Get Adobe Flash player

Kuasa Keubahan

The power of transformation

Filipi 3:20-21

kasih001 6. Mengapa hati? – Why is the heart?

 Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 Firman Tuhan telah jelaskan bahwa roh pikiran manusia perlu diubah/dipulihkan, karena dari hati keluar pikiran-pikiran jahat (Matius 15:19). Makanya hati harus diubahkan dulu, karena dari hatilah terpancar kehidupan. Ini menunjukkan bahwa … 

                         hati itu pusat – the heart is central

 pikiran – thought

perasaan – feeling

kehendak – willing

Hati merupakan sentralnya kehidupan manusia. Dari hati berpusat seluruh pikiran, perasaan, dan kehendak manusia. Dikatakan sebagai pusat pikiran, karena segala kegiatan seperti berpikir, merencanakan sesuatu, percaya atau ragu, berdoa, merenung, menyimpan Firman Tuhan, dsb. Timbul dari hati. Dikatakan pusat perasaan, karena segala kegiatan seperti gembira, sedih, mengasihi, marah, takut, berani, bertobat, bersemangat, dsb. juga timbul dari hati. Sementara dikatakan pusat kehendak, karena segala kegiatan seperti tunduk pada perintah Tuhan, setia mencari Tuhan, ingin melakukan sesuatu, mengambil keputusan, keras menolak melakukan Firman Tuhan, dsb. bersumber dari hati.

 Yeremia 17:9-10, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? 10Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.

Hati bagaikan gunung es, yang terlihat diluar amat kecil, sementara didalam tidak terlihat lebih dari 90%. Yang muncul : personality ± 7% sementara karakter dan temperamen terselubung didalam.

 Sasaran keubahan/pemulihan yang dikehendaki Tuhan adalah lebih dulu hati yang diubah, hati yang diciptakan kembali seperti hatinya Kristus. Dua menjadi satu, gambaran hubungan Kristus dengan jemaat sebagai suami-isteri, yang punya pikiran, perasaan, dan kehendak seperti Kristus. Ketika melihat kita seperti domba yang tidak tergembala, hati Kristus terenyuh. Ketika melihat kita akan binasa, hati Kristus tergerak untuk menyelamatkannya. Suatu bukti bahwa hati Kristus menyatu dengan kita umat tebusan-Nya yang telah mengalami pemulihan hati.

 Baik atau jahatnya manusia bergantung bagaimana kondisi hatinya. Dan siapa yang tahu isi hati manusia, selain Tuhan dan manusia itu sendiri. Tuhan menyelidiki hati kita yang terdalam, bahkan sebelum kita sendiri menyadarinya.

 Dosa telah membuat hati manusia menjadi rusak secara rohani, terpisah dari hidup keselamatan dan persekutuan dengan Kristus. Dosa timbul dari hati, karena ….

 hati itu licik / penipu – the heart is deceitful

 Kelicikan hati ini dipertegas oleh Yesus saat mengatakan bahwa yang menjadikan seorang najis di hadapan Tuhan bukan kelalaiannya dalam mematuhi hukum tertentu, tetapi kesediaan untuk mendengarkan kecenderungan-kecenderungan fasik yang tertanam dalam hati (Matius 7:21-22).

 7. Apa isinya?What is it’s content?

 Matius 15:19, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.”

Markus 7:21-22, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, 22perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

 Sebagai pusat, tidak hanya yang baik tetapi yang jahat juga bersumber dari hati. Dosa telah membuat hati manusia berisi ….

              macam-macam kejahatan – the kinds of evils

 Pikiran jahat, perasaan jahat, dan kehendak pun jahat. Begitu banyaknya kejahatan yang timbul dari hati (setidaknya telah disebutkan 7 sampai 13 macam kejahatan hati). Itulah sebabnya mengapa sangat penting hati diubahkan, hati yang isinya penuh dengan segala macam kejahatan. Perubahan hati harus terus berkesinambungan.

 Keluar melalui through out

 Lukas 6:45, “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Matius 12:34, “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

 Memang hati manusia tidak terselidiki secara nyata, tapi dari kata-katanya dapat ditebak bagaimana hatinya. Sebab dari hati, keluar melalui … 

 mulut – mouth

 Laksana sumber mata air yang dapat memancarkan air bersih atau kotor, bergantung pada isinya, demikianlah hati menjadi sumber atau tempat perbendaharaan yang dapat memancarkan hal yang baik atau yang jahat.

 Hati yang dipenuhi firman Tuhan, hatinya baik dan dari mulutnya keluar kata-kata yang baik pula, kata-kata yang bersifat membangun dan menjadi berkat bagi orang yang mendengarnya. Tidak ada kata dusta dan sia-sia keluar dari mulut mereka yang hatinya baik (bersih). Sebaliknya, hati yang isinya penuh dengan kejahatan, tidak ada kata-kata baik keluar dari mulutnya. Yang ada hanya kata-kata yang jahat, tidak bersifat membangun, penuh dengan kata-kata dusta dan sia-sia.

 8. Janji Tuhan The Lord’s promise

 Kejadian 8:21-22, “Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. 22Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

 Kehidupan Nuh mampu mempengaruhi hati Allah, sehingga menyatakan takutNya untuk tidak lagi membinasakan yang hidup! (Hati yang benar ada kuasa yang besar).

 Kejahatan telah menguasai hati manusia, sejak manusia pertama jatuh dalam dosa. Dan kejahatan itu terus bertambah, setelah Tuhan mengutuki bumi dan mengusir manusia dari hadapan-Nya. Tapi Tuhan tidak membiarkan dosa terus menghancukan manusia, maka …

               Ia punya rencana bagi manusia

 Bukan sembarang rencana / rancangan, tapi rancangan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Bahkan Tuhan tegaskan bahwa Ia tidak akan mengutuki bumi lagi, sebagaimana yang sudah dilakukan-Nya, tapi Ia merancangkan damai sejahtera.

 9. Apa solusinya? What is the solution?

Ibrani 8:10, “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Kisah Para Rasul 2:4, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 Yehezkiel 36:26-27, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Jauh sebelumnya, nabi Yeremia telah menubuatkan hal itu (Tuhan tidak lagi mengutuki bumi – Yeremia 31:31-33). Bahkan Allah mau menaruh rancangan-Nya dalam loh hati manusia, Karena itu maksud dari pemulihan Allah, Allah kerjakan lewat hati sehingga perlu … 

             hati diisi Firman Allah dan Roh Kudus

     Inilah jawaban Allah terhadap dosa di dalam hati, yaitu pembaharuan yang dialami oleh semua orang yang bertobat dari dosa dan berbalik kepada Allah. Secara pribadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Tidak hanya pemulihan secara jasmaniah, tetapi juga rohaniah dan mencakup pemberian hati yang baru supaya kita taat Firman Tuhan. Diisi Firman Tuhan dan ditaruh Roh Kudus dalam hati, supaya kita dapat menjalankan hidup benar dan mengikuti jalan Allah. Kalau hati dipenuhi dengan Roh Allah, maka yang keluar dari mulutnya adalah perkataan-perkataan yang membangun.

10. Nasihat – Advise

  Ibrani 3:7-11, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 8janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 9di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 10Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 11sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.

Tuhan sudah menyediakan hari depan yang penuh harapan, diisikannya Firman Allah dan Roh Kudus dalam loh hati kita. Dan pesan-Nya tetap, …

  jangan keraskan hatimu  

Hati yang menyerahkan diri untuk melakukan kejahatan dan terus-menerus menolak mendengarkan dan menaati Firman Tuhan, beresiko akan menjadi keras. Pada akhirnya akan menjadi kehilangan kepekaan kepada Firman dan keinginan Roh Kudus.

 Kalau sampai hari ini masih Tuhan ijinkan berbagai peristiwa terjadi, itu bukan kutukan. Karena Tuhan sudah tegaskan bahwa Ia tidak akan lagi lakukan hal itu. Janjinya ya dan amin. Segala peristiwa yang sudah, sedang, dan akan terjadi bukan bagian dari rancangan Allah. Itu hanya bagian dari peringatan Tuhan atas kekerasan hati manusia.

Dengarkan apa yang Roh katakan dan responi dengan baik. Memuji Tuhan dengan segenap hati, menyimpan Firman Tuhan dalam hati, mengandalkan Tuhan, mengalami kasih Tuhan yang dicurahkan ke dalam hati, dsb. adalah bentuk nyata dari kegiatan hati yang sudah dibaharui. Tuhan memberkati.
The power of transformation

Philippians 3:20-21

6. Why the liver? – Why is the heart?

Proverbs 4:23, “Keep thy heart with all vigilance, it is the wellspring of life.”

Word of God has explained that the spirit of the human mind needs to be changed / restored, because of liver come out evil thoughts (Matthew 15:19). Hence the heart must be changed first, because of careful radiated life. This shows that …

heart center – the heart is central

 thought

feeling

willing
The liver is central to human life. From heart-centered all my thoughts, feelings, and human will. Said to be the center of the mind, because all the activities such as thinking, planning something, believe or doubt, pray, contemplate, keep the Word of God, etc.. Arising from the heart. It said the center feeling, because all the activities such as joy, sadness, love, anger, fear, courage, repent, excited, etc.. also arise from the heart. While the center will be said, because all such activities are subject to the commands of God, faithful to seek God, wanted to do something, make decisions, hard refused to do the Word of God, etc.. sourced from the heart.

Jeremiah 17:9-10, “What a heart cunning, deceitful above all things, his heart was petrified: who can know it? 10Aku, Lord, who investigated the liver, which test the mind, to reward the behavior of every person is worth the pace, is worth the result of his actions. ”

Heart like a mountain of ice, which looks beyond the very small, while the inside is not visible more than 90%. What appears: personality ± 7%, while hidden within the character and temperament.

recovery willed by God is first changed hearts, hearts like his heart Christ recreated. Two become one, the image of Christ’s relationship with the church as husband and wife, who have thoughts, feelings, and will like Christ. When he saw us like sheep without shepherd, touched the heart of Christ. When saw we will perish, the heart of Christ was moved to save him. A proof that the heart of Christ together with our ransom His people who have undergone liver recovery.

Good or bad depending on how the human heart. And who knows the human heart’s content, besides God and man himself. God investigating our deepest hearts, even before we ourselves realize

.Sin has made the human heart to be broken spiritually, separate from the safety of life and communion with Christ. Sin arises from the heart, because

hearts were deceitful / trickster – the heart is deceitful

Cunning heart was reaffirmed by Jesus when he said that what makes an unclean before God rather than negligence in complying with certain laws, but a willingness to listen to wicked tendencies which are embedded in the heart (Matthew 7:21-22).

7. What does it say? – What is it’s content?

Matthew 15:19, “Because of the heart come evil thoughts, murder, adultery, fornication, theft, perjury and blasphemy.”

Mark 7:21-22, “For from within, from the heart of men, proceed evil thoughts, fornication, theft, murder, 22perzinahan, greed, evil, cunning, lust, envy, blasphemy, arrogance, ignorance.”

As a center, not only good but also evil comes from the heart. Sin has made the human heart contains

 the Kinds of evils

Evil thoughts, evil feelings, and will even evil. So many crimes that arise from the liver (at least mentioned 7 to 13 kinds of evil hearts). That is why it is very important transformed liver, heart is filled with all kinds of evil. Continuous change of heart must continue.

Exit through – through-out

Luke 6:45, “People who are either out of good stuff from the treasury of his heart is good and bad people out items from perbendaharaannya evil is evil. Due to his mouth, overflowing from his heart.  

Matthew 12:34, “O ye descendants of vipers, how you can say good things, while you yourself bad? Because the mouth overflowed from the heart. ”
Indeed, the human heart terselidiki not real, but from his words can be guessed how his heart. Because of the heart, out through

 mouth
Like water sources that can emit clean water or dirty, depending on its content, so the liver becomes the source or place of repertory that can emit a good thing or a bad.

Heart-filled word of God, good heart and from his mouth out the words are good also, words that are built and a blessing to those who hear it. No word lies and vain from the mouth of those whose hearts are good (clean). In contrast, a heart is filled with evil, no good words out of his mouth. There was only evil words, do not be constructive, full of lies and the words in vain.
8. Promises of God – The Lord’s promise

Genesis 8:21-22, “When the Lord smelled the pleasing odor, the LORD said in his heart:” I will not again curse the earth because of man, even if that caused his heart is evil from since childhood, and I will not again destroy everything I do live like that. 22Selama earth still exist, will not stop-stop season of sowing and reaping, cold and heat, drought and rain, day and night.

Noah’s life can affect the heart of God, so that states are no longer afraid to destroy a life! (Heart is right there is great power).
Crime has mastered the human heart, since the first man fell into sin. And the crime continues to increase, after the Lord cursed the earth and the human drive from his presence. But God does not let sin continue menghancukan man, then …
He had a plan for human beings

                   He has a plan for man
Not just any plan / design, but design is full of hope (Jeremiah 29:11). Even God does not affirm that He will curse the earth again, as is already done by him, but he design for peace.

9. What’s the solution? – What is the solution?

Hebrews 8:10, “For this is the Kuadakan covenant with the house of Israel after those days, saith the Lord.” I will put My laws in their minds and write it in their hearts, so I will be their God and they will be my people.

 Acts 2:4, “they were all filled with the Holy Spirit, then they began to speak in other languages, such as that given by the Spirit to them to say it.”

Ezekiel 36:26-27, “You will give a new heart and new spirit in your psychic and I will be away from your body a hard heart and I give an obedient heart. I will give my 27Roh dwells in your mind and I’ll make you walk in all My statutes and keep my rules and do it.

Long before, the prophet Jeremiah had foretold it (God is no longer curse the earth – Jeremiah 31:31-33). Even God would put his design in the tablets of human hearts, therefore the purpose of restoration of God, the Lord is doing through the liver so it needs …

hearts filled with the Word of God and the Holy Spirit

      a heart filled with the word of God and Holyspirit

This is God’s answer to sin in our hearts, that these innovations were experienced by all who repent from sin and turn to God. Personally believe in Jesus as Lord and Savior.

Not only the physical recovery, but also spiritual and involves giving a new heart so that we obey God’s Word. Fill in the Word of God and the Holy Spirit placed in the heart, so that we can run live right and follow the path of Allah. If hearts are filled with the Spirit of God, then that comes out of his mouth are the words that build.

10. Advice – Advise

 Hebrews 3:7-11, “Therefore, as the Holy Spirit says:” On this day, if you hear His voice, 8janganlah harden your hearts as in anger at the time of temptation in the wilderness, where your fathers 9di tempt me with their road test me, even if they saw my deeds, forty years. 10Itulah’s why I’m angry with that generation, and said: Always they lost heart, and they do not know my way, 11sehingga I swear in my wrath: They will not go into a place of my rest.

God has provided a hopeful future, diisikannya Word of God and the Holy Spirit in the tablets of our hearts. And his message remains,

 Do not harden your heart – do not Harden your heart

Heart who surrendered to commit crimes and continually refused to listen and obey the Word of God, are at risk will be hard. In the end will be a loss of sensitivity to the Word and the Spirit desires.

if this day is still God allows events to happen, it is not a curse. Because God has affirmed that he will no longer do that. Promise yes and amen. Any event that has been, is, and will happen is not part of God’s design. That’s just part of God’s warning for the violence of the human heart.

Listen to what the Spirit says and Respond well. Praising the Lord with all your heart, save the Word of God in the heart, relying on God, experience God’s love poured into hearts, etc.. is a real form of activity that has been renewed heart. God bless.

 

13 November 2010

Dalam Damai Sejahtera ( Prosper in Peace )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

99SABTU, 13 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 5:12-14

“Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin” (ayat 14).  Petrus menutup suratnya yang pertama dengan menyertakan salamnya. Dengan perantaraan Silwanus yang ia anggap sebagai saudara yang dapat diperca yai, ia berusaha untuk menasehati jemaat yang ada dalam perantauan. Nasehat-nasehat itu adalah kasih karunia Allah, maka ia mendorong mereka untuk berdiri teguh didalamnya. Pada akhirnya Petrus menyer takan berkat damai sejahtera Allah bagi mereka. Tapi perlu disadari dan diperhatikan bahwa berkat damai sejahtera tersebut akan menyertai dan menjadi bagian mereka yang tetap tinggal dalam Kristus. Tanda bahwa seorang benar-benar tetap tinggal dalam Kristus adalah mereka tidak hidup menurut tingkah laku dunia, tapi tetap mengembangkan gaya hidup yang sesuai dengan panggilannya sebagai orang percaya, karena tidak mungkin Allah memberikan damai sejahtera-Nya sementara yang bersangkutan hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia. Damai sejahtera Allah menghadirkan ketenangan dalam hidup kita. Damai sejahtera Allah membuat kita kuat dan tidak takut menghadapi berbagai bentuk tantangan dan penderitan karena kebenaran. Damai sejahtera Allah membuat kita tidak kuatir menjalani kehidupan kita sehari-hari dengan berbagai kebutuhannya. Tapi ketahuilah bahwa damai sejahtera akan di limpahkan Allah kepada orang yang hidup benar dan berkenan kepada-Nya, yakni kepada setiap orang yang tidak hidup dalam hawa nafsu dunia, tapi yang mau dan rela melakukan kehendak-Nya dengan setia. Menjadi ciptaan baru dan hidup dalam kehendak Allah melalui tuntunan firman-Nya, itulah yang akan membuat damai sejahtera Allah dilimpahkan atas kita (Galatia 6:15-16).

 HIDUPLAH DALAM DAMAI SEJAHTERA ALLAH.

SATURDAY, 13 NOVEMBER 2010
1 PETER 5:12-14

“Give greetings to one another with a holy kiss. Peace be with you all who are in Christ. Amen “(verse 14). Peter closes his first epistle to include greeting. With the mediation of Silvanus, which he regarded as brothers who can be trusted, he tried to advise the congregation who is in overseas. Advice that is the grace of God, so he encouraged them to stand firm in it. In the end, thanks to Peter include the peace of God for them. But we need to realize and note that the blessing of peace will accompany and be part of those who remain in Christ. Signs that a truly remain in Christ is that they do not live according to the behavior of the world, but still develop a lifestyle consistent with his calling as a believer, because it is impossible that God gives His peace while living in the respective varieties of weather lust and friendship with the world. And the peace of God to bring peace in our lives. And the peace of God makes us strong and not afraid to face various forms of challenge and suffering because of righteousness. And the peace of God makes us not worry live our lives everyday with different needs. But know that the peace will be given by God to the people who live right and pleasing to Him, that is to everyone who does not live in a world of lust, but who want and are willing to do His will faithfully. Being a new creation and live in the will of God through the guidance of his word, that’s what will make the peace of God bestowed upon us (Galatians 6:15-16).LIVE IN PEACE GOD PROSPER.

12 November 2010

Sadar dan berjagalah ( Conscious and Guard )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

09sept27rRenungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread BIlingual Edition ) By WSB Editorial

JUM’AT, 12 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 5:1-11

 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (ayat 8).  Kepemimpinan didalam Allah adalah ketelada nan. Untuk itulah rasul Petrus mengingatkan kepada para penatua jemaat supaya mereka menunjukkan keteladanan dalam menggembalakan dan bukan menguasai ataupun memerintah. Dan hal itupan harus dikerjakan dalam tanda pengabdian diri dan bukan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Dengan demikian mereka akan mendapat mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Dalam kesemuanya itu, baik penatua maupun jemaat harus menyadari sepenuhnya bahwa mereka memiliki lawan yang tidak kelihatan, yakni si iblis, yang berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum mencari orang yang dapat ditelannya. Memang si iblis dapat menimbulkan penderitaan, tapi Allah akan melengkapi, meneguhkan dan menguatkan semua orang percaya untuk mampu menanggungnya, sehingga mereka dapat melawan iblis dengan iman yang teguh. Dalam pada itu sikap merendahkan diri dihadapan Allah adalah hal mutlak untuk dilakukan oleh semua orang percaya. Iblis adalah lawan semua orang percaya, tidak peduli kedudu kan rohaninya, dan ia memiliki strategi berjalan keliling sambil mengaum-aum seperti singa untuk menim bulkan ketakutan dan mengalahkan orang percaya. Dan jika kita sudah mengerti dengan strategi iblis tersebut, sudah seharusnya kita mengambil sikap untuk selalu sadar dan berjaga-jaga. Jangan meremehkan iblis dan merasa diri kuat atau sanggup menghadapinya. Ingat dia itu licik, maka bila kita tidak berjaga-jaga kita bisa masuk dalam perangkap tipu dayanya sehingga tanpa kita sadari kita telah berada dalam pengaruh dan kuasanya. Karena itu, berjaga-jagalah didalam doa dan ucapan syukur, berdirilah teguh dalam iman dan bersikaplah sebagai laki-laki dan tetap kuat sehingga kita tidak masuk dalam perangkap iblis (1 Korintus 16:13).

 JANGAN TIDUR, TAPI BERJAGA-JAGALAH.

Friday, 11 NOVEMBER 2010

1 Peter 5:1-11

“Wake up and watch! Because your adversary the devil, walks around like a roaring lion looking for someone to devour “(verse 8). Leadership in God is exemplary. For this reason the apostle Peter reminded the elders of the church so that they demonstrate exemplary in herding and not controlling or governing. And it must be done through the dedication itself and not to seek profit for themselves. Thus they will receive the crown of glory that can not wither. In all of them, both elders and the congregation should be fully aware that they have an invisible opponent, namely the devil, who runs around like a roaring lion looking for someone to devour. Indeed, the devil can cause suffering, but God will complement, strengthen and reinforce all believers to be able to bear it, so they can fight the devil with faith. In the meantime servility before God is the absolute thing to be done by all believers. Satan is the opposite of all believers, regardless of spiritual condition, and he has a strategy of walking around with a roar like a lion to cause fear and defeat the believer. And if we are to understand the strategy of the devil, should we take the attitude to always be aware and on guard. Do not underestimate the devil, and feel themselves strong or able to deal with it. Remember he was sly, so if we will not watch us get into the trap of their tricks so that without us knowing we have been under the influence and power. Therefore, keep watch in prayer and thanksgiving, stand firm in your faith and be a man and stay strong so we do not enter the trap of the devil (1 Corinthians 16:13).

DO NOT SLEEP, BUT WATCH.

11 November 2010

Bersuka cita dalam penderitaan ( Rejoice in so much pain )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan  Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

handheavensh1KAMIS, 11 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 4:12-19

“Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya” (ayat 13). Iman dan penderitaan. Bagaimana orang percaya memandang penderitaan beda dengan orang dunia memandang nya. Jika orang dunia memandang penderitaan sebagai nasib atau takdirnya, orang percaya harus meman dangnya sebagai ujian iman, asal ia menderita karena kebenaran. Dan jika orang dunia menghadapi dengan keluh kesah dan persungutan, orang percaya menghadapinya dengan sukacita dalam  pengharapan. Sukacita hadir ketika orang percaya sadar dan mengerti bahwa apabila ia menderita karena kebenaran, berarti Roh kemuliaan ada padanya dan juga ia memiliki pengharapan akan turut bersukacita pada waktu Kristus menyatakan kemuliaan-Nya. Dengan kenyataan yang ada tersebut, janganlah hendaknya orang percaya menderita karena berbuat jahat. Oleh karena itu, baiklah setiap orang yang karena kehendak Allah harus mengalami penderitaan, tetap menyerahkan jiwanya kepada Allah dan tetap selalu berbuat baik. Jika kita menderita karena kebenaran dan dengan penuh kesabaran dan sukacita kita menanggungnya, maka Allah akan dipermuliakan dan kita mendapat pujian. Tapi jika kita menderita karena kesalahan sendiri ataupun karena perbuatan jahat yang kita lakukan, berarti kita mempermalukan nama Tuhan dan wajar bila kita dihinakan. Penderitaan karena kebenaran yang sedang dialami juga bukan alasan untuk tidak berbuat kebaikan, sebaliknya justru ketika dalam penderitaan kita tetap berbuat baik, kita sesungguhnya sedang mengumpulkan harta yang kekal. Ingatlah bahwa semua penderitaan didunia ini ringan tapi mengerjakan kemuliaan kekal yang melebihi segalanya, jauh lebih besar daripada penderitaan yang ada (2 Korintus 4:17).

KEMULIAAN KEKAL TIDAK SEBANDING DENGAN PENDERITAAN.

THURSDAY, 11 NOVEMBER 2010

1 PETER 4:12-19

“On the contrary, rejoice, according to the part that you can be in the sufferings of Christ, so that you also may rejoice and be glad when He declared His glory” (verse 13). Faith and suffering. How can people believe in looking suffering people of the world looked different with her. If the world view of suffering as fate or destiny, believers should view it as a test of faith, as long as he is suffering because of righteousness. And if the world faced with complaints and grumbles, believers meet it with joy in hope. The joy comes when believers realize and understand that if he suffered because of the truth, it means that the Spirit of glory in him and also he has hope will also rejoice at the time of Christ reveals His glory. With the fact that there is, believers should not suffer for doing evil. Therefore, let every man who by the will of God must have suffered, still gave his soul to God and remain always do good. If we suffer because of righteousness, and with patience and joy we endure it, then God will be glorified and we get the credit. But if we suffer for his own mistakes or because of bad deeds we do, we are shaming the name of God and the fair when we are humiliated. Suffering is being experienced because the truth is no excuse for not doing good, instead they were when the suffering we continue to do good, we really are the eternal treasures. Remember that all suffering in this world the glory of eternal light, but doing that above all things, far greater than any suffering (2 Corinthians 4:17).

ETERNAL GLORY BY SUFFERING NOT COMPARABLE

10 November 2010

Pengurus yang baik ( The Good Manager )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Dwui Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

berdoaRABU, 10 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 4:7-11

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah” (ayat 10). Allah menghendaki bahwa hidup orang percaya benar-benar beda dengan model kehidupan dunia bukan hanya dalam iman dan rohaninya tapi juga dalam bertindak-tanduk. Model kehidupan orang dunia yang belum mengenal Allah nyata dalam perbuatan yang digerakkan oleh hawa nafsu dan keinginan dosa. Tidak demikian hendaknya hidup orang percaya, bahkan sebaliknya mereka harus hidup dalam suasana saling mengasihi, suka mengulurkan tangan dan memberi bantuan tanpa keterpaksaan dan persungutan. Kasih karunia Allah, yakni keselamatan, harus dikerjakan dan bukan hanya dibanggakan. Hidup saling melayani dengan segenap hati dan dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah. Pendek kata hidup orang percaya adalah hidup yang dikuasai dan digerakkan oleh kasih Allah sehingga dalam segala hal Allah dimuliakan. Dengan cara hidup yang demikian, berarti orang percaya telah tampil sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika sebagai orang percaya kita dikatakan sebagai pengurus dari kasih karunia, berarti kita harus siap untuk mempertanggungjawabkan  kasih karunia yang telah kita terima. Allah sudah melengkapi kita dengan karunia-Nya supaya kita bisa menjadi pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Yang perlu kita kerjakan adalah mempergunakan setiap karunia yang Allah berikan untuk kita hidup saling melayani satu dengan yang lainnya. Dan untuk itu setiap orang hendaknya tidak hanya memperhatikan kepentingannya sendiri tapi kepentingan orang lain juga. Jangan menjadi fasik dengan menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu, jangan membuatnya menjadi sia-sia, tapi jadilah pengurus yang baik (2 Korintus 6:1).

JANGAN MENJAUHKAN DIRI DARI KASIH KARUNIA ALLAH.

WEDNESDAY, 10 NOVEMBER 2010

1 Peter 4:7-11

“Serve one another, according to the gifts that have been obtained by each person as a good administrator of the grace of God” (verse 10). God willed that believers live really different from the model of the world lives not only in faith and spiritual but also in acting-horn. Model life of the world who do not know the real God in the act which is driven by the passions and sinful desires. Not so should the lives of believers, on the contrary they must live in an atmosphere of mutual love, love to reach out and provide assistance without any compulsion and lamentations. The grace of God, namely safety, must be done and not just be proud. Living to serve one another with all your heart and with the power granted by God. In short the lives of believers is to live a controlled and driven by the love of God so that in everything God is glorified. By way of living that way, meaning people believe has been featured as a good manager of God’s grace. If as believers we are said to be a board of grace, means that we must be prepared to account for the grace we have received. God provides us with His grace so that we can become good managers of God’s grace. What we need to do is to use every gift that God gives us to serve each other live with each other. And for that every person should not only consider its own interests but the interests of others as well. Do not be wicked to abuse the grace of God into lasciviousness, do not make it in vain, but be a good manager (2 Corinthians 6:1).

DO NOT SHY AWAY GIFTS OF LOVE GOD

9 November 2010

Gunakan dengan Bijak ( Use Wisdom )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

gse_multipart28152SELASA, 9 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 4:1-6

“Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tapi menurut kehendak Allah” (ayat 2).   Penderitaan badani Kristus adalah jejak yang harus diteladani oleh setiap orang percaya. Maksud dari diijinkannya oleh Allah orang percaya mengalami penderitaan karena kebenaran salah satunya adalah menghentikan perbuatan dosa. Dengan lain kata Allah mau memisahkan orang percaya dari dunia, bukan mengangkatnya secara jasmani dari dunia ini tapi memisahkan perbuatannya sehingga nampak perbedaan antara orang yang beribadah kepada Allah dan yang tidak beribadah kepada-Nya. Tidaklah ada artinya bagi Allah jika orang percaya juga tetap melakukan perbuatan jahat seperti yang diperbuat oleh orang yang belum mengenal Allah. Ketika orang percaya tetap hidup dalam perbuatan lama nya, dunia juga memandang bahwa sama saja antara dirinya dengan orang percaya sehingga membuat mereka juga tidak tertarik untuk mengenal Allah. Dan penderitaan badani bisa menghentikan perbuatan sia-sia tersebut sehingga waktu yang sisa tidak lagi dipergunakan untuk hidup menurut rupa-rupa keingina n dan hawa nafsu dunia tapi menurut kehendak Allah. Hawa nafsu dunia dengan perbuatan jahatnya tidak akan pernah mengenal kata cukup, satu kejahatan akan membawa kepada perbuatan jahat lainnya, sehingga jika dituruti akan membuat seorang menjadi semakin jahat. Sadarlah bahwa sebagai milik Allah kita tidak boleh menuruti keinginan hawa nafsu dunia, sebaliknya kita harus hidup menurut kehendak Allah. Jangan terus gunakan waktu yang Allah berikan untuk memuaskan keinginan daging, tapi perguna kan untuk menyenangkan hati Tuhan. Jangan bodoh, tetapi usahakanlah untuk mengerti kehendak Tuhan, perhatikan dengan seksama bagaimana kamu hidup, jangan seperti orang bebal tapi seperti orang arif (Efesus 5:15-17).

PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA DENGAN BIJAKSANA.

TUESDAY, 9 NOVEMBER 2010
1 PETER 4:1-6

“So when the rest do not you use human desires, but according to the will of God” (verse 2). Physical suffering of Christ is the trail that must be exemplified by every believer. The purpose of allowing the God of believers have suffered because of the truth of one of them is to stop acts of sin. In other words God would separate the believer from the world, not lifted bodily from this earth but to separate his actions so that the visible difference between those who worship God and who does not worship Him. It is not nothing to God if people believe also continue to do something evil like that done by people who do not know God. When people believe still lives in his old deeds, the world also considers that the same thing between himself and making people believe they are also not interested to know God. And physical suffering can stop the futile act so that the remaining time is no longer used to live according to different kinds of desires and passions of the world but according to the will of God. The passions of the world with his evil deeds will never know the word enough, one crime will lead to other evil deeds, so that if followed would make a becoming evil. Realize that as belonging to God we must not indulge the passions of the world, rather we should live according to God’s will. Do not continue to use the time that God gave to satisfy the lust of the flesh, but perguna it to please God. Do not be stupid, but get yourself to understand God’s will, consider carefully how you live, do not like fools but as wise (Ephesians 5:15-17).

REDEEMING THE TIME WISELY.

 

8 November 2010

Tidak Takut menderita ( No Fear To Suffering )

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

imageSENIN, 8 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 3:13-22

“Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar” (ayat 14).  Hidup dalam suasana kasih dan damai tanpa disadari menjadi perlindungan bagi setiap orang yang mempraktekkannya. Dalam hidup perdamaian dengan semua orang yang didasari oleh kasih, peluang orang untuk berbuat jahat  jadi semakin kecil. Tapi, jika Allah mengijinkan untuk menderita karena kebenaran, itu adalah kasih karunia. Sebagaimana Kristus telah menderita bukan karena berbuat salah, tapi demi keselamatan manusia, demiki an juga hendaknya setiap orang percaya harus siap menderita karena kebenaran dan bukan karena berbuat jahat. Jika penderitaan Kristus sampai mati di kayu salib telah membuka peluang untuk Ia memberitakan Injil kepada roh-roh yang tertawan, penderitaan karena kebenaran yang dialami orang percaya juga bisa mendatangkan kebaikan bagi mereka yang belum mengenal Allah. Untuk itu orang percaya tidak harus takut jika mengalami penderitaan karena kebenaran. Kesabaran dalam menanggung penderitaan terjadi jika Kristus telah bertakhta sebagai Tuhan dalam hati orang percaya. Menderita karena kejahatan ataupun kesalahan sendiri memang menimbulkan kerugian bagi yang mengalaminya. Tapi penderitaan karena kebenaran justru membawa keuntungan dan kebaikan bagi yang dilatih olehnya. Tidak ada orang yang suka mengalami penderitaan, tapi siapa yang sanggup untuk mengelakkanya jika Allah sendiri yang meng ijinkanya? Lebih baiklah kita memandang bahwa menderita karena kebenaran bukanlah hal yang menakut kan, maka kita akan dapat menanggungnya dengan segala kesabaran. Karena itu katakan kepada diri sendiri bahwa aku tidak takut oleh sebab Tuhanlah yang menjadi penolongku, apakah yang dapat dilaku kan manusia terhadap aku? (Ibrani 13:6).

JANGAN TAKUT SEBAB TUHAN BESERTA KITA

MONDAY, 8 NOVEMBER 2010 
 1 PETER 3:13-22

“But even if you should suffer for righteousness, you are blessed. So do not fear what they fear and do not be afraid “(verse 14). Living in an atmosphere of love and peace unwittingly becomes the protection for everyone who practice it. In a life of peace with all people based on love, the opportunity for people to do evil to be getting smaller. But, if God allowed to suffer because of righteousness, it is grace. As Christ has suffered not because of doing wrong, but for the sake of human salvation, so too should every believer must be prepared to suffer for the truth and not for doing evil. If the suffering of Christ to death on the cross He has opened up opportunities to preach the gospel to the spirits of the captives, because the truth of suffering experienced by the believer can also be good to those who do not know God. For that believers should not fear if you have suffered because of the truth. Patience in suffering happens when Christ enthroned as Lord in the hearts of believers. Suffer because of crime or fault itself is causing harm to the experience. But the truth of suffering because it brings benefit and goodness to those who were trained by him. Nobody likes to suffer, but who is able to avoid it if God himself who mengijinkanya? More let us consider that suffer because the truth is not a scary thing right, then we will be able to bear it with great patience. Therefore say to myself that I was not afraid because of God who became my helper, what can not you people done to me? (Hebrews 13:6).

DO NOT BE AFRAID CAUSE WITH OUR LORD.

 

6 November 2010

WSB # 1043, 14 Februari 2010

Oleh josh | Dalam WSB | Tag

“Tahun Penampian Tuhan”

Edisi No. 1043
Tahun XVIII
Minggu, 14 Februari 2010

3 November 2010

Kemerdekaan Sejati ( True Independence )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

10RABU, 3 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 2:11-17

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah” (ayat 16). Hidup sebagai perantau harus mawas diri dan bijaksana. Untuk itu jugalah rasul Petrus menasehatkan kepada para perantau yang di wilayah Asia supaya menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang ber juang melawan jiwa. Memperhatikan dengan saksama bagaimana mereka hidup akan menghindarkan diri dari kesulitan apabila ada yang memfitnah. Dan untuk itu perbuatan baiklah yang harus ditonjolkan. Sikap tunduk kepada pemerintah juga sangat penting, sebab mereka sesungguhnya juga adalah wakil-wakil Allah di dunia. Dengan model hidup yang demikian menutup celah bagi musuh untuk berbuat jahat dan bahkan membungkam kepicikan mereka. Itulah sikap hidup sebagai hamba Allah. Sebagai hamba Allah mereka adalah orang merdeka, tapi kemerdekaan itu bukan kesempatan dan alasan untuk menyelubungi dosa dan kejahatan. Tanda nyata hidup seorang hamba adalah berusaha untuk menyenangkan hati tuannya. Karena Kristus telah memerdekakan kita dari perbudakan dosa, maka kitapun benar-benar merdeka. Tapi kemerdekaan itu tetap harus dipertanggungjawabkan dengan hidup menjadi hamba-Nya. Dan jika kita adalah hambaNya, maka fokus hidup kita adalah untuk menyenangkan hati-Nya dan bukan untuk mencari kepuasan atau kesenangan diri sendiri, apalagi dengan perbuatan jahat yang diselubungi oleh kebebasan atau kemerdekaan. Kita memang dipanggil untuk merdeka, tapi jangan mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, tapi layanilah satu dengan yang lain oleh kasih  (Galatia 5:13).

DIMANA ADA ROH ALLAH DISITU ADA KEMERDEKAAN.

WEDNESDAY, 3 NOVEMBER 2010

1 PETER 2:11-17

“Live as free people and not like those who abuse the freedom it to cloak their crimes, but live as servants of God” (verse 16). Living as a foreigner must introspective and thoughtful. For that also the apostle Peter advised to the nomads who in the Asian region in order to distance themselves from the desires of the flesh which was struggling against the soul. Notice carefully how they live will shy away from trouble if there is a slander. And for that the good deeds should be highlighted. Subservience to the government is also very important, because they actually also are representatives of God on earth. With such a model life to close the gap for the enemy to do evil and even silencing their pettiness. That attitude to life as a servant of God. As servants of God they are free, but independence was not an opportunity and reason to cloak sin and evil. Real sign of life of a servant is trying to please his master. Because Christ has freed us from slavery to sin, then we too free indeed. But the independence that still must be accounted for by life becomes his servant. And if we are His servants, then the focus of our lives is to please Him and not to seek self-satisfaction or pleasure, let alone with his evil deeds are covered by freedom or independence. We are called to freedom, but do not use liberty as an opportunity to live in sin, but serve one another by love (Galatians 5:13).
WHERE IS THE SPIRIT OF GOD THERE IS LIBERTY.

2 November 2010

Batu Penjuru ( The Cornerstone life )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

08SELASA, 2 NOPEMBER 2010

1 PETRUS 2:1-10

“Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan” (ayat 6) . Kekudusan dan kecemaran tidak dapat disandingkan, maka, jika mau mengejar kekudusan tidak bisa tidak segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan dan fitnah harus dibuang dari kehidupan setiap orang percaya. Membuang segala bentuk kejahatan menjadikan seorang secara rohani kembali menjadi sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan rohani, yakni firman Tuhan demi pertumbuhan rohaninya. Dan untuk itu semua hanya bisa ditemukan didalam Yesus Kristus. Allah sendiri telah memilih dan menetapkan Yesus Kristus sebagai batu penjuru yang hidup sekalipun Ia ditolak dan dibuang oleh manusia. Bagi setiap orang yang percaya, Ia mahal, tapi bagi mereka yang tidak percaya, Ia menjadi batu sentuhan dan batu sandungan. Mereka yang percaya, mereka juga yang telah dipilih-Nya dan yang datang kepada-Nya, juga akan dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani yang dibangun diatas dasar Batu Penjuru yang mahal tersebut. Agama bukan jaminan bahwa seorang telah menempatkan Allah benar-benar sebagai Allah dalam hidupnya.  Demikian juga dalam iman kekristenan, tidak semua orang yang beragama Kristen telah menempatkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Kenyataanya masih banyak orang yang tersandung dengan kebenaran didalam-Nya sehingga dapat dengan mudah melepas imannya. Kita tidak akan pernah dapat dibangun atau bertumbuh dalam iman jika tidak didalam Dia, dan itu berarti kita harus benar-benar menempatkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi. Baiklah setiap kita memperhatikan bangunan rohaninya, adakah kita sudah membangun diri diatas Batu Penjuru yang hidup atau masih diatas kebenaran diri sendiri, sebab jika tidak demikian bangunan itu akan mudah runtuh (1 Korintus 3:10-11).

BANGUNLAH DIRI DIATAS DASAR IMAN YANG PALING SUCI.

TUESDAY, 2 NOVEMBER 2010

1 Peter 2:1-10


“For it is written in Scripture:” Behold, I lay in Zion a chosen stone, a precious corner stone, and who believes in Him will not be humiliated “(verse 6). Holiness and impurity can not be reconciled, then, if you want to pursue holiness can not help all guile and all sorts of hypocrisy and slander must be removed from the life of every believer. Disposing of all forms of crime to make a spiritual return to the same as a newborn baby, who always wanted to be water and pure spiritual milk, that is the word of God for spiritual growth. And for it all to be found only in Jesus Christ. God himself has chosen and set Jesus Christ as the cornerstone of life even though he rejected and discarded by humans. For every person who believes, he expensive, but for those who do not believe, he became a touch stone and stumbling block. Those who believe, they also have chosen him and who came to Him, will also be used as living stones to building a spiritual house built on the foundations that expensive cornerstone. Religion is not a guarantee that one has truly put God as God in his life. Likewise in the Christian faith, not all people who are Christians have put Jesus Christ as Lord and Savior survival. In fact there are still many people who stumble with the truth within him allowing you to easily remove the faith. We will never be built or grow in faith if not in Him, and that means we should really put Jesus Christ as Lord and personal savior. Let each of us pay attention to his spiritual building, is there anything we have built ourselves on the cornerstone of the living or still above the truth of yourself, because otherwise the building will be easy to fall (1 Corinthians 3:10-11).

RISE ABOVE SELF THE MOST HOLY FAITH BASIS.