Get Adobe Flash player
14 December 2009

Keputusan yang Bijak ( Wise Decision )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

NelayanSENIN, 14 DESEMBER 2009

KISAH RASUL 15:22-34

Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggung-kan lebih banyak beban daripada yang perlu ini” (ayat 28). Usaha Paulus dan Barnabas untuk membi-cara kan dengan rasul-rasul ang ada di Yerusalem tentang ajaran yang mewajibkan orang percaya dari kalangan non Yahudi untuk disunat, mendapatkan hasil. Setelah bersidang, rasul-rasul menetapkan beberapa keputusan untuk jemaat non Yahudi khususnya untuk jemaat di Antiokhia. Beberapa hal yang telah ditetapkan itu adalah larangan untuk makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, makanan dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik, dan dari percabulan. Apa yang telah dipu-tuskan itu disampaikan kepada jemaat Antiokhia dengan perantaraan dua orang utusan dari Yerusalem yang menemani Paulus dan Barnabas, yakni Barsabas dan Silas. Satu hal yang harus dimengerti adalah bahwa keputusan yang diambil itu bukan semata hasil dari pemikiran peserta sidang, namun itu juga dalah keputusan Roh Kudus, dengan kata lain Roh Kuduslah yang memimpin sidang itu untuk mencapai suatu keputusan. Hasilnya, jemaat di Antiokhia menerima hasil keputusan itu dengan su-kacita. Dalam keadaan atau dalam kegiatan apapun, tidak terkecuali dalam mengambil suatu kepu-tusan, senantiasa sertakan Roh Kudus. Keputusan yang diambil dalam pimpinan Roh Kudus pasti membawa kebaikan bagi semua pihak. Sebaliknya mengambil keputusan tanpa melibatkan Roh Kudus hanya menghasilkan sesuatu yang benar dalam pandangan sendiri tanpa melihat akibatnya bagi yang lain. Ingatlah, sebaik dan sehebat apapun yang kita rencanakan dan putuskan, tanpa melibatkan Tuhan hanya menemui kegagalan, karena dalam hal apapun keputusan Tuhanlah yang terlaksana (Amsal 19:21).

ALLAH BEKERJA MENURUT KEPUTUSAN KEHENDAK-NYA.

MONDAY, 14 DECEMBER 2009
Acts 15:22-34

“Because the decision of the Holy Spirit and our decision, so you will not be borne to get more weight than this need” (verse 28). Paul and Barnabas effort to talk his way with the apostles in Jerusalem ang about mandating the teaching of believers from the non-Jew to be circumcised, get results. After the session, the apostles set some decisions to non-Jewish congregation, especially for the church at Antioch. Some of the things that you have set it is forbidden to eat food offered to idols, from blood meal, the meat of strangled animals and from fornication. What has been cut off was delivered to the church of Antioch by means of two delegates from Jerusalem who accompanied Paul and Barnabas, namely Barsabas and Silas. One thing to understand is that the decision was not simply the result of the trial participants thought, but it also dalah decision of the Holy Spirit, in other words the Holy Spirit who led the trial to reach a decision. The result, the church in Antioch received the results of that decision with joy. In the circumstances, or in any activity, not least in taking a decision, always include the Holy Spirit. Decisions taken in the leadership of the Holy Spirit would bring good for all parties. Instead decisions without involving the Holy Spirit produces just the right thing in his own eyes without seeing the consequences for others. Remember, as good and as good as any that we plan and decide, without involving God only meet with failure, because in any case it was God’s decision is implemented (Proverbs 19:21).
GOD WILL WORK ACCORDING TO HIS DECISION.