MELETAKKAN HARGA DIRI ( PUT THE PRIDE )
Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff
SELASA, 20 OKTOBER 2009
YOHANES 19:38-42
“Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat” (ayat 40). Dalam peristiwa ini Yusuf dan Nikodemus memainkan peran mereka. Kedua orang besar tersebut adalah anggota Sanhedrin. Walaupun sebagai murid secara rahasia, namun setelah semua yang terjadi, Yusuf menjadi berani menunjukkan pelayanan dan pengabdiannya yang terakhir kepada Yesus. Bukan hal yang mudah bagi seorang anggota Sanhedrin untuk terang-terangan meminta mayat Yesus untuk dikuburkan dengan layak, namun Yusuf telah berani mengambil resiko itu. Demikian pula dengan Nikodemus yang membawa persembahan yang tidak sedikit. Campuran minyak mur dan minyak gaharu seberat lima puluh kati atau setara kurang lebih tigapuluh tiga kilo adalah bukti pengabdian Nikodemus yang mahal. Demikianlah kedua orang itu bekerja sama dalam memberikan pelayanan yang terakhir terhadap tubuh Yesus. Merupakan suatu hal indah bila dalam pelayanan bisa dikerjakan dalam suasana kerjasama seperti yang ditunjukkan oleh Yusuf dan Nikodemus yang tidak saling menganggap diri sebagai yang lebih baik. Kedudukan memang bisa membuat seorang menganggap diri lebih dari yang lain, tapi janganlah kembangkan hal itu dalam pelayanan. Contohlah kedua orang diatas yang sama-sama orang besar namun bisa bekerja sama dengan indah sekalipun persembahan mereka berbeda. Justru dengan kedudukan yang kita miliki, hendaklah itu bisa menjadi teladan bagi yang lain. Hanya dengan kerendahan hati kerjasama bisa dikembangkan dan diwujudkan (Efesus 5:21). Maka letakkan segala kebanggaan kita. CARILAH KEADILAN, CARILAH KERENDAHAN HATI.
TUESDAY, 20 OCTOBER 2009
JOHN 19:38-42
“They took the body of Jesus, wearing a shroud of linen to Him and His sprinkle with spices according to Jewish custom to bury the corpse when” (verse 40). In this event Joseph From Arimatea and Nicodemus played their role. Both these great men were members of the Sanhedrin. Although as a student in secret, but after everything that happened, Joseph became bold indicate the service and devotion to Jesus last. It’s not an easy thing for a member of the Sanhedrin to openly ask for the body of Jesus to be buried in a decent, but Joseph had dared to risk it. Similarly with Nicodemus who bring offerings that are not little. Mixed nut oil and aloe oil weighing fifty or equivalent catty about thirty three pounds is evidence Nicodemus expensive service. So the two men worked together in providing the final service to the body of Jesus. It is a beautiful thing if the service can be done in an atmosphere of cooperation as demonstrated by Joseph Arimatea and Nicodemus who do not regard themselves as each other better. The position can make a considered themselves more than others, but do not develop it in the service. Examples of the above is the equally great but can work with beautiful despite their different offerings. It is precisely the position we have, let it be a role model for others. Only with humility cooperation can be developed and realized (Ephesians 5:21). So put all of our pride. LOOK FOR JUSTICE, LOOK FOR HUMILITY.








