Get Adobe Flash player
23 November 2009

Tetap Mengasihi ( Still Loving )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

imagepostSENIN, 23 NOPEMBER 2009

KISAH RASUL 7:54-60

Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka !” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia” (ayat 60). Mendengar kebenaran yang disampai-kan oleh Stefanus anggota-anggota Mahkamah Agama tetap tidak mampu menyadari kesalahan dan dosa yang mereka lakukan, sebaliknya mereka sangat tertusuk hatinya. Maka merekapun menyambut pembelaan Stefanus dengan gertakan gigi. Stefanus tetap tidak menjadi takut karena hal itu, bahkan ia memberi kesaksian akan kemuliaan Allah dan Yesus yang berdiri disebelah kanan-Nya. Dan sekalipun Stefanus diseret keluar kota dan dilempari dengan batu, ia tidak menjadi dendam ataupun marah atas perlakuan mereka, bahkan ia tetap mampu melepaskan roh pengampunan atas mereka yang telah menyiksa dan membunuhnya. Mulai dari peristiwa ini jugalah Saulus berperan dalam sejarah gereja mula-mula. Ketika kita juga mampu menyadari kehendak Allah dan melakukannya dengan kata lain mempunyai visi dan misi yang dari Allah, seberat apapun tantangan dan penderitaan yang kita alami karenanya, tidak akan membuat kita menaruh rasa benci atau dendam kepada mereka yang men-datangkan penderitaan itu. Kasih yang dari Allah justru akan memampukan kita untuk tetap mengam-puni orang yang bersalah kepada kita. Keberhasilan misi bukan hanya diukur dari apa yang dilihat dan dikatakan orang, tapi juga dari ketahanan untuk tetap hidup didalamnya. Namun jika kita tidak mengerti kehendak Allah, tidak punya visi dan misi, keluhan dan kebencian akibat dari perlakuan orang lain akan mudah menguasai kita. Hidup didalam kehendak Tuhan akan memampukan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi kita akan mengalahkannya melalui pengampunan (Roma 12:21).

AMPUNILAH SEPERTI TUHAN TELAH MENGAMPUNI KITA.

MONDAY, 23 NOVEMBER 2009
Acts 7:54-60

“Dropping to his knees he cried with a loud voice:” Lord, do not hold this sin against them! “And with these words, he was dead” (verse 60). Hear the truth delivered by Stephen the members of the Sanhedrin still not able to recognize mistakes and sins that they do, otherwise they are punctured his heart. So they welcomed the defense Stephen gnashing. Stephen would not be afraid because it was, even he would testify to the glory of God and Jesus is standing right next to him. And though Stephen was dragged out of the city and stoned, he was not a revenge or anger over their treatment, even he was still able to release the spirit of forgiveness for those who had tortured and killed. Starting from this event was also the history of Saul’s role in the early church. When we are also able to recognize the will of God and do it in other words have the vision and mission from God, any heavy challenges and suffering that we experience it, will not make us put hatred or vengeance upon those who had brought suffering. Love is from God it will enable us to continue to forgive those who trespass against us. The success of the mission is not only measured by what is seen and said to people, but also of the resilience to survive in it. But if we do not understand the will of God, do not have the vision and mission, complaints and hatred resulting from treatment of other people will easily overwhelms us. Life in the will of God will enable us to not return evil for evil, but we will defeat him through the forgiveness (Romans 12:21).
FORGIVE LIKE OUR GOD HAS FORGIVEN.