Get Adobe Flash player
12 December 2009

Jangan Bersandar Kepada Pengertianmu Sendiri

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Khotbah Minggu |

sail01

C13. Kuasa dalam Tabut Allah

I Samuel 5

1. Di Kiryat-Yearim

I Samuel 7:1-2 , “Lalu orang-orang Kiryat-Yearim datang, mereka mengangkut tabut TUHAN itu dan membawanya ke dalam rumah Abinadab yang di atas bukit. Dan Eleazar, anaknya, mereka kuduskan untuk menjaga tabut TUHAN itu. 2Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN .”

Setelah peristiwa Bet-Semes, Tabut Allah kemudian di bawa ke Kiryat Yearim. Di letakkan di rumah Abinadab,

Tabut Allah di rumah Abinadab

Orang-orang Kiryat Yearim lalu menugaskan Eleazar, anak dari Abinadab untuk menjaga Tabut Allah. Tabut Allah telah kembali ke Israel, lambang penyertaan Allah kepada umat-Nya berada di tengah bangsa pilihan-Nya, kuasa-Nya yang menjaga dan memelihara umat-Nya akan dinyatakan seturut kehendak-Nya, bila bangsa Israel taat dan setia kepada perintah-Nya.

Setelah sekian lama –duapuluh tahun- Kaum Israel merasakan kembali tekanan dari orang-orang Filistin. Bangsa ini kemudian mengeluh. Samuel sebagai pemimpin bangsa mengarahkan segenap bangsa Israel untuk kembali kepada-Nya, dan bangsa ini taat pada kepemimpinan Samuel. Hingga, ketika bangsa Israel maju berperang, mereka memperoleh kemenangan, dan kota-kota Israel yang tadinya diduduki orang Filistin dapat direbut.

Tabut Allah masih berada di Kiryat Yearim, hingga kelak dibawa ke Yerusalem oleh Raja Daud. Ada masa yang cukup lama, hingga rencana itu terlaksana. Namun saat Daud menerima tahta atas Israel, hal yang ingin dia lakukan adalah meletakkan Tabut Tuhan di ibukota negara.

2. Tabut dibawa ke Yerusalem

II Samuel 6:1-5 , “Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya. 2 Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah , yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. 3 Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu . 4 Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. 5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.

Daud membangun istana di Yerusalem. Setelah mengalahkan penduduk Yebusy, Daud lalu berpikir untuk membawa Tabut ke Yerusalem, ke kota Daud.

Kerinduan besarnya adalah membangun Kaabah Allah yang permanen, namun ide itu kelak dapat diwujudkan atau dilaksanakan oleh putranya Salomo.

Upaya memindahkan Tabut Allah itu dilakukan dengan luar biasa, ada banyak orang yang dilibatkan dengan iring-iringan yang megah.

Mereka menaikkan Tabut Allah dengan pedati yang baru

Tabut Allah dinaikkan ke pedati, Raja Daud bersama pengiring lainnya bersukacita memuliakan Tuhan. Sorak-sorai dan penuh pujian mengiringi prosesi pemindahan Tabut Allah dari Kiryat Yearim menuju ke Yerusalem.

Idenya bagus, maksudnya untuk memuliakan Tuhan, dilaksanakan dengan koordinasi yang baik, tapi apakah hal itu berkenan bagi-Nya?

Di zaman tersebut, pedati adalah transportasi yang terbaik dan untuk memudahkan pergerakan dari suatu tepat ke tempat yang lain, raja Daud menggunakan cara yang lazim dilakukan pada masanya. Dalam pemikirannya, hal itu adalah hal yang baik.

Apa yang terjadi?

II Samuel 6:6-8 , “Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengu-lurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. 7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. 8 Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang.

Hingga sampailah di suatu tempat, ketika pedati yang mengangkut Tabut Allah tergelincir, salah seorang yang mengiringi Tabut yaitu Uza berinisiatif menjamah Tabut. Hal itu mendatangkan murka Allah, akibatnya …

Uza mati

Kematian Uza, mengejutkan Daud dan semua pengiring yang sedang bersukacita kala itu.

Kuasa Allah yang dilewatkan pada Tabut Allah memberikan tanda kepada segenap orang Israel yang sedang dalam iring-iringan membawa tabut Allah, bahwa ada hal yang tidak berkenan bagi-Nya. Hingga sekarang tempat di mana murka Allah menimpa Uza karena menjamah tabut Tuhan itu disebut Peres-Uza.

Mengapa?

I Tawarikh 15:13 , “Sebab oleh karena pada pertama kali kamu tidak hadir, maka TUHAN, Allah kita, telah menyambar di tengah-tengah kita, sebab kita tidak meminta petunjuk-Nya seperti seharusnya.

Apakah hal yang membuat-Nya tidak berkenan? Sehingga murka-Nya turun dan mengenai Uza hingga binasa?

Sejarah Israel mencatat, Raja Daud memberikan teladan seorang pemimpin besar. Berawal dari suatu ide yang dirasa baik, siap melaksanakan tugas untuk tujuan pekerjaan Tuhan, hingga terjadilah peristiwa tewasnya Uza.

Sebagai manusia Raja Daud terguncang hatinya melihat hal yang dihadapinya. Tapi itu tidak berselang lama, dengan peristiwa itu membuat raja Daud mencari perkenaan Tuhan.

Hingga Raja Daud menemukan kesalahannya. Dengan besar hati di hadapan bangsa Israel yang dipimpinnya, ia bersedia mengakui kekurangannya.

Peristiwa itu terjadi karena …

Tidak minta petunjuk Tuhan

Mengaku di hadapan Tuhan dan di hadapan umat. Minta kemurah-an Tuhan, supaya yang di lakukan dapat berjalan dengan sukses. Tetap mendengar perintah-Nya dengan seksama supaya terhindar dari murka-Nya.

Adam, manusia pertama lebih mendengar suara iblis dibanding perintah-Nya, membuatnya diusir dari Eden. Ia tidak mengakui dengan segera salahnya, tanah pun menjadi terkutuk, sehingga Adam harus berusaha keras untuk hidup.

Baca!

Bilangan 3:5-8 , “TUHAN berfirman kepada Musa: 6 Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. 7 Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci . 8 Mereka harus memelihara segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.

Secara khusus Tuhan telah menugaskan suku tertentu untuk melayani Rumah Allah, termasuk memikul Tabut Allah yaitu …

Suku Lewi melakukan pekerjaan pada Kemah Suci

Di saat peristiwa Peres-Uza, Raja Daud telah menugaskan membawa Tabut Allah itu dengan pedati, dibawa oleh sapi bukan oleh imam-imam yang kudus.

Suku Lewi telah diatur posisinya dalam tatanan sosial religius bangsa Israel. Termasuk kehormatan untuk melayani di rumah Tuhan dan hak-hak mereka. Mereka tidak mendapat milik/tanah pusaka, tapi berhak menerima bagian dari persembahan yang dibawa ke perbendaharaan Rumah TUhan.

Melayani-Nya adalah kerinduan-Nya dan itu diserukan kepada umat-Nya. Ia sangat girang hati bila umat-Nya tekun dan setia kepada-Nya.Tapi tentu yang Ia lihat adalah hati yang melayani-Nya, bukan hanya sekedar elok dimata manusia

Pada masa Perjanjian Baru, Ia telah memanggil semua umat-Nya untuk dapat melayani-Nya dengan sepenuh hati (full heart) lebih dari sekedar penuh waktu (full time). Menjadi imam-imam rajani. Tanda bhakti yang ditunjukkan dalam melayani-Nya bersumber dari hati yang tulus untuk memuliakan-Nya. Dan kepada yang setia akan diberi kepercayaan yang lebih besar.

3. Belajar dari kegagalan

I Tawarikh 15:11-12 , “Lalu Daud memanggil Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, dan orang-orang Lewi, yakni Uriel, Asaya, Yoël, Semaya, Eliel dan Aminadab, 12 dan berkata kepada mereka: “Hai kamu ini, para kepala puak dari orang Lewi, kuduskanlah dirimu, kamu ini dan saudara-saudara sepuakmu, supaya kamu mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel, ke tempat yang telah kusiapkan untuk itu.

I Tawarikh 15:14-15 , “Jadi para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya untuk mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel. 15 Kemudian bani Lewi mengangkat tabut Allah itu dengan gandar pengusung di atas bahu mereka, seperti yang diperintahkan Musa, sesuai dengan firman TUHAN.”

Daud yang telah menyadari kesalahannya, lalu dengan cepat bertindak –tidak berdalih lagi- ia lalu memanggil pimpinan kaum Lewi, dan meminta mereka menguduskan diri untuk kemudian mengangkat tabut Allah.

Sesuai dengan firman Tuhan yang dulu pernah disampaikan melalui Musa :

Suku Lewi mengusung Tabut Allah

TIdak dinaikkan pedati (meski baru), tapi diusung oleh suku Lewi. Sebelumnya imam-imam Lewi harus menguduskan diri untuk layak melaksanakan pelayanan tersebut.

Raja Daud melihat atau mencontoh Raja orang Filistin ketika mengembalikan Tabut Allah. Orang Filistin memang tidak mengetahui caranya membawa Tabut Tuhan, sebagaimana yang diperintahkan Tuhan.

Ada beberapa hal lagi yang menyiratkan arti dari peristiwa Peres-Usa untuk menjadi perenungan orang percaya di hari ini. Pedati menyimbolkan aturan dan manusia yang mengatur organisasi, sapi menggunakan harta keuangan atau upah (Kel 31:1-6), Uza namanya berarti kekuatan, kekuatan dari manusia itu harus mati, dan Peres berarti perpisahan atau penghabisan dari daging. Karenanya jika Sidang Jemat Kristus mengerjakan sesuatu menurut aturan manusia pasti akan timbul kematian.

Mengusung dengan pundak para imam, menjadi tanda bahwa tanggung jawab pelayanan harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab dan penundukkan meski teknologi dan pengetahuan dapat membantu tugas pelayanan. Tetapi poin yang harus diingat dari pelayanan imamat adalah imam yang berani bertanggungjawab atau memikul tanggungjawab atas panggilan-Nya, dengan terlebih dahulu menguduskan diri-nya untuk layak dihadapan-Nya.

4. Akhirnya

I Tawarikh 15:29 , “Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.

Tabut Tuhan sampai dan …

Masuk ke kota Daud

Dengan sukacita yang besar dan diiringi sorak sorai, penduduk kota Daud memuliakan Tuhan. Raja Daud secara total menunjukan kepada segenap orang Israel, bahwa Allah jauh lebih mulia dari hal apapun sehingga ia tidak segan untuk menari, bersorak-sorai, melompat-lompat  dan memuliakan-Nya.

Tapi ….

II Samuel 6:23 , “Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

Di tengah suasana sukacita, Mikhal istri Daud, anak Raja Saul, memandang rendah apa yang Daud lakukan bagi-Nya. Akibatnya, ia mendapat penghukuman Tuhan karena tidak  menghargai suaminya, …

Mikhal tidak punya anak

Perbuatan Mikhal yang merendahkan Daud karena memuliakan Allah, sama dengan merendahkan Allah. Hal itu berbuah penghukuman, dan ditanggung oleh Mikhal hingga akhir hayatnya.

Catatan khusus

II Samuel 6:11 , “Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

Sebelum Tabut Allah sampai ke kota Yerusalem, Tabut Allah sempat berhenti di suatu tempat. Ada jeda waktu hingga dilanjutkan kembali oleh Raja Daud.

Pasca peristiwa Peres-Uza yang membuat ba-nyak orang dari iring-iringan pengantar Tabut Allah terguncang, raja Daud tidak segera membawa Tabut  Allah ke kota Daud / Yerusalem, tapi ia lalu membawa tabut Tuhan ke Obed-Edom.

Tabut Allah dititipkan pada keluarga Obed-Edom. Bukan menerima petaka – sebab banyak yang menjadi takut berdekatan dengan Tabut Allah, yang ada kuasa-Nya-  tetapi :

Keluarga Obed-Edom diberkati

Tabut Allah menjadi tanda kemaha-kuasaan Allah. Bila melayani-Nya dengan benar maka tidak akan penghukuman menimpa umat-Nya. Ia membawa berkat bagi yang menghargai Allah, dan sebaliknya yang memandang rendah Allah atau ditempatkan pada tepat yang tidak semestinya akan mendatangkan petaka.

Ada pembelaan dan pemeliharaan dari-Nya, yang dilambangkan oleh Tabut Allah. Suasana sejahtera , damai dan sentosa terjadi  dalam kehidupan umat-Nya buah dari penundukan yang dipersembahkan kepada-Nya .

Tabut Allah adalah puncak lambang kerinduan Allah untuk berdiam diantara  umat-Nya. Di genapi utuh di dalam karya perutusan Kristus ke dalam dunia (Immanuel), Tuhan berdiam di tengah umat-Nya, ada persekutuan yang indah dan mulia.

Maka Tabut Allah adalah sama menjadi gambaran persekutuan Kristus dan gereja-Nya, deng-an Dia menjadi kepala yang berdaulat atas umat-Nya yang kini disebut Gereja-Nya

Secara lebih detil Tabut Allah atau Peti Perjanjian terbagi dua bagian,  petinya sendiri dan tutupnya peti. Gereja Tuhan di simbolkan deng-an peti, akan klop dengan Kristus sebagai Tutup Peti. Di dalam peti itu sendiri ada 3 benda: buli-buli Mana (IMAN), 2 loh batu (10 hukum – KASIH), dan tongkat Harun (bicara Roh Kudus dan penyucian – HARAP). Untuk layak bertemu atau Klop dengan-Nya, di dalam diri Gereja-Nya harus memiliki ketiga hal tersebut yang menjadi permanen dalam diri Gereja-Nya.

Pengertian di atas akan memberikan arti bagi kehidupan orang percaya bila melakukan deng-an setia segenap perintah-Nya. Untuk bersekutu sempurna dengan-Nya, membangun persekutuan yang intim dengan-Nya, menjadi lebih dari sebatas doktrin, tapi dituntut menjadi pelaku-pelaku Firman Allah yang ditandai dengan kekudusan.

5. Penutup

Amsal 3:5 , “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Daud tanpa menyadari telah melakukan hal yang ia pikirkan sendiri, hingga terjadilah peristiwa tewasnya Usa, ia lalu sadar untuk kembali mendengar perintah Tuhan, mengundang Ia untuk memberikan solusi. Raja Daud mengedepankan teladan bagi orang percaya dalam menapak langkah di jalur-Nya :

Jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri

Jangan pernah merasa diri bijak, -arogan, Jw. Kementus, tegar hati- dan mengandalkan kebijakan manusia yang terbatas dalam mengambil keputusan penting dalam hidup kita. Ada hasil yang sangat berbeda bila kita memilih untuk menyandarkan diri kepada kebijakan-Nya dibanding dengan pengertian sendiri. Ia punya banyak cara untuk menjaga dan memelihara umat-Nya sepanjang tahun yang Tuhan ijinkan manusia lalui, maka sudahkah kita rasakan kebijakan Tuhan? (Mc-Sr)

C13. Power of the Ark of God
I Samuel 5

1. In Kiryat-Yearim

I Samuel 7:1-2, “Then the people Kiryat-Yearim came, they carried the ark of the LORD, and brought into the house Abinadab that on the hill. And Eleazar, his son, they are sanctified to keep the ark of the LORD is. 2 Since that time the Ark lived in Kiryat-Yearim, through a range long enough time, ie twenty years, and the whole house of Israel complained to the Lord. ”

The Ark of God at home Abinadab

People are then instructed Yearim Kiryat Eleazar, son of Abinadab to keep the Ark of God. The Ark of God has returned to Israel, a symbol of inclusion of God to his people in the midst of His chosen people, His power to keep and preserve His people will be revealed according to His will, when the Israelites obedient and faithful to His commands.

After a period of ‘twenty years’, The Israel felt the back pressure from the Philistines. These nations then complain. Samuel as the leader of the lead the whole nation of Israel to return to Him, and obey the nation’s leadership of Samuel. Until, when the nation of Israel went to war, then they get the victory, and Israeli towns that had been occupied by the Philistines captured.

The Ark of God was still in Kiryat Yearim, until it was brought to Jerusalem by King David. Passing a long time, until the plan can be implemented eventually. Until finally, when David received the throne of Israel, that he wants to do is put the Ark of God was in the state capital.

2. Ark brought to Jerusalem

II Samuel 6:1-5, “David gathered all the people a choice between the people of Israel, thirty thousand people much. Then get ready 2 David, then walked from Baale-Judah with all the people who accompanied him, to carry from there the ark of God, called by the name of the Lord of hosts enthroned above the cherubim. 3 and they put the ark of God into a new train after the lifting of the house Abinadab that on the hill. Then Uzzah and Ahyo, Abinadab children, take the train. 4 Uzzah walked beside the ark of God, was Ahyo walking in front of the ark. 5 David and the whole house of Israel danced before the Lord with all his strength, accompanied by singing, harp, lute, tambourine, wooden bell and cymbals. ”

David built a palace in Jerusalem. After defeating Yebusy residents, David and thought to bring the Ark to Jerusalem, the city of David.

Great longing is to build a permanent Kaaba of God, but the idea was later to be realized or implemented by his son Solomon.

Efforts to move the Ark of God was done with incredible, there are many people who are involved with the procession of majestic.

They raise the Ark of God with the new carts

The Ark of God raised to the cart, King David with the other bridesmaids to glorify the Lord rejoice. Cheers and full of praise accompanied the procession moving the Ark of God from Kiryat Yearim toward Jerusalem.

Good idea, meant to glorify God, carried out with good coordination, but whether it was pleasing to Him?

At times, the cart is the best transportation and to facilitate the movement of a right to a different place, King David uses a common way of his time. In his thinking, it is a good thing.

What happened?
II Samuel 6:6-8, “When they came to the threshing Nakhon, then Uzzah reached out to the ark of God, then held it, because the ox-ox was slipping. 7 And the anger of the LORD Uzzah, and God killed him there because it was negligence, he died there by the ark of God. 8 David became angry because the LORD has grabbed so great Uzzah; the place is called the Peres-Uzzah until now. ”

Came up in a place, when the cart carrying the Ark of God fell, one of which accompanied the Ark of the Ark touched Uzzah initiative. It incurred the wrath of God, as a result …

Uzzah dead

Death Uzzah, surprising accompaniment of David and all who are rejoicing at the time.

The power of God which is in the Ark of God gave a sign to all the people of Israel who were in the procession carrying the ark of God, that there are things that are not pleasing to Him. Until now the place where God’s wrath upon Uzzah because it touched the ark of God is called Peres-Uzzah.

Why?

I Chronicles 15:13, “For since the first time you are not present, then the LORD our God, have been seized in the midst of us, because we did not ask for His guidance as it should.”

Do things that make him no pleasure? His wrath so off and on Uzzah to perish?

Israel’s history records, King David provides an example of a great leader. Starting from an idea that feels good, ready to carry out tasks for the purpose of God’s work, until the death Uzzah happened.

King David as a human being shocked his heart to see the faces. But it was not long ago, and it was eventually made king David seeking God’s guidance.

Until King David discovered his mistake. With a big heart before he led the nation of Israel, he was willing to admit shortcomings.

It happened because …
Do not ask God’s guidance

Confess before God and before the people. Ask for the grace of God, that in doing so can run successfully. Stay at His command carefully to avoid His wrath.

Adam, first man heard a devil more than God’s command, thus making him expelled from Eden. He did not admit his mistake immediately, the land became cursed, so Adam had to try hard to live.

Read!
Numbers 3:5-8, “And the LORD said to Moses, 6″ Make the tribe of Levi near and facing the priest Aaron, so they serve him. 7 They have tasks to Aaron and to all the people of Israel in front of the tent of meeting, and thus doing office work at the Tabernacle. 8 They must keep all the furniture tent of meeting, and tasks for the people of Israel and thus doing office work at the Tabernacle. ”

In particular, God has assigned certain tribes to serve in the Temple, including carrying the Ark of God is …

Levi is doing the work on the Tabernacle

In the event-Uzzah Peres, King David had brought the Ark of God commissioned by carts, pulled by a cow and not by the priests of the holy.

The tribe of Levi has set his position in the religious social fabric of Israel. Including the honor to serve in the house of God and the rights of their special. They do not have property / land inheritance, but are entitled to receive part of the offerings brought to the temple treasury.

His serve is the desire of God that was given to his people. He was delighted when His own people were diligent and faithful to Him. But of course that he first saw the hearts of those who serve, not just looks beautiful in the eyes of men only

In New Testament times, He has called all his people to serve Him with all her heart, not more than a full-time Being royal priests. Service marks displayed on his serve comes from a sincere heart to glorify God. And to the faithful will be given greater confidence again.

3. Learning from failure

I Chronicles 15:11-12, “Then David summoned Zadok and Abiathar, the priests and Levites, which Uriel, Asaya, Joel, Semaya, Eliel and Amminadab, 12, and said to them:” O ye of this , the chiefs of the Levites, sanctify yourself, you are and brothers as your people, so that you may carry the ark of the LORD, the God of Israel, to the place that I prepared for it. ”

I Chronicles 15:14-15, “So the priests and the Levites sanctified themselves to carry the ark of the LORD, the God of Israel. 15 Then the sons of Levi up the ark of God was with yoke bearers on their shoulders, as Moses commanded, according to the word of the LORD. ”

David, who has realized his mistake, then quickly act without any excuse, he then summoned the leadership of the Levites, and asked them to sanctify themselves so that they become eligible for lifting the ark of God.

In accordance with the Word of God who once delivered through Moses:

Levi is carrying the Ark of God

No increased gig (though new), but was carried by the tribe of Levi. Previously Levite priests to consecrate themselves to proper conduct these services.

King David seeing or copying the King of the Philistines when the Ark of God’s return. The Philistines did not know how to bring the Ark of God, as God had commanded.

There are few things that imply the meaning of the event for the Peres-Uzzah believers ponder on this day. Oxen symbolize the rules that govern human and this organization, the cow represents the use of property, financial or wages (Exodus 31:1-6), Uzzah name means strength, power from the man must die, and Peres means separation or destroy the will of the flesh. Therefore if Christ Assemblies of doing things according to human rules will surely arise spiritual death.

Carried the Ark of God on the shoulders of the priest, a sign that the service responsibility should be done with a full sense of responsibility and bowed himself before God, even though technology and knowledge can help the task of ministry. But the point to remember from the priestly ministry is a priest should dare to be responsible or take responsibility for his call, with the first consecrate himself to be worthy before God.

4. Finally

I Chronicles 15:29, “When the ark of the covenant of the LORD that came to the city of David, Michal, Saul’s daughter, visiting from the window and saw King David leaping and dancing. Therefore he despised David in her heart. ”

Ark of God up and …
Log in to the city of David

With great joy and accompanied by cheers, the city of David glorify God. King David is a total show to all the people of Israel, that God is far more precious than anything else, so he is not shy about dancing, cheering, jumping up and glorify Him, before the entire nation of Israel.
But .
In the midst of joy, David’s wife Michal, King Saul’s son, despise what David did for him. As a result, he received God’s punishment for not appreciating her husband, …

Michal had no children

II Samuel 6:23, “Michal Saul bint had no child till his death day.”

Degrading acts Michal David because the glory of God, equal with God humbled. It resulted in a conviction, which ultimately must be borne by Michal until the end.
Special Note
II Samuel 6:11, “for three months the ark of God was living in the house of Obed-Edom, the Gat, and the Lord blessed Obed-Edom and all his household.”

Before the Ark of God to the city of Jerusalem, the Ark of God had stopped somewhere. There was a pause time before the Ark of God’s journey is continued by King David. Post-Uzzah Peres event that makes a lot of people from the procession introduction shaken Ark of God, King David was not immediately brought the Ark of God to the city of David is Jerusalem, but then he brought the ark of God was to Obed-Edom.

Because many people are afraid of having contact with the Ark of God who has power, then finally boarded the Ark of God in the family of Obed-Edom. They are not receiving disaster, but …. :

Family blessed Obed-Edom

The Ark of God was a sign from the Almighty God. When serving Him properly then there would be no punishment upon his people. He brings a blessing for those who appreciate God, and vice versa who despised God or put God in a place that is not supposed to get a disaster.

There defense and maintenance of God, symbolized by the Ark of God. The atmosphere of prosperous, peaceful and prosperous place in the lives of his people, this is the result of submission and obedience offered to Him.

The Ark of God is the top symbol of the longing of God to dwell among His people. In fulfill intact, complete and perfect in the redemptive work of Christ into the world (Immanuel), God dwells in the midst of his people, there is a wonderful fellowship with Him and noble.

So the Ark of God is the same, the image of the communion of Christ with his church, where he became head of a sovereign over his people is now called His Church, The Ark of God more details or crate Agreement divided two parts, the box itself and the lid casket. Church of God in simbolkan with the coffin, will in harmony with Christ as the Closed casket. In the box itself is 3 things: Which jar (the symbol of the Faith), 2 tables of stone (representing 10 LAW OF LOVE), and Aaron’s rod (the symbol of the Holy Spirit and sanctification, and HOPE). To be eligible to meet with him or be like Christ, then in the Church of God must have all three of these things are permanently present in the Church of God today.

Understanding the above will give meaning to the lives of people believe that if we do faithfully all His commandments. For the perfect alliance with him, building an intimate communion with Him, to be more than limited doctrine, but we are required to become perpetrators of the Word of God is marked by living in holiness.

5. Closing

Proverbs 3:5, “Trust in the LORD with all your heart and lean not unto thine own understanding.”

David had done without realizing what he was thinking about himself, until the death happened Usa, he then realized that to re-hear the commands of God, he invited to provide solutions. King David exemplary preferred for people believe in stepping on the path of God:

Do not lean on your own understanding

Do not ever feel self-wise, arrogant, (Javanese. Kementus), brave heart and rely on limited human wisdom in taking important decisions in our lives. There is a very different outcome if we choose to rely to his policies than rely on their own terms. He had a lot of ways to maintain and preserve his people lived throughout the year by humans, therefore, whether we’ve felt God’s policy? (Mc-Sr)