Get Adobe Flash player
15 November 2009

Jangan Berhenti Berdoa

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Khotbah Minggu |

berdoa02C11.  Kuasa doa

1. Keadaan Hana

1 Samuel 1:1-5 , “Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim. 2 Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak . 3 Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas. 4 Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian. 5 Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.

Pada kelanjutan sejarah yang dicatat dalam hidup umat Israel, dituliskan adanya keluarga Efraim –keturunan Yusuf- yang beroleh kebijakan Tuhan. Kepala Keluarga itu adalah Elkana dari Ramataim-Zofim, sebuah daerah di pegunungan Efraim. Ia memiliki istri bernama Hana dan Penina.

Hana belum mempunyai anak, setelah sekian lama menjadi istri pertama dari suaminya, Elkana. Setiap tahun, bersama suami dan madunya mereka selalu pergi beribadah kepada Tuhan.

Dalam keadaannya Hana selalu berusaha tabah dan sabar. Sehabis mempersembahkan korban, ada bagian yang dibagi oleh Elkana sebagai kepala keluarga kepada segenap anggota keluarga, dan kepada Hana bagiannya tetap satu bagian karena :

Tuhan telah menutup kandungannya

Penina istri Elkana yang satunya, beroleh bagian bagi dia dan bagi anak-anak yang dilahirkannya. Hana merasakan suasana yang tidak mengenakkan, namun ia tetap setia datang ke rumah Tuhan bersama suami dan madunya, kesetiaan itu tetap ia jalani meski pada setiap kesempatan itu ia disakiti hatinya oleh madunya, ia dihina dan disiksa bathinnya (Jw: diserikaké lan dipoyoki), diprovokasi supaya bersedih (Ibr. כַּעַס ka`ac /kaw-as’ dan  רָעַם ra`am /raw-am’), karena ia tidak punya anak.

2. Usaha Hana

1 Samuel 1:9-11 , “Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN, 10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. 11Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.

Hingga suatu saat, ketika mereka kembali beribadah di rumah Tuhan di Silo, KEPEDIHAN HATI HANA DIBAWA KEPADA TUHAN, karena ia yakin Allah yang ia sembah adalah Allah yang hidup yang sanggup menolongnya.Ia lalu :

Berdoa dan bernazar

Apa yang ada di dalam hatinya ia ungkapkan kepada Tuhan, dalam kesedihannya ia bernazar dengan sepenuh hati kepada-Nya. Hana mohon kepada Tuhan untuk diberi anak, tapi anak itu kelak akan ia serahkan untuk melayani Tuhan sepenuh waktu. Hana menyerahkan yang terbaik bagi Tuhan, meski ia sendiri sangat merindukannya. Nampak bahwa berbakti pada Tuhan dan menyelaraskan hidup dalam kebijakan Tuhan akan membawa kebahagiaan baginya.

Setelah ia mengucapkan naazarnya, ia berdoa dengan khusyuk, tiada kata yang banyak terucap dari mulutnya selain tangisnya saja. Ayat selanjutnya dituliskan, demikian lama ia berdoa, berdiri dengan mulut mengucapkan permohonannya namun tanpa ada kata yang terucap, sehingga kejadian itu menarik perhatian imam Eli untuk mendekatinya.

Imam Eli mengira mengira Hana mabuk saat berdoa dan menangis kepada Tuhan. Wah, untungnya Hana tidak tersinggung, dan dengan sedihnya ia berkata bahwa ia sedang mencurahkan isi hatinya dihadapan Tuhan, sebab karena besarnya cemas dan sakit hati yang ia rasakan maka ia berbicara demikian lama

Di tengah masalahnya Hana bergumul dalam doa yang sungguh-sungguh, melalui teladan ini marilah kita belajar dari Hana, di tengah-tengah pergumulan kita, memilih berserah kepada Tuhan sebagai bagian dari hak kita untuk meminta (hukum ke-9 dari Perjanjian Baru). Jika belum diberi, carilah. Jika belum menemukan, ketoklah (Mat. 17:17).

3. Apa yang terjadi?

1 Samuel 1:20, “Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari pada TUHAN.

Bapa memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya (Yak. 1:7). Inilah yang kemudian Hana terima. Setelah sekian lama proses pergumulan dan keadaan yang harus dihadapi Hana, Tuhan menjawab doanya.

Setahun kemudian ia mengandung dan melahirkan seorang anak, anaknya laki-laki yang sangat berharga dalam pandangan sosial bangsa Yahudi. Pergumulan melalui doanya kepada Tuhan terjawab, Bapa yang Kekal telah mengabulkan permohonannya:

Samuel dilahirkan

Ingat

Yakobus 5:16, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Kuasa doa orang benar yang dinaikkan dengan sungguh-sungguh sangat besar kuasanya :

Doa orang benar…

Sangat besar kuasa-Nya, jawaban doa akan diterima jika kita sungguh-sungguh memintanya dengan hati tulus, tetapi ingat akui dulu dosa-dosanya Karena dosa yang telah memisahkan kita dari Tuhan, yang membuat doa-doa kita tidak didengar (Yes. 54)

Setiap orang punya tantangannya masing-masing, maka jangan mencari kelegaan dengan cara menurut pikiran diri sendiri, tetapi melalui tantangan yang dihadapi akan menjadi sarana untuk kita lari kepada-Nya.

Yakin bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan yang lebih dari masalah yang dihadapi, supaya kita sukses!! –cakap menanggung segala perkara- Bila kita menghadapi peperangan besar, yakin Ia mempersiapkan kemenangan yang lebih besar

4. Nazar dipenuhi !

1 Samuel 1:24-28, “Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia, dengan seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah TUHAN di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu. 25Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli; 26lalu kata perempuan itu: “Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN. 27Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. 28Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN.” Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.

1 Samuel 2:11, “Lalu pulanglah Elkana ke Rama tetapi anak itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan imam Eli.

Setelah kelahiran putranya, maka dalam usia yang belia –masih lucu-lucunya-, Hana mengantar putranya :

Samuel dihadapan Tuhan

Samuel diantar kepada Elia sesuai dengan Nazar Hana kepada Tuhan. Samuel yang masih belia pun taat kepada orang tuanya, ia taat kepada kebijakan Tuhan yang mulai dinyatakan kepada Samuel.

1 Samuel 2:1-10, “Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan –tersenyum- musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. 2Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. 3Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. 4Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. 5Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. 6TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. 7TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. 8Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. 9Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. 10Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya.

Hana bersyukur kepada Tuhan atas pemberian-Nya,

Hanna mengucapkan syukur kepada Tuhan

Hana tersenyum dan memuliakan Tuhan, ia memuji Allah yang Maha Tahu, bersama dengan membawa persembahan ke hadapan Tuhan.

Bersama dengan Elkana, suami yang selalu mendukungnya. Mereka datang ke Rumah Tuhan di Silo dengan membawa seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur. Ketiga hal itu memberikan arti bagi keluarga ini, sebagai persembahan syukur bagi-Nya. Pendamaian, kehidupan dan sukacita.

Bila merujuk aturan yang berlaku bagi umat Israel maka persembahannya bisa tiga, tergantung kondisi ekonomi yang bersangkutan. Persembahan itu berupa : anak lembu umur tiga tahun, anak domba atau anak burung merpati –tekukur-Ketiga jenis persembahan tersebut berlaku bagi umat Israel, ibadah bagi pengakuan keberadaan dan kemuliaan Tuhan.

Demikian pula orang percaya yang sudah beroleh anugrah keselamatan dari Kristus, ada panggilan dan tugas yang harus dijalankan. Dengan kepercayaan yang sudah diberikan oleh-Nya, termasuk talenta, kembalikanlah sebagai persembahkan bagi kemuliaan-Nya.

Semua yang kita miliki adalah milik-Nya, maka bila dipercayakan mengelola kepemilikan yang besar, maka kembalikanlah kepada-Nya sebesar milik-Nya itu. Sebagai pengelola, bila dapat dipercaya hal yang kecil, dapat dijalankan dengan baik maka akan diberikan hal yang lebih besar (Luk 9:9-10), hidup yang memberikan kesaksian yang benar bagi kemuliaan Tuhan.

5. Berkat Hana

1 Samuel 2:20-21, “Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: “TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN.” Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya. 21Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.

Tuhan tidak mau berhutang kepada umat-Nya, Ia berikan berkat yang lebih bagi keluarga Elkana dan Hana.

Atas kebijakan Tuhan yang dianugrahkan bagi keluarganya :

Ia punya anak lima

Kuasa-Nya dahyat ditunjukan kepada Hana, memberikan peneguhan kepada orang yang berharap dan setia kepada-Nya, sebaliknya yang merasa kuat akan tidak dapat mengucapkan kata-kata.

Hana bersyukur kepada Tuhan atas pemberian-Nya. Sangat masuk akal sekali kalau Hana secara manusia akan sangat menyayangi anak pertamanya, apalagi anak laki-laki pula (dari struktur suaminya semestinya Samuel menjadi anak laki-laki pertama dari istri pertama) yang berhak atas hak waris keluarga Elkana.

Namun Hana adalah wanita yang taat, ia siap menyerahkan buah hatinya kembali kepada Tuhan sesuai dengan nazarnya dahulu. Setelah mendapat anak, Hana menepati nazarnya. Ia menyerahkan anaknya, Samuel, kepada Tuhan untuk tinggal di rumah Tuhan, melayani Tuhan.

Hana bersikap bijak karena sadar bahwa semua hal yang ia terima adalah KEBIJAKAN TUHAN, kemegahan dan pemeliharaan yang inginkan pada buah hatinya Samuel ia serahkan kepada Tuhan secara lansung demi suatu rancangan besar. Hana telah mengorbankan kepentingan pribadinya, kepada sebuah kepentingan yang lebih besar dalam kehidupannya yaitu kepentingan pekerjaan Tuhan.

Di satu sisi ada pemeliharan yang berkelanjutan bagi orang yang menepati nazarnya dan disisi lain akan ada bencana jika kita mengingkari nazar begitu kita sudah beroleh berkat Tuhan.

6. Penutup

Pengkhotbah 5:1-6, “Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit. 2Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan. 3Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. 4Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. 5Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu? 6Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.

Orang yang tidak menepati nazarnya dikatakan BODOH, dan membawa kedalam DOSA. Akibat dari tidak menepati nazar akan mendatangkan murka Allah dan apa yang dikerjakan oleh manusia akan dihancurkan oleh Allah. Ketika Nazar telah diucapkan, maka janganlah tunda memenuhinya, sebab Tuhan akan menuntut nazar itu dan menjadi dosa bagi yang bernazar (Ul.  23:21). Apa yang telah diucapkan melalui bibir dengan sukarela haruslah dilakukan dengan setia, karena Allah itu sendiri setia (Ul. 23:23).

Bayarlah Nazarmu

Hana membayar nazarnya tanda setia yang diberikan bagiNya, sebab Allah sudah menunjukkan Kasih setia-Nya lebih dahulu.

Tuhan mengingatkan kepada umat-Nya, kepada yang berjanji dihadapan-Nya. Jangan menjadi orang bodoh yang akan ditinggalkan.

Ibrani 4:14-16, “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Dalam segala keadaan, baik senang maupun susah, menguntungkan atau tidak menguntungkan kita sekalian harus berpegang pada sabda-Nya, percaya Kebijakan Tuhan adalah yang terbaik.

Bila ada dalam masa penuh tantangan, carilah kemurahan-Nya, dan bila telah mendapat kemurahan-Nya, ucapkanlah syukur. Pada kedua hal itu mengajarkan kita untuk :

Jangan berhenti berdoa

Kekuatan doa itu luar biasa,…teruslah berdoa. Doa adalah sarana komunikasi antara umat-Nya dengan-Nya. Bila manusia modern saat ini saja menjadi tidak nyaman hati serta pikirannya bila handphonenya tertinggal, maka lebih lagi bagi orang percaya, ia semestinya akan merasa tidak nyaman pula bila tidak sempat berdoa. Menge-nal kuasa doa, akan mengenal Bapa! (Mc-Sr)

C11. The power of prayer

1.  Hana existance
1 Samuel 1:1-5, “There’s a man of Ramataim-Zofim, from the mountains of Ephraim, whose name was Elkanah son of Elihu Yeroham bin bin bin Zuf Tohu, a Ephraim. 2 This man has two wives: one named Hannah and the others named Penina; Penina have children, but Hannah did not. 3 people from year to year to leave his city to worship and sacrifice to the LORD of hosts in Shiloh. There is a priest of the LORD is the two sons of Eli, Hofni and Phinehas. 4 On the day Elkanah sacrifice, given to Penina, his wife, and to all her men and women of each part. 5 Although he loved Hannah, he gave to Hana is only one part, for the LORD had closed the womb. ”
In continuation of recorded history in the life of Israel, written a descendant of Joseph, Ephraim families who obtain God’s policy. The family head was Elkanah from Ramataim-Zofim, an area in the mountains of Ephraim. He has a wife named Hannah and Penina.
Hannah has not had children, after all this time became the first wife of her husband, Elkanah. Every year, along with their husbands and wives always go worship God.
In the case Hana always try to brave and patient. After the sacrifices, there are parts that are divided by Elkanah as head of the family to all family members, and to Hana part remains one of the following reasons:

God had closed the womb

Elkanah the Penina other wives, obtain parts for him and for children birth to. Hannah felt the atmosphere was not pleasant, but she remains faithful to come to the house of God with her husband and wives, the loyalty she’s still living though on each occasion that she was hurt by the young wife her husband, she was humiliated and tortured her inner (Jawa translation: diserikaké Ian dipoyoki), provoked so sad (Heb. כַּעַס ka `ac / kaw-as ‘and רָעַם ra` am / raw-am’), because she had no children.

2.  Hana’s Effort

1 Samuel 1:9-11, “On one occasion, after they had finished eating and drinking in Shiloh, Hannah stood, Eli the priest was sitting on a chair near the doorpost of the temple of the LORD, 10 and with sore heart she prayed to the Lord as he burst into tears uncontrollably. 11 Then she vow, and she said: “Lord Almighty, if you actually watched the passion of this your servant and remember me and do not forget your servant but give your servant a male child, then I will give him to the Lord for all his life and a razor will not touch his head. ”
Until one day, when they returned to worship at the house of the Lord at Shiloh, HANA BRINGING PAIN TO HEART LORD, because she believed she was God’s worship is the living God who could helping her. And then she acts:

Prayer and a vow

What was in her heart she had expressed to God, in her grief she vowed with all my heart to Him. Hannah asked the Lord to be a child, but the child she would later leave to serve the Lord full time. Hannah gave the best for the Lord, though she herself was missed. It appears that devoted to God and aligning policies to live within the Lord will bring happiness to him.
After vow she said, she prayed fervently, not many words spoken from the mouth than crying alone. The next paragraph is written, so long she prayed, stood with her mouth to say her request but no words were spoken, so that the incident caught the attention of Eli the priest to approach her.
Priest Eli thought Hannah was drunk when thinking prayed and cried to the Lord. Well, fortunately not hurt Hannah, and she said bitterly that she was pouring out her heart before God, because as much anxiety and pain that she felt she spoke for so long
Hana problem in the middle of wrestling in prayer really, through this example, let us learn from Hana, in the midst of our struggles, choose surrender to God as part of our rights to ask for (the law of 9 from the New Testament). If not given, look. If not found, knock (Matthew 17:17).

3. What happened?

1 Samuel 1:20, “Then a year later, Hannah conceived and gave birth to a son. She named him Samuel, for she said: “I have asked from the LORD.”
Father give the best for their children (James 1:7). This is then Hannah received. After a long process of struggle and the circumstances that must be met Hannah, God answered her prayer.
A year later she was pregnant and gave birth to a child, a boy who is very valuable in the social outlook of the Jewish people. Struggles through answered prayer to God, the Eternal Father has granted the petition:

Samuel born

Remember
James 5:16, “Therefore you must confess your sins to each other and pray for each other, so that you heal. The prayer of a righteous man prayed when a certain, very big power. ”
The power of prayer of the righteous are increased in a truly great power:

The prayer of the righteous …

Enormous power, the answer to prayer will be accepted if we are really asking with a pure heart, but remember the first claim of the sins we have done. Because our sin has separated us from God, who makes our prayers are not heard (Isaiah 54)
Everyone has their challenge, then do not seek relief in a way according to the thoughts themselves, but through the challenge will be the means for us to run to Him.
Convinced that God will give more help than the problem faced, so that we succeed!!
competent to take all cases when we have a big battle, confident he prepared a bigger victory

4. Vow filled!

1 Samuel 1:24-28, “When the woman to wean her child, she was brought an offering, with the bull that was three years old, one EFA jugful flour and wine, then give into the house of the LORD at Shiloh. At that time very young child was. 25 After they slaughtered the cow, they deliver the child to Eli; 26 and then she said: “Please talk to my lord, my lord for life, I am the woman who once stood here near my lord to pray to the Lord. 27 To get this child I prayed, and the Lord has given me, what I asked of him. 28 So I handed it to the LORD whatever life he would be to the Lord. “And there they fell down to worship the Lord.”
1 Samuel 2:11, “Then Elkanah went home to Rama, but the child becomes the servant of the LORD under Eli the priest. ”
After the birth of her son, then in a young age is still funny-funny-, Hannah took her son:

Samuel before the Lord

Samuel delivered to Elijah in accordance with Hana vow to God. Samuel was still young obedient to his parents, he was obedient to God who began a policy is revealed to Samuel.
1 Samuel 2:1-10, “Then pray Hannah, said:” My heart is glad in the LORD, horn be exalted by the Lord my strength; scoff-smiling mouth-my enemies, because I rejoice because of your help. 2 No one holy like the LORD, because no one else except you and there is no rock like our God. 3 Do not you always say arrogant, not insults out of your mouth. Because the Lord is the omniscient God, and by him actions are tested. An arc of the hero 4 has been broken, but those who stumbled, waist-belt with a force. 5 Who was fed first, is now renting itself for food, but people who are hungry before, now may rest. Even those who gave birth to seven children infertile, but the many children, became withered. 6 Lord Death and Life, was lowered into the realm of the dead and lifted from there. 7 The LORD makes poor and makes rich; He was humbled, and exalted, too. 8 He was upholding the contempt of the people in the dust, and lift the poor from the mud, to put him together with the nobles, and made him a seat of honor. For the LORD has a base earth and above it was put ashore. Step 9 feet of people who loved him, protected him, but the wicked will perish in the darkness of death, because not because of his own powers a person in power. 10 People who argue with the Lord will be destroyed; of them he thundered in the sky. LORD judge the earth to the ends; He gives strength to the king who appointed him and exalt the horn of the strength of his anointed. ” Hannah thanked God for His gifts,

Hanna giving thanks to God

Hannah smiled and glorify God, he praised Allah the Most Knowing, along with a gift to the presence of God.
Together with Elkanah, her husband who always supports it. They came to the temple at Shiloh with a bull that was three years old, one EFA jugful flour and wine. Thirdly it gives meaning to this family, as an offering of thanksgiving to Him. Atonement, life and joy.
When referring to rules that apply to the people of Israel will be offering three, depending on economic conditions in question. The gift was: calf aged three years, the lamb or kid dove, cuckoo, three types of these offerings apply to the people of Israel, worship for the recognition of the existence and glory of God.
Similarly, believers who already obtain the saving grace of Christ, there are calls and tasks to be performed. With confidence already given by him, including talent, offer to return as his glory.
Everything we have belongs to Him, then when entrusted to manage a large property, then return to Him for His own. As a manager, if reliable small things, can run well it will be given greater things (Luke 9:9-10), which gives life a true testimony to the glory of God.

5. Hannah’s Blessing

1 Samuel 2:20-21, “And Eli blessed Elkanah and his wife, he said:” May the LORD give thee offspring of these women who have been handed a replacement to the Lord. “After that they go home to his home. 21 And the LORD heed Hannah, so she got pregnant and gave birth to three sons and two daughters again. Meanwhile, more great young Samuel before the Lord. ”
God does not want to owe to his people, he gave thanks to the better for families Elkanah and Hannah.
God’s policy is awarded for his family:

She has five children

His great power is shown to Hana, providing reassurance to those who hope and faithful to Him, otherwise who feel strongly will not be able to say the words.
Hannah thanked God for His gifts. It makes perfect sense if Hana is a very loving human being will first child, especially boys as well (from her husband’s structure should be a son of Samuel the first man by his first wife) were eligible for inheritance rights Elkanah’s family.
But Hannah is a devout woman, she was ready to give up her baby back to God in accordance with her vow first. After getting the child, Hannah kept her vow. She handed her son, Samuel, to God to live in the house of God, serving God.
Hana to be wise because it realized that all she received was POLICIES Lord, glory and maintaining the desired fruit of her heart on Samuel she submitted to God directly for a great design. Hana has sacrificed her personal interests, to a greater interest in life is God’s work interests.
On the one hand there is on going maintenance for those who keep their vow and on the other hand there will be a disaster if we deny that we’ve vows gain God’s blessing.

6. Closing

Ecclesiastes 5:1-6, “Do not be hasty with your mouth, and do not hurry your heart out in front of the word of God, because God is in heaven and you on earth so let your words a little. 2 For as a dream caused by many activities, as well as stupid conversation caused by many words. 3 If you vow to God, do not procrastinate keep it, because he does not like to fool people. Fulfill your vow. 4 It’s better you do not vow than to vow but does not deliver. 5 Do not bring you up into sin, and do not say before the messenger of God that you erred. Does God need to be angry over the words-what you say and destroy the work your hands? 6 For as many dreams as well as futile words that much. But fear God. ”
People who do not keep their vows say STUPID, and brought into SIN. As a result of not keeping vows will bring the wrath of God and what is done by humans will be destroyed by God. When vow was pronounced, so do not delay fulfilling it, because God will demand it and vow to sin for a vow (Deuteronomy 23:21). What has been spoken through the lips should be done voluntarily by faithful, because God’s own faithful (Deuteronomy 23:23).

Pay your Vows

Hana pay her vow sign given faithful to Him, because God has shown His steadfast love first.
God reminds His people, to which His promises before. Do not be a fool to be abandoned.
Hebrews 4:14-16, “Because we now have a great High Priest who has passed through the heavens, Jesus, the Son of God, let us hold fast our confession. 15 For our High Priest who has, not a high priest who can not feel part of our weaknesses, otherwise the same as us, he was tempted, just not to sin. 16 Let us therefore come boldly to the throne of grace, that we may receive mercy and find grace to help in time. ”
In all circumstances, both good and bad, favorable or unfavorable we all have to hold on to his word, believing God’s policy is the best.
If there in times of challenge, look for His mercy, and when you’ve got His generosity, say thanks. In both cases it teaches us to:

Do not stop praying

The power of prayer is amazing, … keep praying. Prayer is a means of communication between His people with him. If modern humans today have become uncomfortable  heart and mind when his mobile  phone left, especially for the believers, he should be too uncomfortable if not even pray. Familiar with the power of prayer, will know the Father! (Mc-Sr)