Get Adobe Flash player
8 November 2009

Akhir Yang Menyenangkan

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Khotbah Minggu | Tag

1029C10.  Kuasa pemulihan yang dahsyat

20. Kuasa penebusan yang ajaib

Rut 4:9-12 , “Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: “Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi; 10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi.” 11 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: “Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, 12keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!

Sejalan dengan janji yang diucapkanb oleh Boas kepada Rut, pada saat-Nya :

Boas menebus Rut

Boas menebus kekayaan Elimelekh (membeli tanah keluarga yang telah dijual Naomi) dan menikahi Rut menjadi istrinya, sehingga ia memelihara nama Elimelekh lewat keturunannya.

21. Perlu diketahui

Rut 4:1-6, “Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: “Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini.” Maka datanglah ia, lalu duduk. 2Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: “Duduklah kamu di sini.” Maka duduklah mereka. 3Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: “Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab. 4Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku.” Lalu berkatalah ia: “Aku akan menebusnya.” 5Tetapi kata Boas: “Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya.” 6Lalu berkatalah penebus itu: “Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya.” Bila Boas menggambarkan injil yang berhasil, maka penebus lainnya yang semestinya memiliki hak untuk menebus terlebih dahulu menjadi :

Penebus yang gagal

Penebus pertama adalah yang lebih punya hak untuk menebus keluarga Elimelekh (suku Yehuda), sesuai hukum yang berlaku di Israel pada jaman Torat perihal perkawinan (Ul. 25:5). Apabila seorang perempuan menjadi janda, apalagi belum punya anak, maka untuk menjaga kehormatan keluarga dan kelanjutan keturunannya haruslah saudara dari suaminya itu mengambil ia menjadi istrinya sebagai kewajiban (perkawinan ipar) dan bagian dari tanggung jawabnya. Jika tidak ada saudaranya, maka kerabat dekat keluarganya yang harus menebus perempuan janda itu. Demikian juga dalam hal tanah warisan , jika ada saudaranya yang jatuh/pailit maka keluarganya berkewajiban untuk menebus supaya warisan itu tidak jatuh ke suku lain.

Boas, sesuai Janjinya kepada Rut telah bertindak dengan menemui si penebus selain dirinya untuk membicarakan perihal tebusan terhadap harta pusaka Elimelekh dan Rut (janda Mahlon). Pada awalnya si penebus mau menebus tanah milik Elimelekh, tetapi setelah Boas meminta ia juga harus menebus Rut untuk dijadikan istri supaya menghasilkan keturunan bagi keluarga Elimelekh, spontan penebus itu menolak karena akan merusak warisannya. Penebus itu gagal karena faktor Rut yang bukan orang Israel.

Rut bukan orang Israel, ia orang Moab yang adalah bangsa kafir. Siapakah sesungguhnya bangsa Moab itu? Bangsa Moab (dan bangsa Amon) tidak lain adalah keturunan Lot, buah dari perbuatan dosa kedua putri Lot yang berzinah dengan Lot, ayahnya, saat Lot mabuk (Kej. 19:36-38).

Tragedi yang memalukan itu terjadi setelah mereka keluar dari Sodom dan Gomora, yang dihancurkan oleh Tuhan karena kejahatannya yang sudah sangat luar biasa. Kebejatan moral (perbuatan-perbuatan najis) yang dilakukan penduduk kedua kota ini digambarkan paralel dengan hubungan seks/intim yang tidak sehat, yang menyimpang seperti laki dengan laki (homoseks) atau biseks yang sedang berkembang pesat di akhir jaman ini (Rm. 1). Padahal jelas Alkitab menuliskan bahwa Allah menjadikan manusia laki-laki dan perempuan (bukan laki-laki dengan laki-laki, atau perempuan dengan perempuan), diberkati/dinikahkan, kemudian berkembangbiak dan bertambah-tambahlah memenuhi bumi (Kej. 1:27-28)

Kembali pada peristiwa Sodom dan Gomora, walaupun Lot sedih oleh perbuatan-perbuatan dursila yang didengar dan dilihatnya, Lot mendiamkannya saja dan bahkan juga membiarkan kedua putrinya hidup dalam pergaulan yang akrab dengan orang-orang fasik itu.

Lot memiliki iman yang tidak sehat, tidak seperti Abraham (pamannya), lebih mengandalkan pikiran dan pandangannya sendiri. Lot tidak bisa menjadi terang dan garam di tengah-tengah kota Sodom dan Gomora, bahkan ia pun tidak bisa melindungi keluarganya dari lingkungan yang tidak beriman dan pengaruh jahat. Lot merupakan contoh tipe pemimpin yang gagal memimpin keluarga dalam kebenaran, ia kehilangan keluarganya (istrinya mati — menjadi tiang garam) dan keturunannya (Moab & Amon) menjadi orang kafir.

Penolakan bangsa Moab (dan Amon) sebagai bagian dari jemaah Tuhan, menjadi orang kafir, adalah di samping karena mereka lahir dari hasil perbuatan dosa, juga karena mereka tidak mendukung keluarnya Israel dari Mesir (Ul. 23:3).

22. Apa artinya?

A. Penebus yang gagal : gambaran Torat

Khusus untuk Israel

Rut hadir dari keadaan seperti itu sehingga penebus pertama mewakili Torat. Pada era Perjanjian Lama dengan nuansa Torat dan segala imamatnya itu, tidak bisa menerimanya karena memang orang non Yahudi tidak punya hak.

Torat tidak mampu untuk menerima Rut, karena memang tidak ada ketentuan yang mendukungnya. Di dalam Torat, non Yahudi tidak punya hak. Waktu tanpa Kristus, kita pun yang secara jasmani memang bukan non Yahudi (orang kafir) juga tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan, dan tanpa Allah.

Bangsa Israel diberikan hukum khusus, makanannya saja tidak boleh yang haram. Tapi faktanya mereka gagal menjalankan Torat, Maleakhi menuliskan bangsa ini tinggalkan Tuhan (Mal. 3:7) hatinya menjauh dari Tuhan.

Dari sini kita kenal, Penebus yang kedua (Boas) menjadi gambaran Kristus yang menebus siapa saja untuk menjadi milik-Nya.

B. Boas adalah gambaran Yesus Kristus

Efesus 2:11-13 , “Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus .

Boas, yang artinya ’kekuatan’, menjadi lambang Perjanjian Lama dari Yesus Kristus yang menebus orang percaya dengan darah-Nya sendiri sehingga dengan demikian memelihara hidup dan nama mereka dari kebinasaan dalam dosa. Ia juga memasukkan orang-orang tebusannya dalam warisan kekal-Nya (Yerusalem Baru — langit baru & bumi baru).

Seperti Rut, bagi kita yang non yahudi, Kita dulu tidak termasuk bangsa Yahudi atau bangsa pilihan Allah, tidak berhak mengenal Firman. Sama artinya kita dulu :

Tanpa pengharapan

Tanpa Allah di dalam Dia. Tetapi sekarang dengan adanya Kristus yang kita percayai dan telah menebus umat manusia, di dalam Kristus, menjadi dekat.

Darah Kristus telah menyatukan bangsa-bangsa di dalam Dia. Baik bangsa itu Yahudi ataukah non Yahudi.

Ingat

Efesus 2:14-19 , “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah

Injil, kabar baik ini telah merobohkan tembok pemisah antara orang Yahudi dan non Yahudi, termasuk bangsa Moab dan Amon. Asal percaya kepada Dia yang telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yesus Kristus), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa (Yoh. 3:16).

Melalui Kristus telah memberikan jalan pendamaian dengan Bapa. Punya hak yang sama untuk menerima yang baik dari Bapa. Bukan lagi orang asing, namun menjadi :

Kawan sewarga dari orang-orang kudus

Menjadi satu warga negara rohani dengan Kristus sebagai Kepala, Ia telah mempersatukan semua orang dari latar belakang bangsa apapun. Menyatukan kita sekalian tanpa ada pemisah, punya juruselamat yang sama untuk membawa pada kebahagiaan. Meski setiap orang merayakan imannya dengan beragam cara yang berbeda, termasuk  tata cara ibadah –liturgi- boleh berbeda tapi hal itu tidak menjadikan alasan untuk tidak bersekutu di dalam Dia, sebab semua yang kita lakukan mengarah pada hal yang sama, untuk memuliakan-Nya.

23. Kekuatan penebusan-Nya

Yohanes 3:16 , “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 10:27-29 , “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, 28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. 29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Ibrani 9:13-14 , “Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Bahkan kini kita beroleh hak untuk menyebut-Nya Bapa dan menantikan hal-hal yang baik dari-Nya. Kalau darah domba saja mampu menolong bangsa Israel, lolos dari maut keluar dari Mesir, terlebih lagi betapa istimewanya kekuatan darah Yesus, darah yang tidak bercacat cela itu.

Kalau kita sudah menerima Dia, betapa dahsyatnya Injil dengan Yesus sebagai ujung tombaknya yang telah mampu memungkinkan menerima kita yang sudah rusak ini. Patutlah kita bersyukur atas kemurahan Tuhan yang luar biasa, kalau hidup kita yang rusak, tidak ada harapan, dan diperbudak dosa yang membuat kita semakin jauh dari hadirat Tuhan ini telah ada yang menebusnya sehingga keselamatan terbuka bagi kita di dalam Yesus Kristus.

Keselamatan atau Penebusan itu bukan bersifat sementara, yang akan diulang setahun sekali. Namun sekali untuk selamanya, membawa hingga :

Kekal

Yesus telah menjadi PENGANTARA dari perjanjian yang baru, perjanjian yang lebih mulia (Ibr. 8:6-7). Perjanjian pertama (ditulis pada 2 loh batu) ada cacatnya, karena hanya berlaku bagi bangsa Yahudi sehingga Allah menurunkan perjanjian kedua (ditulis pada loh hati manusia) yang jauh lebih baik (berlaku bagi semua bangsa) dan bahkan sempurna yaitu INJIL.

Memang sesuatu yang baru perlu waktu untuk diterima, karena paradigma (pola pikir) manusia sulit menerima hal ini. Kalau sampai kini sebagian besar orang Yahudi menolak Mesias, tidak dapat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan berbagai alasan/argumentasi, itu tidak lain karena mereka lebih menerima segala sesuatu yang sesuai dengan pola pikirnya sendiri (paradigma lama) dan itu menghambat karya Tuhan bekerja. Ada selubung yang masih menyelubungi mereka sehingga pikiran mereka menjadi tumpul, hanya jika mereka bertobat maka selubung itu disingkapkan (2 Kor. 3:12-16).

Kecuali

Ibrani 6:4-8 , “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. 7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; 8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

Ibrani 10:26-29 , “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. 27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka . 28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. 29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

Keselamatan itu kekal, tidak akan hilang oleh kekuatan apapun kecuali bila dengan sadar seseorang melepaskan keselamatannya sendiri.

24. Penutup

Rut 4:13-15 , “Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. 14 Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. 15 Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.

Kesetiaan dan iman Rut kepada Allah Israel membuahkan hasil. Rut diberkati, ia melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Obed. Kelak Obed akan menikah dan melahirkan Isai, bapa dari raja Daud. Dari kehidupan yang tanpa harapan, lewat penebusan, lalu menjadi :

Akhir yang menyenangkan

Nama Rut muncul di Perjanjian Baru (Mat. 1:5). Dalam silsilah Yesus, keturunan Rut ternyata mengikuti benang merah yang ada pada Rahab dan sampai kepada Yesus Kristus. Siapa menduga seorang perempuan kafir yang hidupnya seperti itu dan tidak berpengharapan, lewat Injil dapat ditarik dalam lingkungan keselamatan dan bahkan kebahagiaan. Rut menjadi buyut raja Israel , Daud. Namanya tercatat dan masuk dalam daftar keturunan Daud dan Yesus (Penebus Agung). Ketika umat-Nya menyadari bahwa Ia punya rencana, dan percaya kebijakan-Nya maka ia akan menerima akhir yang bahagia. (Mc/Sr)

C10. Tremendous power of recovery

2.0. Redemptive power of magic

Ruth 4:9-12 And Boaz said unto the Elders, and unto all the people, Ye are witnesses this day, that I have bought all that was Elimelech’s, and all that was Chilion’s and Mahlon’s, of the hand of Naomi.
4:10 Moreover Ruth the Moabitess, the wife of Mahlon, have I purchased to be my wife, to raise up the name of the dead upon his inheritance, that the name of the dead be not cut off from among his brethren, and from the gate of his place: ye are witnesses this day.
4:11 And all the people that were in the gate, and the Elders, said, We are witnesses. The LORD make the woman that is come into thine house like Rachel and like Leah, which two did build the house of Israel: and do thou worthily in Ephratah, and be famous in Bethlehem:
4:12 And let thy house be like the house of Pharez, whom Tamar bare unto Judah, of the seed which the LORD shall give thee of this young woman.

In line with the promise spoken by Boaz to Ruth, at the time:

Boaz redeemed Ruth

Boaz redeem Elimelech wealth (buying land that the family has sold Naomi) and married Ruth became his wife, so he kept the name of Elimelech through offspring.

2.1. Please note

Ruth 4:1-6, “Boaz had gone to the gate and sat there. Redeemer is passing by Boaz mentioned it. Then Boaz said: “Hey brother, first came here, sit here.” So he came and sat down. 2 Then was ten people chosen from the elders of the city, and said: “Sit ye down here.” And they sat down. 3 And he said unto the kinsman, “The land belongs to our brother’s about to be sold by Elimelech Naomi, who had returned from the country of Moab. 4 So I thought: good thing that I give as follows: Purchase of land in front of people who sit here and before the elders of our nation. If thou wilt redeem it, tebuslah; but if thou wilt not redeem it, tell me, so I know, because no one who can redeem it except you, and I am after thee. “And he said:” I’ll make it up. “5 But Boas said: “By the time you bought the land from the hand of Naomi, you acquire Ruth, too, the women of Moab, the wife of the dead, to establish the person’s name upon his inheritance.” 6 Then the redeemer said that: “If so, I was not able to redeem it, because I will destroy his own property inheritance. I hope you make up for what I should be redeemed, because I can not redeem. “When Boaz describes a successful redeemer, the other rescuer should have the right to redeem the first to:

Redeemer failed

First redeemer is the more have the right to redeem Elimelech’s family (tribe of Judah), according to the law in Israel at the time of Torat about marriage (Deuteronomy 25:5). If a woman becomes a widow, let alone not have kids, then to maintain the family honor and his descendants continued to be the brother of her husband was picked to be his wife as a liability (marriage laws) and part of its responsibilities. If no brother, then close family relatives who have to pay the widow woman. Similarly, in terms of land inheritance, if there are brothers who fall / bankruptcy is obligated to redeem the family heritage so that it does not fall into another tribe.

Boaz, according to Ruth promise has acted in addition to meet the redeemer himself to talking about the ransom of inheritance Elimelech and Ruth (the widow of Mahlon). At the beginning of the redeemer to redeem Elimelech’s land, but after he asks Boaz to redeem Ruth to be his wife to produce offspring for the family Elimelech, spontaneous kinsman, refused because it would destroy his legacy. Redeemer had failed because of factors that Ruth was not an Israelite.

Ruth was not an Israelite, he was a Moabite who are Gentiles. Who was the real nation of Moab? Nation of Moab (and the nation of Ammon) was none other than the descendants of Lot, the fruit of sin Lot’s two daughters who committed adultery with Lot, his father, when drunk Lot (Genesis 19:36-38).
A shameful tragedy that happened after they came out of Sodom and Gomorrah, which was destroyed by God for a crime that was very unusual. Moral turpitude (unclean deeds) which conducted a second population of this town is described in parallel with sexual / intimate unhealthy, distorted as men with men (homosexuals) or biseks emerging at the end of this age (Rom. 1). Yet the Bible clearly written that God made man male and female (not male with male, or female to female), who is blessed / wed, and then the wedding, multiply and grow, increase the fill the earth (Gen. 1 :27-28)
Back to the events of Sodom and Gomorrah, Lot though saddened by the acts of dursila heard and seen, just hush Lot and even let his two daughters who live in close association with wicked men’s.
Lot has a faith that is not healthy, not like Abraham (his uncle), and rely more on his own thoughts. Lot can not be light and salt in the middle of the city of Sodom and Gomorrah, even he could not protect his family from the neighborhood who did not believe and evil influences. Lot is an example of the type of leader who failed to lead the family in the truth, he lost his family (his wife died – a pillar of salt) and his descendants (Moab & Ammon) became infidel.
Rejection of the Moab (and Ammon) as part of the congregation of God, a Gentile, was the next because they were born from the results of sin, because they do not support Israel out of Egypt (Deuteronomy 23:3).

2.2. What does it mean?

A. Redeemer who fail: An Torah

Especially for Israel

Ruth comes from such circumstances that the law represents the first redeemer. In the era of the Old Testament with the nuances of the Torah and all the priesthood that could not accept it because it was Ruth as the Gentiles do not have rights.
Torah was not able to accept Ruth, because there are no provisions to support it. In the Torah, Gentiles do not have rights. Time without Christ, we who are not physically Jews (Gentiles) also did not inherit the provisions promised, without hope and without God.
Nation of Israel was given a special law, the food should not be unlawful. But the fact is they failed to carry the Torah, Malachi wrote this nation to leave the Lord (Malachi 3:7) his heart away from God.
From this we know, the Redeemer of the second (Boaz) into the image of Christ who redeemed anyone to be his own.

B. Boaz is a picture of Jesus Christ

Ephesians 2:11-13, “Therefore remember that once you – as people are not Jewish according to the flesh, called people by their uncircumcised calling itself the” circumcision “, ie the outward circumcision done by human hands, – 12 that the time you are without Christ, not including the Israeli citizenship and will not inherit the provisions promised, without hope and without God in the world. 13 But now in Christ Jesus you who once were far away have been brought near through the blood of Christ. ”
Boaz, which means ‘power’, became a symbol of Jesus Christ who redeemed the believer with His own blood and thus preserve their life and name of destruction of sin. He also put the people in the ransom of His eternal inheritance (the New Jerusalem – the new heaven & new earth).
Like Ruth, for those of us non-Jews, we had not included the Jewish nation or the chosen people of God, is not entitled to know the Word. Same means we used to:

Without hope

Without God in him. But now with the existence of Christ which we believe and has redeemed mankind, we are in Christ, to be close.
Blood of Christ was to unite the nations in His Self. Both were Jews or Gentiles.

Remember

Ephesians 2:14-19, “For He is our peace, who had brought the two sides and that has knocked down the barriers, namely hatred, with 15 for his death as a man he had to cancel the law with all orders and conditions, to create the two into one new man in himself, and with it a peace 16dan to reconcile the two, in one body, with God by the cross, to eliminate strife at the cross. 17 He came and preached peace to you who were far away and peace to those who are “close”, 18 because of him, we both parties gain in one Spirit to the Father’s entrance. 19 So then you are no longer strangers and aliens, but you are fellow citizens of the saints and members of the family of God ”
Gospel, this good news has to tear down the barriers between Jews and non-Jews, including the Moabites and Ammonites. Origin believes in Him who gave His Son only begotten (Jesus Christ), that whosoever believeth in him should not perish (John 3:16) but have everlasting life.
Through Christ has provided a way of reconciliation with the Father. Have the same rights to receive good things from the Father. Are no longer strangers, but becomes:

You are fellow citizens of the saints

Becoming a citizen of the spiritual with Christ as Head, He has to unite all people of any nation background. Unites us all without a separator, have the same Savior to lead to happiness. Although each person celebrating his faith with a variety of different ways, including ways of worship “liturgy” may be different but that did not make an excuse to not fellowship in him, because everything we do leads to the same thing, to glorify Him .

2.3. His power of redemption

John 3:16, “For God so loved the world, that He gave His Son only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish but have eternal life.”
John 10:27-29, “My sheep hear my voice Me and I know them and they follow me, and I give 28 eternal life to them and they shall never perish forever and one will not snatch them out of my hand. 29 My Father, who gave them to me, more than anyone, and one can not seize them from the hand of the Father. ”
Hebrews 9:13-14, “For if the blood of goats and bulls blood and sprinkle the ashes of young cattle of unclean sanctify them so that they are outwardly purified, 14 how much more shall the blood of Christ, who through the eternal Spirit offered himself had his himself to God as without blemish, will purify our consciences from acts that lead to waste, so that we can worship the living God. ”
Even now we gain the right to call Him Father, and looking forward to good things from him. If the blood of sheep could only help the people of Israel, escaped death out of Egypt, all the more how special power of Jesus blood, blood that was blamed blameless.

If we have received Him, how powerful the gospel of Jesus as the tip of the spear which has been able to allow us to accept this broken. We must be grateful for the generosity of God’s incredible, if our lives are broken, no hope, and enslaved by sin that makes us more distant from the presence of God is already there that make it so open to our salvation in Jesus Christ the Lord.
Salvation or Redemption is not temporary, which will be repeated once a year. But once and for all, bring up:

Eternal

Jesus has become the mediator of the new covenant, agreement is more honorable (Hebrews 8:6-7). The first covenant (written on stone tablets 2) is flawed, because it applies only to the Jews, so Allah revealed the second agreement (written on human hearts loh) is much better (true for all nations) and even that is perfect GOSPEL.

It’s something new takes time to be accepted, because the paradigm (thinking) man hard to accept this. If until now most of the Jews rejected the Messiah, can not accept Jesus as Lord and Savior with a variety of reasons / arguments, it is not because they are more accepting of everything that according to his own mindset (the old paradigm) and that inhibit the work of God’s work. There is still shrouded veil of them so that their minds become dull, only if they repent, then the veil would be revealed (2 Cor. 3:12-16), because only Christ alone is able to reveal the secret of the Word.

Unless

Hebrews 6:4-8, “For those who have illuminated his heart, who never tasted the heavenly gift, and who had a share in the Holy Spirit, 5 and have tasted the good word of God and the gifts of the world to come, 6 but lapsed again, can not be renewed once again so, until they repent, since they crucify again the Son of God for themselves and insulted him in public. 7 For ground water to suck a lot of rain down to it, and that produces vegetation useful to those who do, receive a blessing from God; 8 but if the land is producing thorns and thistles, it is not useful and is near the curse, which ended with the burning. ”

Hebrews 10:26-29, “For if we sin willfully after receiving the knowledge of the truth, there no longer remains a sacrifice for sins. 27 But there is a terrible death will be judgments and tremendous fire that will scorch all the ungodly. 28 If there are people who reject the law of Moses, he was sentenced to death without mercy at the testimony of two or three witnesses. 29 How much worse punishment to be imposed on him, who trample the Son of God, considers unclean the blood of the holy covenant, and who insults the Spirit of grace? ”
Salvation is eternal, not be lost by any force except when a person knowingly releasing his own safety.

2.4. Closing

Ruth 4:13-15, “So Boaz took Ruth and she became his wife and he was approached. So the Lord for the gift pregnant woman, and gave birth to a son. Therefore 14 women said to Naomi: “Blessed be the Lord, who has been willing to help you on this day with a kinsman. Was presumably famous boy’s name in Israel. 15 And he that will refresh your soul and keep you on time has white hair; cause-law who loves you had borne, a woman who is more to you than seven sons. ”
Ruth’s loyalty and faith to the God of Israel to fruition. Ruth was blessed, she gave birth to a son named Obed. Obed later married and gave birth to Jesse, the father of King David. Of life without hope, through redemption, then becomes:

End fun

Ruth’s name appeared in the New Testament (Matthew 1:5). In the genealogy of Jesus, descendant of Ruth was to follow the red thread on Rahab and came to Jesus Christ. Who thought a pagan woman whose life is like that and not hopeless, can be drawn through the gospel of salvation in the environment and even happiness. Ruth became great king of Israel, David. His name is recorded and entered in the list of David and Jesus (Great Redeemer). When his people realized that he had a plan, and believe his policies he will receive a happy ending. (Mc / Sr)