Kuasa Keubahan
The power of transformation
Filipi 3:20-21
Pendahuluan – Proloque
3. Mengapa kita perlu keubahan? – Why do we need transformation?
I Korintus 15:50, ”Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.”
Alasan utama perlunya kita semua mengalami keubahan adalah karena firman Allah dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa …
darah dan daging tidak dapat masuk Kerajaan Allah
the blood and flesh can’t inherit the Kingdom of God
Kerajaan Allah kekal dan penuh kemuliaan, sehingga tidak mungkin dapat ditempati oleh hal yang tidak mulia. Manusia telah berdosa, kehilangan kemuliaan Allah, dan otomatis juga kehilangan hak untuk dapat masuk Kerajaan Allah. Makanya, manusia perlu kuasa keubahan, dipulihkan, bebas dari dosa untuk mendapatkan kembali haknya.
Kini, Allah sedang mengadakan restorasi (pembokaran/pemulihan) di bumi. Itulah sebabnya mengapa Yesus masih tertahan, duduk di sebelah kanan Bapa di Sorga (Kisah Para Rasul 3:21). Setelah pemulihan segala sesuatu yang Allah kerjakan untuk menampilkan sidang jemaat yang tidak bercacat cela / sempurna terjadi (Efesus 5:26-27), barulah Yesus datang untuk menjemput mereka.
Lebih dulu yang harus dipulihkan adalah mereka yang masuk dalam 5 jawatan / jabatan inti (rasul, nabi, penginjil, gembala, guru), untuk dapat membawa jemaat pada pemulihan. Bersama Roh Kudus, mereka turut mempersiapkan jemaat melalui penyampaian kebenaran firman Allah bagi pertumbuhan rohani tubuh Kristus sebagaimana dikehendaki Allah.
Matius 22:23-33, “Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: 24“Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. 25Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya. 26Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh. 27Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. 28Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia.” 29Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! 30Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. 31Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda: 32Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” 33Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.”
Yesus telah bangkit, duduk di sebelah kanan Bapa, menunggu untuk datang kembali setelah pemulihan segala sesuatu terjadi. Namun hal itu tidak dapat diterima oleh pikiran …
orang Saduki – the Sadducees
Mereka tidak percaya akan kebangkitan dan kehidupan setelah kematian, serta memandang kehidupan di Sorga seperti di bumi. Pikiran mereka telah disesatkan oleh perkara-perkara dunia.
Kehidupan di Sorga penuh dengan kemuliaan Allah. Di Sorga, kita hidup seperti malaikat (makhluk ilahi yang diberikan kepada manusia sebagai pelayan – Ibrani 1:13-14), tidak berjenis kelamin – laki-laki atau perempuan, dan tidak ada keinginan daging – kawin-mengawin (Markus 12:25). Tapi bukan berarti suami-isteri tidak saling mengenal lagi. Sebaliknya hubungan mereka lebih mendalam dan rohani sekalipun tidak dikuasai lagi oleh hubungan pernikahan seperti di bumi.
4. Apa Firman Tuhan katakan – What the Lord word says
Efesus 4:20-24, “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Untuk dapat turut ambil bagian dalam rencana pemulihan yang sedang Allah kerjakan, pertama yang harus dibaharui dalam diri kita adalah …
roh dari pikiran diubah
the spirit of our mind was change
Manusia lama dengan segala pikiran dan perbuatan jahatnya, yang menemui kebinasaan ditanggalkan. Melalui pembaharuan roh, kini kita mengenakan manusia baru yang sudah dibaharui dengan segala pikiran dan perbuatan baik, kembali pada ciptaan Allah semula, diciptakan serupa dengan gambar-Nya yang muli, dan tidak dapat binasa.
Mengapa? – Why?
Kejadian 6:5, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata”
Perbuatan jahat awalnya dari roh pikiran, yang sudah tercemar sejak manusia jatuh dalam dosa di Taman Eden. Kain membunuh Habil, adiknya, semata-mata karena hatinya jahat. Ketika melihat persembahan Habil diindahkan Tuhan, sementara persembahannya tidak, hati Kain menjadi jahat dan timbul pikiran untuk membunuh adiknya itu. Dosa telah membuat manusia memiliki …
pikiran hati jahat – the thought of heart was evil
Itulah sebabnya mengapa roh pikiran kita perlu diubah/dipulihkan, karena dari hati keluar pikiran-pikiran jahat (Matius 15:19). Sebagaimana yang terjadi pada bangsa Israel sampai kini. Pola pikir (mind set) orang-orang Israel tidak mau dibaharui, sehingga sulit menerima rencana Allah yang dinyatakan baik lewat Yohanes Pembaptis sampai yang terakhir Yesus Kristus. Bahkan pikiran hati mereka yang jahat sampai pada puncaknya menyalibkan Yesus.
Sampai kini bangsa Israel masih menantikan kedatangan Sang Mesias (yang pertama), sebagaimana yang Allah sudah janjikan pada nenek moyang mereka. Dan ini dapat dilihat pada apa yang menjadi pokok doa mereka di tembok ratapan: kokohnya kerajaan Israel, Mesias segera datang, dan membangun kembali Bait Allah.
Roma 1:21-28, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 28Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:”
Efesus 4:17-19, “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.”
Dampak dari pikiran yang lama, pikiran hati yang jahat, salah satunya adalah jatuh dalam kehidupan seks bebas. Kembali pada kehidupan lama yang dikuasai oleh hawa nafsu dengan segala kecemarannya. Itulah sebabnya mengapa kita ….
perlu keubahan – need transformation
Jika tidak, kita akan terus terjerumus dalam perbuatan cemar, hawa nafsu yang memalukan. Ditinggalkan Allah, sehingga pikiran kita senantiasa terpikat oleh kejahatan dan keinginan dosa seksual. Bertobatlah dan serahkan segenap diri kita untuk dipulihkan Allah sepenuhnya.
5. Nasihat – Advise
Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Sadarilah bahwa sistem dunia ini jahat adanya, karena dunia masih berada di bawah kuasa pemerintahan iblis. Sampai tiba waktunya nanti, Kristus datang kembali untuk memerintah bersama-sama umat tebusan-Nya.
Selama masa penantian ini, baiklah kita jaga hati dan pikiran, tetap hidup kudus, berkenan kepada Allah, dan …
jangan menjadi serupa dengan dunia
don’t be conformed to the world
Dunia dan gereja Tuhan merupakan dua kelompok yang berbeda. Dunia di bawah kuasa iblis, sementara gereja Tuhan adalah milik Allah semata. Karenanya, kita harus memisahkan diri dari dunia, tidak serupa dan tidak mengasihi dunia dengan segala keinginannya yang jahat.
Mengasihi dunia berarti bersekutu dengan cara-cara dan kesenangan dunia. Hal ini bukan yang Tuhan kehendaki. Tuhan mau kita dipulihkan secara penuh, terpisah dari dunia, tidak serupa dengan dunia, …
tapi berubah oleh pembaharuan hatimu
but be transformed by the renewing of heart
tahu baik dan jahat – knowing good and evil
Tinggalkan dan tanggalkan karakter lama, berubah menjadi sama seperti Kristus. Waspada terhadap tipu muslihat iblis yang memakai daya tarik dunia untuk membinasakan hidup Allah dalam diri kita. Jangan kompromi dengan kejahatan yang ditimbulkan oleh keinginan daging (kenajisan, pemuasan hawa nafsu), keinginan mata (kebejatan, pornografi), dan keangkuhan hidup (roh kecongkakan, bersandar pada diri sendiri).
Allah sedang memulihkan kita pada kesempurnaan, hati dan pikiran kita dibaharui untuk menjadi serupa dengan diri-Nya yang mulia. Sekarang kita adalah manusia baru, yang lama sudah berlalu – yang baru telah datang. Miliki pengalaman baru dengan Kristus, hidup baru, dan pola pikir yang baru. Lain dulu – lain sekarang. Jadi terang dan garam dunia, mengasihi dan memenangkan mereka yang belum bertobat bagi Kristus. Tuhan memberkati.








