Get Adobe Flash player
14 December 2009

Keputusan yang Bijak ( Wise Decision )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

NelayanSENIN, 14 DESEMBER 2009

KISAH RASUL 15:22-34

Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggung-kan lebih banyak beban daripada yang perlu ini” (ayat 28). Usaha Paulus dan Barnabas untuk membi-cara kan dengan rasul-rasul ang ada di Yerusalem tentang ajaran yang mewajibkan orang percaya dari kalangan non Yahudi untuk disunat, mendapatkan hasil. Setelah bersidang, rasul-rasul menetapkan beberapa keputusan untuk jemaat non Yahudi khususnya untuk jemaat di Antiokhia. Beberapa hal yang telah ditetapkan itu adalah larangan untuk makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, makanan dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik, dan dari percabulan. Apa yang telah dipu-tuskan itu disampaikan kepada jemaat Antiokhia dengan perantaraan dua orang utusan dari Yerusalem yang menemani Paulus dan Barnabas, yakni Barsabas dan Silas. Satu hal yang harus dimengerti adalah bahwa keputusan yang diambil itu bukan semata hasil dari pemikiran peserta sidang, namun itu juga dalah keputusan Roh Kudus, dengan kata lain Roh Kuduslah yang memimpin sidang itu untuk mencapai suatu keputusan. Hasilnya, jemaat di Antiokhia menerima hasil keputusan itu dengan su-kacita. Dalam keadaan atau dalam kegiatan apapun, tidak terkecuali dalam mengambil suatu kepu-tusan, senantiasa sertakan Roh Kudus. Keputusan yang diambil dalam pimpinan Roh Kudus pasti membawa kebaikan bagi semua pihak. Sebaliknya mengambil keputusan tanpa melibatkan Roh Kudus hanya menghasilkan sesuatu yang benar dalam pandangan sendiri tanpa melihat akibatnya bagi yang lain. Ingatlah, sebaik dan sehebat apapun yang kita rencanakan dan putuskan, tanpa melibatkan Tuhan hanya menemui kegagalan, karena dalam hal apapun keputusan Tuhanlah yang terlaksana (Amsal 19:21).

ALLAH BEKERJA MENURUT KEPUTUSAN KEHENDAK-NYA.

MONDAY, 14 DECEMBER 2009
Acts 15:22-34

“Because the decision of the Holy Spirit and our decision, so you will not be borne to get more weight than this need” (verse 28). Paul and Barnabas effort to talk his way with the apostles in Jerusalem ang about mandating the teaching of believers from the non-Jew to be circumcised, get results. After the session, the apostles set some decisions to non-Jewish congregation, especially for the church at Antioch. Some of the things that you have set it is forbidden to eat food offered to idols, from blood meal, the meat of strangled animals and from fornication. What has been cut off was delivered to the church of Antioch by means of two delegates from Jerusalem who accompanied Paul and Barnabas, namely Barsabas and Silas. One thing to understand is that the decision was not simply the result of the trial participants thought, but it also dalah decision of the Holy Spirit, in other words the Holy Spirit who led the trial to reach a decision. The result, the church in Antioch received the results of that decision with joy. In the circumstances, or in any activity, not least in taking a decision, always include the Holy Spirit. Decisions taken in the leadership of the Holy Spirit would bring good for all parties. Instead decisions without involving the Holy Spirit produces just the right thing in his own eyes without seeing the consequences for others. Remember, as good and as good as any that we plan and decide, without involving God only meet with failure, because in any case it was God’s decision is implemented (Proverbs 19:21).
GOD WILL WORK ACCORDING TO HIS DECISION.

13 December 2009

AGENDA BULAN DESEMBER 2009

Oleh bambang | Dalam Informasi | Tag

Minggu, 13 Des. Ibadah I : Ketua EE Nasional Indonesia melayani Firman Allah, 06.30 Wita

Senin, 14 Des. Doa Puasa Kaum Wanita di Lt. 2 R.Batita (terakhir di tahun 2009), 10.00 Wita

Selasa, 15 Des. Bapak Gembala melayani NatalUmum di GPT. El. Shadai yang dihadiri Bupati Badung (PS. Solideo mengisi acara), 17.00 Wita

Rabu, 16 Des. Doa Pengurus Werdha, 10.00 Wita

Kamis, 17 Des. Pernikahan Sdr. Jerry Daniel Kuhu, S.E. & Sdri. Silvia Puspita Tjandra Hotel Nirmala Jl. Mahendradata, Denpasar. Pemberkatan oleh : Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M, 15.00 Wita

Jumat, 18 Des. KKR & Natal Kaum Remaja, pembicara : Pdt. Soni ET dari  Surabaya, 18.00 Wita

Jumat, 18 Des. Bapak Gembala melayani Ibadah Natal di GPT. Agape – Negara, 18.00 Wita

Sabtu, 19 Des. Natal Kaum Werdha, Pembicara : Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M, 10.00 Wita

Sabtu, 19 Des. KKR & Natal Kaum Muda, pembicara : Pdt. Soni ET dari Surabaya, 18.00 Wita

Minggu, 20 Des. Ibadah Umum I : Pembicara : Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M, 06.30 Wita

Minggu, 20 Des. Bidang Pembinaan bekerjasama dgn bidang Diakonia ibadah di LP. Kerobokan, 09.00 Wita

Minggu, 20 Des. Ibadah Umum II : Pembicara : Pdt. Soni ET dari  Surabaya, Pengisi Acara : Choir Faithful, 09.30 Wita

Minggu, 20 Des. Natal Sekolah  Minggu, 16.00 Wita

Senin, 21 Des. Natal Bersama Keluarga Sekretariat dengan Keluarga Satpam, Juru Parkir bersama Bapak Gembala di Monang-maning, 09.00 Wita

Selasa, 22 Des. Kaum Wanita mengadakan Aksi Sosial & pemeriksaan Kesehatan kerjasama dengan Yayasan Margi Rahayu di Bajra – Tabanan, 07.30 Wita

Selasa, 22 Des. Bapak Gembala mengadakan pertemuan dengan pelayan-pelayan Firman Allah Kebaktian Fajar Pagi, 12.00 Wita

Kamis, 24 Des. Bapak Gembala melayani Natal di Mastrada Surya, 13.00 Wita

Jumat, 25 Des. Natal Umum di Hongkong Garden, Sanur – Padang Galak, Pembicara : Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M, 17.00 Wita

Minggu, 27 Des. Ibadah Umum II : Penyerahan Anak, 09.30 Wita

Senin, 28 Des. Natal Kebaktian Keluarga Teuku Umar Barat, Pembicara : Pdt. Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M, 19.00 Wita

Selasa, 29 Des. Natal Kaum Pria Kunjungan kasih ke salah satu panti asuhan di Singaraja, 07.00 Wita

Kamis, 31 Des. Ibadah Tutup dan Buka Tahun disertai Perjamuan Kudus, 20.30 Wita

Kabid. Pembinaan : Pdt. Bindargo, MA

13 December 2009

Raja Damai

Oleh bambang | Dalam Artikel | Tag

rajadamai01Nama yang menentramkan :

(Yesaya 9:5; Yohanes 14:27).

“Kami masyarakat Aceh telah sangat lama mendambakan terciptanya perdamaian yang abadi di Nanggroe Aceh Darussalam. Kami rakyat Aceh baik yang ada di Aceh maupun di luar Aceh telah sangat lama menderita lahir batin akibat konflik bersenjata berkepanjangan yang terjadi di Aceh yang telah berlangsung sejak Perang Aceh melawan Belanda tahun 1873 sampai sekarang. Konflik bersenjata ini telah menyebabkan daerah Aceh dan warganya tertinggal dalam segala bidang kehidupan”. Inilah sebagian ungkapan warga Aceh yang mendukung sepenuhnya penyelesaian konflik Aceh secara damai antara Pemerintah RI dan Pimpinan Gerakan Aceh Merdeka(GAM).

Perkataan “damai” (shalom) mempunyai arti lebih dari sekedar ketenangan atau tidak adanya peperangan. Damai sejahtera adalah sesuatu yang hidup dan menggairahkan. Paulus menyatakan, “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami” (2 Korintus 5:19). Ini berarti bahwa kedamaian yang dibawa oleh Kristus lebih dari sekedar gencatan senjata. Ini adalah kedamaian yang mengubah kita dari musuh menjadi anak-anak Allah. Apa arti penting nama “Raja Damai” bagi kita saat-saat ini? Mereka yang mempercayai Kristus sebagai Juruselamatnya diberi  jaminan akan mendapatkan kedamaian. Raja damai akan memberikan kepada kita kedamaian yang kita perlukan. Dia dapat membawa : kedamaian di dalam pencobaan hidup (Yohanes 14:27); kedamaian di dalam proses pendewasaan (1 Tesalonika 5:23); kedamaian di dalam kemenangan hidup (Roma 16:20); kedamaian di dalam hubungan (Efesus 4:3); kedamaian dalam memberi kesaksian hidup (Galatia 5 :22-23).

Mari kita menjadi pembawa damai. Di bawah ini adalah kutipan sebuah doa yang dipanjatkan oleh salah seorang Bapa Gereja yang bernama Fransiskus dari Asisi yang dapat kita renungkan bersama : Tuhan, jadikan aku alat bagi kedamaianMu, Di mana ada kebencian, biarlah aku menabur kasih; Di mana ada luka hati, biarlah aku menabur pengampunan; Di mana ada kebimbangan, biarlah aku menabur iman; Di mana ada kegelapan, biarlah aku menabur terang; Dan di mana  ada kesedihan, biarlah aku menabur sukacita; Oh Tuhan, tolonglah agar aku tidak mencari untuk dihibur, tetapi aku ingin meng-hibur, aku tidak mencari untuk dimengerti tetapi mengerti; Tidak mencari untuk dikasihi, tetapi menga-sihi; karena hanya dalam memberilah, akami menerima; dan ketika mengampunilah kami diampuni: Dalam kematianlah, kami lahir di kehidupan yang kekal. Amin. (Mansor/Mr. Bind)

“Hanya Yesus Raja Damai yang sanggup memberikan damai sejati”.

13 December 2009

Nama Yang Telah Dinubuatkan

Oleh bambang | Dalam Artikel | Tag

bayi01(Yesaya 9:5)

Nama adalah suatu hal yang penting. Ketika kami menantikan kelahiran anak kami yang kedua, selama beberapa bulan kami berusaha mencari sebuah nama yang tepat, sebuah nama yang berarti. Kami berharap anak kami yang kedua ini nanti juga menyukai namanya.

Allah menamakan manusia pertama “Adam”, sebab ia dibuat dari debu tanah. “Adam” berarti tanah. Allah mengubah nama Abram menjadi “Abraham” yang berarti “bapa banyak bangsa”, suatu gambaran sempurna bagi imannya. Ketika Allah menyatakan kepada Abraham dan Sara bahwa mereka akan mendapat seorang anak laki-laki, mereka tertawa, lalu anak mereka diberi nama “Ishak” yang artinya “tertawa”. Rahel menamakan anaknya “Ben-Oni”, yang berarti “anak kesedihanku” karena Rahel mati ketika melahirkan anak itu, tetapi pemberian nama itu merupakan suatu beban mengerikan bagi anak manapun juga. Bayangkan kalau seumur hidup Anda, Anda dipanggil dengan nama yang mengingatkan bahwa kelahiran Anda menyebabkan kematian ibu Anda! Dengan bijaksana Yakub mengubahnya menjadi “Benyamin” yang artinya “anak dari tangan kananku”.

Nama yang paling penting adalah nama-nama yang dihubungkan dengan Juruselamat kita. “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.” (Matius 1:21) “Yesus”  adalah kata Yunani untuk padanan dari nama Ibrani “Yosua”; kedua-duanya berarti “Tuhan itu keselamatan”. Ada banyak nama dan gelar Yesus Kristus dalam Alkitab yang menunjukkan siapakah Yesus dan apa yang ingin dilakukanNya bagi kita. Di dalam kitab Yesaya kita melihat keajaiban nama Tuhan Yesus. Sungguh suatu kerugian besar apabila kita tidak memahami keajaiban nama Yesus, karena hanya nama itulah yang sanggup menyelamatkan kita (Kisah Para Rasul 4:12). Kita harus mempercayai Dia yang sanggup membebaskan kita dari kuasa gelap, penghukuman atas dosa-dosa kita. Sekitar 700 tahun sebelum Kristus lahir, nabi Yesaya yang digerakkan Roh Kudus menubuatkan kelahiranNya, “Seorang bayi telah lahir untuk kita….”. Bayi ini mempunyai nama yang mengherankan sekali (terj. KVJ) : Ajaib (Wonderfull), Penasihat (Counsellor), Allah Yang Kuasa (The Mighty God), Bapa Yang Kekal (The Everlasting Father), dan Putra Raja Damai (The Prince of Peace). Inilah yang dibutuhkan dunia dan dicari-cari oleh semua manusia. Beribu-ribu tahun manusia menunggu siapakah yang dapat memberikan cara paling ajaib untuk melepaskan kita dari kebodohan, yang memberikan nasihat terbaik, kuasa, kedamaian dan hidupan kekal? Hanya Tuhan Yesus yang mampu memenuhi kebutuhan manusia akan semua hal tersebut, melalui cara yang paradoks dengan konsep manusia, yaitu melalui seorang bayi! Serahkanlah seluruh hidup Anda kepadaNya, jika Anda menginginkan kedamaian dan keselamatan!. (Mansor/Mr. Bind)

“Nama Yesus akan membawa Anda kepada kebahagiaan kekal di Sorga!”

12 December 2009

Jangan Bersandar Kepada Pengertianmu Sendiri

Oleh Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo Bc.M | Dalam Khotbah Minggu | Tag

sail01

C13. Kuasa dalam Tabut Allah

I Samuel 5

1. Di Kiryat-Yearim

I Samuel 7:1-2 , “Lalu orang-orang Kiryat-Yearim datang, mereka mengangkut tabut TUHAN itu dan membawanya ke dalam rumah Abinadab yang di atas bukit. Dan Eleazar, anaknya, mereka kuduskan untuk menjaga tabut TUHAN itu. 2Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN .”

Setelah peristiwa Bet-Semes, Tabut Allah kemudian di bawa ke Kiryat Yearim. Di letakkan di rumah Abinadab,

Tabut Allah di rumah Abinadab

Orang-orang Kiryat Yearim lalu menugaskan Eleazar, anak dari Abinadab untuk menjaga Tabut Allah. Tabut Allah telah kembali ke Israel, lambang penyertaan Allah kepada umat-Nya berada di tengah bangsa pilihan-Nya, kuasa-Nya yang menjaga dan memelihara umat-Nya akan dinyatakan seturut kehendak-Nya, bila bangsa Israel taat dan setia kepada perintah-Nya.

Setelah sekian lama –duapuluh tahun- Kaum Israel merasakan kembali tekanan dari orang-orang Filistin. Bangsa ini kemudian mengeluh. Samuel sebagai pemimpin bangsa mengarahkan segenap bangsa Israel untuk kembali kepada-Nya, dan bangsa ini taat pada kepemimpinan Samuel. Hingga, ketika bangsa Israel maju berperang, mereka memperoleh kemenangan, dan kota-kota Israel yang tadinya diduduki orang Filistin dapat direbut.

Tabut Allah masih berada di Kiryat Yearim, hingga kelak dibawa ke Yerusalem oleh Raja Daud. Ada masa yang cukup lama, hingga rencana itu terlaksana. Namun saat Daud menerima tahta atas Israel, hal yang ingin dia lakukan adalah meletakkan Tabut Tuhan di ibukota negara.

2. Tabut dibawa ke Yerusalem

II Samuel 6:1-5 , “Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya. 2 Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah , yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. 3 Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu . 4 Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. 5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.

Daud membangun istana di Yerusalem. Setelah mengalahkan penduduk Yebusy, Daud lalu berpikir untuk membawa Tabut ke Yerusalem, ke kota Daud.

Kerinduan besarnya adalah membangun Kaabah Allah yang permanen, namun ide itu kelak dapat diwujudkan atau dilaksanakan oleh putranya Salomo.

Upaya memindahkan Tabut Allah itu dilakukan dengan luar biasa, ada banyak orang yang dilibatkan dengan iring-iringan yang megah.

Mereka menaikkan Tabut Allah dengan pedati yang baru

Tabut Allah dinaikkan ke pedati, Raja Daud bersama pengiring lainnya bersukacita memuliakan Tuhan. Sorak-sorai dan penuh pujian mengiringi prosesi pemindahan Tabut Allah dari Kiryat Yearim menuju ke Yerusalem.

Idenya bagus, maksudnya untuk memuliakan Tuhan, dilaksanakan dengan koordinasi yang baik, tapi apakah hal itu berkenan bagi-Nya?

Di zaman tersebut, pedati adalah transportasi yang terbaik dan untuk memudahkan pergerakan dari suatu tepat ke tempat yang lain, raja Daud menggunakan cara yang lazim dilakukan pada masanya. Dalam pemikirannya, hal itu adalah hal yang baik.

Apa yang terjadi?

II Samuel 6:6-8 , “Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengu-lurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. 7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. 8 Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang.

Hingga sampailah di suatu tempat, ketika pedati yang mengangkut Tabut Allah tergelincir, salah seorang yang mengiringi Tabut yaitu Uza berinisiatif menjamah Tabut. Hal itu mendatangkan murka Allah, akibatnya …

Uza mati

Kematian Uza, mengejutkan Daud dan semua pengiring yang sedang bersukacita kala itu.

Kuasa Allah yang dilewatkan pada Tabut Allah memberikan tanda kepada segenap orang Israel yang sedang dalam iring-iringan membawa tabut Allah, bahwa ada hal yang tidak berkenan bagi-Nya. Hingga sekarang tempat di mana murka Allah menimpa Uza karena menjamah tabut Tuhan itu disebut Peres-Uza.

Mengapa?

I Tawarikh 15:13 , “Sebab oleh karena pada pertama kali kamu tidak hadir, maka TUHAN, Allah kita, telah menyambar di tengah-tengah kita, sebab kita tidak meminta petunjuk-Nya seperti seharusnya.

Apakah hal yang membuat-Nya tidak berkenan? Sehingga murka-Nya turun dan mengenai Uza hingga binasa?

Sejarah Israel mencatat, Raja Daud memberikan teladan seorang pemimpin besar. Berawal dari suatu ide yang dirasa baik, siap melaksanakan tugas untuk tujuan pekerjaan Tuhan, hingga terjadilah peristiwa tewasnya Uza.

Sebagai manusia Raja Daud terguncang hatinya melihat hal yang dihadapinya. Tapi itu tidak berselang lama, dengan peristiwa itu membuat raja Daud mencari perkenaan Tuhan.

Hingga Raja Daud menemukan kesalahannya. Dengan besar hati di hadapan bangsa Israel yang dipimpinnya, ia bersedia mengakui kekurangannya.

Peristiwa itu terjadi karena …

Tidak minta petunjuk Tuhan

Mengaku di hadapan Tuhan dan di hadapan umat. Minta kemurah-an Tuhan, supaya yang di lakukan dapat berjalan dengan sukses. Tetap mendengar perintah-Nya dengan seksama supaya terhindar dari murka-Nya.

Adam, manusia pertama lebih mendengar suara iblis dibanding perintah-Nya, membuatnya diusir dari Eden. Ia tidak mengakui dengan segera salahnya, tanah pun menjadi terkutuk, sehingga Adam harus berusaha keras untuk hidup.

Baca!

Bilangan 3:5-8 , “TUHAN berfirman kepada Musa: 6 Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. 7 Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci . 8 Mereka harus memelihara segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.

Secara khusus Tuhan telah menugaskan suku tertentu untuk melayani Rumah Allah, termasuk memikul Tabut Allah yaitu …

Suku Lewi melakukan pekerjaan pada Kemah Suci

Di saat peristiwa Peres-Uza, Raja Daud telah menugaskan membawa Tabut Allah itu dengan pedati, dibawa oleh sapi bukan oleh imam-imam yang kudus.

Suku Lewi telah diatur posisinya dalam tatanan sosial religius bangsa Israel. Termasuk kehormatan untuk melayani di rumah Tuhan dan hak-hak mereka. Mereka tidak mendapat milik/tanah pusaka, tapi berhak menerima bagian dari persembahan yang dibawa ke perbendaharaan Rumah TUhan.

Melayani-Nya adalah kerinduan-Nya dan itu diserukan kepada umat-Nya. Ia sangat girang hati bila umat-Nya tekun dan setia kepada-Nya.Tapi tentu yang Ia lihat adalah hati yang melayani-Nya, bukan hanya sekedar elok dimata manusia

Pada masa Perjanjian Baru, Ia telah memanggil semua umat-Nya untuk dapat melayani-Nya dengan sepenuh hati (full heart) lebih dari sekedar penuh waktu (full time). Menjadi imam-imam rajani. Tanda bhakti yang ditunjukkan dalam melayani-Nya bersumber dari hati yang tulus untuk memuliakan-Nya. Dan kepada yang setia akan diberi kepercayaan yang lebih besar.

3. Belajar dari kegagalan

I Tawarikh 15:11-12 , “Lalu Daud memanggil Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, dan orang-orang Lewi, yakni Uriel, Asaya, Yoël, Semaya, Eliel dan Aminadab, 12 dan berkata kepada mereka: “Hai kamu ini, para kepala puak dari orang Lewi, kuduskanlah dirimu, kamu ini dan saudara-saudara sepuakmu, supaya kamu mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel, ke tempat yang telah kusiapkan untuk itu.

I Tawarikh 15:14-15 , “Jadi para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya untuk mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel. 15 Kemudian bani Lewi mengangkat tabut Allah itu dengan gandar pengusung di atas bahu mereka, seperti yang diperintahkan Musa, sesuai dengan firman TUHAN.”

Daud yang telah menyadari kesalahannya, lalu dengan cepat bertindak –tidak berdalih lagi- ia lalu memanggil pimpinan kaum Lewi, dan meminta mereka menguduskan diri untuk kemudian mengangkat tabut Allah.

Sesuai dengan firman Tuhan yang dulu pernah disampaikan melalui Musa :

Suku Lewi mengusung Tabut Allah

TIdak dinaikkan pedati (meski baru), tapi diusung oleh suku Lewi. Sebelumnya imam-imam Lewi harus menguduskan diri untuk layak melaksanakan pelayanan tersebut.

Raja Daud melihat atau mencontoh Raja orang Filistin ketika mengembalikan Tabut Allah. Orang Filistin memang tidak mengetahui caranya membawa Tabut Tuhan, sebagaimana yang diperintahkan Tuhan.

Ada beberapa hal lagi yang menyiratkan arti dari peristiwa Peres-Usa untuk menjadi perenungan orang percaya di hari ini. Pedati menyimbolkan aturan dan manusia yang mengatur organisasi, sapi menggunakan harta keuangan atau upah (Kel 31:1-6), Uza namanya berarti kekuatan, kekuatan dari manusia itu harus mati, dan Peres berarti perpisahan atau penghabisan dari daging. Karenanya jika Sidang Jemat Kristus mengerjakan sesuatu menurut aturan manusia pasti akan timbul kematian.

Mengusung dengan pundak para imam, menjadi tanda bahwa tanggung jawab pelayanan harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab dan penundukkan meski teknologi dan pengetahuan dapat membantu tugas pelayanan. Tetapi poin yang harus diingat dari pelayanan imamat adalah imam yang berani bertanggungjawab atau memikul tanggungjawab atas panggilan-Nya, dengan terlebih dahulu menguduskan diri-nya untuk layak dihadapan-Nya.

4. Akhirnya

I Tawarikh 15:29 , “Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.

Tabut Tuhan sampai dan …

Masuk ke kota Daud

Dengan sukacita yang besar dan diiringi sorak sorai, penduduk kota Daud memuliakan Tuhan. Raja Daud secara total menunjukan kepada segenap orang Israel, bahwa Allah jauh lebih mulia dari hal apapun sehingga ia tidak segan untuk menari, bersorak-sorai, melompat-lompat  dan memuliakan-Nya.

Tapi ….

II Samuel 6:23 , “Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

Di tengah suasana sukacita, Mikhal istri Daud, anak Raja Saul, memandang rendah apa yang Daud lakukan bagi-Nya. Akibatnya, ia mendapat penghukuman Tuhan karena tidak  menghargai suaminya, …

Mikhal tidak punya anak

Perbuatan Mikhal yang merendahkan Daud karena memuliakan Allah, sama dengan merendahkan Allah. Hal itu berbuah penghukuman, dan ditanggung oleh Mikhal hingga akhir hayatnya.

Catatan khusus

II Samuel 6:11 , “Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

Sebelum Tabut Allah sampai ke kota Yerusalem, Tabut Allah sempat berhenti di suatu tempat. Ada jeda waktu hingga dilanjutkan kembali oleh Raja Daud.

Pasca peristiwa Peres-Uza yang membuat ba-nyak orang dari iring-iringan pengantar Tabut Allah terguncang, raja Daud tidak segera membawa Tabut  Allah ke kota Daud / Yerusalem, tapi ia lalu membawa tabut Tuhan ke Obed-Edom.

Tabut Allah dititipkan pada keluarga Obed-Edom. Bukan menerima petaka – sebab banyak yang menjadi takut berdekatan dengan Tabut Allah, yang ada kuasa-Nya-  tetapi :

Keluarga Obed-Edom diberkati

Tabut Allah menjadi tanda kemaha-kuasaan Allah. Bila melayani-Nya dengan benar maka tidak akan penghukuman menimpa umat-Nya. Ia membawa berkat bagi yang menghargai Allah, dan sebaliknya yang memandang rendah Allah atau ditempatkan pada tepat yang tidak semestinya akan mendatangkan petaka.

Ada pembelaan dan pemeliharaan dari-Nya, yang dilambangkan oleh Tabut Allah. Suasana sejahtera , damai dan sentosa terjadi  dalam kehidupan umat-Nya buah dari penundukan yang dipersembahkan kepada-Nya .

Tabut Allah adalah puncak lambang kerinduan Allah untuk berdiam diantara  umat-Nya. Di genapi utuh di dalam karya perutusan Kristus ke dalam dunia (Immanuel), Tuhan berdiam di tengah umat-Nya, ada persekutuan yang indah dan mulia.

Maka Tabut Allah adalah sama menjadi gambaran persekutuan Kristus dan gereja-Nya, deng-an Dia menjadi kepala yang berdaulat atas umat-Nya yang kini disebut Gereja-Nya

Secara lebih detil Tabut Allah atau Peti Perjanjian terbagi dua bagian,  petinya sendiri dan tutupnya peti. Gereja Tuhan di simbolkan deng-an peti, akan klop dengan Kristus sebagai Tutup Peti. Di dalam peti itu sendiri ada 3 benda: buli-buli Mana (IMAN), 2 loh batu (10 hukum – KASIH), dan tongkat Harun (bicara Roh Kudus dan penyucian – HARAP). Untuk layak bertemu atau Klop dengan-Nya, di dalam diri Gereja-Nya harus memiliki ketiga hal tersebut yang menjadi permanen dalam diri Gereja-Nya.

Pengertian di atas akan memberikan arti bagi kehidupan orang percaya bila melakukan deng-an setia segenap perintah-Nya. Untuk bersekutu sempurna dengan-Nya, membangun persekutuan yang intim dengan-Nya, menjadi lebih dari sebatas doktrin, tapi dituntut menjadi pelaku-pelaku Firman Allah yang ditandai dengan kekudusan.

5. Penutup

Amsal 3:5 , “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Daud tanpa menyadari telah melakukan hal yang ia pikirkan sendiri, hingga terjadilah peristiwa tewasnya Usa, ia lalu sadar untuk kembali mendengar perintah Tuhan, mengundang Ia untuk memberikan solusi. Raja Daud mengedepankan teladan bagi orang percaya dalam menapak langkah di jalur-Nya :

Jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri

Jangan pernah merasa diri bijak, -arogan, Jw. Kementus, tegar hati- dan mengandalkan kebijakan manusia yang terbatas dalam mengambil keputusan penting dalam hidup kita. Ada hasil yang sangat berbeda bila kita memilih untuk menyandarkan diri kepada kebijakan-Nya dibanding dengan pengertian sendiri. Ia punya banyak cara untuk menjaga dan memelihara umat-Nya sepanjang tahun yang Tuhan ijinkan manusia lalui, maka sudahkah kita rasakan kebijakan Tuhan? (Mc-Sr)

C13. Power of the Ark of God
I Samuel 5

1. In Kiryat-Yearim

I Samuel 7:1-2, “Then the people Kiryat-Yearim came, they carried the ark of the LORD, and brought into the house Abinadab that on the hill. And Eleazar, his son, they are sanctified to keep the ark of the LORD is. 2 Since that time the Ark lived in Kiryat-Yearim, through a range long enough time, ie twenty years, and the whole house of Israel complained to the Lord. ”

The Ark of God at home Abinadab

People are then instructed Yearim Kiryat Eleazar, son of Abinadab to keep the Ark of God. The Ark of God has returned to Israel, a symbol of inclusion of God to his people in the midst of His chosen people, His power to keep and preserve His people will be revealed according to His will, when the Israelites obedient and faithful to His commands.

After a period of ‘twenty years’, The Israel felt the back pressure from the Philistines. These nations then complain. Samuel as the leader of the lead the whole nation of Israel to return to Him, and obey the nation’s leadership of Samuel. Until, when the nation of Israel went to war, then they get the victory, and Israeli towns that had been occupied by the Philistines captured.

The Ark of God was still in Kiryat Yearim, until it was brought to Jerusalem by King David. Passing a long time, until the plan can be implemented eventually. Until finally, when David received the throne of Israel, that he wants to do is put the Ark of God was in the state capital.

2. Ark brought to Jerusalem

II Samuel 6:1-5, “David gathered all the people a choice between the people of Israel, thirty thousand people much. Then get ready 2 David, then walked from Baale-Judah with all the people who accompanied him, to carry from there the ark of God, called by the name of the Lord of hosts enthroned above the cherubim. 3 and they put the ark of God into a new train after the lifting of the house Abinadab that on the hill. Then Uzzah and Ahyo, Abinadab children, take the train. 4 Uzzah walked beside the ark of God, was Ahyo walking in front of the ark. 5 David and the whole house of Israel danced before the Lord with all his strength, accompanied by singing, harp, lute, tambourine, wooden bell and cymbals. ”

David built a palace in Jerusalem. After defeating Yebusy residents, David and thought to bring the Ark to Jerusalem, the city of David.

Great longing is to build a permanent Kaaba of God, but the idea was later to be realized or implemented by his son Solomon.

Efforts to move the Ark of God was done with incredible, there are many people who are involved with the procession of majestic.

They raise the Ark of God with the new carts

The Ark of God raised to the cart, King David with the other bridesmaids to glorify the Lord rejoice. Cheers and full of praise accompanied the procession moving the Ark of God from Kiryat Yearim toward Jerusalem.

Good idea, meant to glorify God, carried out with good coordination, but whether it was pleasing to Him?

At times, the cart is the best transportation and to facilitate the movement of a right to a different place, King David uses a common way of his time. In his thinking, it is a good thing.

What happened?
II Samuel 6:6-8, “When they came to the threshing Nakhon, then Uzzah reached out to the ark of God, then held it, because the ox-ox was slipping. 7 And the anger of the LORD Uzzah, and God killed him there because it was negligence, he died there by the ark of God. 8 David became angry because the LORD has grabbed so great Uzzah; the place is called the Peres-Uzzah until now. ”

Came up in a place, when the cart carrying the Ark of God fell, one of which accompanied the Ark of the Ark touched Uzzah initiative. It incurred the wrath of God, as a result …

Uzzah dead

Death Uzzah, surprising accompaniment of David and all who are rejoicing at the time.

The power of God which is in the Ark of God gave a sign to all the people of Israel who were in the procession carrying the ark of God, that there are things that are not pleasing to Him. Until now the place where God’s wrath upon Uzzah because it touched the ark of God is called Peres-Uzzah.

Why?

I Chronicles 15:13, “For since the first time you are not present, then the LORD our God, have been seized in the midst of us, because we did not ask for His guidance as it should.”

Do things that make him no pleasure? His wrath so off and on Uzzah to perish?

Israel’s history records, King David provides an example of a great leader. Starting from an idea that feels good, ready to carry out tasks for the purpose of God’s work, until the death Uzzah happened.

King David as a human being shocked his heart to see the faces. But it was not long ago, and it was eventually made king David seeking God’s guidance.

Until King David discovered his mistake. With a big heart before he led the nation of Israel, he was willing to admit shortcomings.

It happened because …
Do not ask God’s guidance

Confess before God and before the people. Ask for the grace of God, that in doing so can run successfully. Stay at His command carefully to avoid His wrath.

Adam, first man heard a devil more than God’s command, thus making him expelled from Eden. He did not admit his mistake immediately, the land became cursed, so Adam had to try hard to live.

Read!
Numbers 3:5-8, “And the LORD said to Moses, 6″ Make the tribe of Levi near and facing the priest Aaron, so they serve him. 7 They have tasks to Aaron and to all the people of Israel in front of the tent of meeting, and thus doing office work at the Tabernacle. 8 They must keep all the furniture tent of meeting, and tasks for the people of Israel and thus doing office work at the Tabernacle. ”

In particular, God has assigned certain tribes to serve in the Temple, including carrying the Ark of God is …

Levi is doing the work on the Tabernacle

In the event-Uzzah Peres, King David had brought the Ark of God commissioned by carts, pulled by a cow and not by the priests of the holy.

The tribe of Levi has set his position in the religious social fabric of Israel. Including the honor to serve in the house of God and the rights of their special. They do not have property / land inheritance, but are entitled to receive part of the offerings brought to the temple treasury.

His serve is the desire of God that was given to his people. He was delighted when His own people were diligent and faithful to Him. But of course that he first saw the hearts of those who serve, not just looks beautiful in the eyes of men only

In New Testament times, He has called all his people to serve Him with all her heart, not more than a full-time Being royal priests. Service marks displayed on his serve comes from a sincere heart to glorify God. And to the faithful will be given greater confidence again.

3. Learning from failure

I Chronicles 15:11-12, “Then David summoned Zadok and Abiathar, the priests and Levites, which Uriel, Asaya, Joel, Semaya, Eliel and Amminadab, 12, and said to them:” O ye of this , the chiefs of the Levites, sanctify yourself, you are and brothers as your people, so that you may carry the ark of the LORD, the God of Israel, to the place that I prepared for it. ”

I Chronicles 15:14-15, “So the priests and the Levites sanctified themselves to carry the ark of the LORD, the God of Israel. 15 Then the sons of Levi up the ark of God was with yoke bearers on their shoulders, as Moses commanded, according to the word of the LORD. ”

David, who has realized his mistake, then quickly act without any excuse, he then summoned the leadership of the Levites, and asked them to sanctify themselves so that they become eligible for lifting the ark of God.

In accordance with the Word of God who once delivered through Moses:

Levi is carrying the Ark of God

No increased gig (though new), but was carried by the tribe of Levi. Previously Levite priests to consecrate themselves to proper conduct these services.

King David seeing or copying the King of the Philistines when the Ark of God’s return. The Philistines did not know how to bring the Ark of God, as God had commanded.

There are few things that imply the meaning of the event for the Peres-Uzzah believers ponder on this day. Oxen symbolize the rules that govern human and this organization, the cow represents the use of property, financial or wages (Exodus 31:1-6), Uzzah name means strength, power from the man must die, and Peres means separation or destroy the will of the flesh. Therefore if Christ Assemblies of doing things according to human rules will surely arise spiritual death.

Carried the Ark of God on the shoulders of the priest, a sign that the service responsibility should be done with a full sense of responsibility and bowed himself before God, even though technology and knowledge can help the task of ministry. But the point to remember from the priestly ministry is a priest should dare to be responsible or take responsibility for his call, with the first consecrate himself to be worthy before God.

4. Finally

I Chronicles 15:29, “When the ark of the covenant of the LORD that came to the city of David, Michal, Saul’s daughter, visiting from the window and saw King David leaping and dancing. Therefore he despised David in her heart. ”

Ark of God up and …
Log in to the city of David

With great joy and accompanied by cheers, the city of David glorify God. King David is a total show to all the people of Israel, that God is far more precious than anything else, so he is not shy about dancing, cheering, jumping up and glorify Him, before the entire nation of Israel.
But .
In the midst of joy, David’s wife Michal, King Saul’s son, despise what David did for him. As a result, he received God’s punishment for not appreciating her husband, …

Michal had no children

II Samuel 6:23, “Michal Saul bint had no child till his death day.”

Degrading acts Michal David because the glory of God, equal with God humbled. It resulted in a conviction, which ultimately must be borne by Michal until the end.
Special Note
II Samuel 6:11, “for three months the ark of God was living in the house of Obed-Edom, the Gat, and the Lord blessed Obed-Edom and all his household.”

Before the Ark of God to the city of Jerusalem, the Ark of God had stopped somewhere. There was a pause time before the Ark of God’s journey is continued by King David. Post-Uzzah Peres event that makes a lot of people from the procession introduction shaken Ark of God, King David was not immediately brought the Ark of God to the city of David is Jerusalem, but then he brought the ark of God was to Obed-Edom.

Because many people are afraid of having contact with the Ark of God who has power, then finally boarded the Ark of God in the family of Obed-Edom. They are not receiving disaster, but …. :

Family blessed Obed-Edom

The Ark of God was a sign from the Almighty God. When serving Him properly then there would be no punishment upon his people. He brings a blessing for those who appreciate God, and vice versa who despised God or put God in a place that is not supposed to get a disaster.

There defense and maintenance of God, symbolized by the Ark of God. The atmosphere of prosperous, peaceful and prosperous place in the lives of his people, this is the result of submission and obedience offered to Him.

The Ark of God is the top symbol of the longing of God to dwell among His people. In fulfill intact, complete and perfect in the redemptive work of Christ into the world (Immanuel), God dwells in the midst of his people, there is a wonderful fellowship with Him and noble.

So the Ark of God is the same, the image of the communion of Christ with his church, where he became head of a sovereign over his people is now called His Church, The Ark of God more details or crate Agreement divided two parts, the box itself and the lid casket. Church of God in simbolkan with the coffin, will in harmony with Christ as the Closed casket. In the box itself is 3 things: Which jar (the symbol of the Faith), 2 tables of stone (representing 10 LAW OF LOVE), and Aaron’s rod (the symbol of the Holy Spirit and sanctification, and HOPE). To be eligible to meet with him or be like Christ, then in the Church of God must have all three of these things are permanently present in the Church of God today.

Understanding the above will give meaning to the lives of people believe that if we do faithfully all His commandments. For the perfect alliance with him, building an intimate communion with Him, to be more than limited doctrine, but we are required to become perpetrators of the Word of God is marked by living in holiness.

5. Closing

Proverbs 3:5, “Trust in the LORD with all your heart and lean not unto thine own understanding.”

David had done without realizing what he was thinking about himself, until the death happened Usa, he then realized that to re-hear the commands of God, he invited to provide solutions. King David exemplary preferred for people believe in stepping on the path of God:

Do not lean on your own understanding

Do not ever feel self-wise, arrogant, (Javanese. Kementus), brave heart and rely on limited human wisdom in taking important decisions in our lives. There is a very different outcome if we choose to rely to his policies than rely on their own terms. He had a lot of ways to maintain and preserve his people lived throughout the year by humans, therefore, whether we’ve felt God’s policy? (Mc-Sr)

12 December 2009

WSB # 1034, 13 Desember 2009

Oleh bambang | Dalam WSB | Tag

“Tahun Kebijakan Tuhan”

Edisi No. 1034
Tahun XVIII
Minggu, 13 Desemberr 2009

12 December 2009

Untuk Semua Orang ( For Everyone )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

damsyikbentanganSABTU, 12 DESEMBER 2009

KISAH RASUL 15:1-21

“Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita” (ayat 8). Tantan-gan yang dihadapi gereja mula-mula bukan hanya datang dari luar, dari mereka yang belum ataupun yang menolak berita keselamatan yang disampaikan oleh rasul-rasul dan murid-murid yang lain, tapi juga dari dalam mereka sendiri. Orang-orang percaya dari golongan Farisi yang masih memegang kuat hukum Musa, menimbulkan keresahan diantara orang-orang percaya dari kalangan non Yahudi dengan mewajib kan mereka untuk disunat dan harus menuruti hukum Musa. Namun Petrus yang pernah men-dapatkan pengajaran tersendiri dari Tuhan mengenai kedudukan semua manusia dihadapan-Nya, me-luruskan pendapat orang-orang Farisi tersebut, bahwa sesungguhnya Allah yang mengenal hati manu-sia tidak mengadakan perbedaan antara orang Yahudi dan non Yahudi. Hal itu dibuktikan sendiri oleh Petrus ketika ia melayani keluarga Kornelius dimana ketika ia sedang berbicara, Allah mengaruniakan Roh Kudus-Nya kepada mereka yang mendengar pemberitaannya. Untuk itu tidak seharusnya mereka meletakkan kuk yang tidak mungkin dipikul bukan hanya oleh mereka non Yahudi, tapi juga oleh orang Yahudi itu sendiri. Dan jika hal itu tetap dipaksakan, berarti mereka mencobai Tuhan. Jika Allah saja tidak memandang muka dalam memberikan anugerah keselamatan yang daripada-Nya, akankah kita mau membijaksanai kebijaksanaan-Nya dengan memandang diri sendiri lebih baik atau lebih layak untuk menerima anugerah-Nya sedang yang lain yang tidak sealiran tidak layak ? Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya “setiap” orang yang percaya beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).

SETIAP LUTUT BERTELUT DAN SETIAP LIDAH AKAN MENGAKU BAHWA YESUS ADALAH TUHAN

SATURDAY, 12 DECEMBER 2009
Acts 15:1-21

“And God, who knows the human heart, has declared his will to accept them, because he gave the Holy Spirit to them just like us” (verse 8). The challenge facing the early church not only come from outside, from those who have or who reject the salvation given by the apostles and disciples of others, but also from within their own. Believers of the Pharisees is still holding strong law of Moses, causing unrest among believers from the non-Jews by requiring them to be circumcised and to obey the law of Moses. But Peter never received instruction privately from the Lord concerning the status of all men before him, stretched the opinions of the Pharisees, that really, God knows the human heart does not differentiate between Jews and non Jews. It proved itself by Peter when he was serving the family of Cornelius, where when he was speaking, God bestows His Holy Spirit to those who hear the preaching. For that they should not put the yoke of the impossible borne not only by their non-Jews, but also by the Jews themselves. And if that still imposed, meaning they tempt God. If God is not looking at the face in providing the gift of salvation from Him, would we want to change his policies to see ourselves better or more worthy to receive His grace while others who disagree do not deserve? Because God so loved the world that he gave his son a single that “every” person who believe have eternal life (John 3:16).
Every knee bow and every tongue will confess that Jesus is Lord

11 December 2009

Selesaikan Tugas ( Finishing The Task )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

matahari lautJUM’AT, 11 DESEMBER 2009

KISAH RASUL 14:21-28

“Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan” (ayat 26). Sekalipun mereka pernah mendapat sesuatu yang tidak menyenangkan bahkan ancaman keselamatan jiwa di Ikonioun dan di Listra, tapi hal itu bukan menjadi alasan Paulus dan rekan-rekannya untuk tidak kembali ketem-pat itu dan menguatkan hati murid-murid yang ada disana. Mereka kembali kesana bahkan menetap-kan penatua penatua bagi jemaat, barulah mereka kembali ke Antiokhia, dimana dari sanalah mereka memulaikan pekerjaan yang dipercayakan oleh Tuhan. Mereka kembali karena mereka telah menyele-saikan tugas khusus mereka yang pertama. Dalam perjalanan mereka kembali, mereka tetap memberi-takan Firman Tuhan disetiap tempat yang mereka singgahi. Akhirnya merekapun tiba dengan mem-bawa banyak kesaksian bagaimana Allah bekerja dengan perantaraan mereka. Selesainya tugas mereka bukan berarti itu adalah akhir dari pelayanan, tapi hal itu menjadi kesempatan untuk mereka menjadi berkat bagi jemaat darimana mereka berasal sambil menantikan tugas yang baru sesuai deng-an kehendak Tuhan. Apa yang telah Paulus dan rekan-rekannya kerjakan, hendaknya menjadi pen-dorong semangat bagi kita untuk juga menunaikan tugas pelayanan yang dipercayakan apapun tanta-ngannya. Jangan berhenti oleh karena tantangan, sebaliknya justru melalui tantangan kita akan melihat kuasa Allah bekerja dan dinyata kan. Dan jangan lupa untuk menyaksikan kuasa dan pertolongan Tu-han yang telah kita alami dalam melakukan kehendak-Nya. Tunaikanlah tugas yang telah dipercayakan kepada kita dan saksikanlah kasih dan kuasa-Nya yang mengiringi pelaksanaan tugas tersebut (2 Timotius 4:5).

MAKANAN-KU ADALAH MENYELESAIKAN KEHENDAK  DIA YANG MENGUTUS  AKU.

FRIDAY, 11 DECEMBER 2009

Acts 14:21-28

“From there they sailed to Antioch is; in places that they had been handed over to the grace of God to start a job, they have done” (verse 26). Even if they’ve got something unpleasant and even threatening the safety of persons in Ikonioun and at Lystra, but it’s not the reason Paul and his colleagues for not re-place and encouraging the students who were there. They even set back there for the elders of the church elders, then they returned to Antioch, from where they began the work entrusted by the Lord. They return because they have completed their specific tasks first. In their way back, they still preach the Word of God in every place they visit. Finally they arrived with a lot of testimonies of how God works through them. Finished his assignment does not mean it is the end of the service, but it becomes an opportunity for them to be a blessing to the community from which they originate while waiting for new tasks in accordance with the will of God. What had Paul and his colleagues are doing, should be encouragement for us to also perform the task entrusted to any service of his challenge. Do not stop by for a challenge, instead through the challenges we’ll see the power of God’s work and expressed. do not forget to watch the power and the help of God we have experienced in doing His will. Exert a task that has been entrusted to us and see the love and His power that accompanies the implementation of these tasks (2 Timothy 4:5).
MY FOOD IS COMPLETING HIS DISCRETION. WHO  HAS SENT  ME

10 December 2009

Pembuat Masalah ( The Trouble Maker )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso,WSB Editorial Staff

imamlewiKAMIS, 10 DESEMBER 2009

KISAH RASUL 13:50-14:20

“Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya keluar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati” (ayat 19). Pelayanan di Ikonium, Listra dan Derbe dirangkai dalam satu perikop yang didalamnya kita bisa belajar bahwa ada saatnya tantangan dan ancaman itu dihindari seperti yang terjadi di Ikonium, namun ada saatnya bahwa kita tidak bisa meng hindar dari tentangan dan ancaman dan harus menghadapinya seperti yang terjadi di Listra. Namun sumber ten-tangan yang dialami oleh Paulus dan rekan-rekannya berasal dari pihak yang sama, yakni orang-orang Yahudi yang menolak pemberitaan mereka sejak dari Antiokhia yang di Pisidia. Namun dalam semua keadaan itu, mereka tidak pernah ditinggalkan Allah, bahkan Allah menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan muji-zat. Bagaimana dengan kita ? kebenaran yang mengkoreksi bahkan membuka segala kejahatan, me-mang sangat menyakitkan bagi kedagingan, tapi ingatlah bahwa semua itu bertujuan untuk membawa kita pada keselamatan dan bukan untuk mempermalukan. Jadi jangan ada orang yang mudah tersing-gung ataupun marah dengan pemberitaan firman Tuhan yang mengena pada dirinya, lalu mulai men-jadi pembuat masalah dengan menyebarkan fitnah, gossip, bahkan juga mempengaruhi orang lain un-tuk berbuat kejahatan yang serupa. Allah memanggil kita untuk menjadi pembawa-pembawa damai dan bukan untuk menjadi pembuat masalah. Untuk itu jika kita dikoreksi oleh Firman Tuhan, relakan hati dan bertobatlah. Jauhi yang jahat, cari dan usahakan perdamaian, jadilah pembawa-pembawa damai (1 Petrus 3:11).

JADILAH GARAM DAN BUKAN RAGI.

THURSDAY, 10 DECEMBER 2009
Acts 13:50-14:20

“But there came Jews from Antioch and Iconium, and they persuaded the crowd to take their side. Then they threw stones at Paul and dragged him outside the city, because they thought that he had died “(verse 19). Services at Iconium, Lystra and Derbe arranged in a single passage in which we can learn and that there are times of opposition and the threat was avoided as it happened in Iconium, but there are times that we can not avoid the challenges and threats and to deal as happened in Lystra . But the source challenges experienced by Paul and his colleagues from the same party, namely the Jews who rejected their news from the Antioch in Pisidia. But in all the circumstances, they never abandoned God, God even strengthen news of His grace bestowed on those with the power to hold signs and wonders. What about us? truth is correct even opened all evil, it is very painful for us, but remember that it aims to bring us to salvation and not to humiliate. So no one should easily offended or angry with the preaching the word of God is wearing on him, then began to become a troublemaker by spreading slander, gossip, and even influence others to do the same crime. God calls us to be messengers of peace, and not to be a troublemaker. Therefore, if we corrected by the Word of God, willing heart and repent. Stay away from evil, find and keep the peace, be a carrier-bearer of peace (1 Peter 3:11).
BE SALT  AND NOT BE THE LEAVEN

9 December 2009

Menjadi terang ( Be of The Light )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

NelayanRABU, 9 DESEMBER 2009

KISAH RASUL 13:13-49

Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai keujung bumi” (ayat 47). Pelayanan Paulus dan Barnabas sampai di Antiokhia di Pisidia. Mereka memulaikan pelayanan dengan pergi ke rumah ibadat. Kesempatan untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat membangun tidak disia-siakan oleh Paulus memberitakan kabar keselamatan. Paulus mulai berbicara dengan mengingatkan akan sejarah bangsa Yahudi, mulai dari ketika nenek moyang mereka ada di Mesir sampai jaman Daud. Dari Daudlah Allah akan membangkitkan Juru selamat sesuai dengan yang di janjikan-Nya, yakni Yesus. Namun ketika Allah menggenapi janji-Nya, Juruselamat yang daripada-Nya itu ditolak oleh umat-Nya. Dan karena penolakan itulah Allah mengalihkan perhatian-Nya kepada bangsa-bangsa lain salah satunya dengan memakai Paulus dan Barnabas untuk menjadi terang dan membawa keselamatan itu sampai keujung bumi. Kepada mereka yang mendengarnya, Paulus mengingatkan supaya mereka tidak mengikuti kela-kuan mereka yang telah menolak sang Juruselamat. Namun apa yang Paulus sampaikan itu mendapat tentangan dari orang Yahudi yang tidak takut akan Allah. Kepada mereka yang menentang nya, Paulus mengatakan bahwa merekalah orang yang tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Jangan pernah menolak kebenaran yang menyelamatkan tersebut, sebaliknya percayalah bahwa didalam nya ada pengampunan dosa yang membawa setiap orang yang percaya pada keselamatan. Dan jika kita sudah menerima keselamatan tersebut, ingatlah bahwa kita harus menjadi terang ditengah bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah supaya mereka juga beroleh keselamatan (Matius 5:14-16).

BANGKITLAH DAN MENJADI TERANGLAH.

WEDNESDAY, 9 DECEMBER 2009
Acts 13:13-49
“I have set you as a light to the nations who do not know God, that you may bring salvation to Valentine the earth” (verse 47). Ministry of Paul and Barnabas came to Antioch in Pisidia. They restart the service by going to the synagogue. Opportunity to deliver something that is built not wasted by Paul preaching the gospel. Paul began to speak with a reminder of the history of the Jews, starting from when their ancestors in Egypt until the time of David. Of David God will raise Savior in accordance with his promise, namely Jesus. But when God fulfilled His promise, rather than the Savior of his was rejected by his people. And for God’s rejection of his attention to other nations by using one of Paul and Barnabas to be light and bring salvation to the earth Valentine. To those who heard, Paul reminds them that their behavior does not follow that have rejected the Savior. But what Paul had to say that opposition from the Jews who are not afraid of God. To those who opposed him, Paul says that those people who are not worthy to have eternal life. Do not ever deny the truth that saves, on the other hand believe that in it there is forgiveness of sin that brings every person who believes in salvation. And if we have received the salvation, remember that we must be light amid the nations who do not know God so that they might obtain salvation (Matthew 5:14-16).
SHAKE UP AND BE OF LIGHT.