Get Adobe Flash player
23 October 2009

MEMBAWA BUKTI ( INTO EVIDENCE )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

imagepostJUM’AT, 23 OKTOBER 2009

YOHANES 20:19-23

“Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan” (ayat 20). Suasana pasca penyaliban Yesus menjadi suasana yang tidak menyenangkan bahkan menakutkan bagi murid-murid. Itulah sebabnya ketika mereka berkumpul disuatu tempat setelah mengerti bahwa Yesus telah bangkit, mereka mengunci pintu-pintu karena takut kepada orang Yahudi. Dalam keadaan demikian Yesus hadir ditengah-tengah mereka dan menyapa mereka dengan salam damai sejahtera. Walau ucapan salam damai sejahtera adalah ucapan yang biasa, tapi apa yang diucapkan Yesus lebih dari sekedar salam karena didalamnya ada pemberian damai sejahtera dari Tuhan sendiri. Murid-murid tidak dapat menyangkal Dia karena Dia menunjukkan tanda-tanda penyaliban. Tubuh yang telah bangkit itu membawa bukti yang tidak dapat disangkal siapapun. Maka hanya ada sukacita seperti yang telah Yesus katakan sebelumnya, segala ketakutan dan penderitaan yang mereka alami tidak sebanding dengan sukacita yang mereka rasakan saat itu. Itulah saatnya dukacita berubah menjadi sukacita. Setelah Maria, kini giliran murid-murid merasakan kebahagiaan yang lebih lengkap lagi karena sebelumnya mereka telah percaya sekalipun tidak melihat.Yesus sendiri telah membuktikan bahwa Dia hidup, jika kita memang percaya maka seyogyanya kita harus bersukacita sekalipun belum melihat-Nya. Tapi, jika kita memang kurang yakin, wajarlah jika hidup kita tetap ditandai dengan suasana dukacita. Jadi inilah buktinya bahwa kita yakin dan percaya Yesus telah bangkit, yakni hidup kita ditandai dalam suasana sukacita, maka bersukacitalah senantiasa (Filipi 4:4).

ORANG BENAR BERSUKACITA KARENA TUHAN.

FRIDAY, 23 OCTOBER 2009
JOHN 20:19-23

And after saying this, He showed them His hands and His side to them. The disciples rejoiced when they saw the Lord “(verse 20). The atmosphere after the crucifixion of Jesus became an unpleasant atmosphere and even frightening for The disciples. That is why when they gather somewhere once understood that Jesus had risen, they locked the doors for fear of the Jews. In such circumstances Jesus is present among them and greeted them with a greeting of peace. Despite the peace greeting is a common saying, but what was spoken by Jesus more than just a greeting for a gift therein peace from God himself. The disciples could not deny Him because He showed signs of crucifixion. Body that has risen with the evidence that can not be denied anyone. So there is only joy as Jesus had said before, all the fear and suffering that they experience is not comparable to the joy they felt at that moment. That time of grief turned into joy. After Mary, now turn to the disciples feel more complete happiness because previously they had believed even if not seen. Jesus himself has proven that He lives, if we are to believe then we should not have rejoiced even see Him. But, if we are not sure, it is natural if we remain alive an atmosphere marked by grief. So here’s the proof that we trust and believe Jesus has risen, which marked our lives in an atmosphere of joy, then rejoice always (Philippians 4:4).
THE RIGHTEOUS REJOICE BECAUSE GOD.