Saatnya Menabur [Sowing Time ]
Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa [Daily Bread Bilingual Edition ] By Jeremia Puji Santoso WSB Editorial Staff
SELASA, 1 JUNI 2010
GALATIA 6:1-10
“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (ayat 10). Hidup oleh Roh bukan hanya untuk diri sendiri, didalamnya ada tanggungjawab moral terhadap yang lain, yakni memimpin orang yang jatuh dalam pelanggaran pada pertobatannya. Kasih orang yang hidup oleh Roh juga harus nampak nyata dalam perbuatan, diantaranya rela untuk turut menanggung beban orang lain, bukan hanya atas masalah yang sedang dihadapi, tapi juga beban moralnya, dan itu berarti juga rela untuk dipandang rendah oleh yang lain. Kejatuhan seorang bukanlah alasan bagi yang lain untuk memegahkan diri bahwa ia lebih baik dari orang yang jatuh. Jika seorang hendak bermegah, hendaklah ia menguji dirinya sendiri, apa yang sudah ia buat dalam hidupnya dan bukan karena kejatuhan orang lain. Sementara orang yang jatuh seharusnya dibantu dan bukan justru semakin dijerumuskan pada kesalahannya. Maka semua orang harus berhati-hati karena apa yang ia tabur dalam hidupnya pasti akan dituainya. Kesenangan untuk hidup dalam hawa nafsu daging akan menghasilkan buahnya sendiri. Sementara orang yang menabur dalam Roh berarti menyerahkan perbuatan-perbuatannya untuk dikuasai oleh Roh sehingga ia juga akan rela hati turut menanggung beban orang lain, dan hasilnya adalah hidup kekal. Hukum tabur tuai, itulah yang berlaku atas orang percaya, maka semakin banyak kita berbuat baik, sekalipun kadang harus disertai dengan air mata, tapi pasti ada saatnya kita akan menuai apa yang telah kita taburkan. Berbuat baik dasarnya bukan hanya karena kita mampu dan mau, tapi juga karena kita sedang menabur. Jangan taburi ladangmu dengan dua jenis benih, artinya jangan menabur kebaikan sekaligus menabur kejahatan (Imamat 19:19).
JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK.
TUESDAY, 1 JUNI 2010
Galatians 6:1-10
“Therefore, as long as there is a chance for us, let us do good to everyone, but especially to our brothers in faith” (verse 10). Life in the Spirit not only for yourself, inside there is a moral responsibility towards others, which led the people who fell in violation of his conversion. Love people who live by the Spirit also must appear evident in the works, among them willing to share in the burdens of others, not just the issues being addressed, but also its moral burden, and that means also willing to despised by others. Fall is not an excuse for others to boast that he was better than those who fall. If one wanted to boast, let him examine himself, what has he made in his life and not because of the downfall of others. While those who fall should be assisted and not just increases plunges himself on his mistakes. So everyone should be careful because what you sow in his life he will surely reap. Pleasure to live in the flesh lusts will produce his own men. While those who sow in the Spirit means surrender his actions to be ruled by the Spirit so that he too would willingly bear the burden of heart helped others, and the result is eternal life. Reap sow law, that apply to the believer, the more we do good, even if sometimes be accompanied with tears, but surely there are times when we will reap what we have been scattered. Basically do good not only because we are able and willing, but also because we are sowing. Do not sprinkle the field with two kinds of seed, this means do not sow kindness at a time to sow wickedness (Leviticus 19:19).
DO NOT BE WEARY IN DOING GOOD.








