Get Adobe Flash player
10 August 2010

Bukti dan bukan Janji ( Evidence and not promise )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan harian edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

SELASA, 10 AGUSTUS 2010

1 TIMOTIUS 3:8-13

 “Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa” (ayat 11). Syarat yang ditentukan bagi semua bagian, baik itu penilik jemaat maupun diaken, adalah moral yang baik. Sebagai seorang pelayan jemaat, diaken secara khusus juga dituntut memiliki pengendalian diri yang kuat, khususnya dalam hal perkataannya, atau dengan kata lain tidak bercabang lidah. Seorang diaken seyogyanya juga sudah membuktikan dirinya sendiri melalui perilaku hidup yang dapat dipercaya. Sama seperti penilik jemaat, diaken haruslah juga seorang yang dapat mengatur rumah tangganya dengan baik. Melaksanakan tugasnya dengan baik bukan hanya menjamin kedudukan mereka, tapi lebih daripada itu mereka dapat bersaksi dengan leluasa karena tidak ada sesuatupun yang buruk yang dapat dituduhkan kepadanya. Maka seharusnya tidak ada seorang yang diperkenankan untuk menjadi diaken sebelum ia dapat membuktikan dirinya sendiri bahwa ia layak dimata semua orang untuk menjabat sebagai diaken. Perlu reputasi yang baik untuk dapat mencapai dan mempertahankan kedudukan sebaga seorang diaken. Menempati kedudu kan yang baik dalam pelayanan maupun dalam dunia sekuler adalah hal yang indah, dan akan terasa lebih indah lagi bila cara mendapatkanya melalui perkara dan perjuangan yang baik sesuai dengan kehendak Allah. Tunjukkan prestasi, hasilkan karya dan biarkan orang yang menilai apakah kita layak untuk suatu posisi atau tidak. Lakukan segala yang dipercayakan dengan bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh. Jika kita melayani, mari lakukan dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah supaya Allah dipermuliakan dalam segala sesuatu (1 Petrus 4:11). SIAPA SETIA DALAM PERKARA KECIL, AKAN DIPERCAYAKAN PERKARA BESAR.

TUESDAY, 10 AUGUST 2010

 1 TIMOTHY 3:8-13

“Because those who serve well obtain a good position so that in faith in Christ Jesus they can testify freely” (verse 11). Conditions are determined for all sections, both bishops and deacons, is morally good. As a servant of the church, deacons are also specifically required to have a strong self-control, especially in terms of words, or in other words not forked tongue. A deacon should also already proven itself through behaviors that can be trusted. Just as bishops, deacons must also someone who can manage his household well. Do their job properly not only ensure their own positions, but more than that they can testify freely because there is nothing bad that can be attributed to him. So no one should be allowed to become a deacon before he can prove himself that he deserved in the eyes of all people to have served as a deacon. Need a good reputation to be able to achieve and maintain a position as a deacon. Occupying a good position in the ministry as well as in the secular world is a beautiful thing, and will feel more beautiful when and how to get it through the struggle of good things according to God’s will. Show achievements, produced the work and let people judge whether we are eligible for a position or not. Do all that is entrusted with a responsible and serious. If we serve, let’s do with the power granted by God that God may be glorified in all things (1 Peter 4:11). WHO IS FAITHFUL IN LITTLE THINGS,  WILL BE THE GREAT TRUSTED.