Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff
SABTU, 27 MARET 2010
1 KORINTUS 7:1-16
“Tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri” (ayat 2). Pasal tujuh dan juga pasal-pasal berikutnya adalah jawaban Paulus atas surat yang dikirim oleh jemaat Korintus kepadanya. Keinginan seksual adalah kodrati dan perkawinan diberikan untuk pemenuhannya. Hal itu berarti didalam Tuhan tidak ada yang namanya seks bebas, hanya dalam lembaga perkawinan yang sah hal itu bisa dilakukam. Dan didalam perkawinan itu sendiri, suami isteri memiliki hak yang sama untuk pemenuhan kebutuhan batiniahnya tersebut, masing-masing tidak boleh egois. Suami-isteri berkewajiban saling memenuhi kebutuhan batiniah pasangannya. Pertarakan yang dipaksakan tidak ada nilainya dan kurang membawa faedah, baik bagi yang sudah menikah maupun yang belum dan hanya membuat orang hangus terbawa nafsu. Untuk itu lebih baik bagi mereka yang belum menikah untuk mengambil pasangan, dan bagi yang sudah menikah harus segera berkumpul kembali dengan pasangannya. Sedang hal tidak kawin merupakan karunia yang tidak bisa dipaksakan kepada orang lain sekalipun itu baik adanya. Namun tetap harus diingat dan dimengerti sungguh bahwa perkawinan itu bukan hanya ajang pelampiasan seksual, ada maksud Allah yang indah didalamnya, yakni hadirnya keturunan ilahi. Bahaya percabulan ada disekitar kita dan bisa menjatuhkan siapa saja, orang besar orang kecil, rohaniawan atau masyarakat awam, lajang ataupun yang sudah menikah, pria maupun wanita. Untuk itu setiap orang harus benar-benar menjaga dan memperhatikan hidupnya. Jaga hati dengan sungguh, karena dari hatilah timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan dan rupa-rupa kejahatan lainnya (Matius 15:19).
WASPADALAH, LAWANMU SI IBLIS BERJALAN KELILING SAMA SEPERTI SINGA.
SATURDAY, 27 MARCH 2010
1 CORINTHIANS 7:1-16
“But given the dangers of fornication, let every man have his own wife and each woman has her own husband” (verse 2). Article seven, and also the next chapters is Paul’s answer to a letter sent by the Corinthians to him. Sexual desire is natural and given to the fulfillment of marriage. That means that in God there is no such thing as casual sex, only in the legal institution of marriage it can be done. And in his own marriage, husband and wife have equal rights to those inner needs, each must not be selfish. Husband and wife are obliged to meet each partner’s inner needs. Forced abstinence of no value and less bring benefits, both for those who are married or not and only make people carried away charred lust. For it is better for those who are not married to take a spouse, and for those who are married must be reunited with his partner. This was not married is a gift that can not be imposed on others even if it was good. But still it must be remembered and understood so that the marriage was not only sexual outlet arena, there is a beautiful God’s purpose in it, namely the presence of divine descent. There fornication dangers around us and could drop anyone, the great little man, clergy or lay people, single or married, male or female. For that every one should really care and attention to his life. Keep your heart with it, because of careful come evil thoughts, murder, adultery, fornication and assorted other crimes (Matthew 15:19).
BE CAREFUL, THE DEVIL OPPONENT PROWLING LIKE THE LION








JUM’AT, 26 MARET 2010
KAMIS, 25 MARET 2010
RABU, 24 MARET 2010
SELASA, 23 MARET 2010
SABTU, 20 MARET 2010
JUM’AT, 19 MARET 2010
RABU, 17 MARET 2010
SELASA, 16 MARET 2010 