Bersuka cita dalam penderitaan ( Rejoice in so much pain )
Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff
KAMIS, 11 NOPEMBER 2010
1 PETRUS 4:12-19
“Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya” (ayat 13). Iman dan penderitaan. Bagaimana orang percaya memandang penderitaan beda dengan orang dunia memandang nya. Jika orang dunia memandang penderitaan sebagai nasib atau takdirnya, orang percaya harus meman dangnya sebagai ujian iman, asal ia menderita karena kebenaran. Dan jika orang dunia menghadapi dengan keluh kesah dan persungutan, orang percaya menghadapinya dengan sukacita dalam pengharapan. Sukacita hadir ketika orang percaya sadar dan mengerti bahwa apabila ia menderita karena kebenaran, berarti Roh kemuliaan ada padanya dan juga ia memiliki pengharapan akan turut bersukacita pada waktu Kristus menyatakan kemuliaan-Nya. Dengan kenyataan yang ada tersebut, janganlah hendaknya orang percaya menderita karena berbuat jahat. Oleh karena itu, baiklah setiap orang yang karena kehendak Allah harus mengalami penderitaan, tetap menyerahkan jiwanya kepada Allah dan tetap selalu berbuat baik. Jika kita menderita karena kebenaran dan dengan penuh kesabaran dan sukacita kita menanggungnya, maka Allah akan dipermuliakan dan kita mendapat pujian. Tapi jika kita menderita karena kesalahan sendiri ataupun karena perbuatan jahat yang kita lakukan, berarti kita mempermalukan nama Tuhan dan wajar bila kita dihinakan. Penderitaan karena kebenaran yang sedang dialami juga bukan alasan untuk tidak berbuat kebaikan, sebaliknya justru ketika dalam penderitaan kita tetap berbuat baik, kita sesungguhnya sedang mengumpulkan harta yang kekal. Ingatlah bahwa semua penderitaan didunia ini ringan tapi mengerjakan kemuliaan kekal yang melebihi segalanya, jauh lebih besar daripada penderitaan yang ada (2 Korintus 4:17).
KEMULIAAN KEKAL TIDAK SEBANDING DENGAN PENDERITAAN.
THURSDAY, 11 NOVEMBER 2010
1 PETER 4:12-19
“On the contrary, rejoice, according to the part that you can be in the sufferings of Christ, so that you also may rejoice and be glad when He declared His glory” (verse 13). Faith and suffering. How can people believe in looking suffering people of the world looked different with her. If the world view of suffering as fate or destiny, believers should view it as a test of faith, as long as he is suffering because of righteousness. And if the world faced with complaints and grumbles, believers meet it with joy in hope. The joy comes when believers realize and understand that if he suffered because of the truth, it means that the Spirit of glory in him and also he has hope will also rejoice at the time of Christ reveals His glory. With the fact that there is, believers should not suffer for doing evil. Therefore, let every man who by the will of God must have suffered, still gave his soul to God and remain always do good. If we suffer because of righteousness, and with patience and joy we endure it, then God will be glorified and we get the credit. But if we suffer for his own mistakes or because of bad deeds we do, we are shaming the name of God and the fair when we are humiliated. Suffering is being experienced because the truth is no excuse for not doing good, instead they were when the suffering we continue to do good, we really are the eternal treasures. Remember that all suffering in this world the glory of eternal light, but doing that above all things, far greater than any suffering (2 Corinthians 4:17).
ETERNAL GLORY BY SUFFERING NOT COMPARABLE








