Lakukanlah dengan Kasih ( Do It With Love )
Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff
JUM’AT, 13 AGUSTUS 2010
LAKUKAN DENGAN KASIH
1 TIMOTIUS 5:1-2
“Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai sadaramu..” (ayat 1). Berbagai peraturan dalam jemaat demi tertibnya hidup berjemaat dan beribadah adalah baik, tetapi dalam pelaksanaannya juga harus bijaksana pula. Untuk itu Paulus mengingatkan Timotius agar dalam pelayanannya tetap tidak mengesampingkan etika atau sopan santun. Adalah tidak layak bagi seorang pelayan muda seperti Timotius untuk menegor seorang yang lebih tua darinya selayaknya ia menegor orang sebayanya. Memang ia ber kewajiban untuk menyatakan apa yang salah dan membimbingnya dalam kebenaran, tapi hal itu harus tetap dikerjakan dalam kasih dan penghormatan. Beginilah sikap yang baik sebagai seorang pelayan, menganggap laki-laki yang tua sebagai bapa dan perempuan tua sebagai ibu, laki-laki muda sebagai saudara dan perempuan muda sebagai adik. Timotius juga harus bisa mengekang dan membatasi diri khususnya dalam sikapnya terhadap perempuan muda sebab jika tidak hal itu bisa mengganggu pelayanannya dan dalam melaksanakan berbagai kebijakan yang ada. Kedudukan yang lebih dari yang lain tidak boleh membuat kita memandang yang lain lebih rendah sehingga kita bisa bertindak semaunya. Sebaliknya kita harus sadar dengan semakin tinggi kedudukan ada tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadikan diri kita sendiri sebagai teladan dalam berbuat baik. Kunci untuk bisa menjadi teladan adalah hidup dalam kerendahan hati apapun status sosial dan kedudukan kita. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberi keteladanan dan bukan sekedar memberi perintah, dan itupun harus dilakukan dengan sukarela dan bukan untuk mencari keuntungan (1 Petrus 5:2-3).
SIAPA MEMBERI PIMPINAN, LAKUKAN DENGAN RAJIN.
Friday, 13 AUGUST 2010
1 TIMOTHY 5:1-2
“Thou shalt not be hard on older people, but rebuke him as a father. Rebuke young people as your brother .. “(paragraph 1). Various rules for the martinet in church life with the congregation and the worship is good, but in its implementation must also be wise as well. For that Paul reminds Timothy that the ministry does not take away ethics or manners. Is not feasible for a young maid like Timothy to rebuke an older man from her should she warn people age. Indeed he had an obligation to declare what is wrong and guide him in the truth, but it must still be done in love and reverence. Here’s a good attitude as a maid, thought the old man as the father and older women as mothers, younger men as brothers, and younger women as sisters. Timothy also be able to restrain and confine ourselves particularly in its attitude toward young women because otherwise it could interfere with his ministry and in implementing existing policies. Position more than others should not make us look at another lower so we can act without restraint. Instead we should be aware of the higher position that there is a greater responsibility to make ourselves as role models in doing good. The key to be a role model of humility is to live in whatever our social status and position. Good leaders are leaders who are capable of giving the model and not just give orders, and that too should be done with voluntary and not-for-profit (1 Peter 5:2-3).
WHO GIVES HEAD, DO DILIGENTLY.








