Get Adobe Flash player
10 December 2009

Pembuat Masalah ( The Trouble Maker )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso,WSB Editorial Staff

imamlewiKAMIS, 10 DESEMBER 2009

KISAH RASUL 13:50-14:20

“Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya keluar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati” (ayat 19). Pelayanan di Ikonium, Listra dan Derbe dirangkai dalam satu perikop yang didalamnya kita bisa belajar bahwa ada saatnya tantangan dan ancaman itu dihindari seperti yang terjadi di Ikonium, namun ada saatnya bahwa kita tidak bisa meng hindar dari tentangan dan ancaman dan harus menghadapinya seperti yang terjadi di Listra. Namun sumber ten-tangan yang dialami oleh Paulus dan rekan-rekannya berasal dari pihak yang sama, yakni orang-orang Yahudi yang menolak pemberitaan mereka sejak dari Antiokhia yang di Pisidia. Namun dalam semua keadaan itu, mereka tidak pernah ditinggalkan Allah, bahkan Allah menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan muji-zat. Bagaimana dengan kita ? kebenaran yang mengkoreksi bahkan membuka segala kejahatan, me-mang sangat menyakitkan bagi kedagingan, tapi ingatlah bahwa semua itu bertujuan untuk membawa kita pada keselamatan dan bukan untuk mempermalukan. Jadi jangan ada orang yang mudah tersing-gung ataupun marah dengan pemberitaan firman Tuhan yang mengena pada dirinya, lalu mulai men-jadi pembuat masalah dengan menyebarkan fitnah, gossip, bahkan juga mempengaruhi orang lain un-tuk berbuat kejahatan yang serupa. Allah memanggil kita untuk menjadi pembawa-pembawa damai dan bukan untuk menjadi pembuat masalah. Untuk itu jika kita dikoreksi oleh Firman Tuhan, relakan hati dan bertobatlah. Jauhi yang jahat, cari dan usahakan perdamaian, jadilah pembawa-pembawa damai (1 Petrus 3:11).

JADILAH GARAM DAN BUKAN RAGI.

THURSDAY, 10 DECEMBER 2009
Acts 13:50-14:20

“But there came Jews from Antioch and Iconium, and they persuaded the crowd to take their side. Then they threw stones at Paul and dragged him outside the city, because they thought that he had died “(verse 19). Services at Iconium, Lystra and Derbe arranged in a single passage in which we can learn and that there are times of opposition and the threat was avoided as it happened in Iconium, but there are times that we can not avoid the challenges and threats and to deal as happened in Lystra . But the source challenges experienced by Paul and his colleagues from the same party, namely the Jews who rejected their news from the Antioch in Pisidia. But in all the circumstances, they never abandoned God, God even strengthen news of His grace bestowed on those with the power to hold signs and wonders. What about us? truth is correct even opened all evil, it is very painful for us, but remember that it aims to bring us to salvation and not to humiliate. So no one should easily offended or angry with the preaching the word of God is wearing on him, then began to become a troublemaker by spreading slander, gossip, and even influence others to do the same crime. God calls us to be messengers of peace, and not to be a troublemaker. Therefore, if we corrected by the Word of God, willing heart and repent. Stay away from evil, find and keep the peace, be a carrier-bearer of peace (1 Peter 3:11).
BE SALT  AND NOT BE THE LEAVEN