Sesuai Kapasitasnya ( In His capacity )
Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff
SABTU, 7 AGUSTUS 2010
1 TIMOTIUS 2:8-15
“Oleh karena itu aku ingin, supaya dimana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan” (ayat 8). Adalah baik dan berkenan dihadapan Allah jika jemaat dengan segala kerelaan hati mau mendoakan para pemimpin dan juga keselamatan jiwa-jiwa yang lain, tapi itu semua juga harus dilakukan dengan dengan benar pula. Untuk itu Paulus memberikan bimbingan yang berwibawa yang harus dipakai disegala tempat dimana orang percaya berhimpun. Seboleh-bolehnya, dalam komunitas umum laki-lakilah yang memimpin doa, dan itupun harus dilakukan dengan mawas diri, yakni dengan layak, tanpa marah dan tanpa perselisihan, melain kan dengan kemurnian hati. Sementara bagi wanita percaya, adalah hal yang indah bila mereka menampilkan kesaksian melalui sikap hidup dalam perbuatan baik sehari-hari. Dengan mengacu pada mula pertama penciptaan, Paulus mau menempatkan segala sesuatunya menurut urutannya, laki-laki sebagai kepala. Sedang bagi wanita dewasa, mengajar anak-anak dan wanita muda adalah tempat dan bagiannya yang tepat. Jika semua itu dituruti, tidak ada saling mengambil alih tanggungjawab, maka akan tercipta hidup berjemaat yang tertib. Semua memiliki kapasitasnya sendiri, maka hendaklah masing-masing bertanggungjawab sesuai dengan kapasitasnya dan tidak sibuk mengurusi yang bukan menjadi bagiannya. Seorang suami, seorang istri, seorang anak, seorang pemimpin, memiliki tanggungjawabnya masing-masing, lakukanlah dengan segala ketulusan dan jangan coba membijak sanai ketetapan Allah. Jadilah orang yang bijak sesuai dengan kapasitas masing-masing dan untuk itu semua dimulai dari penundukkan dan ketaatan kita akan firman Allah (Titus 2:2-6).
HIDUPLAH DENGAN TERTIB DAN BIJAKSANA.
SATURDAY, 7 AUGUST 2010
1 TIMOTHY 2:8-15
“Therefore I want, so that everywhere people praying with men lifting holy hands, without anger and without dispute” (verse 8). Is good and acceptable before God if the church with a heart will pray for all the willingness of leaders and also the safety of other souls, but that all should also be done with it right too. For that Paul gives authoritative guidance that must be worn in all places where believers were gathered. Supposedly, in the general community, it must be the man who led the prayers, and that too must be done by introspection, ie with proper, without anger and without dispute, but not with purity of heart. While for a woman to believe, is a beautiful thing when they present testimony through his life in good deeds everyday. With reference to the first initial of creation, Paul wanted to put everything in order, men as heads. Whereas for women, teaching children and young women is the right place and parts. If all that followed, there is no mutual take over the responsibility, it will create a life to an orderly community. All have the capacity themselves, then let each responsible in accordance with its capacity and was not busy which is not a part. A husband, a wife, a son, a leader, have their respective responsibilities, do it with all sincerity and do not try to take their own policies against the ordinance of God. Be wise in accordance with their respective capacities and for it all starts from the submissive and obey the word of God (Titus 2:2-6).








