Ringkasan Khotbah Minggu pada WSB 23 Mei 2010
Kelanjutan Seri Khotbah “The Power of Sanctification” Oleh HambaNya,Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M
C.KENAL KUASANYA! – KNOWING HIS POWER!
C.3.1 Kuasa Penyucian – The power of sanctification
10.Bagaimana caranya? – How is the way?
I Yohanes 1:5-7, “Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 6Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 7Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”
Kalau kita berjalan di dalam Terang, maka bersekutulah kita satu dengan yang lain sehingga darah anak-Nya itu menyucikan dari segala dosa.
Hidup dalam terang – Live in the light
Akibatnya :
Penyucian terjadi – Sanctification happend
ini adalah cara yang berkenan kepada-Nya, bila orang percaya rindu penyucian terjadi, ia dituntut untuk hidup di dalam terang. Suratan Korintus menuliskan terang dan gelap tidak bisa bersatu, bila gelap dominan terang tidak ada di situ, sebaliknya bila ada terang otomatis gelap berlalu.
Bila hidup di dalam terang seperti Dia yang adalah terang, kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain. Persekutuan di mulai dari dua menjadi satu -nikah- lalu meluas kepada keluarga, persekutuan gereja, hingga Gereja yang disempurnakan – Gerea yang berpakaian Terang-
11.Apa artinya? – What is the meaning?
I Yohanes 1:8-9, “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 9Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 10Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.”
Berjalan di dalam terang, rasul Yohanes menuliskan dilakukan dengan
Mengakui segala dosa – Confessing all sin
Kalau kita mengakui dosa kita -tidak menutupi dosa-dosa kita maka itu adalah tanda orang percaya hidup di dalam Terang. Bila suka menutupi dosa berarti masih suka hidup dalam gelap, sebab dosa adalah perbuatan gelap.
Kalau kita mengakui dosa ada berkat dobel : pertama Ia akan mengampuni, lalu Dia menyucikan kita dari segala kejahatan.
Pengakuan dosa itu tidak dapat hanya diucapkan secara global, namun harus diungkapkan dengan spesifik supaya bagian yang kotor menjadi bersih dari dosa. Ibarat seseorang yang mencuci pakaian kotor, maka pada bagian yang terdapat noda kotor ia akan menyikatnya atau membersihkannya dengan lebih keras.Ketika dosa telah diselesaikan maka banyak hal yang akan terlihat nyata seturut pernyataan-Nya.
Pernyataan-Nya akan menjaga langkah kehidupan orang percaya pada kehidupan yang berkemenangan. Bila pengajaran-Nya yang menyucikan kehidupan telah disampaikan dan mengerti maksud-Nya maka orang percaya dapat mempraktekannya untuk kebaikannya. Praktek iman yang benar akan membawa kepada pertumbuhan iman ke arah yang lebih dewasa.
Rasul paulus menuliskan kepada jemaat ada banyak yang akan dikatakan tetapi respon mereka lamban, tidak cekatan, menjadi penyebab mengapa meski pengajaran sudah dijelaskan tetap tidak mengerti. (ibrani 5:11). Kalau kita sudah terang hidup akan enak, dosa sudah dicabut seakar-akarnya, hidup pasti akan menjadi lebih baik.
12.Ingat peran lidah – Remember the function of a tounge
Matius
Pengakuan dosa yang diucapkan oleh orang percaya tentu berhubungan dengan lidah. Seperti yang Kitab Suci tuliskan tentang peran lidah :
Hidup dan Mati ada dalam kuasa lidah
Life and dead are in the power of tounge
Lidah menggerakkan roda kehidupan
The tounge moves the wheel of live
Ada peran besar dari lidah bagi tubuh manusia, kecil dan tersembunyi tapi dapat membawa dampak yang fatal. Peran itu digambarkan sebagaimana cara mengendalikan kuda-gambaran kekuatan- maka lidahnya dikekang, juga sebuah kapal yang besar dikendalikan oleh kemudi yang kecil.
Lidah, memiliki peran yang besar bagi tubuh. Lidah menggerakkan roda kehidupan manusia. Bila tidak bertobat akan membawa akan kehancuran, menentukan mati hidupnya seseorang.
Dengan hati orang percaya dibenarkan, dengan lidah orang mengaku dan diselamatkan. Orang percaya perlu ada pengakuan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, dengan pengakuan itu maka ada kekuatan bahwa orang percaya adalah milik-Nya.
13.Penutup – Ending
Matius 15:18-19, “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.”
Ucapan lidah dari mulut seseorang bermula :
Dari hati keluar ke mulut – From the heart come out to mouth
Dari hati muncul pikiran jahat, meluapnya ke mulut. Bila hatinya bersih kudus, ucapannya akan penuh berkat.
Bagaimana kita dapat mengaku dosa, kemudian mengucap syukur perlu ada yang mendorongnya.
So:
Ibrani 8:10, “”Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
Kisah Para Rasul 1:4-5, “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku. 5Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”
Untuk memungkinkan mulut mengucapkan hal positif sebagai tanda hidup di dalam Terang maka perlu :
Hati diisi Firman Tuhan dan Roh Kudus
Fill your heart with the word of God and the Holy Spirit
Lebih dahulu hati perlu diisi Firman Allah. Ya, Tuhan mau menaruh hukum-Nya di loh hati -akal budhi atau dianoya /otak kanan- Setelah hati berisi Firman, maka Roh-Nya akan berdiam (Yeh 36:26-27)
Dengan landasan Firman dan Roh Kudus di hati orang percaya, maka ucapannya akan kudus sebab sumbernya kudus. Tuhan mau kehidupan orang percaya disucikan hingga kelak disempurnakan, Karena orang percaya masih hidup di tengah dunia maka ia perlu bertekun di dalam Firman dan Roh-Nya, ada pengakuan sebagai bagian dari proses pengudusan hidup. Untuk sebuah proses pendewasaan, hidup yang dibangun menuju kemuliaan.








