Get Adobe Flash player
31 May 2010

Ringkasan Khotbah Pada WSB Minggu 30 Mei 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu |

burungKhotbah pada Hari Pantekosta oleh hambaNya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo.Bc.M

C36.  Hari Pantekosta The day of Pentacost

18. Tujuan penyucian the goal of sanctification

  

Efesus 5:26-27, “untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan air dan firman, 27supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 

Kolose 3:10, “dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya

 

Kembali kepada gambar Allah, adalah bagian dari tujuan penyucian. Disucikan lewat Roh Kudus dan Firman Allah, untuk menempatkan gereja-Nya cemerlang …

tanpa cacat cela – without blemish

 

  

Sempurna - Perfect

Tampil sebagai mempelai wanita Anak Domba yang sempurna, tiada kenajisan.

Bukan kebetulan, bicara tentang penyucian, Rasul Paulus menyisipkannya pada kehidupan keluarga. Dimulai dari keluarga, dengan menghormati perkawinan sebagai gambaran hubungan Kristus dan gereja. Yang dikehendaki dalam pernikahan yang kudus adalah hadirnya keturunan-keturunan ilahi (anak-anak Allah).

  1. Siapakah orang sempurna?Who is the perfect man?

  

Yakobus 3:2, “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Wahyu 14:4-5, “Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti  Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 5Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Hidup sempurna yang dimaksud adalah mereka yang lidahnya terkendali, dari mulutnya tidak ada kesalahan, …tidak bersalah dalam kata-kata

no stumble in words

Jadi orang-orang seperti ini, di dalam mulutnya tidak ada dusta. Mereka inilah yang ditebus sebagai yang sulung dari bumi. Kita sedang diproses menuju kesempurnaan itu.

  1. Cara Allah The way of God

  

Kisah Para Rasul 2:3-4, “dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Supaya kita dapat hidup sampai pada kesempurnaan, Allah mengirim Roh Kudusnya. Jangan bergerak / bertindak tanpa Roh Kudus. Kalau ada Roh Kudus, kita punya kuasa untuk menaklukkan dalam peperangan rohani (Kisah Para Rasul 1:8).

Itulah sebabnya mengapa kita butuh Roh Kudus (Roh Kebenaran – Roh Penolong), yang pada akhirnya menjadikan kita berhasil. Lewat kuasa Roh Kudus ini, mujizat terjadi (Kisah Para Rasul 2:41-43).

Kalau lidah adalah yang menggerakkan roda kehidupan, demikian halnya pada gereja mula-mula. Mereka diijinkan bergerak setelah Roh Kudus memenuhi mereka, yang ditandai oleh …

 

Lidah-lidah api di atas mereka

 

Mereka penuh dengan Roh Kudus

Lidah mereka dikuasai oleh Roh Kudus

Pada saat itu, ada 18 suku bangsa datang ke tempat di mana para murid-murid Yesus menunggu di Yerusalem pada hari Pentakosta. Mereka heran mendengar orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus berbicara dalam bahasa mereka.

Di dorong dari dalam hati, meluap ke mulut. Ucapan bahasa lidah mengagungkan Tuhan, menceritakan tentang perbuatan-perbuatan Allah yang agung, dan membangun sidang jemaat. Karenanya, bangkitkan kerinduan kita untuk dipenuhi Roh Kudus.

  1. Dosa gereja mula-mula The sin of the early church

Kisah Para Rasul 5:1-11, “Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 2Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 3Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? …

* Dosa lidah – The sin of tongued DUSTA – LIE

Begitu besarnya kuasa Roh Kudus, sehingga dampaknya juga besar jika mendustai-Nya. Seperti Ananias yang berdusta tentang harga tanah, tidak hanya mendustai imam tetapi lebih dari itu mendustai Roh Kudus, akibatnya ia mati demikian juga dengan istrinya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dimulai dalam kehidupan keluarga. Suami – istri harus jujur, tidak ada dusta di antara mereka sebagai gambaran hubungan Allah dengan gereja-Nya,

22.  Penutup – Ending

Kolose 3:8-9, “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, firnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya

Tanggalkan manusia lama

Berhenti berdusta – Stop lie

Dusta dimulai dari Taman Eden, Adam – Kain – berlanjut terus – saksi dusta (imam-imam kepala) saat Yesus diadili sampai pada berita kebangkitannya. Itulah sebabnya mengapa sampai kini masih banyak yang tidak percaya kalau Yesus benar-benar bangkit.

Ingat bahwa pendusta tidak mendapat tempat dalam Keajaan Allah. Makanya cara Tuhan untuk menyucikan kita dari dosa lidah ini, adalah lewat peristiwa Pantekosta – mencurahkan Roh Kudus-Nya, yang akan menguasai lidah kita. Hidup kita diubahkan, karakter lama dibaharui menjadi karakter yang baru, sehingga kita menjadi layak menuju kota Yerusalem Baru, Kota yang Kudus. Menanggalkan manusia lama ditandai dengan lidah yang tidak suka dusta !