Get Adobe Flash player
20 May 2010

Pengurus Kasih Karunia ( Grace management )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan  Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

baptism_jesus_KAMIS, 20 MEI 2010

 GALATIA 2:1-10

 “Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai soko guru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan” (ayat 9).  Dari penganiaya jemaat menjadi pemberita iman, bukanlah keadaan yang mudah bagi Paulus untuk menjalaninya. Rasa takut, tidak percaya, kuatir dan pandangan-pandangan sejenisnya dari jemaat di segala tempat, harus ditangung oleh Paulus. Butuh waktu yang tidak singkat bagi Paulus untuk membuktikan diri bahwa ia sudah berubah sehingga bisa diterima dengan sepenuhnya baik oleh jemaat maupun rasul-rasul yang lain. Empat belas tahun setelah kunjungannya yang pertama ke Yerusalem sejak ia menerima panggilan, baru ia bisa kembali berkunjung, tapi dengan keadaan sudah berbeda. Di Yerusalempun ia masih mendapat tantangan dari saudara-saudara palsu yang menyelundup dan menghadang kebebasan didalam Kristus dengan memaksakan sunat. Tapi kesaksian Paulus dalam pelayanannya diantara bangsa-bangsa yang tidak bersunat, diterima dengan sukacita oleh rasul-rasul yang ada di Yerusalem. Paulus diakui dan bahkan diutus untuk memberitakan Injil diantara bangsa-bangsa bukan Yahudi. Berkarya dan diakui itu lebih indah daripada memiliki jabatan tapi tanpa karya. Mungkin akan membutuhkan waktu tersendiri hingga keberadaan kita dalam suatu karya mendapatkan pengakuan dari yang lain. Jika motivasi kita benar,hal diakui atau tidak diakui tidak akan mempengaruhi gerak pelayanan yang dipercayakan kepada kita. Yang penting adalah bagaimana kita mengerjakan kasih karunia yang telah dianugerahkan kepada kita. Jadilah hamba yang baik dan setia, layanilah Dia sesuai dengan karunia yang dianugerahkan kepada setiap kita sebagai pengurus kasih karunia Allah (1 Petrus 4:10-11).

 BERTANGGUNG JAWAB  UNTUK KASIH KARUNIA-NYA.

 THURSDAY, 20 MEI 2010 
  Galatians 2:1-10

“And after seeing the grace to me, then James, Cephas and John, who is seen as the cornerstone of the church, shaking hands with me and with Barnabas as a sign of communion” (paragraph 9). From a persecutor of the church became preachers of faith, not a state that is easy for Paul to get through it. Fear, disbelief, fear and similar views of the church in all places, should ditangung by Paul. It takes time for Paul’s brief is not to prove herself that she had changed so completely unacceptable by both the congregation and the other apostles. Fourteen years after his first visit to Jerusalem since he received the call, before she can come back to visit, but the situation was different. In Jerusalem he still got a challenge from false brethren who smuggle and blocked the freedom in Christ by insisting on circumcision. But the testimony of Paul in his ministry among the nations who are not circumcised, received with joy by the apostles in Jerusalem. Paul recognized and even sent out to preach the gospel among the Gentile nations. Work and recognized it was more beautiful than having a job but without the work. Maybe it will take time to own up to our existence in a paper gain recognition from others. If our motivation is true, it is recognized or not recognized will not affect the movement of services entrusted to us. What is important is how we are working on the grace that has been bestowed upon us. Be good and faithful servant, serve him according to the gifts bestowed upon each of us as administrators grace of God (1 Peter 4:10-11).

RESPONSIBLE FOR HIS GRACE.