Get Adobe Flash player
30 November 2009

10 Ramalan Kiamat yang Tak Terbukti

Oleh bambang | Dalam Artikel | Tag

2012KOMPAS.com — Munculnya film 2012 yang didasari ramalan kiamat dari kalender Maya membuat banyak orang membicarakan zaman akhir. Banyak yang menganggap ramalan itu sesat. Namun, ada juga yang sedikit percaya. Walau demikian, ternyata ramalan tentang kiamat yang kebanyakan berasal dari latar belakang keagamaan sudah sering diungkapkan. Sepuluh di antaranya— yang kemudian terbukti meleset— adalah:

1. Ayam Peramal dari Leeds, 1806
Sejarah mencatat banyak tokoh yang menyatakan bahwa zaman akhir hampir tiba ditandai dengan kedatangan nabi. Namun, mungkin “nabi” yang paling aneh adalah seekor ayam petelur dari Kota Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan “Kristus akan datang”. Seiring menyebar-nya kabar mujizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba sehingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika bertelur dan me-nyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu.

2. Kaum Millerite, 23 April 1843
Seorang petani di New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran harafiah isi Alkitab. Ia menjelaskan hal ini kepada siapa saja bahwa dunia akan berakhir antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkotbah dan menerbitkan tulisan cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite) yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tak dibutuhkan lagi; tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga datang) maka grup itu pun dibubarkan, lalu sebagian dari mereka membentuk gerakan yang hingga kini dikenal sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist).

3. Armageddon/Kiamat kaum Mormon, 1891  atau sebelumnya
Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa ia berbicara kepada Tuhan. Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan, dan selanjutnya masa akhir zaman akan segera dimulai.

4. Komet Halley, 1910
Tahun 1881, seorang astronom, dari analisa spektral, menemukan bahwa ekor komet me-ngandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Apakah permukaan planet akan terselubung oleh gas beracun? Itulah spekulasi yang dicetak di halaman depan koran The New York Times dan sejumlah koran lainnya, yang mengakibatkan menyebarnya kepanikan di seluruh AS dan di negara lainnya. Akhirnya, para ilmuwan dengan kepala dingin menjelaskan bahwa hal itu tak patut dikhawatirkan.

5. Pat Robertson, 1982
Mei 1980, televangelis dan pendiri Koalisi Kristen, Pat Robertson, mengejutkan dan menakuti banyak orang ketika ia menyatakan dalam acara TV-nya, “700 Club”, kepada pemirsa di seluruh dunia bahwa ia tahu kapan dunia akan berakhir (padahal dalam Alkitab sendiri di Matius 24:36 tentang kiamat dinyatakan “Tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, bahkan malaikat-malaikat di surga tidak tahu”). “Saya menjamin bahwa pada tahun 1982 akan ada penghakiman dunia,” kata Robertson.

6. Heaven’s Gate, 1997
Ketika komet Hale-Bopp muncul tahun 1997, muncul isu bahwa pesawat alien tengah mengikuti komet itu. Hal itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi. Walau dugaan itu dibantah oleh para astronom (dan bisa dibantah siapa saja yang memiliki teleskop yang bagus), isu ini sempat disiarkan dalam acara radio “Coast to Coast AM” yang dibawakan Art Bell dan bertemakan paranormal. Dugaan ini menginspirasi suatu kultus pemercaya UFO (unidentified flying object yang dianggap pesawat alien) di San Diego yang menamakan diri Heaven’s Gate untuk memercayai bahwa dunia akan segera ber-akhir. Dunia memang berakhir bagi 39 anggota kultus itu yang bunuh diri pada 26 Maret 1997.

nostradamus7. Nostradamus, Agustus 1999
Karya tulis Michel de Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya, yang ketepatannya sangat tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dan diterjemahkan ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu baris tulisannya menyebutkan, “Tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit datang raja besar teror.” Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa inilah penglihatan sang peramal terkenal itu terhadap kiamat.

8. Y2K, 1 Januari 2000
Ketika abad lalu hampir berakhir, banyak orang khawatir bahwa komputer akan menyebabkan kiamat. Permasalahannya, yang diketahui sejak 1970, adalah bahwa banyak komputer takkan bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900. Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi ba-nyak yang menduga akan terjadi bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir. Penjualan senjata meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bungker. Namun nyatanya, tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru dimulai.

9. 5 Mei 2000
Kalau memang kesalahan Y2K tak terjadi, maka bencana global dijamin akan terjadi oleh Richard Noone, pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster di tahun 1997. Menurut Noone, massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000, suatu tanggal yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah bagaimana akan me-nyebabkan pembekuan global yang fatal. Tanggal itu berlalu dan bumi belum beku, tetapi buku itu malah “panas” di pasaran. Mungkin juga, pemanasan global mencegah terulangnya zaman es itu.

10. God’s Church Ministry, musim gugur 2008
Menurut pendeta dari God’s Church, Ronald Weinland, akhir zaman telah tiba, lagi. Bukunya di tahun 2006, 2008: God’s Final Witness, menunjukkan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir 2006, “paling lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan menjadi negara merdeka lagi,” dan buku itu juga mencatat, “Ronald Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir zaman Tuhan.”

Nah, kesepuluh ramalan itu tidak terjadi sehingga ada baiknya kita juga tidak khawatir berlebihan tentang ramalan akhir zaman tahun 2012. Bukankah banyak tulisan yang menyebutkan bahwa tidak seorang pun akan tahu waktunya?

Editor: wsn
Sumber : LIVESCIENCE

30 November 2009

Jangan hanya menunggu ( Do not just waited for )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

niceSENIN, 30 NOPEMBER 2009

KISAH RASUL 9:32-43

“Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: ”Tabita, bangkitlah !” Lalu Tabita membuka matanya, dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk” (ayat 40). Petrus juga tidak hanya berdiam dan melayani di Yerusalem saja, ia juga mengadakan kunjungan kemana-mana dimana Injil telah diberitakan disana. Ia sampai di Lida dan melayani orang-orang kudus disana. Namun pelayanannya tidak hanya kepada orang-orang kudus saja, seorang bernama Eneas yang sudah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh, mendapat lawatan Allah melalui pelayanan Petrus. Kepadanya Petrus berkata bahwa Yesus menyembuhkannya, maka saat itu juga sembuhlah ia. Hal itu membuat penduduk Lida dan Saron berbalik kepada Tuhan. Tidak demikian halnya yang terjadi di Yope yang juga telah terjadi mujizat melalui pelayanan Petrus, mereka ini yang telah berinisiatif untuk memanggil Petrus karena mereka telah mengenal jalan Tuhan. Dan kepada mayat Tabita Petrus memerintahkan untuk bangkit, maka Tabita hidup kembali. Melalui kedua peristiwa ini kita bisa belajar bagaimana pelayanan itu dikerjakan dalam dua keadaan yang serupa namun tidak sama. Dalam lingkungan orang percaya, merekalah yang proaktif untuk mendapatkan pelayanan dengan memanggil hamba Tuhan, namun untuk kasus sejenis dalam komunitas berbeda, inisiatif datang dari hamba Tuhan. Jadi disini kita juga bisa melihat bahwa iman yang menghasilkan kuasa itu harus dimiliki baik oleh seorang hamba Tuhan maupun orang percaya, maka kuasa Allah akan dinyatakan. Maka, jika ada diantara orang percaya yang sakit, jangan hanya menunggu seperti orang yang belum mengenal Tuhan, aktif lah memanggil hamba Tuhan untuk mendapat pelayanan dan bertindak untuk itu dalam iman (Yakobus 5:14-15).

BUKTIKAN PENGENALAN KITA AKAN ALLAH.

MONDAY, 30 NOVEMBER 2009
Acts 9:32-43

“But Peter put them all out, then he knelt and prayed. Then he turned to the corpse and said: “Tabitha, rise!” Then Tabitha opened her eyes, and when she saw Peter, she got up and sat down “(verse 40). Peter did not just stay and serve in Jerusalem, he also paid a visit anywhere where the gospel has been preached there. He arrived in Lydda and serve the saints there. But the service not only to the saints alone, a man named Aeneas who has eight years of lying in bed because of paralysis, a visitation of God through the ministry of Peter. Peter said to him that Jesus healed her, then at that moment he was healed. It makes people Lydda and Sharon turned to God. Not so happens in Joppa a miracle has happened through the ministry of Peter, those who have the initiative to call Peter because they know the path of God. And the corpse of Peter commanded Tabitha to rise, so Tabitha back to life. Through these two events we can learn how the service was done in two circumstances similar but not identical. In an environment of trust, they are proactive to get the service by calling the servant of God, but for similar cases in different communities, the initiative came from the servant of God. So here we can see that the power of faith that produces it must be owned either by a servant of God and the believer, the power of God will be revealed. So, if there is trust among people who are sick, do not just wait like the people who do not know God, the active servant of the Lord is calling to get service and act for it in faith ( james 5:14-15).

PROVE OUR KNOWLEDGE OF GOD

29 November 2009

Muliakan Dia Lewat Kehidupanmu!

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Pendalaman Alkitab | Tag

happy02C. Perintah Agung!

Markus 16:15-18, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan ta-ngannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

C1. Siapakah aku?

Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Perintah Agung diberikan oleh-Nya bagi seluruh umat-Nya, menjadi tugas orang percaya. Me-ngapa kita mendapat perintah Agung untuk memberitakan Injil? Karena …

Kita buatan Allah
Diciptakan di dalam Yesus

Jadi ada alasan yang jelas ketika Tuhan menciptakan kita. Dengan maksud dan tujuan yang jelas, melakukan pekerjaan yang baik yang telah dipersiapkan-Nya.

Manusia buatan Allah -yang pertama telah rusak oleh dosa- sehingga perlu dibaharui di dalam Yesus (Roma 3:23), Bermula dari pilihan Adam yang salah yang diseret oleh keinginannya, me-nyebabkan manusia terusir dari Eden. Hati-hati dengan keinginan kita, jangan sampai terseret di dalamnya yang pada akhirnya berujung pada maut (Yakobus 1:13-15).

Memang semua manusia pasti punya keinginan, tetapi hendaknya keinginan itu selaras dengan kehendak Allah. Jagalah hati dari segala yang patut dijaga dan dipelihara (Amsal 4:23), karena dari hati lah terpancar keinginan-keinginan yang sering dimanfaatkan oleh iblis untuk menjebak manusia. Untuk menjaga supaya hati kita tidak terseret oleh keinginan-keinginan yang membuahkan dosa, isilah selalu hati kita dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus.

Untuk apa?

Untuk perbuatan baik

Sejak semula Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang baik, namun karena tidak menjaga hati dari keinginan yang jahat maka manusia menjadi rusak.

Maka manusia diciptakan di dalam Yesus Kristus –lahir baru- di baharui hidupnya. Istilahnya diciptakan kembali, untuk melakukan hal-hal yang baik yang dipersiapkan Tuhan terdahulu. 

C2. Ingat

Kejadian 1:27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Kejadian 2:15, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Manusia yang dijadikan oleh Allah diberi tanggung jawab untuk …

Mengelola milik-Nya

Bukan untuk memilikinya. Kelak tanggung jawab yang di berikan itu akan dimintai pertanggung jawaban kembali, sudahkah dikerjakan dengan semestinya.

C3. Apa itu perbuatan baik?

Markus 16:15, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Markus 16:17-18, “Tanda-tanda ini akan me-nyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Kita diciptakan untuk melakukan perbuatan baik, yang dimaksud adalah …

Beritakan kabar baik

Banyak cara untuk memberitakan Injil, kabar baik itu, tidak hanya dalam bentuk khotbah tetapi juga dalam bentuk penginjilan pribadi melalui kehidupan sehari-hari (Ibrani 12:1-2). Dimulai dari dalam lingkup keluarga dan berkembang ke lingkungan sekitarnya. Sesungguhnya kita sendiri adalah Injil yang terbuka, dibaca dan dilihat oleh orang lain.

Penugasan untuk memberitakan kabar baik itu, akan disertai :

Tanda-tanda ajaib

Orang percaya punya kuasa di dalam nama-Nya. Akan memberikan kekuatan untuk melangkah dengan pasti dalam berkarya. Di dalam Dia, ada kuasa untuk mengerjakan perkara adikodrati dalam menjalankan Amanat Agung. Kuasa yang dahyat dan berdampak nyata, semua dapat dilakukan untuk kemuliaan nama-Nya.

C4. Penutup

I Korintus 6:20, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kalau hidup kita sudah menjadi milik Tuhan, berarti kita sudah tidak punya hak atas diri kita sendiri. Tuhan yang menjadi Tuan atas kita, dan Ia mau kita melakukan perbuatan baik, seperti rancangan yang telah Ia rancangkan sejak semula. Ia menjadi Allah bagi kita, dan kita menjadi umat-Nya. Hidup yang telah ditebus oleh-Nya kini, telah menjadi milik-Nya, maka :

Muliakan Dia

lewat kehidupanmu!

(Mc-Sr)

29 November 2009

WSB # 1032, 29 November 2009

Oleh bambang | Dalam WSB | Tag

“Tahun Kebijakan Tuhan”

Edisi No. 1032
Tahun XVIII
Minggu, 29 November 2009

28 November 2009

Bekas orang Jahat ( it was bad people )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

SABTU, 28 NOPEMBER 2009

 KISAH RASUL 9:19-31

“Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan” (ayat 28). Sangat drastis perubahan yang terjadi dalam diri Saulus, dia yang du-lunya bersemangat untuk mendatangkan kehancuran, telah menjadi orang yang giat untuk turut mem-bangun. Hal itu membingungkan orang percaya bahkan murid-murid ketika Saulus berusaha untuk menggabungkan diri dengan mereka di Yerusalem. Bahkan mereka masih takut dengan kehadiran Saulus. Saulus yang telah berbalik menjadi pemberita kebenaran yang berani membuat orang-orang Yahudi yang di Damsyik berusaha membunuh dia, tapi Allah melalui murid-murid Saulus menyelamat-kannya. Sesuai dengan apa yang Allah telah nyatakan bahwa Saulus akan mengalami banyak penderi-taan, terjadilah demikian, di Yerusalempun orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani berusaha membunuh dia, akan tetapi jemaat membawa dia ke Kaisarea dan terus ke Tarsus. Memang tidak mu-dah untuk bisa menerima seorang dengan latar belakang yang kurang baik, ada rasa takut dan kehati-hatian, hal itu lumrah terjadi. Namun kita juga harus bisa memilah dengan bijaksana keadaan dan latar belakang serta kehidupan seorang yang baru. Kita tidak bisa menganggap seorang sekali jahat tetap jahat, kita juga harus bisa melihat buah pertobatan yang ditunjukkan oleh seorang yang dikatakan bekas orang jahat. Karena adalah lebih baik menyandang predikat sebagai bekas orang jahat daripada bekas orang baik. Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia pada waktu ia jatuh dalam pelang-garan, dan kejahatan orang jahat tidak membuat dia tersandung pada waktu ia bertobat dari keja-hatannya (Yehezkiel 33:12). TERIMALAH SATU AKAN YANG LAIN SEPERTI KRISTUS MENERIMA KITA

SATURDAY, 28 NOVEMBER 2009 
 Acts 9:19-31
“And Saul stayed with them in Jerusalem, and with the courage to teach in the name of the Lord “(verse 28). Very drastic changes that occur in Saul, he was formerly eager to bring destruction, has become a keen to take part in building. It was confusing people believe students even when Saul tried to
joined them in Jerusalem. Even they were frightened by the presence  Saul. Saul, who has turned into preachers of truth that dare to make the people Jews in Damascus tried to kill him, but God through the disciples of Saul rescue. In accordance with what God has stated that Saul will experience much suffering, Thus there was, in Jerusalem the Jews who spoke Greek to kill him, but the congregation brought him to Caesarea and continued to Tarsus. It is not easy in order to receive a background that is not good, there is fear and concern to the liver, it was common place. But we also must be able to sort out the situation wisely and background  rear and a new life. We can not think of a very bad stay evil, we must also see the fruit of repentance is shown by a saying former bad guys. Because it is better to assume the predicate as a former bad guy instead former good people. Righteousness of the righteous are not saved him at the time he fell in the breach,
wicked and evil people do not make him stumble when he repented of his crimes
(Ezekiel 33:12). ACCEPT THE OTHER ONE AS CHRIST WILL RECEIVE US

27 November 2009

Alat Pilihan-Nya ( His Choice )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

create ting!JUM’AT, 27 NOPEMBER 2009

KISAH RASUL 9:1-19

“Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberi-takan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel” (ayat 15). Semakin berkobar semangat yang ada didalam hati Saulus untuk mengancam dan membunuh orang-orang per-caya. Tidak cukup hanya di Yerusalem, iapun minta surat kuasa dari Imam Besar untuk memburu orang-orang percaya yang telah melarikan diri ke Damsyik. Begitu bersemangat ia membela dan beru-saha menegakkan adat istiadat nenek moyangnya. Tapi Allah berkehendak lain, Ia memiliki rencana-Nya sendiri untuk Saulus. Ketika misinya hampir berhasil, Allah menyatakan diri-Nya secara pribadi kepada Saulus yang membawa dia kepada pertobatan. Allah hadir dalam cahaya dan suara yang nyata kepada Saulus, bahkan juga melalui penglihatan. Ya, Allah telah memilih Saulus untuk menjadi alat-Nya memberitakan nama-Nya diantara bangsa-bangsa. Pendirian dan semangatnya yang kuat meru-pakan senjata untuk membunuh orang percaya, dipakai Tuhan untuk memberitakan keselamatan yang daripada-Nya. Jangan terlalu cepat menilai apalagi menghakimi keadaan atau kehidupan orang lain yang menurut pemandangan kita tidak benar. Ingat, Allah berkuasa untuk mengubahkan pribadi seo-rang untuk dipakai sebagai alat-Nya seperti yang dialami oleh Saulus. Bukankah kita sendiri yang men-jadi malu bila orang yang kita anggap jahat ternyata dipakai Allah dengan luar biasa ? Sejahat apapun seorang jika ia mau bertobat dan mau menyucikan dirinya dari hal yang jahat, akan dipandang layak untuk dipakai oleh Tuhan menjadi alat-Nya (2 Timotius 2:22).

ADALAH ANUGERAH JIKA KITA DI-PAKAI-NYA.

FRIDAY, 27 NOVEMBER 2009
Acts 9:1-19

But the word of God to him:” Go, because this guy is a tool of choice for me to say my name to the Gentiles and kings and the people of Israel “(verse 15). The more there is the spirit that burned within the heart of Saul to threaten and kill people believe. Not enough just in Jerusalem, she began to ask for written authorization from the High Priest to go after the believers who had fled to Damascus. So excited he defended and tried to uphold the traditions of his ancestors. But God willed the other, he has his own plan to Saul. When the mission almost succeeded, God reveals himself personally to Saul, who brought him to repentance. God is present in the light and sound real to Saul, even through a vision. Yes, God has chosen Saul to be His instrument preach his name among the nations. Establishment and strong spirit is a weapon to kill people believe, used by God to preach salvation from Him. Do not be too quick to judge let alone a state judge or other person who lives according to our view is not correct. Remember, God is able to personally changing one to use as his instrument like that of Saul. Should not we be ashamed of himself if the people we consider evil was used of God to extraordinary? Any bad one if he would repent and want to cleanse themselves from evil, will be deemed worthy to be used by God to be His instruments (2 Timothy 2:22).
GRACE IS, IF WE ARE USE IN HIM

26 November 2009

Tawanan Roh ( In The Spirit Prisoner )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

Holy SpiritKAMIS, 26 NOPEMBER 2009

KISAH RASUL 8:26-40

“Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak meli-hatnya lagi. Ia meneruskan perjalananya dengan sukacita” (ayat 39). Pelayanan Filipus di Samaria mendatangkan sukacita yang besar dalam kota itu dan menghasilkan banyak orang percaya, dengan kata lain pelayanannya berhasil disana. Namun demikian Filipus tetap lebih mentaati suara Tuhan, sehingga ia berangkat keselatan sesuai dengan perintah yang ia terima. Allah telah menyiapkan se-buah pelayanan bagi Filipus, yakni seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan ratu negeri Etiopia yang sedang dalam perjalanan pulang kenegerinya setelah beribadah di Yerusalem. Filipus membimbing pembesar tersebut hingga dia mengerti kebenaran firman Tuhan yang sedang dibacanya dan iapun membuka hati untuk percaya kepada Yesus. Besar kepercayaannya atas kebena-ran yang telah ia terima sehingga ia tidak mensia-siakan kesempatan untuk dibaptis begitu melihat ada kesempatan yang baik. Akhirnya iapun melanjutkan perjalanannya dengan sukacita. Sementara Filipus kembali mengikuti pimpinan Roh berjalan melalui Asdod dan memberitakan Injil disemua kota sampai di kota Kaisarea. Hidup dalam kehendak Allah berarti lebih memilih melakukan apa yang Tuhan perin-tahkan daripada menuruti keinginan diri sendiri. Dan itu berarti roh kita harus lebih dahulu dibebaskan dari segala macam bentuk keterikatan. Sebab hal yang membuat kita seringkali tidak dapat melakukan apa yang dikehendaki Allah adalah roh kita yang masih terikat dengan suatu dosa. Jika kita membiar-kan diri dikalahkan oleh keinginan daging, maka kita akan menjadi hamba dosa, tawanan dosa, tapi jika kita oleh Roh mematikan perbuatan daging, kita akan menjadi tawanan Roh dan menjadi hidup (Roma 8:13).

SIAPA YANG KALAH ADALAH HAMBA DARI YANG MENGALAHKAN.

THURSDAY, 26 NOVEMBER 2009
Acts 8:26-40

“And after they get out of the water, the Spirit of the Lord caught up Philip and the eunuch saw him no more. He continued his journey with joy “(verse 39). Philip in Samaria service brings great joy in that city and made a lot of people believe, in other words, successful ministry there. However, Philip was still more to obey God’s voice, so he went to the south in accordance with the orders he received. God has prepared a service for Philip, that is, a eunuch, authorities and heads the Ethiopian state treasury the queen was on his way back to his country after the worship in Jerusalem. Philip led the authorities until he understood the truth of God’s word he was reading, and she began to open your heart to believe in Jesus. His great belief in the truth that he had received that he did not miss the chance to be baptized when he saw a good opportunity. Finally she began to continue on his way rejoicing. While Philip returned to follow the Spirit-led walk through Ashdod and preach the Gospel in every city to the city of Caesarea. Living in God’s will means more chose to do what God commanded than indulge yourself. And that means our spirit must first be freed from all kinds of bondage. Because things that make us often can not do what the will of God is the spirit we are still bound by a sin. If we let ourselves be defeated by the lust of the flesh, then we will be slaves of sin, a prisoner of sin, but if we turn off the deed by the Spirit of the flesh, we become prisoners of the Spirit and the life (Romans 8:13).
WHO IS LOSE IS A SERVANT OF THE DEFEATING.

25 November 2009

Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?

Oleh bambang | Dalam Artikel | Tag

burungAku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. “Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku. “Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan”.

“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.”

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.”

Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika orang tuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.”

“Jika engkau masih bisa mencintai … maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.”

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.”

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu .”

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.”

Sumber : http://www.kidung.com/artikel/mengapa_sulit_mengucap_syukur.htm

25 November 2009

Tetaplah Kerjakan ( Stay Done )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

air kehidupanRABU, 25 NOPEMBER 2009

KISAH RASUL 8:4-25

“Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan” (ayat 12). Sesuai dengan janji-Nya, demikianlah Allah didalam pribadi Roh Kudus bekerja dan menyertai hamba-hamba-Nya, seperti yang dialami oleh Filipus dalam pelayanannya di Samaria. Allah meneguhkan pemberitaan Filipus, salah seorang dari ketujuh orang yang terpilih untuk pelayanan meja dengan mujizat dan tanda-tanda sehingga mereka yang mendengarnya dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya. Bahkan seorang ahli sihir yang telah lama mentakjubkan rakyat Samaria, baik orang besar maupun orang kecil, berbalik dari jalannya dan menjadi percaya. Tapi kepercayaan si mantan ahli sihir itu harus diluruskan oleh karena hatinya masih terikat dengan dunia lamanya yang dikuasai oleh roh kepahitan. Pelayanan Filipus di Samaria dikuatkan dengan kehadiran rasul Petrus dan Yohanes yang oleh pelayanannya membuat mereka yang telah percaya menerima Roh Kudus. Sesuatu yang sepertinya buruk belum tentu demikian adanya, jika hal itu merupakan kehendak Allah, pasti pada akhirnya akan mendatangkan kebaikan. Yang penting adalah bagaimana kita menjalani suatu keadaan yang tidak kita harapkan itu dengan tetap hidup dan melakukan kehendak Allah. Dan jika itu terjadi, Allah berkuasa untuk meneguhkan pemakaian-Nya atas kita. Dan jika Allah sendiri ada dipihak kita, tidak ada satu kekuatan yang sanggup menghalangi kuasa-Nya bekerja didalam kita. Rancangan kita bukan lah rancangan Tuhan dan jalan Tuhan bukan lah jalan kita, yang penting hidup lah seturut dengan kehendak-Nya, maka apapun keadaannya Ia akan menjadi pembela kita (1 Tesalonika 2:12).

SIAPA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH PASTI HIDUP

WEDNESDAY, 25 NOVEMBER 2009
Acts 8:4-25

But now they believed Philip preaching the gospel of the kingdom of God and the name of Jesus Christ, and they gave were baptized, both men and women” (verse 12). In accordance with his promise, so the personal God of the Holy Spirit to work and servants accompanying him, as experienced by the ministry of Philip in Samaria. God confirmed the news of Philip, one of seven people chosen to service the table with miracles and signs that they are heard with a round to accept what he preached. Even a wizard who has been astonishing the people of Samaria, both the big and small people, turned from his path and be believed. But the former belief that sorcerers should be corrected by because his heart was still bound by old world ruled by the spirit of bitterness. Philip in Samaria services strengthened by the presence of the apostle Peter and John, who by his ministry to make those who believe receive the Holy Spirit. Something bad is not necessarily seem that way, if it is God’s will, must in the end will bring good. What is important is how we live a state that we do not expect it to stay alive and doing the will of God. And if that happens, God is able to confirm his use of us. And if God himself is our side, no one force that could hinder his power working in us. The design is the design we are not God and not God’s way is the way we are, what matters is living according to His will, whatever the circumstances he will be our advocate (1 Thessalonians 2:12).
WHO WILL MAKE SURE GOD LIVES

24 November 2009

Dibalik Penderitaan ( Behind Suffering )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

berdoaSELASA, 24 NOPEMBER 2009

KISAH RASUL 8:1-3

“Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua kec-uali rasul rasul, tersebar keseluruh daerah Yudea dan Samaria” (ayat 1). Dosa mendapat angin den-gan dibunuhnya Stefanus, maka kejahatanpun terus berkembang sehingga penganiayaan pun telah dialami juga oleh jemaat. Tampilnya Saulus dalam sejarah gereja dimulai dengan penganiayaan ini. Dengan penuh semangat Saulus memasuki rumah demi rumah untuk menangkap dan memenjarakan orang percaya, baik laki-laki maupun perempuan. Sebagai akibat dari penganiayaan hebat yang terjadi di Yerusalem, maka jemaatpun tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Ini sepertinya sesuatu yang menyesakkan dan kekalahan dunia penginjilan, tapi dibalik itu semua ada rencana Allah yang hebat. Bukankah semua bangsa harus dijadikan sebagai murid Yesus ? Dan itu dimulai dari Yerusalem, Yudea dan Samaria. Penganiayaan yang terjadi di Yerusalem dan membuat jemaat menyebar ke Yu-dea dan Samaria memungkinkan penginjilan justru berkembang dengan lebih cepat. Jangan cepat menjadi pesimis ketika mengalami tantangan, bahkan ketika segala sesuatunya nampak suram dan tidak ada jalan. Selama kita hidup dalam kebenaran, pertolongan dan pembelaan pada Allah akhirnya pasti dinyatakan. Rencana Allah dalam hidup kita pasti digenapi-Nya sekalipun kadang harus melalui penderitaan. Jadi dibalik setiap penderitaan yang seijin Tuhan, ada rencana-Nya yang indah. Jangan takut, Allah turut bekerja didalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28).

DIBALIK BADAI COBAAN ADA KEBAIKAN DAN KASIH-NYA.

TUESDAY, 24 NOVEMBER 2009
Acts 8:1-3

At that time a great persecution began against the church in Jerusalem. They all but messengers, scattered throughout the land of Judea and Samaria “(verse 1). Sin had the wind with the murdered Stephen, the crime continues to grow, so too have experienced persecution by the church as well. Saul appearance in church history began with this persecution. Saul eagerly entered the house by house to arrest and imprison the believer, whether male or female. As a result of the great persecution that occurred in Jerusalem, the church spread throughout Judea and Samaria region. This seems something oppressive and defeat world evangelism, but behind it all there is God’s great plan. Are not all nations should serve as a disciple of Jesus? And it started from Jerusalem, Judea and Samaria. Persecution is happening in Jerusalem and make the congregation spread to Judea and Samaria allow evangelism thrive more quickly. Do not be quick to be pessimistic when under challenge, even when things look bleak and there is no way. As long as we live in truth, help and defense of God would finally revealed. The plan of God in our lives must be fulfilled despite his sometimes have to go through suffering. So behind all the suffering that God allowed, there is his plan beautifully. Do not be afraid, God works in all things for good for those who love Him (Romans 8:28).
BEHIND THE TRIALS STORM THERE KINDNESS AND LOVE HIM.