Get Adobe Flash player
30 September 2010

Landasi dengan Iman ( Based on Faith )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

handheavensh1KAMIS, 30 SEPTEMBER 2010

IBRANI 11:1-40

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (ayat 6).  Sederetan tokoh-tokoh iman ditampilkan disini, dimana mereka adalah nenek moyang bangsa Israel, dan masih banyak lagi tokoh iman dari pelaku sejarah, yakni para  pemimpin mereka yang tidak mungkin akan dituliskan semua. Mereka adalah orang-orang yang meyakini bahwa  Allah itu ada sehingga merekapun juga melakukan hal-hal diluar kebiasaan dan nalar manusia. Karena kepercayaan mereka kepada Allah dan keyakinan bahwa Allah akan memberi upah untuk segala hal yang mereka perbuat, maka merekapun juga rela menderita karenanya. Satu contoh adalah Abraham, dimana Allah berjanji akan membuat keturunannya sebanyak bintang dilangit dan pasir dilaut, tapi karena iman ia rela mempersembahkan anak satu-satunya karena Allah memintanya. Dan keyakinannya kepada Allah tersebut akhirnya benar-benar menghasilkan bangsa yang dikasihi Tuhan dan ia sendiri disebut bapa orang beriman. Menjadi tokoh iman bukan hanya bagi mereka yang telah lalu, tapi juga bagi kita, orang beriman sekarang ini. Iman itu sendiri didasari keyakinan bahwa Allah itu ada dan Ia memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dan melakukan kehendak-Nya. Iman bukan hanya dalam kata-kata saja, iman akan disebut benar-benar sebagai iman ketika keyakinan tersebut ditunjukkan dalam perbuatan. Jika kita benar-benar yakin bahwa Allah akan memberi upah, maka kita akan melakukan apa yang menjadi  kehendak-Nya dengan penuh pengharapan dan sukacita, itulah iman. Buktikan kemurnian iman kita, yakni melalui perbuatan-perbuatan dan bukan iman dalam kata-kata saja, sebab ketahuilah bahwa iman yang benar, jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana (1 Petrus 1:7).

LAKUKAN PERJUANGAN YANG BAIK DENGAN IMAN.

 THURSDAY, 30 SEPTEMBER 2010
HEBREW 11:1-40

But without faith it is impossible person acceptable to God. For whoever would draw near to God must believe that God exists and that God rewards those who earnestly seek Him “(verse 6). A line of faith figures shown here, where they are the ancestors of Israel, and many other faith leaders from the perpetrator’s history, that their leaders are not likely to be written all. They are people who believe that God exists, so they also do things out of habit and human reason. Because of their belief in God and faith that God will reward for everything they do, then they are also willing to suffer for it. One example is Abraham, where God promised to make his descendants as the stars in the sky and sea sand, but by faith he willingly offered his only son because God asked him. And his belief in God is finally actually produce a nation that loved God and he himself called the father of the faithful. Being leaders of faith is not just for those who have past, but also for us, believers today. Faith itself is based on the belief that God exists and He rewards those who earnestly seek and do His will. Faith is not just in words alone, faith really be called as a faith when the faith shown in deeds. If we truly believe that God will reward, then we will do what is His will with great hope and joy, that’s faith. Prove the purity of our faith, namely through deeds rather than faith in words only, because you know that true faith, much higher value than perishable gold (1 Peter 1:7).
DO  A  GOOD FIGHT WITH FAITH.

29 September 2010

Khotbah Mingguan WSB 26 september 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah Minggu | Tag

Khotbah Mingguan dari WSB 26 September 2010 oleh HambaNya,Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,Bc.M

livingwater2aUraian     

 C. KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

     C43.  Tantangan kekudusanThe challenge of holiness

C. Seks

Bagaimana cara menghormati perkawinan? How to respect marriage?

  1. A.   Memulai dengan baikStanding well

 I Tesalonika 4:3-7, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

 Allah dengan tegas memerintahkan umat-Nya untuk menghormati perkawinan. Alasannya jelas: lewat perkawinan, yang merupakan idenya Allah sendiri, Allah menghendaki hadirnya keturunan ilahi. Keturunan anak-anak Allah, yang dipersiapkan untuk kelak masuk ke kota kudus –Yerusalem Baru.

 Hadirnya keturunan-keturunan ilahi ini, hanya dimungkinkan sebagai hasil dari suatu perkawinan yang kudus. Inilah caranya kita menghormati perkawinan, dengan hidup ….

 dalam pengudusan – In sanctification

 Membangun nikah / rumah tangga dengan landasan kekudusan, yang dimulai sejak mencari pasangan. Memulai dengan pertemanan yang sehat, mencari pasangan dengan baik dan yang seiman – sama-sama dalam terang.

 Kejadian 1:27-28, ”Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

 Perhatikan bahwa hidup masa muda sangat berharga. Jangan sia-siakan masa muda dengan melakukan hal-hal yang tidak kudus. Jauhi perbuatan-perbuatan tercela / percabulan, keinginan-keinginan daging yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Letakkan fondasi yang kuat, sebelum masuk dalam sebuah pernikahan yang kudus.

 Pernikahan yang dimulai dari pengudusan, urutan yang benar yang menjadi kehendak Tuhan adalah jelas yaitu …..

 diberkati – seks – bonus

 blessed – sex – bonus

 Bukan dibalik, seks – diberkati. Ini yang sedang dikembangkan iblis di jaman akhir. Roh-roh percabulan ditebarkan, banyak anak muda hidup dalam seks bebas bahkan yang sudah menikah pun tidak luput dari roh perzinahan, Karena itu, perhatikan bagaimana kita bergaul, jaga kehidupan di masa muda dalam kekudusan. Bagi yang sudah menikah, jaga kehidupan perkawinannya agar tetap selalu dalam pengudusan.

 B.   Monogami Monogamy

 I Tesalonika 4:4, “supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan

 Jelas, yang dikehendaki Allah adalah pernikahan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Seorang laki-laki hanya menikah dengan seorang perempuan dan sebaliknya, tidak lebih hanya …

   seorang – a person                                    

 Suatu bentuk perkawinan monogami (satu suami, satu isteri), bukan poligami (lebih dari satu isteri) atau pun poliandri (lebih dari satu suami). Hormati perkawinan, suami hanya mempunyai / mengambil seorang perempuan untuk menjadi isterinya sendiri dan hidup dalam kekudusan.

 C.  Menolak kekerasan Reject hardness

 Kolose 3:19, “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.”

I Petrus 3:7, “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

 Selanjutnya, dalam kehidupan perkawinan, suami sebagai kepala dituntut untuk bertindak …

                        Bijaksana – Wise / understanding

Dalam kehidupan rumah tangga jauhi kekerasan (KDRT), tindakan kasar, atau perkataan yang menyakitkan terhadap isterinya. Berlakulah sopan, hormati isteri sebagai teman penolong. Ingat bahwa “kesuksesan suami tidak lepas dari peran isteri, yang dengan setia mendukung dan mendoakannya.” 

 Suami-isteri hendaklah bertindak bijaksana, saling pengertian. Sebagai kepala, memang segala keputusan ada di tangan suami, tetapi jangan bertindak terlalu dominan. Tempatkan isteri dalam posisi yang benar, sebagai teman hidup dalam berbagi suka dan duka. Sebaliknya, isteri juga harus menyadari posisinya dan menempatkan dirinya dengan benar, bukan mendominasi suami.

 D.  Tanpa perceraianWithout separation / divorce

 Maleakhi 2:16, “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

 Karena perkawinan merupakan idenya Allah sendiri, tidak mungkin Allah mengijinkan terjadinya perceraian. Justru …

                              Allah benci perceraian – God hates divorce

  Perceraian dapat terjadi, salah satu penyebab adalah adanya masalah dalam kehidupan rumah tangga, masalah antara suami-isteri, yang dibiarkan berlarut-larut dan tidak diselesaikan. Tetapi apapun alasannya, perceraian sangat dibenci oleh Tuhan.

 Solusinya, jika ada masalah, selesaikan dengan cepat dan baik, jangan ditunda-tunda (Efesus 4:26). Setiap pelanggaran ada pengampunan, kalau diakui. Tanamkan sikap keterbukaan di antara suami-isteri, tidak ada yang ditutup-tutupi. Saling jujur, saling mengampuni, saling percaya, dan saling menjaga kekudusan akan semakin memperkuat tali ikatan perkawinan yang sudah dibangun.

 E.  Nasihat Advise

 Efesus 4:27, “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Permasalahan-permasalahan atau pelanggaran-pelanggaran yang dibiarkan berlarut-larut, tidak cepat diselesaikan akan membuka celah bagi iblis untuk masuk dan menjebak kita dalam dosa. Karena itu, sekali-kali ….

      Jangan beri tempat kepada iblis

     Don’t give devil a space

  Bagi suami-isteri, hormati dan jaga suasana perkawinan yang harmonis. Berani mengakui kesalahan dan tidak diulangi lagi. Tuntaskan setiap pelanggaran yang terjadi sampai ke akar-akarnya, sehingga kelak tidak ada tuduhan lagi, yang sengaja dihembuskan iblis untuk menghancurkan kehidupan rumah tangga.

 Bagi anak-anak muda, perhatikan bagaimana kamu hidup, jaga kekudusan dalam segala tingkah lakumu. Jauhkan diri dari roh-roh percabulan dan dari pergaulan yang tidak baik. Bangun kekudusan melalui pergaulan yang baik, mencari pasangan hidup dengan cara yang sehat dan dijalani dengan sehat pula sampai berlanjut pada pernikahan yang kudus. Tuhan memberkati.

29 September 2010

Buah Ketekunan ( Result from Perseverance )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa (Daily Bread Bilingual Edition ) By Editorial Staff WSB

renunganRABU, 29 SEPTEMBER

IBRANI 10:19-39

“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memper    oleh apa yang dijanjikan itu” (ayat 36).  Hasil dari pengorbanan Kristus bagi dunia pada umumnya adalah keselamatan bagi setiap orang yang percaya. Dan kedalam, bagi setiap orang yang telah percaya adalah ter bukanya jalan ke dalam tempat maha kudus sehingga kita dapat masuk ke tempat maha kudus dengan penuh keberanian. Lagi, kita memiliki Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah yang oleh-Nya kita beribadah kepada Allah. Untuk itu hendaknya setiap orang percaya menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh. Dengan semua kenyataan tersebut kita dituntut untuk hidup dalam ketekunan: tekun dalam berbuat baik, tekun dalam beribadah, tekun dalam penderitaan karena kebenaran, dan tekun dalam menantikan kedatangan-Nya yang ke dua kali. Tekun dalam beribadah berarti tidak menjauhkan diri dalam pertemuan ibadah. Tekun menanti berarti yakin bahwa saat kedatangan-Nya kedua kali sudah sangat dekat. Tekun menderita karena kebenaran berarti kita yakin akan pembelaan Tuhan. Dan tekun berbuat baik berarti kita tahu bahwa Tuhan akan memberi upah kepada setiap orang menurut perbuatannya. Kebalikan dari semuanya itu adalah sengaja berbuat dosa, dan itu berarti peng hinaan terhadap Roh kasih karunia, menganggap najis darah perjanjian dan menginjak-injak Allah. Akibat nya adalah kematian yang mengerikan. Sementara ketekunan akan mengakibatkan pemenuhan dari segala sesuatu yang telah Allah janjikan. Dan tidak ketinggalan bertekunlah dalam tanda iman yang hidup. Ada hasil yang luar biasa bagi setiap orang yang mau bertekun, seperti Allah memulihkan keadaan Ayub dengan luar biasa, maka berbahagialah orang yang hidup dalam ketekunan (Yakobus 5:11).

 KETEKUN AN MENIMBULKAN TAHAN UJI.

WEDNESDAY, 29 SEPTEMBER
HEBREW 10:19-39

For you need endurance, so that after you do the will of God, you are treated by what was promised” (verse 36). Results from the sacrifice of Christ for the world at large is salvation for everyone who believes. And into, for everyone who has believed the road was opened into the most holy place so that we can enter the most holy place with great courage. Again, we have a high priest as head of the house of God through whom we worship God. Therefore should every believer to God with a sincere heart in full assurance of faith. With all these facts we are required to live in perseverance: diligent in doing good, persevere in prayer, persevering in suffering because of righteousness, and diligent in looking forward to his arrival the second time. Diligent in worship means not distance themselves in worship attendance. Diligently waiting means certain that his arrival had been very close second. Diligent suffer because the truth means that we believe will be a defense of God. And diligent in doing good that we know that the Lord will reward everyone according to his deeds. The opposite of everything that is deliberate sin, and that means lawyers insult to the Spirit’s grace, considered unclean blood of the covenant, and trample on God. His result is a horrible death. While perseverance will lead to the fulfillment of everything God has promised. And do not miss persevere in a sign of living faith. There is a tremendous result for everyone who want to persevere, as God restored Job with extraordinary circumstances, so blessed are those who live in perseverance (James 5:11).

PERSEVERANCE CREATE RESISTANT TEST

28 September 2010

Mau susah atau mudah ( Want hard or easy )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

kerjaSELASA, 28 SEPTEMBER 2010

IBRANI 10:1-18

 “Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa” (ayat 18). Hukum Taurat hanyalah bayangan dari keselamatan yang akan datang dan tidak mungkin menyempurnakan mereka yang ada didalamnya. Hal itu dibuktikan dengan dipersembahkannya korban yang sama setiap tahun terus menerus. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa, tapi justru oleh korban-korban tersebut orang diperingatkan akan adanya dosa. Dan sesungguhnya, Allah tidaklah menghendaki korban dan persembahan yang demikian, bahkan tidak ber kenan atasnya meskipun dipersembahkan menurut hkum Taurat. Maka Kristus datang untuk melakukan kehendak Allah, Ia mempersembahkan diri-Nya karena dosa, satu kali untuk selama-lamanya, yang dengan demikian mengadakan pengampunan dan pendamaian karena dosa. Oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Korban Kristus menghadirkan suatu perjanjian yang baru dimana Allah tidak lagi menuliskan hukum-hukum-Nya pada loh batu, tapi menaruh hukum-Nya dalam hati dan menuliskannya dalam akal budi orang yang percaya, dan Ia tidak lagi menging at dosa dan kesalahan. Jadi karena Kristus yang mau melakukan kehendak Allah, maka Allah mengadakan pengampunan dosa ganti segala korban dan persembahan. Kalau ada yang mudah mengapa cari yang susah? Hanya dengan mengaku dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan kita menerima anugerah keselama tan, dan jika Allah sudah menyediakan pengampunan, mengapa kita mau susah-susah mempersembahkan korban karena dosa? Sebab Allah itu setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan ketika kita mau mengaku dosa (1 Yohanes 1:9).

 PADA TUHAN ADA KASIH SAYANG DAN KEAMPUNAN.

TUESDAY, 28 SEPTEMBER 2010

HEBREW 10:1-18

“Now where it is no forgiveness, no more offering for sin” (verse 18). Law is just a shadow of salvation that will come and not be perfect they contained. This was evidenced with the same offerings every year continuously. For no blood may be bull or ram blood away sins, but that those sacrifices are a reminder of sin. And verily, Allah does not want sacrifice and offering that so, even though it was Kenan hkum offered according to the Torah. So Christ came to do God’s will, He offered Himself for sin, once and for all, thereby holding forgiveness and atonement for sins. By one sacrifice he has perfected for ever them that He is holy. The sacrifice of Christ brings a new covenant where God no longer write his laws on stone tablets, but put his law in our hearts and minds of people write in a trust, and he no longer menging at sin and error. So because of Christ who want to do the will of God, God entered into the remission of sins instead of all the victims and offerings. If there was an easy why look for that hard? Only by confessing and believing that Jesus is Lord we receive the gift of salvation, and if God has provided forgiveness, why we would bother to offer sacrifices for sin? Because God is faithful and just to forgive all our sins and purify us from all unrighteousness when we want to confess sins (1 John 1:9).

ON GOD AND THERE AFFECTION FORGIVENESS

11 September 2010

Layak disembah ( Worthy to be Praised )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

pic01SABTU, 11 SEPTEMBER 2010

IBRANI 1:5-14 

“Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung kedunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia” (ayat  6).  Penulis kitab Ibrani terus menunjukkan keunggulan dari sang Anak Allah diantara makhluk-makhluk sorgawi lainnya. Malaikat Allah tidaklah lebih dari roh-roh yang melayani, yang diutus Allah untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan, sekalipun mereka juga memiliki kekuatan adikodrati. Semua kekuatan dan kuasa yang dimiliki oleh para malaikat itu sungguh tetap tidak sebanding kekuatan, kuasa dan kemuliaan sang Anak Allah. Bahkan kepada para malaikat tersebut dan juga seisi sorga, mereka harus sujud menyembah kepada sang Anak Allah. Tidak ada yang dapat disamakan atau disejajarkan diantara para makhluk sorgawi tersebut dengan sang Anak Allah, sama seperti nama yang diberikan kepada-Nya adalah Nama diatas segala nama, Dialah Yesus Kristus Tuhan.  Dengan demikian layaklah Ia untuk disembah, layak Ia untuk dipuja oleh semua makhluk, bukan hanya yang disorga tapi juga yang dibumi. Maka jika saat ini kita menjadi penyembah dan pemuja sang Anak Allah, itu adalah tindakan yang benar. Adalah suatu kebodohan jika seluruh makhluk di sorga saja harus menyembah Anak Allah, tapi kita sujud menyembah makhluk sorgawi lainnya yang sudah jelas lebih rendah kedudukannya, apalagi menyembah seorang manusia. Hanya Dialah yang layak untuk menerima segala pujian, hormat syukur dan kemuliaan sampai selama-lamanya, karena Dialah Allah yang mencipta kan alam semesta dan semua yang ada didalamnya. Karena itu takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia serta sujudlah menyembah Dia yang telah menjadikan lagit dan bumi dan laut dan semua mata air (Wahyu 14:7).

SEMBAHLAH TUHAN DALAM ROH DAN KEBENARAN. 

SATURDAY, 11 SEPTEMBER 2010
HEBREW 1:5-14
                      
And when He brought His Son is also the firstborn into the world, he said:” All the angels of God worship Him “(verse 6). The writer of Hebrews continues to demonstrate superiority of the Son of God among the other heavenly creatures. Angel of God is no more than the spirits who serve, sent by God to serve those who need to obtain salvation, even if they also had supernatural power. All power and authority possessed by the angels that really remains is not comparable strength, power and glory of the Son of God. Even to the angels and also the whole heaven, they have worshiped the Son of God. Nothing can be compared or ranked among the heavenly beings is with the Son of God, the same as the name given to him is the Name above all names, it was Jesus Christ the Lord. He thus worth to be worshiped, He is worthy to be worshiped by all living beings, not just those in Heaven but also the earth. And if today we become worshipers and worshipers of the Son of God, it was the right move. It is a folly if all creatures in heaven alone shall worship the Son of God, but we have worshiped other heavenly beings who are obviously lower position, let alone worship a man. Only One worthy to receive all the praise, respect and gratitude to the glory forever, because He is God who creates a universe and all that exists therein. Therefore fear God and glorify Him and fell down and worshiped Him who made heaven and earth, the sea and the fountains of water (Revelation 14:7).

WORSHIP GOD IN SPIRIT AND TRUTH. 

 

 

 

10 September 2010

Percaya pada Anak ( Believe in Children )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

second_comingJUM’AT, 10 SEPTEMBER 2010

IBRANI 1:1-4

“Maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta ”(ayat 2).  Penulis surat Ibrani masih menjadi misteri hingga saat ini, sebagian ahli theologi berpendapat bahwa Paulus yang menulisnya, sedang sebagian lagi berpendapat yang lain lagi. Memang surat Ibrani sedikit berbeda dengan surat-surat lainnya, istimewa dengan surat-surat Paulus karena tidak ada kepala surat dalam surat Ibrani ini. Akan tetapi pikiran-pikiran Paulus juga tergambar jelas dalam isi surat Ibrani. Surat Ibrani ditujukan bukan hanya kepada satu golongan, tapi kepada orang percaya pada umumnya. Di buka dengan menampilkan sang Anak yang adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud-Nya yang berhak menerima sgala yang ada. Melalui sang Anak pulalah Allah pada zaman akhir ini berbicara kepada kita orang percaya. Karya sang Anak yang rela mengorbankan diri-Nya sendiri untuk mengadakan penyucian dosa pada akhirnya Ia didudukkan disebelah kanan Yang Maha Besar dan dikaruniakan Nama diatas segala nama. Dan jika Allah telah berbicara melalui Anak-Nya, maka bagian kita adalah percaya kepada sang Anak dan juga mempercayai setiap firman-Nya. Maka sebelum lebih jauh kita menggali isi kitab Ibrani, mari lihat kepada diri sendiri adakah kita telah sungguh-sungguh percaya kepada sang Anak dan kepada Firman-Nya. Dan sekarang kita patut lebih bersyukur lagi bila firman-Nya yang berkuasa itu bisa kita dengar dan terima melalui hamba-hamba yang Ia pilih dan urapi. Jadi Dia adalah Allah yang tidak pernah kehilangan cara untuk menyatakan diri kepada umat-Nya. Injil itu telah dicatat dan segala pekerjaan Yesus yang membuktikan bahwa Ia adalah Mesias, Anak Allah, ada tertulis didalamnya, maka berbahagialah setiap orang yang percaya kepada berita Injil (Yohanes 20:30-31)

BERBAHAGIALAH, BANGSA YANG ALLAHNYA ADALAH TUHAN.

Friday, 10 SEPTEMBER 2010
HEBREW 1:1-4

“And in these last days He has spoken to us by the hand of his Son, which he designated as eligible to receive all that exists. By him God made the universe “(paragraph 2). The writer of Hebrews is still a mystery to this day, some experts argue that Paul’s theological writing, while some others argue anymore. It’s slightly different Hebrew letter with other letters, special with Paul’s letters because there is no head of this letter in the Hebrew letters. But the thoughts of Paul also clearly reflected in the contents of the Hebrew letters. Hebrews is addressed not only to one class, but to believers in general. In the open with a showing of the child who is the light of God’s glory and the exact representation of His glory, that is entitled to receive. Through God’s Son was also the end of this era to speak to us believers. The work of the Son who was willing to sacrifice himself to hold a cleansing of sin in the end he is seated at the right hand and bestowed the Most Great Name above all names. And if God has spoken through His Son, then we are believing in the Son and believe every word. So before we delve further contents of the book of Hebrews, let’s refer to yourself is there anything we have truly believed in the Son and to His Word. And now we should be grateful again when his word of power that we can hear and receive through the servants whom He chose and anointed. So He is the God who never lost a way to express himself to his people. Gospel that has been recorded and all the work of Jesus that proves that he is the Messiah, the Son of God, is written in it, then blessed everyone who believes in the Gospel (John 20:30-31)
 
BLESSED, NATION THAT IS LORD HIS GOD.

9 September 2010

Reuni Alumni EE se GPT

Oleh victor anusa indra | Dalam Informasi | Tag

marquee_SuprtKingdomSyalom,

Salam Sejahtera dalam Kristus Yesus,Tuhan

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, bahkan di tahun 2010 ini kita telah memasuki bulan yang ke 9, dan tanpa kita sadari, kita rupanya masih belum berbuat sesuatu untuk Tuhan, khususnya tugas dalam mengemban amanat Agung Tuhan Yesus Kristus masih belum kita jalankan dengan baik. Untuk itu mari kita berkumpul kembali dengan para alumni EE lainnya untuk saling berbagi cerita/pengalaman selama ini, tentu ada suka dan duka yang kita alami selama ini…namun semuanya itu akan terasa manis bila kita mengingat buah pelayanan yang telah kita tuai bersama Tuhan. Oleh karena itu , kami pengurus EE Bali mengundang Bapak/Ibu/saudara/saudari sekalian untuk hadir dalam acara :

“ Reuni Alumni EE se GPT Bali”

 

Hari                 : Kamis , 23  September 2010

Tempat          : Gedung Utama GPT.Baithani

Pukul              : 18.00 Wita

Pembicara     : Bp. Ir.Lukas Budiono Tandajaja

 

Mari kita pergunakan kesempatan yang baik ini untuk terlibat kembali dalam Mega Proyek Ilahi

Percayalah, bahwa segala jerih payah kita didalam Tuhan tidak akan sia-sia.

Tuhan Yesus memberkati

9 September 2010

Tidak Malu menderita ( Not shy to suffering )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

imagepostKAMIS, 9 SEPTEMBER 2010

 FILEMON 1:23-25

“Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku” (ayat 23-24).  Sangat singkat surat yang Paulus tulis untuk Filemon, dan akhirnya iapun mengakhiri suratnya dengan menyampaikan salam dari kawan-kawannya kepada Filemon. Yang menarik adalah karena Paulus menganggap Filemon sebagai teman sepelayanan, maka dalam salam penutuppun yang disebutkan adalah teman-teman sekerja Paulus. Artinya disini Paulus tidak sendiri, dia memiliki tim pelayanan yang militan yang juga rela dipenjara karena Kristus Yesus, diantaranya adalah Epafras. Dan Epafras tidak merasa risih atau malu mengrim salam kepada Filemon meski dia sedang dipenjara karena pemenjaraanya tersebut adalah karena Injil dan bukan karena tindak kejahatan. Dan suratpun diakhiri sebagaimana biasa dalam setia surat Paulus, yakni dengan berkat kasih karunia dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus. Beberapa hal yang kita bisa pelajari, pertama kita tidak perlu malu jika harus menderita karena kebenaran sehingga menutup diri dan tidak berkomunikasi dengan yang lain. Yang kedua kita tidak sendirian mengalami penderitaan karena kebenaran, banyak orang percaya dan juga hamba-hamba Tuhan diberbagai tempat yang lain mengalami hal yang sama seperti yang kita alami. Jadi jangan larut dalam suasana mengasihani diri sendiri jika mengalami penderitaan karena kebenaran. Justru merupakan suatu kebanggaan jika kita dianggap layak menderita karena kebenaran.  Sebaliknya jangan bangga jika menderita karena kesalahan sendiri tapi menyesalah karenanya. Bersuka citalah sesuai dengan bagian yang kita dapat dalam penderitaan Kristus supaya kita juga boleh bergem bira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya, bergembiralah karena Roh kemuliaan ada pada kita (1 Petrus 4:13-14).

  IKUTLAH MENDERITA SEBAGAI PRAJURIT KRISTUS.

THURSDAY, 9 SEPTEMBER 2010

 Philemon 1:23-25

“Greetings to you from Epaphras, my fellow prisoner in Christ Jesus, and Mark, Aristarchus, Demas and Luke, my fellow workers” (verses 23-24). Very brief letter that Paul wrote to Philemon, and eventually he also ended his letter with a greeting from his friends to Philemon. What is interesting is that Paul considered Philemon as a friend-minister, then in the closing greetings mentioned were friends of Paul’s coworkers. This means that Paul is not alone here, he has a service team who are also willing militants imprisoned for Christ Jesus, which are Epaphras. And Epaphras not feel uncomfortable or embarrassed to send greetings to Philemon while he was imprisoned for the gospel and not because of crime. And the letter ends as usual in every letter of Paul, namely with the inclusion of grace and blessing of the Lord Jesus Christ. Some things we can learn, first we need not have to suffer embarrassment if the truth so shut down and not communicate with each other. The second is we are not alone suffering because of the truth, many people believe and also servants of the Lord in many other places experiencing the same things we experience. So do not dissolve in an atmosphere of self-pity if you have suffered because of the truth. Exactly represent a pride if we are deemed worthy to suffer because of righteousness. Conversely do not be proud if you suffer for his own mistakes but regret.

Rejoice in accordance with the part that we can in the sufferings of Christ so that we may also rejoice and be glad when He declared His glory, glory rejoice because the Spirit is in us (1 Peter 4:13-14).

 FOLLOW SUFFERING AS A WARRIOR OF CHRIST

8 September 2010

Ada Maksudnya Allah ( God Purpose )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

livingwater2aRABU, 8 SEPTEMBER 2010

  FILEMON 1:8-22

 ”Sebab karena itulah dia dipisahkan sejenak daripadamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih daripada hamba…” (ayat 15-16).  Setelah memuji iman dan kasih yang telah ditunjukkan oleh Filemon, Paulus langsung pada pokok dari suratnya, yakni meminta Filemon untuk menerima kembali Onesimus, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih daripada hamba, yakni sebagai saudara seiman yang terkasih. Bukan tanpa alasan Paulus berani mengaju kan permintaan yang demikian kepada Filemon, tapi karena ia percaya akan kasih dan iman yang dimiliki Filemon dan juga akan hubungan mereka yang baik. Sebagai seorang rasul sebenarnya Paulus memiliki hak penuh untuk memerintahkan hal itu, tapi mengingat hubungan baik yang ada, adalah lebih baik jika ia meminta dan bukan memerintahkan. Paulus juga mendorong Filemon untuk berpikiran positif mengenai masalah tersebut, karena kenyataan dengan larinya Onesimus membuat dia ditangkap oleh Paulus dan menjadi orang percaya yang berguna bagi pelayanannya, sehingga bagi Filemonpun dia pasti juga akan menjadi orang yang berguna. Namun demikian Paulus tidak menganggap bahwa persaudaraan yang ada secara otomatis membebaskan Onesimus dari tanggungjawabnya, hanya saja, Paulus mau menanggung nya. Manusia tidak bisa menghindari kenyataan pahit yang harus dialaminya, tapi bagi orang percaya ada cara yang indah untuk menangungnya, yakni tetap berpikiran positif bahwa dibalik yang tidak menyenang kan tersebut ada suatu maksud dan rencana Tuhan yang indah untuk kebaikan kita sejauh yang terjadi bukan karena kejahatan kita. Ketahuilah bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia (Roma 8:28).

PELIHARAKAN HATI DAN PIKIRAN DALAM KRISTUS.

 WEDNESDAY, 8 SEPTEMBER 2010
  Philemon 1:8-22

“Because that’s why he was briefly separated from you, so you can take it forever, no longer as a slave but more than a servant …” (verses 15-16). After praising the faith and love which has been shown by Philemon, Paul directly at the crux of his letter, which asks Philemon to accept Onesimus back, no longer as a slave but more than a servant, ie, as a beloved brother. Not without reason Paul dared to ask such a request to Philemon, but because he believed in love and faith which will be owned by Philemon, and also their good relations. As an apostle Paul actually has the full right to order it, but considering the good relations that exist, it is better if he asked for and was not ordered. Paul also encourages Philemon to think positively about the problem, because the reality with Onesimus made his run he was captured by Paul and became a believer that good for his ministry, so to Philemon he must also be a useful person. However, Paul does not consider that the existing brotherly automatically freeing Onesimus from its responsibilities, it’s just that, Paul was willing to bear it. Man can not avoid the hard reality that must be endured, but for the believer there is a beautiful way to handle it, that is still positive thinking that behind it is unpleasant there is a wonderful purpose and plan of God for us , good so far happened not because of crime us. Know that God works in everything for the good of every person who love Him (Romans 8:28).

MAINTAIN YOUR HEARTS AND MINDS IN CHRIST. 

 

 

7 September 2010

Ada hasil nyata ( Significant Results )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

jerucoloseumaSELASA, 7 SEPTEMBER 2010

FILEMON 1:4-7

 “Dan aku berdoa, agar persekutuanmu didalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus” (ayat 6).  Ucapan syukur yang Paulus naikkan dalam setiap suratnya selalu disertai dengan permohonan doa, seperti halnya dalam suratnya kepada Filemon ini. Yang pertama Paulus kemukakan alasan mengapa ia mengucap syukur, yakni karena dalam doanya ia mengingat kasih Filemon kepada semua orang kudus dan juga tentang imannya terhadap Yesus Kristus. Kasih yang telah Filemon tunjukkan membuat banyak hati orang kudus yang dikuatkan dan dihiburkan. Dan melalui doanya Paulus terus mendorong Filemon supaya persekutuannya dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik untuk Kristus. Hal itu juga berarti bahwa iman yang lahir dari sebuah persekutuan yang sehat akan menghasilkan pengetahuan akan perkara yang baik untuk kemuliaan Tuhan. Diantara perkara yang baik itu adalah harapan Paulus supaya Filemon bersedia menerima kembali Onesimus yang pernah merugikan nya. Dan tentu ini bukanlah hal yang sepele, hanya karena kasih Kristus lah seorang mampu melakukan nya. Allah menghendaki kita untuk menghasilkan buah, baik buah pertobatan maupun buah kebenaran, termasuk didalamnya adalah menghasilkan buah dalam iman dan persekutuan. Jadi bukan hanya mengaku sebagai orang beriman ataupun orang yang beribadah kepada Allah. Jika kita mengaku mempunyai iman tapi mudah kuatir menghadapi tantangan hidup, atau mengaku beribadah tapi hidupnya tidak mengalami keubahan, apakah artinya itu? Maka sudah seharusnya kita menghasilkan atau melakukan sesuatu perkara yang baik sebagai akibat dari iman dan persekutuan yang sehat. Berikan diri untuk dikerjakan oleh Roh Kudus sehingga kita mengalami pembaharuan budi yang terus menerus dibaharui sehingga persekutuan iman kita dapat mengerjakan apa yang baik dan berkenan kepada Allah (Ibrani 13:21).

KUASA ALLAH BEKERJA LEWAT IMAN DAN ROH KUDUS.

 TUESDAY, 7 SEPTEMBER 2010

Philemon 1:4-7

“And I pray that faith participate in the partnership will be a good working knowledge of us to Christ” (verse 6). Thanksgiving that Paul raises in each of his letters were always accompanied with a prayer request, just like this in his letter to Philemon. Paul pointed out that the first reason he gave thanks, that is because in his prayer he recalls Philemon’s love to all the saints and also about his faith in Jesus Christ. Philemon show the love that has made many saints who hearts strengthened and comforted. And through her prayers Paul continues to encourage Philemon to take communion in faith will be a good working knowledge of Christ. It also means that faith is born of a healthy alliance will produce a good knowledge of the case for God’s glory. Among the good things that Paul is hoping to Philemon to accept Onesimus back to his ever hurt. And of course this is not a trivial thing, just because the love of Christ is a capable of doing it. God wants us to bear fruit, good fruit of repentance and the fruits of righteousness, which includes fruit in faith and fellowship. So not only claiming to be believers or people who worship God. If we claim to have faith but easy to worry about facing life’s challenges, or claimed to worship but his life did not change, does that mean? So should we make or do something good case as a result of a healthy faith and fellowship. Give yourself to do by the Holy Spirit so that we experience the renewal of the mind is continually updated so that the community of faith we can do what is good and acceptable to God (Hebrews 13:21).

AUTHORIZATION OF GOD,TO WORK THROUGH FAITH AND THE HOLY SPIRIT.