Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff
KAMIS, 24 JUNI 2010
FILIPI 2:1-11
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (ayat 5). Hidup dalam Kristus harus ditandai dengan nasihat yang murni, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra dan belas kasihan. Maka jemaat juga harus berjuang untuk sehati sepikir, satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, tidak mementingkan diri sendiri, rendah hati, dan tidak mencari pujian untuk diri sendiri. Paulus memberikan teladan yang sempurna untuk itu, yaitu Kristus sendiri, dan dengan itulah Paulus mengajarkan jemaat akan kerendahan hati. Tidak ada seorangpun yang dapat menyangkal keteladanan yang Kristus berikan, yang walaupun dalam rupa Allah tidak mengang gap keserupaan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, tapi telah mengosongkan diri sendiri dan mengambil rupa seorang hamba yang taat sampa mati. Akibatnya adalah pemuliaan dan peninggian dari Allah. Jadi, ketaatan dan kerendahan hati adalah jalan pemuliaan dari Allah. Merendahkan diri dan ketaatan bukanlah hal yang mudah, perlu penyangkalan diri yang sungguh. Merendahkan diri berarti berani melepas kebanggaan dan apapun yang kita anggap sebagai keunggulan diri sendiri atas yang lain, berani menjadi seperti orang miskin, berani menjadi seperti orang bodoh sekalipun memi liki semuanya, maka kita juga tidak akan mengaggap diri lebih hebat ataupun lebih baik. Sementara itu tidak bisa dipungkiri bahwa untuk meraih semua impian kesuksesan hidup harus melalui perjuangan yang tidak ringan. Maka perlu penyangkalan diri supaya tidak sombong dengan keadaan kita, dan untuk itu dibutuhkan ketaatan. Dan ketaatan itu sendiri merupakan suatu proses pembelajaran. Keberadaan dan semua yang ada pada kita adalah milik Tuhan yang harus rela kita lepaskan jika Ia menghendaki dan berlakulah seperti orang yang tak bermilik, sekalipun memiliki segala sesuatu (2 Korintus 6:10).
BERBAHAGIA ORANG YANG MISKIN DIHADAPAN ALLAH.
THURSDAY, 24 JUNI 2010
Philippians 2:1-11
“Be ye in your life together, put your thoughts and feelings that are also in Christ Jesus” (verse 5). Life in Christ should be marked by pure advice, encouragement, love, fellowship of the Spirit, affection and compassion. So the church also had to fight for one heart, same mind, one love, one soul, one purpose, selflessness, humility, and not seek praise for himself. Paul provides the perfect example for that, namely Christ himself, and with that Paul taught the church will be humility. No one can deny that Christ gave the example, that although in the form of God did not pick a gap similarity with God a thing to be grasped, but emptied himself and took the form of a servant who obeyed the required die. The result is the glorification and exaltation of God. Thus, obedience and humility is the path of the glorification of God. Humility and obedience is not easy, self-denial is really necessary. Humility and pride that dare to release whatever we think of as self-superiority over the other, dare to be like the poor, as people dare to be stupid even thinking possessed them all, then we also would not consider themselves more powerful or better. While it is undeniable that in order to achieve all your dreams of success through the struggles that life should not light. Self-denial is necessary in order not arrogant with our circumstances, and for that required obedience. And obedience itself is a learning process. The existence and all that is in us belong to the Lord that we must be willing to let go if he wants and Be like a man nothing, though possessing all things (2 Corinthians 6:10).
HAPPY PEOPLE ARE POOR BEFORE GOD








RABU, 23 JUNI 2010
SELASA, 22 JUNI 2010
SABTU, 19 JUNI 2010
JUM’AT, 18 JUNI 2010
KAMIS, 17 JUNI 2010
RABU, 16 JUNI 2010
SELASA, 15 JUNI 2010
SENIN, 14 JUNI 2010
RABU, 9 JUNI 2010 