of the living God, she had heard thoroughly (Heb. שָׁמַע “Shama”).
See
Matthew 1:5-6, “And Salmon begat Boaz of Rahab, and Boaz begat Obed of Ruth, Obed begat Jesse, 6 Jesse begat David the king. David begat Solomon by the wife of Uriah ”
After the war ended. Rahab later became the wife of Salmon noted, one of the scouts that she was saved when chased by the people of Jericho. From the marriage between Salmon and Rahab, Boaz was born. Later, Ruth was married to Boaz by Rahab’s son, then there is the relationship between
Rahab and Ruth
Outside the human mind, God used Rahab to be the successor generation of a great king, and will continue in the fulfillment of God’s design through the birth of Jesus. It should be noted that the two women who became in-law of Ruth, both Naomi and Rahab, the stage of their lives each, have similarities that make their lives changed. The two women had become a role model wise Ruth as a young woman. In this case is LISTENING CAREFULLY. The word used is the same word is (Heb. שָׁמַע “Shama”).
8. What lesson do we have?
A. Options we are now shaping the future
God did not create human like robots, but He gave to the human rights to choose. In the midst of the modern world today, there are a lot of gentle persuasion and deception the devil to drag people to the wrong choice. Young people – teenagers who have asked to know the truth and continue to live just one chose not to move. Use the youth that God has given wisely.
The case of adults and elderly. Age becomes wise multiplied in Him, to know how much more in His Love.
Vigilant in this life, and listening carefully to His commands. In the garden of Eden man has chosen to violate His orders with the desire to obey the devil. As a result, people were driven from the garden filled with life insurance. Cain Similarly, choosing to obey lust envy and anger that made his name removed from the genealogy of the descendants of Adam.
B. Faith must be accompanied by deeds
James 2:26, “For as the body without the spirit is dead, so also faith without works is dead.”
Believe in the Lord Jesus is the active verb. This means that safety must continue to work on, the practice of living as believers.
As a result of a call to the believer is no longer live as long life, but the show changes, continue to grow in the direction of wills.
C. God cares who disbelieve
Romans 11:11, “So I ask: Are they stumbled and had to fall? Nay! But by their transgression, salvation has come to the Gentiles, to make them jealous. ”
His love is not limited, to all people who seek Him and His mercy is given. The chosen people consider trivial status of his choice, even many of those who marginalize these grace.
According to His sovereign plan, Love is finally reaching out to other nations, to the search for Him. Who would choose to believe in Jesus as Lord and Savior, he will have mercy and be saved (John 1:11).
Not only saved, but has the right to be the children of His. Jesus became the fruit tree of life is exalted on Calvary, so that for every person who chooses to eat the fruit of the tree, will have eternal life.
D. Mercy of God for the faithful!
Revelation 3:7-8, “” And write to the angel of the church at Philadelphia: The words of the Holy, the True, who holds the key of David, when He opens, no one can shut; when He closed, no one can open . 8 I know thy works: behold, I have opened the door for you, which can not be covered by anyone. I know that strength is not much, but you obeyed my word and have not denied my name. ”
To the faithful, have mercy. He knows all labors, joys and sorrows we do for His glory. Perhaps in the eyes of man, power or service that the not much, but he recognized it. God does not look like human vision limited, He saw deep into the hearts of His servants.
If His people are faithful, then the door of mercy will be opened. When the door was open, so not even a power that can shut it. Grace is given to who love Him. So make the most of opportunities there, perseverance, sincerity and loyalty Working for His glory would be a real bear.
In line with this, He has given gifts to everyone, the future will ask for accountability of each person, whether it has been used properly, becomes more developed, or only in the store alone. Talents include many things that He gave, health, skills, knowledge, abilities, which was awarded from Him, and should be used again for His glory (Romans 11:36).
9. Conclusion
Romans 8:28, “We know now, that God works in all things for good for those who love Him, to those who are called according to God’s plan.”
His design of the happiness, and it was given to those who love Him. For those who loved Him:
God works in all things
That means that if we love Him, then do not doubt, He will not be a bad design but a real virtue. Synchronize this life with His will!
Mc/Sr








