Get Adobe Flash player
9 October 2009

Hanya Seketika (Only a Short Time )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

handheavensh1Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

Jumat,9 oktober 2009

Yohanes 16:16-33

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita” (ayat 20). Tidak lama lagi, bahkan tinggal menunggu waktu dan Yesus tidak lagi akan berada ditengah-tengah murid-murid-Nya, tapi tidak lama pula Ia akan kembali melihat mereka. Perkataan itu tidak dimengerti oleh murid-murid, tapi sekali lagi mereka enggan untuk bertanya dan hanya memperbincangkan diantara mereka. Yesus akan segera meninggalkan mereka dengan penderitaan yang teramat dalam, itu menjadi sebuah pukulan bagi murid-murid yang membuat mereka berdukacita dan meratap. Tetapi dunia bergembira karena hal itu. Namun hanya tiga hari, Yesus bangkit dan kembali bertemu dengan murid-murid-Nya. Maka saat itu, dukacita yang dialami oleh murid-murid seperti perempuan yang menggeliat dan bereteriak kesakitan saat hendak melahirkan dan yang segera bersukacita manakala seorang bayi telah dilahirkannya. Orang percaya tidak lepas dari yang namanya penderitaan, hal itu bukan berarti bahwa Allah merancang penderitaan dalam kehidupan orang percaya. Penderitaan itu bukan dari Allah, tapi dari dunia dengan tujuan untuk menjatuhkan orang percaya. Setiap orang yang mau hidup beribadah didalam Kristus akan menderita aniaya, tetapi tetaplah berpegang pada kebenaran yang telah kita terima dan yakini, karena itu mengerjakan kemuliaan kekal. Tidak untuk selamanya orang benar itu menderita, penderitaan itu hanya seketika dan Allah melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kita untuk mengadapinya (1 Petrus 5:10). Tuhan Akan Mengubah Ratapan Menjadi Tarian.

Friday, 9 October 2009
John 16:16-33
“I say to you, you will weep and lament, but the world will rejoice; you will mourn, but the grief will turn into joy” (verse 20). Soon, even a matter of time and Jesus is no longer going to be in the midst of the disciples of his, but no longer did he come back to see them. Those words are not understood by his disciples, but once again they are reluctant to ask questions and just talk over among them. Jesus would soon leave them with the suffering of very deep, it became a blow to his disciples that make them mourn and weep. But the world rejoiced in it. But only three days, Jesus rose and returned to meet with His disciples. So then, grief experienced by his disciples as a woman who writhed and screamed in pain during childbirth and who would soon rejoice when a baby has birth. People believe no such thing as free from suffering, it does not mean that God designed suffering in the life of the believer. Suffering is not from God, but from the world in order to impose the believer. If anyone wants to live a godly life in Christ will be persecuted, but still holds to the truth we have received and believed, because it was working on eternal glory. Not true for all people that suffered, suffering was only a shorttime, and God only once complete, confirm, strengthen and cemented or solid us to face it (1 Peter 5:10). Lord Will Change our lament be a dance.