Get Adobe Flash player
12 May 2010

Kuasa Dalam Kelemahan ( Power in Weakness )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso,WSB Editorial Staff

pelataranRABU, 12 MEI 2010

2 KORINTUS 12:1-10

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahan lah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (ayat 9). Paulus menandingi kemegahan lahiriah para penentangnya , rasul-rasul palsu tersebut dengan pengalamannya sendiri, yakni penglihatan dan penyataan yang ia terima dari Allah sendiri. Dengan memakai istilah seorang Kristen tanpa menyebut nama, menunjukkan keseganan Paulus untuk menonjolkan diri sendiri. Peristiwa empatbelas tahun yang lampau bisa berarti peristiwa itu terjadi beberapa tahun setelah ia lari dari Damsyik. Penglihatan dan juga kata-kata yang tak terkatakan dan tak boleh diucapkan, merupakan pengalaman yang langka. Pengalaman tersebut bisa men jerumuskan Paulus dalam ketinggian hati, maka atas seijin Tuhan datang utusan iblis untuk menggocoh Paulus, ia diberi duri dalam dagingnya. Secara daging ia sampai tiga kali meminta kepada Tuhan supaya utusan iblis tersebut undur daripadanya, tapi itu ternyata adalah baik bagi Paulus, kasih karunia Allah lebih utama daripada kelemahan daging yang ia alami. Duri dalam daging Paulus yang tidak diberi penjelasan menjadi lambang duri dalam daging setiap orang percaya, bukan bersifat atau dalam arti lahiriah, melainkan batiniah. Orang percaya harus belajar memahami bahwa kelemahan-kelemahan manusia dan kasih karunia Allah berjalan seiring bersama. Menyadari kelemahan adalah baik, tapi men jadikan hal itu sebagai alasan untuk bersembunyi atau menutupi dosa adalah hal yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Tapi jika kelemahan manusiawi kita dikuasai oleh Allah, maka kuasa dan kemuliaan Allah akan dinyatakan atasnya. Kelemahan Allah ijinkan supaya kita menjadi rendah hati, tapi dalam menjalaninya Allah telah memberikan Roh-Nya untuk membantu kita (Roma 8:26).

KRISTUS TELAH MEMIKUL KELEMAHAN KITA.

 WEDNESDAY, 12 MEI 2010

 2 CORINTHIANS 12:1-10

 ”But the Lord said unto me, My grace is sufficient for you, because it is in weakness my power is made perfect.” For me the more gladly boast of my weaknesses, so that Christ’s power may rest upon me “(verse 9). Paul’s opponents counter the outward splendor, the false apostles with his own experiences, visions and revelations that he received from God himself. By wearing a Christian terms without naming names, showed reluctance to highlight Paul himself. Events fourteen years ago could mean that the incident happened several years after he fled from Damascus. Vision and also the words of unspeakable and should not be spoken, is a rare experience. That experience could plunge the heart of Paul in height, then the permission of God’s messenger of Satan to buffet comes to Paul, he was given a thorn in the flesh. In the flesh he three times asked God to be the messenger of the devil departed from him, but it turned out to be best for Paul, the grace of God more mainstream than he experienced weakness of the flesh. Paul’s thorn in the flesh who were not given an explanation became a symbol of a thorn in every believer, not in the sense of character or outward, but inward. The believer must learn to understand that human weaknesses and the grace of God go hand in hand together. Realizing the weakness is good, but to make it as an excuse to hide or cover up the sins of the things that are not pleasing before God. But if our human weakness controlled by the God, the power and glory of God will be stated above. Weakness allow God to make us humble, but in live it God has given His Spirit to help us (Romans 8:26).

 CHRIST BORE OUR WEAKNESS.