Get Adobe Flash player
2 November 2010

Batu Penjuru ( The Cornerstone life )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian |

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

08SELASA, 2 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 2:1-10

“Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan” (ayat 6) . Kekudusan dan kecemaran tidak dapat disandingkan, maka, jika mau mengejar kekudusan tidak bisa tidak segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan dan fitnah harus dibuang dari kehidupan setiap orang percaya. Membuang segala bentuk kejahatan menjadikan seorang secara rohani kembali menjadi sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan rohani, yakni firman Tuhan demi pertumbuhan rohaninya. Dan untuk itu semua hanya bisa ditemukan didalam Yesus Kristus. Allah sendiri telah memilih dan menetapkan Yesus Kristus sebagai batu penjuru yang hidup sekalipun Ia ditolak dan dibuang oleh manusia. Bagi setiap orang yang percaya, Ia mahal, tapi bagi mereka yang tidak percaya, Ia menjadi batu sentuhan dan batu sandungan. Mereka yang percaya, mereka juga yang telah dipilih-Nya dan yang datang kepada-Nya, juga akan dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani yang dibangun diatas dasar Batu Penjuru yang mahal tersebut. Agama bukan jaminan bahwa seorang telah menempatkan Allah benar-benar sebagai Allah dalam hidupnya.  Demikian juga dalam iman kekristenan, tidak semua orang yang beragama Kristen telah menempatkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Kenyataanya masih banyak orang yang tersandung dengan kebenaran didalam-Nya sehingga dapat dengan mudah melepas imannya. Kita tidak akan pernah dapat dibangun atau bertumbuh dalam iman jika tidak didalam Dia, dan itu berarti kita harus benar-benar menempatkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi. Baiklah setiap kita memperhatikan bangunan rohaninya, adakah kita sudah membangun diri diatas Batu Penjuru yang hidup atau masih diatas kebenaran diri sendiri, sebab jika tidak demikian bangunan itu akan mudah runtuh (1 Korintus 3:10-11).

BANGUNLAH DIRI DIATAS DASAR IMAN YANG PALING SUCI.

TUESDAY, 2 NOVEMBER 2010

1 Peter 2:1-10


“For it is written in Scripture:” Behold, I lay in Zion a chosen stone, a precious corner stone, and who believes in Him will not be humiliated “(verse 6). Holiness and impurity can not be reconciled, then, if you want to pursue holiness can not help all guile and all sorts of hypocrisy and slander must be removed from the life of every believer. Disposing of all forms of crime to make a spiritual return to the same as a newborn baby, who always wanted to be water and pure spiritual milk, that is the word of God for spiritual growth. And for it all to be found only in Jesus Christ. God himself has chosen and set Jesus Christ as the cornerstone of life even though he rejected and discarded by humans. For every person who believes, he expensive, but for those who do not believe, he became a touch stone and stumbling block. Those who believe, they also have chosen him and who came to Him, will also be used as living stones to building a spiritual house built on the foundations that expensive cornerstone. Religion is not a guarantee that one has truly put God as God in his life. Likewise in the Christian faith, not all people who are Christians have put Jesus Christ as Lord and Savior survival. In fact there are still many people who stumble with the truth within him allowing you to easily remove the faith. We will never be built or grow in faith if not in Him, and that means we should really put Jesus Christ as Lord and personal savior. Let each of us pay attention to his spiritual building, is there anything we have built ourselves on the cornerstone of the living or still above the truth of yourself, because otherwise the building will be easy to fall (1 Corinthians 3:10-11).

RISE ABOVE SELF THE MOST HOLY FAITH BASIS.