Get Adobe Flash player
6 September 2010

Usaha yang baik ( Good Business )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition )

tabernaclekit6SENIN, 6 SEPTEMBER 2010

 FILEMON 1:1-3

 Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami” (ayat 1).  Pokok utama dari surat Paulus kepada Filemon adalah permintaannya kepada Filemon untuk menerima kembali Onesimus, hambanya, yang karena suatu kesalahan telah melarikan diri tapi ditemukan Paulus di penjara. Filemon sendiri adalah orang percaya yang terpandang di Kolose. Dengan sepucuk surat pujian Paulus mengirim Onesimus kembali kepada Filemon. Karena berisi permintaan pribadi dan juga kepada seorang pribadi, maka surat Paulus juga mengatasnamakan dirinya sebagai pribadi dan bukan sebagai seorang rasul. Kepada Filemon Paulus berbicara dan menyapa sebagai teman sekerjanya dalam Tuhan. Paulus juga tidak menutup-nutupi keadaannya yang sedang terpenjara, bukan karena suatu kesalahan atau tindakan kejahatan, tapi karena Injil. Ada waktu dan keadaan dimana  Paulus berbicara dengan menunjukkan kewibawaannya sebagai seorang rasul, tapi itu tidak selalu, dengan kondisi yang berbeda dia berbicara sebagai seorang saudara ataupun sebagai teman seperti dalam suratnya kepada Filemon ini. Menjadi suatu pelajaran bagi kita untuk tidak kaku dalam suatu kedudukan, contohkan saja sebagai orang tua kita juga harus bisa tampil menjadi sahabat bagi anak-anak kita dan bukan hanya sebagai orang yang suka memberi perintah. Atau sebagai seorang gembala yang tidak hanya menjadi seorang pemimpin tapi juga bisa menjadi figur orangtua dan juga sahabat bagi jemaat. Bagaiamanapun juga penting bagi setiap kita untuk bisa mengambil sikap yang sesuai dengan situasi dan keadaan yang ada. Dan semua itu hanya bisa terjadi bila kita tidak mementing kan diri sendiri, sebaliknya kita mau berjuang untuk kebaikan orang lain dan ada sasarannya yang pasti (1 Korintus 9:22).

USAHAKAN APA YANG BAIK BAGI SEMUA ORANG.

MONDAY, 6 SEPTEMBER 2010
 Philemon 1:1-3

“From Paul, a prisoner of Christ Jesus, and Timothy our brother, to Philemon the beloved, our coworkers” (paragraph 1). The main principal of Paul’s letter to Philemon is a request to Philemon to accept Onesimus back, his servant, who because of an error had fled but was found Paul in prison. Philemon himself is a distinguished believers in Colossians. With a letter of praise Paul sent Onesimus back to Philemon. Because it contains personal request and also to a person, then the letters of Paul as well as on behalf of himself personally and not as an apostle. To Philemon Paul spoke and greeted as a coworker in the Lord. Paul also does not cover up things that are imprisoned, not because of a mistake or act of evil, but because of the gospel. There are times and circumstances in which Paul talks by showing his authority as an apostle, but not always, with different conditions he was speaking as a brother or a friend like this in his letter to Philemon. Become a lesson for us not rigid in a position, examplize just as parents we also have to appear to be companions for our children and not just as a person who likes giving orders. Or as a pastor who not only became a leader but also could become a parent figure and friend to a church. Nevertheless important for us to be able to retrieve any manner consistent with the existing situation and circumstances. And all this can only happen if we do not seek self-interest, rather we want to fight for the good of others and there is a definite goal (1 Corinthians 9:22).

TRY WHAT IS GOOD FOR EVERYONE

5 September 2010

Khotbah Mingguan dari WSB 5 September 2010

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh Hamba-Nya Bp.Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo, Bc.M

gse_multipart28152C. KENAL KUASANYA!KNOWING HIS POWER!

         C43.  Tantangan kekudusanThe challenge of holiness

C. Seks

49. Mengapa? Why?

F. Kejadian 1:28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

 Maleakhi 2:15, “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

Alasan lain Allah memerintahkan agar setiap orang menghormati perkawinan, yang tidak lain merupakan idenya Allah sendiri itu, adalah karena Allah punya rencana yang jelas yaitu ….

 Hadirnya keturunan ilahi – Presenting the Godly generation

Itulah sebabnya mengapa Allah sangat membenci perceraian, termasuk perkawinan yang tidak dilandasi kekudusan. Allah juga marah ketika orang-orang Israel menikah dengan non Israel. Allah telah memilih bangsa Israel sebagai umat pilihan-Nya, bangsa yang kudus, sehingga wajar kalau Allah menghendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi dari mereka.

Perhatikan! Attention!

 Betapa kudusnya perkawinan di hadapan Tuhan. Hadirnya keturunan ilahi, sebagaimana yang menjadi rencana Tuhan,  hanya mungkin lewat suatu perkawinan yang kudus. Karena itu Tuhan tentukan dengan tegas aturan-aturannya. Urutannya pun jelas:

             Berkat — beranak cucu — bonus    (sex)

Keturunan ilahiThe Godly generation

Diberkati dahulu, baru terikat secara resmi dalam hubungan sebagai suami-isteri (seks), dan melahirkan keturunan-keturunan ilahi. Perhatikan pergaulan kita, jangan sampai jatuh dalam kehidupan seks bebas. Jaga kekudusan sebelum dan sesudah nikah.

 54. Yang ada sekarang The current condition

 I Yohanes 3:10, “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

 Allah hanya menghendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi, tapi faktanya yang terjadi adalah hadirnya dua jenis keturunan …..

                                                            Anak-anak Allah – The children of God

 Anak-anak iblis – The children of devil

Dosa telah memunculkan hadirnya keturunan lain, yang bukan berasal dari Allah, yaitu keturunan iblis. Hadirnya anak-anak iblis ini berawal dari sikap hidup yang tidak menghargai Allah (Firman Tuhan). Sebagaimana kehadiran Kain, benih dari pelanggaran Adam dan Hawa, yang dikatakan berasal dari si jahat (I Yohanes 3:12).

 Sejak semula, iblis adalah pembohong, bapa segala dusta (Yohanes 8:44). Sebaliknya, Firman Tuhan adalah kebenaran, katakan “ya” atau “tidak”, lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37).

55. Bagaimana caranya menghadirkan generasi ilahi?

How to present the Godly generation?

 I Tesalonika 4:3-7, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

 I Korintus 7:1-2, “Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 2tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

Untuk menghadirkan keturunan-keturunan ilahi adalah dengan …

                       Membangun nikah kudus – Building a holy marriage

Tuhan menghadirkan kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang kudus. Larilah dari perbuatan-perbuatan cabul dan matikan roh percabulan itu, agar tidak muncul kembali untuk menggoda kita.

Pernikahan yang dibangun dengan dasar kekudusan, berefek positif pada keturunannya. Tuhan peduli pada keturunan/generasi anak-anak Allah, yang tidak akan dibiarkannya meminta-minta (Mazmur 37:25).

 Hiduplah kudus dalam segala tingkah laku, karena kita adalah anak-anak terang. Bercermin pada kehidupan Yusuf, yang sejak masa mudanya (± 17 tahun) punya pendirian yang kuat dan sehat dengan dasar kebenaran Firman Tuhan.

 Ingat! Remember!

 Efesus 4:26-27, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.     

 Sejak kekalahannya di padang gurun, iblis tidak pernah menyerah dan selalu mencari kesempatan, seperti singa yang mengaum-ngaum siap menerkam siapa saja yang dapat dimangsanya. Waspadalah dan ….

 Jangan beri tempat kepada iblis – Don’t give devil a space

 Jangan biarkan iblis leluasa untuk menguasai dan memangsa kita. Kapan itu bisa terjadi? Di antaranya adalah saat memendam amarah, yang akan memberi peluang/celah bagi iblis untuk menguasai dan menjebak kita dalam pelanggaran-pelanggaran (dosa). Marah boleh asal alasannya jelas dan cepat diselesaikan dengan baik.

  56. NasihatAdvise

 Kolose 3:5-6, “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

Agar pernikahan yang dibangun tetap kudus, …

          Matikan percabulan – Put to death fornication

Hal ini sebagai bagian dari yang Tuhan inginkan. Keberhasilan hidup kita ditentukan bagaimana kita menjalani hidup. Kata-kata kotor (jorok) yang keluar dari mulut, itu menandakan hati yang kotor. Karena apa yang diucapkan mulut, meluap dari hati (Lukas 6:45).

 Miliki hati yang beres di hadapan Tuhan, seperti Meja Roti Sajian yang di atasnya diletakkan tumpukan roti (Firman Tuhan). Isi selalu loh hati kita dengan Firman-Nya, sehingga tidak ada peluang bagi iblis untuk menjerat kita dalam dosa.

 I Petrus 1:14-16, “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Bapa kita adalah Bapa yang Mahakudus, sudah sepatutnyalah kita sebagai anak-anak-Nya dituntut untuk ….

 Hidup dalam kekudusan – Live in holiness

 Hidup kudus dalam segala hal. Jangan ada dusta dalam mulut, kuasai diri dari segala hawa nafsu daging yang dapat membawa kita pada dosa. Kita telah dipanggil dari gelap menuju terang, sehingga tidak ada alasan lagi untuk kembali pada hidup yang lama.

 Kita telah dibayar lunas dengan harga yang sangat mahal, lewat korban darah Kristus di kalvari. Pemulihan terjadi dan dimulai dari keluarga, Tuhan hendaki hadirnya keturunan-keturunan ilahi. Bangun pernikahan yang kudus, suami-isteri saling menghormati dan hidup dalam kekudusan. Amin.

4 September 2010

Kekuatan Iman dan Kasih ( Power of Faith and Love )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

Korban DiaSABTU, 4 SEPTEMBER 2010

TITUS 3:15

“Salam dari semua orang yang bersama aku disini dan sampaikanlah salamku kepada mereka yang mengasihi kami didalam iman. Kasih karunia menyertai kamu sekalian” (ayat 15). Kasih dan iman, dua hal yang menjadi pengikat persekutuan didalam Kristus. Itu bukanlah kasih alamiah manusia, tapi itu adalah kasih Allah. Demikianlah sesungguhnya salam didalam Tuhan itu bukanlah sekedar salam pada umumnya orang dunia lakukan, salam didalam Tuhan mengandung ikatan dan persekutuan dalam kasih dan iman. Itu adalah perkara yang indah, karena dalam persekutuan yang diikat dalam kasih dan iman, sanggup menghadirkan kuasa Allah yang bekerja untuk kebaikan setiap orang yang mengasihi-Nya. Salam yang penuh berkat tersebut juga hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang memiliki iman dan kasih, sebab banyak orang mengaku sebagai orang percaya tapi tidak memiliki iman dan kasih, hanya agama yang menjadi dasarannya. Didalam Kristus kita bisa melepaskan dan menerima berkat melalui iman dan kasih. Iman dan kasih yang bekerja dalam diri orang percaya. Maka, jika iman dan kasih kita benar dan bertumbuh seturut kehendak Allah, tidaklah sulit bagi setiap orang percaya untuk berhimpun dan ber sekutu. Tapi mengapa kenyataannya masih banyak orang menganggap dirinya ataupun golongannya yang paling baik? Jadi yang perlu kita perhatikan terhadap diri kita adalah, adakah kita sudah bertumbuh dalam iman dan kasih yang sehat atau belum. Jika kita masih susah untuk bersekutu, masih suka memandang kesalahan dan kelemahan orang lain, seperti itukah kasih dan iman yang Tuhan cari dan kehendaki dalam kehidupan orang percaya ?  Dalam Kristus ada nasehat, penghiburan kasih, kasih mesra, belas kasihan dan persekutuan Roh, maka, sehati sepikirlah dalam satu kasih, satu jiwa, satu iman dan tujuan (Filipi 2:1-4).

BERTUMBUHLAH BERSAMA-SAMA DALAM IMAN DAN KASIH YANG SEHAT.

SATURDAY, 4 SEPTEMBER 2010
Titus 3:15

Greetings from all the people who are with me here and Convey my regards to those who love us in faith. Grace be with you all “(verse 15). Love and faith, two things become binding communion in Christ. It is not love human nature, but it is the love of God. So actually greeting in the Lord’s not just a greeting in the world do people generally, containing greetings in the Lord and communion in the bond of love and faith. It is a beautiful case, because the fellowship together in love and faith, could bring the power of God who works for the good of everyone who loved him. blessed greetings also can only be felt by those who have faith and love, because many people claim to be believers but do not have faith and love, only religion which it is based. In Christ we can let go and receive the blessings through faith and love. Faith and love working in the believer. So, if faith and our love is true and grow according to God’s will, it is not hard for every believer to come together and her allies. But why indeed it is still a lot of people consider themselves or faction is best? So we need to pay attention to ourselves is, is there anything we’ve grown in faith and love are healthy or not. If we still difficult for the alliance, still love to look at mistakes and weaknesses of others, such as love and faith is that God’s looking for and want in life of the believer? In Christ there is advice, encouragement, love, affection, compassion and fellowship of the Spirit, then, in the same mind one heart one love, one soul, one faith and purpose (Philippians 2:1-4).
GROW TOGETHER IN FAITH AND LOVE HEALTHY

3 September 2010

Tekun berbuat baik ( Diligent in Kindness )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

kerjaJUM’AT, 3 SEPTEMBER 2010

TITUS 3:1-14

“Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia” (ayat 8).  Paulus menutup suratnya kepada Titus dengan nasehat-nasehat yang mengatur hubungan jemaat dengan sesama dan pemerintah. Ditengah-tengah pandangan negatif tentang orang Kreta pada umumnya, orang percaya di Kreta harus bisa dan berani tampil beda melalui perbuatan-perbuatan mereka yang benar. Mereka harus tampil menjadi warganegara yang bertanggung jawab dan itu dibuktikan dengan penundukkan mereka pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa. Sementara dalam hubungannya dengan sesama mereka harus bersikap ramah dan lemah lembut terhadap semua orang. Sekalipun mereka telah menjadi orang percaya, mereka tetap harus ingat bahwa merekapun dulu juga adalah orang-orang yang jahat dihadapan Allah dengan berbagai keadaannya, maka merekapun hendaknya tidak memandang rendah sesamanya. Lebih jauh lagi orang percaya harus mengusahakan apa yang baik bagi semua orang. Setiap kesempatan untuk berbuat baik harus dimanfaatkan sedemikian rupa, termasuk menolong Zenas dan Apolos dalam perjalanan mereka. Dengan melakukan pekerjaan baik, itu berarti mereka telah menghasilkan buah. Mengenal kebenaran dan melakukan pekerjaan baik adalah hal yang saling berhubungan, semakin dalam mengenal kebenaran, akan semakin banyak kita melakukan pekerjaan baik sehingga setiap peluang untuk itu tidak akan dilewatkan begitu saja dan itu dilakukan tanpa memandang muka. Ingatlah bahwa kita ini buatan Allah yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk mela kukan pekerjaan baik yang dipersiapakan Allah sebelumnya dan hidup didalamnya (Efesus 2:10).

  HASIL KANLAH BUAH DALAM PEKERJAAN BAIK.

 Friday, 3 SEPTEMBER 2010
Titus 3:1-14

“This word right and I want to strengthen it so that you could with confidence, so that those who already believe in God really try to do a good job. That is a good and useful to man “(verse 8). Paul closed his letter to Titus with the advice that govern relationships with other church and government. Amid negative views about people of Crete in general, people believe in Crete should be able to and dare to be different through their actions right. They must appear to be responsible citizens and that is evidenced by their obedience to the government and the people in power. Meanwhile, in conjunction with their neighbors should be kind and gentle towards everyone. Although they have become believers, they still have to remember that they used to be people who are evil before God with a variety of circumstances, then they should not look down on others. Furthermore the believer must work out what’s good for everybody. Every opportunity to do good should be utilized in such a way, including help Zenas and Apollos on their way. By doing a good job, it means they are already producing fruit. Know the truth and doing good are things that are interconnected, the more deeply know the truth, the more we’ll do a good job so every chance it will not pass up and it was done without looking at the face. Remember that we are his workmanship created in Christ Jesus for good works which God prepared in advance and live in it (Ephesians 2:10).
 SUCCEED IN THE GOOD WORK. 

2 September 2010

Tanggalkan yang lama ( Leave that Old )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

Harvest_143002929KAMIS, 2 SEPTEMBER 2010

TITUS 2:11-15

 “Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan keduniawian dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah didalam dunia sekarang ini” (ayat 12).  Hidup dalam pekerjaan baik, itulah kehendak Allah bagi semua orang yang telah menerima anugerah keselamatan. Kasih karunia Allah telah nyata, itu berarti apa yang telah Allah kerjakan tidak dapat disangkal kebenarannya. Kasih karunia tersebut bukan hanya berisi keselamatan, tapi juga kuasa untuk membawa mereka yang menerima nya meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya setiap orang percaya dapat hidup bijaksana, adil dan beribadah kepada Allah. Tujuan dari semua itu adalah, Allah mau menguduskan bagi diri-Nya suatu umat kepunyaan-Nya sendiri yang rajin berbuat baik. Untuk itulah Titus harus meng ajar dan meyakinkan jemaat dengan segala kewibawaannya supaya mereka mengarahkan perhatiannya kepada perkara-perkara yang baik dan membangun satu dengan yang lainnya. Jemaat harus menyadari betul bahwa Kristus telah membebaskan mereka dari segala kejahatan melalui korban-Nya di kayu salib supaya jemaat hidup untuk dan dalam kebenaran. Miliki kehidupan yang diubahkan, itulah tandanya hidup dalam kebenaran Allah. Harus ada bedanya antara kehidupan sebelum kita mengenal kebenaran dan sesudah kita mengenalnya. Jika tidak ada keubahan, berarti kita belum benar-benar mengenal kebenaran, karena jika kita benar-benar membuka hati untuk kebenaran, kebenaran itu akan mengubahkan hidup kita. Mari melihat pada diri sendiri, sudahkah kita mengalami keubahan hidup sehingga kita berani mengaku telah mengenal kebenaran. Tidak dapat ditawar-tawar lagi, jika kita mau hidup dalam kebenaran, kita harus menanggalkan manusia lama kita dan kelakuannya (Efesus 4:22-24).  

 TANGGALKAN YANG LAMA DAN KENAKAN YANG BARU.

THURSDAY, 2 SEPTEMBER 2010

Titus 2:11-15

He was educating us so that we leave the ungodliness and worldly desires and that we might live sober, upright and godly in this present world” (verse 12). Living in a good job, that’s the will of God for all those who have received the gift of salvation. The grace of God has been real, it means that what God has done there is no denying the truth. Grace is not only a safety, but also the power to bring those who accept his leaving ungodliness and worldly desires and so every believer can live sober, upright and worship to God. The aim of all is, God wants to sanctify for Himself a people who belong to his own diligent in doing good. For that Titus had to teach and convince the congregation with all his authority so they turned their attention to matters of good and build from one to another. The Church should realize that Christ has freed them from all evil through His sacrifice on the cross so that the church and live for righteousness. Getting a life is changed, that’s the sign of life in the truth of God. Should be no difference between the life before we know the truth and after we knew him. If nothing changes, we do not really know the truth, because if we truly open our hearts to the truth, the truth that will change our lives. Let’s look at ourselves, have we experienced the changes of life so that we dare to claim to have known the truth. Can not be bargained again, if we want to live in truth, we must abandon our old man and his behavior (Ephesians 4:22-24).

LEAVE OLD MAN AND WEAR THE NEW HUMAN

 

1 September 2010

Kemenangan Awal ( The Early Triumph )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By Jeremia Puji Santoso, WSB Editorial Staff

burungRABU, 1 SEPTEMBER 2010

 TITUS 2:1-10 

  ”Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebar kan tentang kita” (ayat 7-8).  Tidak jauh berbeda yang Timotius hadapi di Efesus dan yang Titus hadapi di Kreta, maka nasehat Paulus kepada jemaat dan kedua hamba Tuhan tersebut juga senada. Para penentang kebenaran tidak bisa atau tidak harus dihadapi dengan kekerasan, tapi ada obat penawar yang baik untuk ajaran palsu yang mereka sebarkan, yakni melalui nasehat dan ajaran moral yang positif. Jika para penen tang tersebut busuk hati dan kelakuannya sehari-hari, maka Titus harus mengajar jemaat untuk sehat dalam iman dan dalam perilaku hidup sehari-hari. Dan untuk itu, Titus sendiri yang harus menjadikan diri nya sendiri sebagai teladan dalam berbuat baik. Perbedaaan usia, jenis kelamin dan juga status sosial harus mendapat perhatiannya masing-masing sesuai dengan kebutuhanya, nasehatnyapun berbeda-beda. Untuk itulah Paulus menuliskan nasehat sesuai dengan kondisi masing-masing golongan. Dan ketika masing-masing kaum atau golongan mempraktekkan nasehat, maka nama Tuhan akan diper muliakan dan musuh menjadi malu karena tidak ada hal buruk yang dapat mereka sebarkan. Kunci untuk membungkam musuh sebelum ia menyebarkan berita yang tidak benar adalah dengan menjaga dan memperhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup. Kita memiliki banyak saksi, banyak orang sedang memperhatikan hidup kita dan dunia akan bersuka jika jatuh, maka jaga benar-benar perilaku kita ditengah dunia ini. Sekali lagi perhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup, jangan seperti orang bebal tetapi seperti orang arif (Efesus 5:15).

 SIAPA DALAM KRISTUS WAJIB HIDUP SEPERTI KRISTUS TELAH HIDUP.

WEDNESDAY, 1 SEPTEMBER 2010

 Titus 2:1-10

“You shall be honest and serious in your teaching, healthy and without blemish in evangelism so that the opponent be a shame, because there are no bad things that they can spread it on us” (verses 7-8). Not much different from that Timothy faced in Ephesus and Titus in Crete to face, then Paul’s advice to the church and the two servants of God are also similar. The opponents of the truth can not or will not be faced with violence, but there is a good antidote to spread their false teachings, through advice and positive moral teaching. If the opponents about the rotten liver and everyday behavior, then Titus must teach the congregation to be healthy in faith and in the conduct of everyday life. And for that, Titus himself who must make his own self as an example in doing good. Differences in age, gender and social status also must get the attention each according to his needs, his advice is different. That is why Paul wrote the advice in accordance with the conditions of each class. And when each of the groups practicing or advice, then the name of the Lord going to be glorified and the enemy became embarrassed because there is no bad thing that they can spread. The key to silence the enemy before he spread the word that is untrue is to maintain and noticing how we live. We have many witnesses, many people are considering our lives and the world will rejoice if dropped, then watch our behavior really the middle of this world. Once again pay close attention how we live, do not like fools but as wise (Ephesians 5:15).

WHO LIVES IN CHRIST MUST HAVE BEEN LIVING LIKE CHRIST