kelanjutan dari Seri Khotbah Minggu Tentang Kuasa Penyucian, Oleh Hamba-Nya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M
1.C. KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!
C31. Kuasa Penyucian – The power of sanctification
Perintah-Nya – His command
II Korintus 6:17, “Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.”
Yesaya 52:9-11, “Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 10TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita. 11Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!”
Wahyu 18:4-5, “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 5Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.”
Tuhan memerintahkah umat-Nya, untuk keluar dari antara orang yang hidup dalam kenajisan. Dalam hal ini, jangan jadi orang Kristen yang ekstrim, kalimat “keluarlah kamu” tidak dimaknai secara hurufiah –dengan mengasingkan diri, atau membentuk komunitas yang secara fisik terpisah dari komunitas lainnya-, tapi tekanannyan kepada sikap tidak menyentuh hal yang tidak kudus.
hidup kudus – holly life
Jemaat mula-mula yang diberi perintah di atas, secara fisik mereka tetap tinggal di Korintus, tapi tidak kembali kepada tata cara hidup yang tidak mengenal Kristus.
Menjadi orang percaya tidaklah mengembangkan hidup yang eksklusif. Sebaliknya semasa masih tinggal di dunia, orang percaya harus melaksanakan panggilan-Nya di tengah dunia. Menghargai keberadaan orang lain sebagai wujud Kasih adalah tindakan yang sesuai dengan perintah-Nya juga
Mohon hikmat Tuhan untuk melaksanakan pemberitaan Kabar Baik yang seturut kehendak-Nya. Ada banyak cara yang Tuhan dapat tunjukkan kepada orang yang dipanggil-Nya, diantaranya adalah kontekstualisasi pemberitaan dengan tetap mendasarinya dengan iman kepada Kristus.
Orang percaya sendiri dalam berkarya tetap menjaga hidupnya untuk tidak tercemar dengan sekelilingnya –dengan perkara yang bertentangan dengan Firman Tuhan- meski ia tetap berada melayani sekelilingnya. Seperti ikan yang hidup di laut, tapi tidak menjadi asin sebab ia hidup. Kalau ikan itu mati, pasti akan asin juga.
Nabi Yesaya menyatakan Firman-Nya kepada umat Tuhan, Tuhan yang Baik telah menebus Yerusalem – berkenaan dengan Mesias – maka jangan menyentuh lagi hal yang tidak kudus.
Seperti Mordekhai di masa Ester, meski ia hidup di Persia sebagai orang buangan, Mordekhai tidak hidup menurut adat Persia, tapi tetap sebagai umat Allah dengan tidak bersedia menyembah manusia (Haman).
Perintah itu tidak saja diperkatakan pada masa perjanjian lama, di masa perjanjian baru orang percaya lebih lagi diingatkan. Pada masa kini ada aktivitas besar yang akan mengarah pada terbentuknya Babel Besar, kotanya kenajisan. Suatu aktivitas yang bertentangan dengan Tuhan dan akan kelak dihancurkan oleh-Nya.
Saat ini Babel Besar tengah dibangun dengan giatnya, didukung dengan modal finansial yang besar. Pemimpin-pemimpin dunia usaha dan pemerintah yang berkuasa bekerjasama mewujudkan aktivitas tersebut di tengah masyarakat. Standar moral yang mulia dipinggirkan, bahkan ditiadakan sebab impian semu Babel itu telah berakar dengan kuatnya.
Jangan ambil bagian dalam dosa Babel demikian Sabda-Nya, juga jangan berdagang dengan hal ini, sebab dosa Babel telah bertimbun sampai langit. Orang percaya dituntut bersikap positip, tidak ikut ambil bagian dalam kejahatan.
Bila Tuhan nyatakan ada dosa dalam diri orang percaya, cepat diselesaikan, supaya tidak bertumpuk sampai ke langit. Berhenti berbuat dosa, dan kembali kepada-Nya. Hidup dalam perintah-Nya kembali yang mengarah pada kehidupan yang mulia.
Apa berkat-Nya? – What is His blessing?
A. I Korintus 3:17, “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”
Bila kita hidup kudus dihadapan Tuhan, kita dinyatakan sebagai Bait Allah. Bait Allah itu kudus dan untuk itu kita harus berani bayar harga.
Bila kita hidup dalam kekudusan, kita layak disebut Bait Allah, sebab Allah sudi berdiam di dalam hidup kita. Orang yang hidup dalam kekudusan akan …
dibela Allah – defended by God
Ada pembelaan dari-Nya. Tuhan berjanji bagi orang percaya. Sejak kepada bapa Abraham diucapkan Janji-Nya (Kej. 12:1-3.), janji itu berlaku hingga kini. Yang membinasakan Bait-Nya akan dibinasakan.
Sidang jemaat-Nya akan dibela oleh-Nya. Kristus sebagai Kepala tidak akan tinggal diam bila tubuh-Nya teraniaya. Seperti kepala yang merawati dan mengasihi tubuhnya, demikianlah pembelaan-Nya bagi orang percaya.
Senada dengan hal di atas, Tuhan membela orang pilihan-Nya. Apalagi orang yang tekun melayani-Nya, yang hidup dalam kekudusan, maka berhati-hatilah. Jangan sampai menyakiti orang-Nya meski ada kekurangannya sebab Ia pasti tidak akan tinggal diam. Hamba-hamba-Nya yang diurapi, kepada orang-Nya, Allah punya ukuran sendiri.
B. I Korintus 3:16, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
Kamu adalah Bait Allah, bila kita hidup kudus berkat selanjutnya adalah :
diberi Roh Kudus – fulfilled by Holly Spirit
Roh Allah – oknum Allah – akan berdiam dalam kehidupan kita, memberikan hati yang lembut, yang taat (Yehezkhiel 36:26). Bila hati telah dibaharui, Roh-Nya akan berdiam dalam kita, sehingga hidup akan ditandai keberhasilan. Menuntun langkah-langkah kita setiap hari.
Ingat, Roh Kudus tidak mau berkompromi dengan dosa (II Korintus 2:9-10). Apa yang tidak pernah didengar, dilihat, dan timbul dalam hati manusia, disediakan kepada orang yang ada roh-Nya. Sebab Roh itu menyelidiki segala sesuatu.
Roh Kudus itu luar biasa, maka ada Roh Kudus itu istimewa. Roh Kudus mampu memberikan inspirasi, masa depan yang harus dilalui orang percaya. Memberikan jawaban jalan yang harus ditempuh bila menghadapi persimpangan jalan.
Melalui Roh Kudus yang berdiam dalam hidup orang percaya menjadi jaminan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan kepada umat-Nya. Ia memelihara dengan banyak cara, kekayaan orang kafir diberikan kepada orang percaya yang di dalam hidupnya ada Roh Kudus. Maka dahulukanlah kerajaan-Nya. Kejarlah perkara yang menyenangkan-Nya – hidup dalam kekudusan-Nya- maka semua yang menjadi keperluan kita akan ditambahkan oleh-Nya.
C. II Korintus 6:18, “Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”
Bila kita berani bayar harga, kita akan:
jadi anak-anak Allah – become the sons of God
Dia yang menjadikan langit dan bumi akan menjadi Bapa kita. Bukan sekedar menjadi anak dari Bapa yang kuasa-Nya terbatasi, tapi kuasa-Nya tidak terbatas.
Bapa kita luar biasa, maka jangan bingung bila berhadapan dengan masalah. Kalau kita hidup benar, jangan kuatir, apalagi Yesus berada di sebelah kanan Bapa, Ia memperhatikan umat-Nya untuk memberikan solusi tepat pada waktu-Nya.
D. Roma 8:14-17, “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 16Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
Kalau kita anak-anak Allah, apa jaminan-Nya? Kita adalah adalah ahli waris yang akan dipermuliakan bersama-Nya. Menjadi anak-anak Allah berarti
sewaris dengan Kristus – joins heirs with Christ
Banyak janji yang diberikan oleh Allah kepada umat-Nya, dan itu digenapi dalam kehidupan umat-Nya. Bila dalam ketekunan mengiring Tuhan harus melalui jalan penderitaan demi nama-Nya, maka akan menerima kemuliaan bersama-Nya. Ada jaminan Allah bagi orang percaya yang hidup dalam kekudusan
Nasihat – Advice
II Timotius 2:15, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.”
Kuasa penyucian akan diterima orang percaya yang tekun dalam jalan-Nya. Kata Taat dan setia adalah salah satu kata komitmen yang sering terdengar untuk menjalankan nasehat :
usahakan hidup layak dihadapan Tuhan
try to live decently before the Lord
Namun ada banyak lagi yang dapat Roh Kudus berikan supaya orang percaya dapat layak dihadapan-Nya. Tetapi itu semua di mulai dari diri orang percaya yang berkomitmen untuk mengerjakannya.
Usahakan hidup layak berarti hidup yang cocok, hidup benar. Sesuai dengan perintah-Nya, hidup praktek Firman Tuhan. Suatu perjuangan yang tidak semudah membalik telapak tangan. Mengatakan kebenaran adalah tanda dari orang dewasa iman, dan menjadi sidang Jemaat-Nya yang dewasa hanya bisa terwujud dengan penyucian.








