Get Adobe Flash player
8 June 2010

Dipersatukan dan Diperdamaikan (United and Reconciled )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

gse_multipart36834SELASA, 8 JUNI 2010

EFESUS 2:11-22

 “Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia la telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru didalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera” (ayat 15). Orang Yahudi menurut daging memandang orang diluar mereka sebagai orang-orang yang tidak bersunat, sebagai orang luar, artinya tidak termasuk kewarga negaraan Israel, tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah didalam dunia, bisa dikatakan sebagai orang yang jauh dari kebaikan Allah. Tapi semua pandangan itu dihapuskan oleh Kristus Yesus. Dengan  mati  sebagai manusia dikayu  salib,Yesus bukan saja menyelamatkan jiwa setiap orang yang mau  percaya, tapi juga mempersatukan dan memperdamaikannya dengan  mereka yang bersunat secara daging. Maka, kita  yang dulunya jauh,telah menjadi dekat, bahkan menjadi kawan  sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Ketentuan  hukum Taurat dibatalkan dan perseteruan dilenyapkan pada salib, sehingga mereka yang jauh maupun yang dekat, didalam Roh, sama-sama beroleh jalan masuk kepada Bapa. Maka damai sejahtera itu bukan hanya bagi mereka yang dekat, tapi juga bagi yang jauh. 

Jika Kristus mati di kayu salib juga untuk memperdamaikan bukan hanya antara manusia dengan Allah,  tapi antara manusia dengan sesamanya, mengapakah kita mau mempermasalahkannya kembali? Jangan karena kita berbeda suku, bahasa, ras, budaya, bahkan hanya karena berbeda denominasi gereja, menganggap diri yang paling baik dan benar dihadapan Tuhan sementara yang lain itu jauh. Jangan ciptakan tembok pemisah lagi karena itu sudah dilenyapkan dikayu salib. Untuk itu, miliki dan kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan sehingga kita tidak lagi membangun apa yang telah diruntuhkan Kristus (Kolose 3:14).

BERUSAHALAH MEMELIHARA KESATUAN.

TUESDAY, 8 JUNI 2010
EPHESUS 2:11-22

For with his death as a human being He has canceled all the orders of the law by
and its provisions, to create the two into one new man in Himself, and with it entered into peace
“(verse 15). The Jews look at people according to the flesh excluding them as persons who are not circumcised, as an outsider, that means not including Israeli nationality, no part of the promised provisions, without hope and without God in the world, it can be said as a person far from God’s goodness. But all eyes were abolished by Christ Jesus. With death as a man on the cross, Jesus not only save the soul of each person who wants to believe, but it also unites and
arbitrate with those who are circumcised in the flesh. So, we are used to far, has become closer, even become fellow citizens with the saints and members God’s family. The provisions of the law null and feud eliminated on the cross, so that they are far or near, in the Spirit, is equally allotted entrance to the Father.  And peace is not just for those who are near, but also for the distance. If Christ died on the cross is also to arbitrate not only between man and God, but between with his fellow man, why do we want to return disputed? Do not, because
we are different tribes, languages, races, cultures, even just because of different church denominations, considers
himself the most good and right before God while others were far away. Do not create
the dividing wall had been cut off again due to the cross. For that, have and put on love
as a binder to unite and improve so that we no longer build what has been demolished Christ
(Colossians 3:14).

TRY TO PRESERVE  UNITY.