Get Adobe Flash player
1 November 2009

Kuasa FirmanNya Tak Pernah Gagal

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Khotbah Minggu |

danau01C10. Kuasa pemulihan yang dahsyat

14. Mertua yang bijak

Rut 3:1-4, “Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: “Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia? 2Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan; 3maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum. 4Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.

Kehidupan berlanjut bagi Naomi dan Rut di Betlehem, kedatangan mereka yang tak berselang lama dengan masa panen membawa kesempatan yang baik bagi Rut untuk dapat bekerja di ladang, mengumpulkan bulir gandum untuk diolah dan di makan oleh Rut dan Naomi.

Hal lain yang menyenangkan adalah Rut pada hari di mana ia mulai bekerja, ia bekerja di ladang milik Boas, seorang dari sanak Elimelek, keluarga sekaum dan telah memperlakukan dengan baik Rut kala bekerja di ladang miliknya.

Naomi sangat senang hatinya, dan ia melihat ada jalan pemulihan dan harapan bagi mereka. Namun hal yang sangat indah dan paling dikedepankan adalah  untuk kebaikan Rut, Naomi :

Mengupayakan kebahagiaan

Naomi adalah perempuan bijak yang ingin generasi selanjutnya dapat hidup lebih baik. Ia telah belajar dari pengalaman yang dilaluinya, dan kebijakan yang dilontarkannya kepada Rut diungkapkan saat ia melihat adanya kebijakan Tuhan yang nampak nyata ia rasakan.

Naomi memimpikan kebahagiaan bagi menantunya, Tidak sebatas merindukan atau punya visi, tetapi ia tuangkan pada pembicaraan serta teknisnya bagaimana. Naomi melihat harapan, ia memahami hukum pranata kekerabatan Israel –dikenal dengan hukum Levirat, dua status Levir dan Goel-, Levir berarti “saudara ipar laki-laki” berbicara tentang “kaum yang wajib …yang dekat” dan “Goel” kerabat dekat yang bertindak sebagai penebus orang atau harta benda. Tetapi hikmat Tuhan dan kebijakan-Nya lah yang kelak akan menuntun dengan sangat indah, menuntun ke arah kebahagiaan yang tepat.

Ikatan satu suku pada bangsa Israel sangat kuat. Setiap suku punya warisan tanah pusaka kecuali suku Lewi yang mengurusi Bait Allah. Bila salah satu anggota suku jatuh pailit, maka yang berhak menerima tanah -atau membeli tanah- hanya orang sesuku. Bila sampai pada tahun Yobel maka hak orang yang pailit harus dikembalikan, bila terlibat hutang pada tahun Sabat maka hutangnya harus bebas. Pada kasus yang terjadi pada keluarga Elimelekh, caranya seperti yang dituliskan pada Rut 3:2 tersebut.

Untuk memberikan konteks pemahaman bahwa kebijakan Tuhan itu ada, maka tambahan berikut ini di sisipkan. Naomi pasti mengenal siapa yang menjadi saudara mendiang suaminya –kerabat yang lebih dekat atau levir yang wajib menyandang levirat meneruskan garis keluarga saudaranya yang meninggal tanpa penerus laki-laki dan menentukan siapa yang akan beroleh hak waris pusaka sukunya. Sementara Boas adalah kerabat –tapi lebih jauh dari sanak lainnya yang menyandang kewajiban levirat-, tetapi perjumpaan yang terjadi antara Boas dengan Rut, dipandang memiliki arti lebih oleh Naomi.

Boas merupakan pribadi berkualitas. Ia adalah seorang yang kaya raya (Ibr. Chayil artinya berharta, gagah, berbobot, dapat diandalkan, berpengaruh). Tapi hal yang lebih mengesankan adalah Boas RENDAH HATI, meski kaya ia TIDAK SOMBONG! Bicaranya sopan –tidak arogan dan sok kaya, atau sok pintar- sangat ideal untuk jadi majelis, pemimpin kaum atau tokoh panutan.

Dalam beberapa dialog dengan Rut terlintas bahwa Boas sangat menghormati Tuhan dan mengerti hukum-Nya dengan baik. Menilik ke belakang Boas telah menampilkan buah yang baik, pasti Rahab ibunya telah mendidiknya dengan penuh kebijaksanaan serta mendoakannya denga setia. Ya, Ibu-ibu yang bijak akan berperan sangat berarti bagi tumbuh kembangnya seorang anak di masa depan.

Senada dengan hal itu, komunikasi dikembangkan dengan bijak oleh Naomi kepada Rut, ucapan yang dilontarkannya penuh kasih dan runut. Kedekatan – ada hubungan yang harmonis- yang terjalin antara Rut dengan Naomi memungkinkan pembicaraan itu dapat dilakukan-. Naomi meminta Rut melakukan apa yang ia katakan, dan Rut yang memahami bahwa Naomi mengusahakan kebahagiaan baginya, dengan tekun melakukan arahan Naomi.

Apa yang Naomi katakan untuk bersiap dan pergi ke tempat Boas di pengirikan –tempat pengolahan gandum-, terkait dengan adat budaya yahudi kala itu. Naomi mengupayakan kebahagiaan Rut, ia mengarahkan bagaimana caranya untuk meraih visi.

Sebelum berjumpa dengan Boas, Rut di minta mandi, pakai minyak wangi -berurap- dan memakai pakaian bagus, lalu pergi ke tempat pengirikan di malam hari itu, tanpa diketahui oleh Boas.

Permintaan yang dapat menimbulkan pertanyaan bagi Rut. Rut orang asing harus melakukan adat istiadat yang baru dikenalnya,  namun karena ia taat kepada Naomi, mertuanya maka arahan dari Naomi ia kerjakan. Rut pasti telah berjuang menekan harga dirinya, untuk taat menjalankan dengan sukacita arahan mertuanya itu.

Apa yang Rut lakukan memberikan gambaran bagi Gereja Tuhan di hari ini, diarahkan untuk bisa menikmati persekutuan kelak dengan Mempelai laki-laki sorgawi. Sama seperti peran Naomi yang mengarahkan Rut,  Ia menjaga gereja-Nya dengan memberikan jawatan, yang berkarya untuk memperlengkapi orang kudus bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:11).

Naomi membimbing menantunya bagaikan gembala bagi Rut, dibina hingga sampai pada tujuan yang hendak dicapai. Perintah Naomi kepada Rut sebelum berangkat adalah melakukan beberapa hal yaitu: mandi, berurap (pakai minyak wangi), dan memakai pakaian bagus.

Perintah ini memiliki arti rohani, yang menggambarkan peralatan di Ruang Suci dalam Tabernakel.

Mandi rohani (baptisan air, firman Tuhan) mendengar firman seperti orang mandi, mengguyur yang kotor supaya jadi bersih yang disimbolkan dengan Meja Roti Sajian Emas (Firman Penyucian), membaharui kita terus menerus hingga kudus di hadapan Tuhan (Ef. 5:26-27, Kol. 3:10-11).

Sudah mandi lalu ber-urap – memakai minyak wangi- (perihal Roh Kudus) yang disimbolkan dengan Mezbah Dupa (gambaran penyalutan daging – ‟daging tidak bersuara‟) sebagai puncak penyembahan yang khusyuk kepada Tuhan, membawa pada pengertian yang benar tentang apa yang menjadi kehendak-Nya melalui Firman Tuhan.

Selanjutnya mengenakan pakaian yang terbagus yang disimbolkan dengan Pelita Emas, berpakaian cemerlang, menampilkan kesaksian hidup benar untuk menyongsong Dia.

Bila telah dilakukan maka setelah itu bertindak, melangkah melintas tirai untuk kelak bersekutu dengan-Nya, Pintu Tirai itu sendiri mengandung arti rohani berkenaan dengan kemampuan mengatasi kuasa daging. Pada tirai ada empat tiang yang menyangga tirai merujuk pada pribadi Henokh, Elia, Musa, dan Yesus yang punya kemampuan untuk mengatasi kuasa daging.

Gereja-Nya melangkah pasti, belajar dengar suara Tuhan menaklukan ego pribadi, seperti Rut yang bergerak ke tempat pengirikan Boas dan mengerjakan perintah Naomi dengan seksama.

15. Menantu yang setia

Rut 3:5-7, “Lalu kata Rut kepadanya: “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.6Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya. 7Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.”

Rut tidak membantah, sikap hidup yang siap menaati Firman Tuhan, melakukan arahan dari Naomi yang bertindak selaku gembalanya. Rut :

Taat kepada mertua

Gereja Tuhan harus mendengar dan melakukan Firman Tuhan (Yak. 1:22), mendengar saja belum cukup -meski mendengar adalah modal yang sangat berharga- namun setelah itu harus dilanjutkan dengan dilakukan.

Tidak mendengar saja, tapi tidak melakukan, hal tersebut tidak akan membawa perubahan hidup. Pada perjanjian baru dituliskan raja Herodes menyenangi khotbah Yohanes Pembaptis, tapi tidak bersedia melakukan apa yang didengarnya hasilnya ia dicatat sebagai raja yang membunuh hamba Tuhan.

Raja Herodes telah mengambil istri saudaranya, ia tidak mau meninggalkan kejahatannya, hingga suatu ketika anak dari istri saudara yang diambilnya itu menari di hadapannya, dan atas bujukan ibunya meminta kepada Herodes untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis.

Setelah dengar, lakukan, buang yang tidak benar supaya rohani bertumbuh. Bila kita berani membuang yang jahat buah dari mendengar Firman Tuhan, maka ia akan BERBAHAGIA (Yak 1:25). Bila ingin berbahagia, maka Praktekkan Firman Tuhan!! menjadi pelaku Firman Tuhan maka ada kebahagiaan.

16. Boas memberi pengharapan

Rut 3:8-11, “Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. 9Bertanyalah ia: “Siapakah engkau ini?” Jawabnya: “Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.” 10Lalu katanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya. 11Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

Ketika Boas terbangun ada orang yang berbaring di kakinya, yang tidak lain adalah Rut. Boas memberikan Janjinya kepada Rut, yang akan dipegangnya dengan setia. Babak baru dalam kehidupan Rut, saat ia menantikan :

Janji yang mendebarkan

Gereja Tuhan saat ini sedang menanti Janji Tuhan akan kedatangan-Nya kembali. dan itu pasti akan digenapi. Bila sangkakala berbunyi maka saat itu tiba, orang benar akan diangkat, terbang dengan dua sayap meninggalkan kesusahan yang kelam.

17. Dua penebus

Rut 3:12-13, “Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku. 13Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi.

Boas telah memahami permohonan Rut berkenaan dengan kondisi Rut dan kondisi sosial keluarga mendiang Elimelek, yang notabene masih sanaknya.

Sebagai umat Tuhan yang memahami adat istiadat sebagai cara penerjemahan Hukum Tuhan pada bangsa Israel, Boas menunjukkan kesediaannya memenuhi ketentuan tersebut.

Namun ada seorang lagi dari sanak Elimelek yang memiliki kewajiban untuk melakukan penebus-kerabat ini, yang jalur kekerabatannya lebih dekat dibandingkan dengan Boas, dan itu tidak bisa dilangkahi begitu saja.

Sesuai dengan Hukum Musa, maka hal tersebut harus digenapi terlebih dahulu. Adanya dua sanak mendiang Elimelek (suami Naomi) ini menjadikan :

Gambaran Torat dan Injil

Hak pertama dimiliki oleh penebus kerabat terdekat, mewakili Torat yang menjangkau suku bangsa Israel. Karena berdasar Torat, maka ada perlakuan/penerapan yang kaku sesuai yang dianut di antara bangsa Israel dan setidaknya kena-mengena dengan hak waris dan kemurnian sebagai umat pilihan Tuhan. Penebus pertama menolak sebab akan merusak warisannya.

Sementara Boas berposisi sebagai penebus-kerabat setelahnya, yang bersedia menikahinya jika penebus kerabat pertama tidak bersedia. Boas mewakili Injil yang menjangkau semua suku bangsa, karena nantinya ia akan menjadi penebus Rut (non Israel – Moab) yang telah menyampaikan penyerahan serta menunjukkan tindakan penundukan dan kesetiaan dengan benar sesuai hukum umat Israel.

Injil mampu melakukan penebusan kepada siapa saja yang memilih percaya kepada Yesus, sebab lewat korban darah Anak Domba maka manusia diperdamaikan dengan Allah.

18. Nasihat Naomi

Rut 3:16-18, “Setelah perempuan itu sampai kepada mertuanya, berkatalah mertuanya itu: “Bagaimana, anakku?” Lalu diceritakannyalah semua yang dilakukan orang itu kepadanya 17serta berkata: “Yang enam takar jelai ini diberikannya kepadaku, sebab katanya: Engkau tidak boleh pulang kepada mertuamu dengan tangan hampa.” 18Lalu kata mertuanya itu: “Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga.

Kita menyaksikan komunikasi yang akrab antara Naomi dengan Rut. Setelah Rut melakukan apa yang Naomi perintahkan, Naomi memantau kesinambungannya. Ia terus ber-empati dengan anak menantunya ini.

Rut dan Naomi meneladankan komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Jangan hentikan komunikasi dalam keluarga, supaya tidak ada celah bagi iblis untuk memecah keluarga, Kitab Suci menuliskan “jangan simpan kemarahan sampai matahari tenggelam” -dunia malam- (Ef.4:26), setiap hari ada masalahnya sendiri, bila dipendam maka berganti hari masalah itu menjadi semakin bertumpuk dan dapat meledak -stress-

Kembangkan komunikasi yang akrab di antara keluarga,maka akan ada keceriaan dan semangat saling membangun ke arah yang lebih baik. Apalagi di hari ini, saluran komunikasi dapat menggunakan beragam media, mengarahkan pada suasana kehidupan keluarga yang lebih baik.

Selangkah proses telah Rut lalui seperti apa yang dianjurkan Naomi, mertuanya. Apa yang menjadi kesempatan bagi keluarga ini telah mereka manfaatkan, dan selanjutnya tinggal:

Menunggu waktunya Tuhan

Ada waktu dimana umat-Nya bekerja semampu mungkin sesuai dengan talenta dan akal budi yang telah Tuhan berikan dan selanjutnya kehendak Tuhan-lah yang memungkinkan hal itu berhasil atau tidak. Rut diminta menanti oleh mertuanya, dan diTEGUHKAN oleh Naomi –sebagai gembala- melalui ucapannya. Karena seperti apa yang diceritakan Rut kepadanya bahwa Boas telah memberikan JANJInya kepada Rut, Naomi percaya bahwa Boas adalah orang yang TEGUH JANJI dan pasti akan BERJUANG memenuhi JANJInya.

Keyakinan serta kesabaran yang berlaku dalam keluarga ini, baiklah juga dimiliki oleh umat Tuhan lainnya. Ketika kesempatan yang Tuhan berikan telah kita upayakan, maka diperlukan kesabaran menanti waktunya Tuhan untuk memenuhi segala hal sesuai keinginan atau apa yang kita upayakan. Jika permintaan/permohonan/upaya tersebut sesuai dengan firman dan perkenan-Nya maka penggenapan itu PASTI dan CEPAT, Tuhan tidak menunda pertolongan-Nya (lihat Ibr. 4:16).

Proses upaya itu meliputi hingga pada tahap „menunggu waktunya Tuhan‟, bisa saja dirasakan oleh kita menjadi sebuah tahap yang menyiksa dan tidak menyenangkan (apalagi bagi yang kurang sabar), padahal tidaklah demikian. Tuhan sendiri selalu memberi penghiburan melalui firman-Nya, nah di sinilah PENTINGNYA ROH KUDUS. Pribadi dan Kuasa Roh Kudus akan BERPERAN penting untuk dapat MEMAHAMI waktunya Tuhan serta BAGAIMANA Tuhan bekerja menggenapi permohonan kita dengan cara-Nya yang dapat saja manusia tidak dapat pahami.

19. Nasihat

Yesaya 55:8-11, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. 10Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 11demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

Sabda Tuhan tidak pernah gagal, rancangan-Nya pasti digenapi :

Kuasa firman-Nya tak pernah gagal

Ada saatnya kita melangkah, ada saatnya kita diam dan membiarkan Tuhan yang bekerja. Musuh kita bukanlah darah dan daging, tetapi penguasa-penguasa jahat yang dengan berbagai cara/trik direncanakan untuk menghancurkan kita. Betapa bahagianya jika dalam hidup ini manusia dapat mengerti proses yang Tuhan ijinkan untuk mencapai sesuatu. Janji Tuhan itu pasti! Seturut apapun hal jika seturut firman-Nya pasti digenapi, sehingga untuk apa manusia kuatir.

Dalam perjalanan kehidupan ini, boleh saja ada banyak musuh –gambaran rintangan, masalah, atau persoalan- bagaikan perkara yang harus dihadapi oleh umat Israel waktu di kejar tentara Mesir tetapi firman Tuhan mengatakan, ” … Ja-nganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu… TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Kel. 14:13-14). Luar biasa bukan? Karena itu, serahkan kepada Tuhan dan Ia yang akan berperang bagi kita.

Menanti waktunya Tuhan, membutuhkan kesabaran. Mari kita bersama memahami dengan seksama bahwa segala sesuatu ada waktunya (Pkh. 3:1, 11). Manusia kadangkala tidak dapat memahami apa yang sedang dilakukan Tuhan baginya, karena memang rancangan-Nya tidaklah sama dengan rancangan manusia. Ada sebuah jarak di mana manusia tidak dapat akan mengerti jika menggunakan akal pikiran/kemampuannya sebagai manusia.

Namun bagi manusia yang mau menggunakan pikiran Tuhan melalui tuntunan Roh Kudus, barulah rancangan Tuhan itu dapat disingkapkan. Selama kesempatan masih ada cari dan berserulah kepada Tuhan (Yes. 55:6a), karena nanti akan ada masanya di mana iblis (antikris) menguasai dunia sehingga tidak ada kesempatan bagi orang-orang beriman untuk mendapatkan kesempatan mencari Tuhan dengan leluasa, tidak ada Firman lagi yang di suarakan di dunia. Namun bagi yang setia akan ada saatnya kita menikmati suasana di mana tidak ada ratap tangis lagi, yang ada hanya sukacita semata.

Baik umat Tuhan yang disebut jemaat awam, simpatisan, para imam (dalam jabatan rohani), pengerja, pemimpin jemaat, ataukah aktivis rohani yang BERJUANG bagi KERAJAAN-NYA dalam pengiringan kepada Tuhan, mari kita bersama saling mendukung dalam melewati tahapan rancangan Tuhan untuk mencapai kondisi menerima yang baik dari Tuhan yang Hidup. Jangan Gugur Iman, Jangan Tinggalkan Pengajaran, dan Jangan Dukakan Roh Kudus!!, karena itulah yang memampukan kita memahami dan sanggup menjalani proses iman hingga garis akhir

Umat Tuhan di hari ini harus menyadari bahwa Penebusan sudah terjadi, hidup ini tidak bisa seenaknya sendiri tapi lakukan apa yang menjadi kehendak Dia yang memiliki hidup ini, dengar pengajaran bertindak jadi lebih bijak, tambah berpengetahuan menjadi tambah sabar dan rendah hati, diberkati dengan kekayaan jadi lebih perduli. Kita sekalian orang percaya telah dibeli dengan harga yang mahal maka muliakanlah Dia dengan segenap hati, pikiran dan tubuh yang adalah milik Dia. (Mc/Sr)