Get Adobe Flash player
26 August 2010

Berhasil menunaikan( Successful discharge )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

rhKAMIS, 26 AGUSTUS 2010

2 TIMOTIUS 4:1-8

 “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (ayat 5).  Kembali Paulus mencontohkan dirinya sendiri kepada anak rohaninya, Timotius. Paulus telah begitu rupa melayani, dia tidak pernah melalaikan tugas-tugas pela yanan yang dipercayakan kepadanya sampai kepada saat dimana ia menyadari bahwa saat kematiannya sudah dekat. Dia dapat bersaksi dan beroleh keyakinan bahwa ia telah mengakhiri pertanding-an dengan baik, telah memelihara iman dan mencapai garis akhir. Ia yakin bahwa baginya telah tersedia mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan oleh Tuhan sendiri. Maka dengan tidak ragu ia mendorong Timotius untuk juga dapat menunaikan tugas pelayanannya sampai akhir sebagaimana ia juga telah menyelesaikan nya. Untuk itu Timotius harus dapat menguasai diri dalam segala hal, sabar menderita, berani menyatakan yang salah, menegor dan menasehati jemaat dengan segala kesabaran dan pengajaran. Timotius juga harus siap sedia untuk memberitakan firman baik atau tidak baik waktunya sekalipun ia juga harus menghadapi kecenderungan manusia yang lebih memilih untuk mendeng-ar berita yang menyenangkan dan memuaskan telinga. Akhir suatu hal lebih baik dari awalnya. Kita bisa saja memulaikan pelayanan dengan luar biasa, tapi apakah kita juga bisa mengakhirinya dengan baik pula? Tak dapat disangkal bahwa dalam perjalanan iman dan pelayanan kita akan mengalami banyak tantangan dan itu semua dapat menjatuhkan kita. Maka turuti apa yang dinasehatkan Paulus kepada Timotius, yakni kuasai diri dalam segala hal dan sabar mende rita supaya kita juga pada akhirnya dapat menyelesaikan pertandingan yang diwajibkan bagi kita dengan baik. Menunaikan tugas hingga akhir bukanlah hal yang gampang, perlu penguasaan diri dalam segala hal termasuk tubuh seluruhnya dan melatihnya (1 Korintus 9:25-27).

 ORANG YANG MENGUASAI LEBIH DARI PAHLAWAN YANG MEREBUT KOTA.

 THURSDAY, 26 AUGUST 2010  

2 TIMOTHY 4:1-8

But Overcome yourself in all things, patient suffering, do the job and pay the poor evangelist your service duty” (paragraph 5). Paul exemplifies himself back to his spiritual son, Timothy. Paul has so much to serve, he never neglected the duties entrusted to her care until the moment where he realizes that his death was imminent. He can testify and obtain the conviction that he has terminated the games well, has kept the faith and reach the finish line. He believes that for him the crown of righteousness which is already available will be bestowed by God Himself. So with no hesitation he encourages Timothy to also perform the task until the end of his ministry as he was also completed. For that Timothy should be able to pull myself in all things, patiently suffer, dare to say who is wrong, and advised the congregation began to rebuke with all patience and teaching. Timothy also be ready to preach the word of good or not good time even though he also had to deal with the human tendency to prefer a news-ar mendeng pleasant and satisfying the ears. End of a better thing than the beginning. We can just restart the service with extraordinary, but if we can finish well too? Undeniable that in the journey of faith and ministry we will experience many challenges and that’s all we can impose. Then obey what he advised Paul to Timothy, that is mastered himself in all things and patiently heard the news that we should also ultimately be required to complete the game for us well. Task until the end is not easy, need self-control in all respects including the whole body and train it (1 Corinthians 9:25-27).

PEOPLE WHO ARE HEROES CONTROLS OVER TAKING THE CITY.