Get Adobe Flash player
16 October 2009

Mewarisi Jubah ( Inherited Robe )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

imagepostJUM’AT, 16 OKTOBER 2009

YOHANES 19:16b-27

“Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian – dan jubah-Nya juga mereka ambil” (ayat 23). Apa yang mereka kehendaki dan tunggu akhirnya terlaksana, Pilatus memberikan Yesus pada kekuasaan mereka untuk disalibkan. Maka dibantu oleh beberapa prajurit, orang-orang Yahudi melaksanakan proses penyaliban Yesus. Yesus dianggap sebagai penjahat biasa, Ia harus memikul salib-Nya sendiri ketempat penyaliban. Dan Iapun ditempatkan diantara dua penjahat yang juga disalib. Meski begitu, orang Yahudi masih tersinggung dengan tulisan yang dipasang oleh Pilatus, dan mereka memprotesnya tapi tidak berhasil. Penyaliban itu membawa berkah bagi prajurit yang bertugas. Pakaian dari orang yang terhukum merupakan penghasilan tambahan bagi mereka, tapi apa yang terjadi pada Yesus dan pakaian-Nya juga merupakan kegenapan dari nubuatan para nabi. Apa yang kurang dari Yesus, sampai pada penyaliban-Nya pun orang masih mencari keuntungan secara materi. Ketika Elia naik kesorga, Elisa mengambil jubah Elia yang telah terjatuh dan dengan jubah itu ia mengadakan mujizat membelah air sungai Yordan seperti yang Elia lakukan sebelumnya juga dengan jubahnya. Bagaimanakah dengan kita dalam menyikapi kepergian untuk selamanya seseorang baik itu seorang hamba Tuhan yang telah melayani ataupun seorang yang kita hormati ?. Apakah kita bertindak seperti para prajurit yang mencari keuntungan untuk dirinya sendiri, atau kah kita bertindak seperti Elisa yang mampu meneruskan kuasa dan pelayanan tuannya, dengan lain kata tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri dari peristiwa tersebut. Semua kembali pada keadaan hati kita masing-masing. Yang baik adalah, ingatlah akan pemimpin ataupun orang yang kita hormati, terlebih mereka yang telah menyampaikan firman Allah dan perhatikanlah akhir hidup mereka serta contohlah iman dan karya yang telah mereka lakukan (Ibrani 13:7). APA YANG TELAH KITA TELADANI, LAKUKANLAH ITU.

FRIDAY, 16 OCTOBER 2009

JOHN 19:16 b-27

When the soldiers had crucified Jesus, they took his clothes and divided it into four sections for each soldier a part – and His robes they also take” (verse 23). What they want and wait finally done, Pilate gave Jesus the power to be crucified. Then assisted by some soldiers, the Jewish people carry out the crucifixion of Jesus. Jesus regarded as common criminals, He must carry His own cross of the crucifixion place. And the insanity plea was placed between two criminals also crucified. Even so, the Jews were offended by writings that is placed by Pilate, and they protested but to no avail. Crucifixion was a blessing for a soldier on duty. Clothing from the condemned person is additional income for them, but what happened to Jesus and His clothing is also the fullness of the prophecy of the prophets. What is less than Jesus, to His crucifixion were people still looking for material benefit. When Elijah ascended into heaven, Elisha took the cloak of Elijah that had fallen and the robe that he perform miracles through the water of the Jordan as Elijah did before as well with his cloak. How to us in dealing with the departure of a person and for all whether it is a servant of God who have served or someone we respect?. Do we act like the men who seek profit for themselves, or whether we act like Elisha who could carry on his master’s authority and ministry, in other words do not seek profit for themselves from the event. All returned to the state of our hearts each. What good is that, remember the leaders or people who we respect, especially those who had passed the word of God and see the end of their life and example of faith and works is they have done (Hebrews 13:7). WHAT HAVE WE MODEL, DO IT.