Ukur diri sendiri ( Measure Yourself )
Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff
SENIN, 9 AGUSTUS 2010
1 TIMOTIUS 3:1-7
“Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang” (ayat 2). Penilik jemaat, yang berarti mengepalai atau mengurus, adalah jabatan yang indah, untuk itu tidak sembarang orang bisa memangku jabatan tersebut. Ada kriteria yang harus dipenuhi untuk seorang mendapat jabatan tersebut. Jabatan tersebut menghendaki seorang laki-laki yang tak bercacat, suci, dapat menahan diri dan murah hati, serta tidak ketinggalan ia adalah seorang yang sudah dewasa baik usia maupun rohaninya, yang juga cakap dalam mengatur rumah tangganya. Kehidupan nikah yang sehat juga merupakan syarat utama bagi seorang penilik jemaat. Hal-hal tersebut diperlukan bukan hanya sekedar sebagai syarat jabatan, tapi juga demi kebaikan yang bersangkutan. Jika semua hal tersebut dipenuhi, maka tidak ada celah bagi iblis untuk menggocohnya, baik didalam maupun diluar jemaat. Sebaliknya, jika ia seorang yang belum dewasa, petobat baru, bahaya kesombongan sudah didepan mata, sedang kesombongan itu sendiri adalah awal kejatuhan. Keberhasilan dalam mengepalai rumah tangganya menjadi tolak ukur keberhasilan seorang penilik jemaat. Jangan hanya menginginkan jabatan atau posisi, ukur diri sendiri, dan ini bukan masalah kemampuan ataupun karunia, melainkan masalah moral, karakter dan kepribadian dan kedewasaan. Cobalah berpikir kedepan, jika memang tahu belum mampu tapi memaksakan diri, pertaruhannya adalah kelagsungan pembinaan iman jemaat yang bisa terganggu. Jangan anggap diri sendiri pandai dan merasa mampu mengambil segala perkara sekalipun itu bukan menjadi bagiannya, tapi arahkan diri pada perkara sederhana sesuai dengan kemampuan yang Tuhan beri (Roma 12:16).
JANGAN ANGGAP DIRIMU SENDIRI BIJAK.
MONDAY, 9 AUGUST 2010
1 TIMOTHY 3:1-7
“A bishop then must be a man of irreproachable, the husband of one wife, can be restrained, thoughtful, polite, likes to give a lift, able to teach people” (paragraph 2). Bishop, which means head or care, is a beautiful position, for it is not just anyone can assume the position. There are criteria that must be satisfied for a got job. The position requires a man unsullied, holy, can hold back and generous, and no lag he is an adult who has been both age and spiritual, who is also proficient in managing their households. Life of a healthy marriage is also a key condition for a bishop. These are necessary not only as a requirement of position, but also for the good in question. If all things are fulfilled, then there is no room for the devil to charge him, both within and outside the church. Conversely, if he is an immature, new converts, the danger of pride is front of the eyes, is arrogance itself is the beginning of the fall. Success in the heads of the household becomes a benchmark for the success of a bishop. Do not just want a job or position, measure yourself, and this is not a matter of ability or gift, but a matter of morals, character and personality and maturity. Try to think ahead, if you did know but have not been able to impose itself, at stake is the continuity of faith in the church building which could be disrupted. Do not consider yourself smarter and feel able to take everything, even if it was not a part, but the point yourself in the simple case in accordance with the capabilities that God give us (Romans 12:16).
Do not assume wise in your own








