Ringkasan Khotbah Minggu pada WSB 9 Mei 2010
Kelanjutan Seri Khotbah Minggu ( The Power of Sanctification ) Oleh HambaNya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M
C. KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!
C31. Kuasa Penyucian – The power of Sanctification
1.Siapakah manusia? – Who is of man?
Kejadian 1:27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
Mazmur 8:4-5, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 5apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?”
Setelah Allah menciptakan semesta dan isinya, Ia lalu menciptakan manusia. Dengan kuasa-Nya Ia menjadikan manusia pertama Adam laki-laki, kemudian diciptakan pula pasangan manusia supaya sempurna karya-Nya. Baik manusia laki-laki dan manusia perempuan diciptakan seturut gambar-Nya.
Manusia dicipta sempurna, oleh tangan-Nya manusia dibentuk. Dipedulikan oleh-Nya, namun manusia melanggar perintah. Manusia telah berbuat dosa (Roma 3:23).
Ciptaan Allah yang telah berdosa
God’s creation who has sined
Karena ketidaktaatan manusia pertama kepada perintah-Nya, maka manusia kehilangan kemuliaan-Nya. Manusia kini menjadi manusia yang berdosa, karena perbuatan itu maka keturunannyapun menjadi berdosa pula.
1.Usaha Allah – The initiative of God
1A. Ibrani 9:18-22, “Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah. 19Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, 20sambil berkata: “Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu.” 21Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah. 22Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”
Allah yang baik, tetap perduli kepada umat manusia. Kepada manusia yang di dalam hati-Nya terus mencari-Nya, Ia ceritakan siapa Diri-Nya. Kepada Abraham –Bapa orang beriman- Ia ucapkan Janji-Nya, ada cara untuk dapat berkenan kepada-Nya dan pemeliharaan-Nya akan dinyatakan. Semua perjanjian itu ditandai dengan darah sebagai lambang ikatan kehidupan.
Itulah sebabnya perjanjian yang lama harus disahkan dengan darah, tanda darah mutlak ada di …
Perjanjian Lama – The Old Testament
Bangsa pilihan-Nya, keturunan Abraham dari Ishak dan Yakub, diikat dengan perjanjian yang sama. Untuk berkenan kepada-Nya bangsa ini menjalani ritual khusus.
Seluruh umat beribadah khusus di hari yang ditentukan untuk memohon pengampunan-Nya. Pada puncak ibadah ada darah yang digunakan sebagai bagian dari ritual ibadah, Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan, dan sistem Perjanjian Lama harus disahkan dengan tanda darah untuk pengampunan baik pribadi atau massal.
Ibrani 10:1-4, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. 2Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. 3Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. 4Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.”
Tapi kekuatan pengampunan di dalam Perjanjian Lama – hanyalah bayangan dan bukan hakekat pengampunan itu sendiri.
Penyucian melalui darah binatang
Purified through the blood of animal
Mustahil – impossible
Ritual pengampunan itu diulang setiap tahun, yang memberikan arti ada keterbatasan dari cara ini. Imam Besar melakukan tugas penyucian kepada kaum Israel setahun sekali, dengan membawa darah binatang belum dapat mengubah manusia untuk dapat layak dihadapan-Nya. Untuk layak dihadapan-Nya memerlukan kesempurnaan, korbannya pun harus sempurna. Kena-mengena dengan kesempurnaan, tidak bisa manusia kerjakan dengan usahanya. Hanya belas Kasih Allah yang dapat memberikan solusi.
1B. Ibrani 8:7-9, “Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. 8Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, 9bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan.”
Upaya yang pertama tidak berhasil, sebab umat Israel menolak perintah-Nya. Bangsa Israel tidak taat kepada Taurat Tuhan, akibatnya Tuhan akan mengadakan Perjanjian Baru (Yeremia 21). Perjanjian Lama hanya bayangan dan penyucian yang dilakukan terbatas.
Perjanjian Baru – The New Testament
Perjanjian yang baru bukan bayangan dan merupakan penggenapan dari perjanjian yang telah diberikan terdahulu. Belas Kasih Allah dianugrahkan kepada manusia, supaya manusia dapat menyembah Allah yang hidup dan menjadi umat-Nya yang sejati.
Kegenapannya – the fulfilt
Ibrani 9:11-14, “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, — artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — 12dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. 13Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 14betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.”
Yesus diutus Bapa untuk menjadi Imam Besar yang membawa darah-Nya sendiri, sebagai korban pendamaian (Yohanes 1:29). Yesus Anak Domba Allah, yang mengangkat dosa manusia, melalui-Nya keselamatan dan penyucian umat manusia dikerjakan dengan sempurna (ayat 36). Ia juga disebut sebagai Yesus Anak Domba Allah, yang kelak akan mempersunting gereja-Nya, masuk dalam sukacita pesta. Menggenapkan warta kemuliaan “Berbahagialah mereka yang diundang dalam pesta Anak Domba Allah”.
Ketika peristiwa salib digenapi dengan Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, tabir Bait Allah terbelah. Ia telah melewati kemah yang bukan dibuat oleh manusia. Kemah Allah ada di tengah manusia.
Rancangan Allah telah mendapat kegenapan-Nya (Ibrani 10:14). Oleh satu korban, mampu menyempurnakan mereka yang sudah disucikan. Itu digenapkan melalui :
Penyucian oleh darah Kristus
Purified by the blood of Christ
Perjanjian baru memberikan babak baru dalam hidup manusia. Cinta Kasih Allah yang luar biasa di dalam Kristus menuntun manusia kembali kepada-Nya. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan mewrisi hidup yang kekal. Ia akan terus diubahkan ke arah kehidupan yang dewasa, kehidupan yang tunduk kepada kedaulatan Kristus sebagai kepala dan berjumpa kehidupan yang mulia dalam kesempurnaan
Kita menantikan kedatangan-Nya kembali untuk diubah menjadi sempurna (Filipi 3:21). Korban Kristus tidak saja menyucikan, tapi akan menyempurnakan manusia kembali kepada rencana-Nya yang mulia.
Inilah kuasa penyucian Allah
This is the power of God’s sanctification
Ia hadir untuk membawa keselamatan kepada semua orang (Efesus 2:15-16) yang percaya kepada-Nya. Melalui karya wafat Kristus menghasilkan manusia baru yang berdamai dengan Allah –vertikal-. Karya salib juga mendamaikan Yahudi dan non Yahudi menjadi satu bangsa yang baru dengan Kristus sebagai pemersatu –horisontal-.
Manusia baru dalam persekutuan yang baru dalam Roh Kudus akan menghasilkan manusia kudus (gereja yang kudus – daging tidak bersuara). Dalam persekutuan dengan Dia sebagai perobek tirai (Wahyu 12) akan melahirkan manusia sempurna (Wahyu 21: ) dibawa ke dalam kesempurnaan kelak, bukan di bumi tapi di sorga.
1.Nasihat – Advice
1.A. Ibrani 10:19-24, “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 24Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”
Karya Kristus menghadirkan babak baru dalam kehidupan manusia. Melalui-Nya pengampunan diberikan, Ia mentahirkan manusia dari dosa, sehingga manusia memiliki jawaban yang pasti atas masa depan. Bila bersandar kepada-Nya, hidup melekat pada-Nya maka ia akan dapat hidup dalam kesucian. Berani menghadap tahta kudus.
Dalam kehidupan yang disucikan manusia percaya diri menghadap Dia dengan tulus ikhlas dan penuh keyakinan. Ada kekuatan darah Kristus yang membersihkan hidup. Di dalam hadirat-Nya, maka apa saja yang diminta seturut kehendak-Nya pasti akan diberi.
Korban Kristus adalah landasan penyucian manusia untuk berjumpa dengan Allah yang Maha Kudus. Manusia memperoleh naturnya yang diperbarui untuk layak dihadapan-Nya. Maka sebab itu :
Hargai korban Kristus – Appreciate the sacrifice of Christ
Memegang teguh iman yang menyelamatkan dengan komitmen yang benar sebab keselamatan yang diperoleh adalah anugrah terbesar bagi manusia. Karena darah Kristus maka manusia merdeka dan dapat hidup mulia. Maka mari kita bersama datang kepada-Nya dengan tidak munafik, tapi dengan sungguh-sungguh untuk mengalami proses menjadi manusia baru dengan tekun.
1.B. Ibrani 10:25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”
Darah Kristus telah memperdamaikan manusia dengan sesama-Nya di dalam diri-Nya. Kerinduan-Nya untuk melihat jemaat-Nya kompak dan bersatu tidak dapat ditawar lagi. Ia telah berkorban demi manusia supaya manusia dapat bersatu atau bersekutu dengan Allah, juga menyatukan manusia untuk dapat hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran adalah dasar dari kebahagiaan sejati.
Menjalin persekutuan dengan sesama orang percaya, adalah tanda bahwa sebagai bagian dari umat milik-Nya, telah mendengar dan mengerti kerinduan-Nya. Umat-Nya diberi nasehat, supaya :
Jangan menghina darah penyucian-Nya
Don’t humiliate His blood of purification
Kalau ada orang yang suka menelantarkan ibadah, ia berarti belum memahami kerinduan Kristus yang mempersatukan. Salib adalah tanda di mana darah-Nya telah tercurah untuk menyucikan manusia. Bersekutu di bawah kaki salib Tuhan akan membuat umat-Nya akan kokoh bila ada terpaan badai, terpelihara di tengah kegalauan zaman, dan tetap sukacita ditengah dunia yang bertambah kelam.
Sebaliknya bila tidak suka persekutuan akan mudah dipengaruhi dengan kejahatan, Kasih kepada Kristus menjadi dingin dan mati rohani. menjadi awal kembali ke kehidupan lama yang akan berakhir menuju penghukuman. Orang seperti ini akan menerima hukuman yang berat, karena sepadan dengan menghina korban Kristus – menyalibkan Dia kembali. Cukup sekali korban Kristus tercurah, dipersembahkan bagi kehidupan kita di Kalvari. Kini kita melangkah pasti, bersedia merendahkan hati untuk tetap dituntun oleh-Nya, hingga kelak berjumpa dengan-Nya.








