Get Adobe Flash player
2 July 2010

Ringkasan Khotbah pada WSB Minggu 27 Juni 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu |

gse_multipart49343

Khotbah Minggu,Oleh hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M     

 KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

     C39.  Kuasa PenyucianThe power of sanctification

                                                     A. Hedonisme (kemapanan)

32. Jemaat LaodikiaThe church of Laodiceans

 Wahyu 3:14-20, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: 15Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 17Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 18maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. 19Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 20Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Inilah kondisi rohani jemaat Laodikia,

                                                 jemaat yang suam-suam kuku

                                         the Lukewarm church

Tanggung, tidak ada gregetnya. Aktif tidak, pasif juga tidak. Padahal sebelumnya, mereka memiliki roh perjuangan yang menggebu-gebu, mencari Tuhan dengan berdoa siang-malam, berpuasa, dsb.. Tetapi mengapa mereka berubah demikian rupa, menjadi suam-suam kuku?

 Ayat 17A, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa

 Karena jemaat Laodikia hidupnya …

 merasa mapan – feeling save

Kemapanan hidup telah membawa mereka pada suasana nyaman, yang akhirnya menjadi terlena dan lupa diri. Rohani mereka menjadi suam-suam kuku, tidak ada perjuangan, tidak ada semangat dalam doa dan ibadah. Berjalan biasa-biasa saja, karena sudah merasa hidup mapan, tidak ada masalah.

 33. Keadaan sesungguhnyaThe real condition

Wahyu 3:17B, “dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.”

 Mereka tidak menyadari bahwa dibalik kemapanan itu, sesungguhnya mereka melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang. Itulah kondisi mereka yang amat …

 menyedihkan – sorrowful

Perasaannya hidupnya sudah mapan, kaya, tidak kekurangan, tetapi kenyataan sesungguhnya bertolak belakang. Jangan mengandalkan pikiran dan perasaan yang seringkali menipu. Siapa yang tahu pikiran dan perasaan hati manusia, selain Tuhan.

 Kemapanan hidup telah membuat jemaat Laodikia lalai dan sembrono. Makanya, Tuhan memberi mereka KADO ISTIMEWA — dalam bentuk TEGURAN. ”Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; …” (Wahyu 3:19).

 34. Apa maunya TuhanWhat He want to?

 Wahyu 3:18, “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

 I Petrus 1:6-7, ”Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 Tuhan menegur jemaat Laodikia dan untuk memulihkan keadaan mereka adalah melalui …

 Baptisan api – The fire baptism

Untuk mencapai kekudusan, ada harga yang harus dibayar. Bukan dengan uang, tetapi dengan suatu perjuangan, pikul salib setiap hari (dan pikul salib ini yang sering ditolak). Nabi Yohanes membaptis dengan air, tetapi Yesus membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api (Matius 3:11).

 Baptisan air, sebagai tanda pertobatan, pada waktu itu adalah sesuatu yang baru yang tidak ada di zaman Torat sehingga menimbulkan pro dan kontra pada bangsa Israel, termasuk apa yang dilakukan Yesus sendiri (mujizat-mujizat). Paradigma mereka tidak mau dibaharui, sehingga penolakan demi penolakan terjadi.

 Baptisan api, adalah untuk memurnikan hidup. Kualitas iman menjadi murni lewat ujian iman – api penyucian. Kekristenan tidak akan sepi dengan penyucian. Iman kita diproses melalui tantangan hidup.

Tujuan ujian iman adalah supaya kita memiliki ketekunan sehingga menjadi utuh – sempurna – tidak kekurangan sesuatu. Inilah cara-cara Tuhan dengan ijinkan api penyucian, maka Yesus membaptis kita dengan Roh Kudus dan api.

Lewat api penyucian, Tuhan mau kita diproses semakin tekun dan membuahkan suatu pekerja yang baik dan sempurna sehingga tidak berkekurangan (Yakobus 1:2-4). Motivasi kita dalam pelayanan disucikan.

 IngatRemember

 Wahyu 16:15, ”Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.

 Kedatangan Tuhan semakin dekat. Walau Henok sudah menubuatkannya jauh sebelumnya (Yudas 1:14-15), tetapi bicara tentang waktu tidak ada seorang pun yang tahu kapan Tuhan datang,

                      Dia datang seperti pencuri – He will come like a thief

Karena itu persiapkan hidup kita, agar jangan sampai ketika tiba waktunya Ia datang, dijumpai kita dalam keadaan tidak layak. Jangan biarkan kemapanan hidup menjadikan kita terlena dan sembrono.

Berani keluar dari zona nyaman, jadi terang dan garam dunia dimana pun berada. Sehingga saat Ia datang, didapatkan kualitas iman kita bisa dipertanggungjawabkan.

35.  PenutupEnding

 Wahyu 3:21, ”Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Berbahagialah yang menang!

Blessed are those who win!

Jaminan-Nya ya dan amin. Hidup manusia itu bagaikan orang yang perang, musuhnya adalah penguasa udara yang jahat, yang seringkali masuk dalam keinginan hawa nafsu daging, kemapanan hidup, kekayaan, seks, dsb. Dan untuk dapat menang, berjuang dan berjaga-jaga lewat pertolongan firman dan Roh Allah. Inilah sarana yang Tuhan berikan bagi gereja-Nya agar menjadi menang, lebih dari pemenang.

 Yesus memenangkan peperangan sampai tetes darah terakhir, ketika disalib Ia berkata, ”Sudah selesai”. Pada waktu di taman Getsemani, Ia masih terus berjuang dan menjadi puncak peperangan-Nya. Sebagai manusia, Yesus takut menghadapi salib, suara daging-Nya gemetar sehingga sampai keringat-Nya menetes seperti darah. Yesus mengakhiri pertempuran dengan kemenangan.

 Bertekun sampai akhir, kemenangan kita raih bersama Dia. Amin.