Get Adobe Flash player
31 January 2011

Khotbah Mingguan WSB 29 Januari 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

kelanjutan seri khotbah “Kuasa Keubahan” oleh hamba-Nya, Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cm

tanggal 2 januari 2011

YESUS1 JEMAAT PERGAMUS THE CHURCH OF PERGAMOS

Wahyu 2:12-17

 42.  Penampilan Tuhan The Lord appereance

 Wahyu 2:12, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua

 Wahyu 1:16, “Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.”

 Ini adalah penampilan Yesus setelah kebangkitan-Nya, yang membuat Rasul Yohanes rebah ketika melihatnya, untuk disampaikan kepada jemaat Pergamus. Ia ditampilkan sebagai Pribadi yang memiliki …

 Pedang tajam bermata dua – the sharp two edged sword

 Ibrani 4:12, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 Pedang tajam bermata dua itu tidak lain adalah ….

Firman Allah – the Word of God 

yang lebih tajam dari pedang matapun, pedang bermata dua yang sanggup menembus hati kita. Firman Allah mampu mengorek isi hati dan pikiran kita.

 43.  Posisi jemaat Pergamus The position of Pergamos church

 Wahyu 2:13, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

 Alasan Tuhan tampil bagaikan pedang tajam bermata dua, karena kondisi jemaat Pergamus digambarkan berada pada ….

                  Tahta iblis – satan’s throne

Padahal jemaat ini memiliki iman yang luar biasa. Mereka setia dan selalu berpegang pada firman Tuhan.

 Mengapa?Why?

Wahyu 2:14-15, “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. 15Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

 Penyebabnya adalah karena ternyata di tengah-tengah mereka …

  Ada ajaran Bileam dan Nikolaus

  There were the teaching of Balaam and Nicolaitans

Bilangan 31:16, “Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.

Bileam adalah seorang nabi yang menolak suap dari raja Balak dan lebih menuruti perintah Tuhan untuk tidak mengutuki bangsa Israel (Bilangan 22). Tapi kesalahan Bileam adalah pada ….

                   Nasihat Bileam The advice of Balaam

Walaupun Bileam menolak untuk mengutuki bangsa Israel, tetapi ia mulai terpengaruh oleh berkat yang ditawari oleh raja Balak. Ia kemudian memberikan nasihat kepada raja Balak dengan memberitahukan kelemahan bangsa Israel melalui penyembahan berhala dan perzinahan sehingga akan dihukum Tuhan.

 Atas nasihat Bileam inilah, akhirnya raja Balak menjebak dan menyesatkan bangsa Israel. Akibat penyembahan berhala dan perzinahan itu, bangsa Israel yang dibunuh mati ada 24.000 orang. Suatu korban yang luar biasa, gara-gara terjebak karena nasihat Bileam.

 Sementara Nikolaus, ajarannya adalah menghalalkan perzinahan dan perselingkuhan. Jemaat Pergamus memiliki iman yang luar biasa, tetapi sayang mereka kompromi dengan ajaran Bileam dan Nikolaus.

 Ajaran Bileam ini adalah gambaran dari bagaimana gereja sudah kompromi dengan berkat-berkat yang tidak benar, menggunakan trik-trik yang tidak sehat.

                   Inilah gereja yang berkompromi dengan dosa

                  This is the compromising church with sin

 Jemaat Pergamus imannya YES, tapi berkompromi dengan dosa penyembahan berhala, perzinahan, dan perselingkuhan. Itulah sebabnya mengapa jemaat Pergamus dikatakan berada di tahta iblis.

 44.  Nasihat Advise

 Wahyu 2:16, “Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

 Roma 1:21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

 Salah satu cara untuk mematikan dosa adalah dengan …

              bertobat – repent        

 Jangan beri kesempatan dosa menguasai hidup kita. Jika melakukan kesalahan, cepat minta ampun, jangan kompromi lagi. Bertobat dimulai …

     dari pikiran – from the thought

 Karena pola pikir yang belum bertobat akan membawa kita pada kompromi dengan dosa. Pola pikir yang salah harus diubah dulu, sehingga dapat mengenal kebenaran yang sesungguhnya.   

 II Korintus 6:17-18, “Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu. 18Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan  demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.

 Wahyu 18:4-5, “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 5Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

 Perhatikan bagaimana kita hidup. Jauhkan diri dari pergaulan yang tidak baik, karena akan merusak kebiasaan yang baik. Karena itu …

                  pisahkan diri dari dosa – separate the self from sin

Maka kita akan diterima sebagai anak-Nya. Katakan TIDAK pada dosa, YA pada kebenaran firman Tuhan. Jadilah pemenang, melangkah dengan Tuhan, dan nama kita tercatat dalam buku kehidupan. Amin.

31 January 2011

Percaya pada keadilan-Nya ( Believe God Justice )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

palu-hakimSENIN, 31 JANUARI 2011

WAHYU 19:1-5

“Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar” (ayat 5).  Sekalipun Babel dengan segala semarak hawa nafsu percabulan dan kekejiannya berkata dalam hatinya bahwa ia bertakhta seperti ratu yang tidak akan pernah berkabung, tapi ia tetap tidak mampu menghindar dari cawan murka Allah sehingga ia dihancurkan, jatuh dan tidak akan pernah bangun lagi. Babel yang dulunya bersukacita atas pencurahan darah para nabi dan semua orang kudus, yang bernyanyi atas kejatuhan mereka, kini telah berbalik keadaannya, himpunan orang banyak di surga berbalik menjadi orang yang bernyanyi atas kejatuhannya. Bukan semata karena kejatuhannya, nyanyian itu terdengar, tapi karena keadilan Allah telah ditegakkan dengan dibalaskannya darah para nabi dan orang-orang kudus atas Babel. Allah telah bangkit untuk menghakimi Babel, dan hanya dengan demikianlah Babel mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Apapun cara manusia melawan Babel hanya akan menemui kegagalan karena hanya Allah yang punya kuasa untuk menghukumnya dan keselamatan hanya datang daripada-Nya, maka semua orang yang menaruh pengharapan pada-Nya layak bersukacita karena pengahakiman-Nya atas Babel. Pembalasan adalah hak Allah, maka jangan kita sendiri yang menuntut pembalasan, percayalah Ia adalah Allah yang adil. Taruh saja kepercayaan kita pada-Nya, maka kita akan melihat keselamatan yang daripada-Nya dan bersukacita karenanya. Bersukacita bukan karena lawan kita jatuh, tapi bersuka cita karena pembelaan yang dari Allah, maka siapapun kita adanya, pujilah Dia, bersyukurlah karena keadilan-Nya. Bersyukurlah kepada Allah karena keadilan-Nya, bermazmurlah bagi nama Tuhan yang maha tinggi, percayalah kepada-Nya dengan segenap hati dan jangan bersandar pada pengertian sendiri (Mazmur 7:18).

 ADALAH BAIK MENYANYIKAN SYUKUR BAGI TUHAN.

MONDAY, 31 JANUARY 2011
Revelation 19:1-5


“Then a voice from the th
rone:” God Bless us, O ye of all His servants, you who fear him, both small and large “(paragraph 5). Though Babylon with all its sensual splendor of her fornication and abominations said to himself that he was enthroned as the queen who will never be mourned, but he still was not able to escape from the cup of God’s wrath so that he destroyed, fallen and will never wake up again. Babylon used to rejoice in the outpouring of the blood of the prophets and all the saints, who sang on their fall, have now turned the situation, the set of people in heaven turned into people who sing for his downfall. Not merely because of his downfall, the song was heard, but because God’s justice has been done through retaliation for the blood of the prophets and saints of Babylon. God has risen to judge Babylon, and only then will Babel gets justly punished for his actions. Regardless of how humans against Babylon will only meet with failure because only God has the power to punish and salvation can only come from Him, then all those who have hope in Him rejoice worthy of His judgments upon Babylon. Vengeance is God’s right, then do not we own that demanded vengeance, believe he is a just God. Just Put our trust in Him, then we will see salvation from Him and be glad in it. Rejoice not against us is falling, but rejoice because the defense is of God, so whoever we are, praise Him, be thankful because his justice. Be thankful to God for his justice, her praises to the name of the supreme God, believe in Him with all your heart and do not rely on their own understanding (Psalm 7:18).IS GOOD, SING THANKSGIVING FOR GOD

29 January 2011

Tidak aka bangkit lagi ( Will not rise up again )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

36SABTU, 29 JANUARI 2011

WAHYU 18:21-24

“Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya  kedalam laut, katanya: “Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras kebawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi” (ayat 21). Jatuhnya Babel bukan perkara main-main, kejatuhannya adalah kejatuhan untuk selama-lamanya, Babel tidak akan bangkit lagi. Hal itu dilambangkan dengan batu sebesar kilangan yang dilemparkan kebawah, kedalam laut oleh seorang malaikat.Kemewahan, kemeriahan, dan semaraknya, pendek kata semua yang ada padanya, tidak ada apa-apanya dan juga tidak dapat menyelamatkannya.Babel telah mendapat upah yang setimpal dengan segala kejahatannya dan tidak bisa menghindar. Karena Allah sendiri yang berkehendak untuk menjatuhkan Babel, sekeras apapun usahanya untuk bangkit kembali, tidak akan mungkin,  ini hanya akan menjadi usaha yang sia-sia belaka. Darah nabi-nabi dan darah orang-orang kudus yang dibunuhnya, menjadi saksi kejahatan Babel. Bukankah  ini menjadi peringatan bagi kita supaya benar-benar memisahkan diri dan lari daripadanya? Jangan sesat, Allah tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan, apa yang ditabur orang itu pula yang akan dituainya. Jangan menunggu jatuh dalam kekerasan-Nya baru menyadari arti pertobatan, karena jika Allah sendiri yang telah menyerahkan kita pada kedegilan hati, maka kita tidak akan pernah bisa bangkit dan mengerti apa itu bertobat. Jangan menunggu Allah menutup pintu kemurahan-Nya, sehingga ketika jatuh, kita tidak akan mampu bangun lagi. Percayalah, jika Allah sendiri yang sudah menutup pintu kemurahan-Nya tidak seorangpun yang dapat membukanya, maka jika Allah membiarkan kita jatuh, tidak ada yang dapat mengangkat  kita kembali (Wahyu 3:7).

TINGGI HATI MENDAHULUI KEJATUHAN.

SATURDAY, 29 JANUARY 2011
Revelation 18:21-24

“And a strong angel, picked up a millstone, and cast into the sea, he said:” This is Babylon the great city, be thrown violently down, and he will never be found again “(verse 21). The fall of Babylon is not the case kidding, its fall is falling for ever, Babylon will not rise again. This was symbolized by a millstone thrown down, into the sea by an angel. Luxury, excitement, and splendor, in short, everything to him, no nothing and also can not save. Babylon has received wages according to all his crimes and can not be avoided. Because God himself is willing to bring down Babylon, as hard as any attempt to bounce back, will not be possible, this effort will only be futile. Blood of the prophets and the blood of the saints are killed, a witness to crimes of Babylon. Would not this be a warning for us to really break away and run away from it? Do not go astray, God will not let himself mocked, whatsoever a man soweth that shall it also reap. Do not wait for his fall in violence-just realized the meaning of repentance, as if God himself who gave us the intractability hearts, then we will never be able to rise up and understand what it is converted. Do not wait for God closes the door of God’s grace, so that when it falls, we will not be able to get up again. Believe me, if God himself had closed the door of God’s grace no one can open it, then if God lets us fall, no one can lift us up again (Revelation 3:7).

HEART HIGH BEFORE A FALL.

28 January 2011

Memisahkan diri ( Detach Yourself )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian edisi dwi bahasa ( Daily Bread bilingual edition ) By WSB Editorial Staff

pelataranJUM’AT, 28 JANUARI 2011

WAHYU 18:1-20

“Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya” (ayat 4).  Babel yang besar, Babel yang hidup dalam kemewahan akhirnya tidak mampu bertahan menghadapi penghukuman Allah, Babel akhirnya jatuh juga. Karena dia adalah induk dari segala percabulan dan kekejian dibumi, maka tidak mengherankan jika pada akhirnya setelah kejatuhannya Babel menjadi tempat bersembunyinya roh najis dan tempat kediaman roh jahat. Jika semua raja-raja dan penduduk bumi yang telah menjadi kaya dari anggur percabulannya berkabung dan meratapinya, sebaliknya surga dan semua orang kudus bersukacita atas kejatuhannya. Babel mendapat apa yang pantas dan sesuai dengan perbuatannya. Tidak ada yang dapat menolongnya, mereka yang telah hidup dalam kelimpahan dan kemewahan dengan dia hanya bisa menonton dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada kompromi bagi umat Tuhan, jika mau selamat harus lari dari Babel, jika tidak mau turut ditimpa oleh malapetaka-malapetakanya jangan turut ambil bagian dalam dosa-dosanya. Tidak ada keadaan abu-abu dihadapan Tuhan, hanya ada terang dan gelap, hitam dan putih, kita harus menentukan pilihan. Tapi ketahuilah dengan pasti bahwa upah dosa adalah maut, tidak bisa kita meng aku hidup dalam terang tapi melakukan perbuatan-perbuatan gelap. Sadari bahwa perbuatan gelap itu hanya akan menghasilkan celaka, kesusahan dan penghukuman, maka pisahkan diri dan lari daripadanya. Terang tidak bisa bersatu dengan gelap, tanggalkanlah perbuatan-perbuatan gelap, jangan turut ambil bagian didalamnya yang tidak berbuahkan apa-apa, sebaliknya telanjangilah itu (Efesus 5:11-13).

TERANG HANYA BERBUAHKAN KASIH DAN KEBENARAN.

Friday, 28 JANUARY 2011

Revelation 18:1-20

“Then I heard another voice from heaven saying:” Go ye, O my people, go from him so that you do not take part in her sins, and that ye should not also be overwritten havoc it “(verse 4). Great Babylon, Babylon who lived in luxury ultimately unable to withstand the punishment of God, Babylon finally fell as well. Because she is the mother of all fornication and abominations on earth, it is no wonder if in the end after the downfall of Babylon became a hiding place and place of residence of unclean spirits demons. If all the kings and inhabitants of the earth who have become wealthy from its wine fornication mourning and lamenting him, the opposite of heaven and all the saints rejoice at his downfall. Babel got what he deserved and received in accordance with his deeds. No one can help him, those who have lived in abundance and luxury with he can only watch and can not do anything about it. There is no compromise for the people of God, if you want to survive must flee from Babylon, if you do not want to participate overwritten by the catastrophe, do not take part in her sins. we can not enter in the “gray zone” before God, His presence there is only light and dark, black and white, we must make a choice. But know for sure that the wages of sin is death, we can not claim to live in the light but do dark deeds. Realize that the dark deeds that will only result in harm, distress and punitive, then separate yourself and escape from it. Light could not unite with the dark, take a dark deeds, do not take part in it that is not the fruit of anything, the opposite was strip it (Ephesians 5:11-13).

 ONLY LIGHT FRUIT OF  LOVE AND TRUTH

27 January 2011

Dipilih,dipanggil dan setia ( Chosen,Called and Faithful )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

bejana pembasuhanKAMIS, 27 JANUARI 2011

WAHYU 17:1-18

“Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan diatas segala tuan dan Raja diatas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia” (ayat 14).  Jika Allah membangun kerajaan-Nya disorga, maka iblis membangun kerajaannya dibumi. Tapi kerajaan Allah dibangun dalam kekudusan, sedang kerajaan iblis dibangun dengan kenajisan dan kekejian. Kera jaan iblis dibangun dengan jalan menguasai raja-raja dibumi dengan hawa nafsu percabulannya, demiki an pula penduduknya dibuatnya mabuk oleh anggur percabulannya. Pusat pemerintahannya dalam arti rohani disebut sebagai Babel, dialah induk dari segala percabulan dibumi. Babel dengan khalayak yang mengikutinya akan mengumpulkan pengikutnya dan melakukan perang melawan Anak Domba bersama dengan mereka yang telah terpanggil, yang dipilih dan yang setia. Anak domba dan pengikutnya akan mengalahkan mereka. Pemerintahan binatang yang diduduki oleh pelacur besar itu hanya akan bertahan selama satu jam, kemenangan tetap berada ditangan Anak Domba dan pengikut-Nya. Kesetiaan kita pada Anak Domba akan berbuah manis, kemenangan dan pemerintahan bersama-Nya. Tapi jika kita berobah setia dengan mengikuti dan tunduk pada pemerintahan bentukan pelacur besar tersebut, ratap dan kertak gigi yang menjadi bagian kita pada akhirnya. Jangan berhenti dan berpuas diri hanya dengan sebutan ataupun status sebagai orang-orang panggilan, karena itu belum jaminan aman, tapi teruslah berjuang untuk menjadi orang-orang yang terpilih dan yang setia. Maka, mari kita berusaha sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan kita makin teguh sehingga dengan demikian kita dikaruniakan hak penuh memasuki kerajaan kekal, kerajaan Tuhan dan juru selamat kita, Yesus Kristus (2 Petrus 1:10-11).

HENDAKLAH ENGKAU SETIA SAMPAI MATI.

THURSDAY, 27 JANUARY 2011
Revelation 17:1-18

They’re going to war with the Lamb. Lamb will overcome them, for He is Lord over lords and King of kings. They, together with Him also will win, namely those who are called, who has been chosen and faithful “(verse 14). If God to build His kingdom in heaven, the devil to build his kingdom on earth. But the kingdom of God is built in holiness, being evil empire built with uncleanness and abominations. Kingdom of the devil was built with the road master of the kings on earth with his lewd lusts, as well as its inhabitants made him drunk with the wine obscene. Central government in a spiritual sense called Babylon, he was the mother of all earthly fornication. Babylon with the audience that follows it will gather followers and make war against the Lamb along with those who have been called, chosen and faithful. Lamb and his followers will beat them. Government animal that occupied by the great whore that will only last for one hour, the victory remained in the hands of the Lamb and His followers. Our faithfulness to the Lamb will bear fruit sweet, victory and reign with Him. But if we changed faithful to follow and comply with government big whore, the wailing and gnashing of teeth that will become part of us in the end. Do not stop and content themselves simply with the designation or status of those calls, because that’s not guaranteed safe, but keep striving to be the people who elect and faithful. So, let’s buck and the option to call us more firmly and thus we are given the full right to enter the eternal kingdom, the kingdom of God and our savior, Jesus Christ (2 Peter 1:10-11).
THOU SHALT  FAITHFUL UNTIL DEATH

26 January 2011

Cawan Murka Allah ( Cup of the wrath of God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

terompetRABU, 26 JANUARI 2011

CAWAN MURKA ALLAH

WAHYU 16:1-21       

“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya” (ayat 15).  Tujuh malapetaka terakhir akan menimpa seluruh aspek kehidupan yang ada dibumi, baik didarat, udara dan air. Didarat atau dibumi, bisul yang membahayakan menimpa semua orang yang memakai tanda binatang dan menyembahnya. Hukuman atas air akan menjadikan air baik yang ada di sungai maupun lautan akan berubah menjadi darah. Sementara di udara atau di angkasa, sumber utama kehidupan manusia, matahari, akan berubah menjadi sumber utama kematian dengan panasnya yang dahsyat dan menghanguskan. Kegelapan juga akan melanda takhta binatang dan mereka yang mengikutinya, belum lagi gempa bumi yang dahsyat dan menakutkan hingga membuat kota-kota besar dari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah terbelah. Tapi, tidak ada lagi pertobatan sekalipun dengan semuanya itu karena pintu kemurahan Allah memang sudah tertutup, bahkan yang ada hanyalah hujatan kepada Allah karena semua malapetaka tersebut. Dan tidak cukup dengan menghujat, binatang itu mengumpulkan juga raja-raja, mengumpulkan kekuatan untuk melakukan peperangan pada hari besar, itulah hari Allah Yang Mahakuasa. Berbahagialah orang yang berjaga-jaga, yang dalam kesemuanya itu tetap mampu menjaga pakaianya, menjaga segala tingkah langkah perbuatannya, karena dialah yang siap menyambut kedatangan Anak Allah yang akan datang ke dunia seperti pencuri, dalam arti tidak ada seorangpun yang tahu kapan saatnya. Terlalu berat semuanya itu untuk kita lihat dan alami, maka adalah lebih baik jika kita menjaga diri dari yang jahat dan berdoalah supaya tidak jatuh kedalam pencobaan, khususnya hari murka Allah (Matius 26:41).

CAMBUK SIAP BAGI PUNGGUNG ORANG BEBAL.

WEDNESDAY, 26 JANUARY 2011
Revelation 16:1-21

“Behold, I come like a thief. Blessed him, who guard and who pay attention to her clothes, lest he walk naked and do not look cock “(verse 15). Seven last plagues will befall all aspects of life on earth, whether on land, air and water. On land or on earth, a dangerous abscess spread to everyone who took mark of the beast and worship him. Punishment of the water will make good water in the rivers and sea will become blood. While in the air or in space, the main source of human life, the sun, will become the main source of death with the terrible heat and scorch. Darkness also will hit the throne of the beast and those who followed him, not to mention the devastating earthquake and scary to make the major cities of the nations who do not know God divided. But, there is no repentance even with all of it because the door was already closed the mercies of God, even that is just blasphemy to God for all these plagues. And not enough with blasphemy, the animals were gathered also the kings, gathering the strength to do battle on the big day, that day of God Almighty. Blessed are those who watch, that in all of which were still able to keep his clothes, keeping all behavior steps of his actions, because he was the one who is ready to welcome the coming of the Son of God who comes into the world as a thief, in the sense that no one knows when it’s time. Too heavy it was for we see and experience, it is better if we keep ourselves from evil and pray so as not to fall into temptation, especially the day of God’s wrath (Matthew 26:41).
READY FOR BACK WHIP A FOOL

25 January 2011

Dari Rumah Allah ( Begin from The House Of God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilin gual Edition ) By WSB Editorial Staff

palu-hakimSELASA, 25 JANUARI 2011

WAHYU 15:5-8

“Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorangpun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu” (ayat 8). Ketujuh malapetaka yang terakhir yang dilambangkan dengan tujuh cawan tersebut, keluar dari Bait Suci, dari kemah kesaksian disorga. Semua itu sudah dipersiapkan dengan baik dengan tujuh malaikat yang akan menjadi pelaksana untuk menumpahkan ketujuh cawan murka tersebut. Para malaikat itu hanya melaksanakan, sementara yang merancangkan adalah Allah sendiri. Bukan karena Ia adalah Allah yang kejam, tapi Ia adalah Allah yang kasih sekaligus adil. Kasih-Nya nyata dengan masih tetap menunggu dan memberi kesempatan untuk manusia bertobat dari segala kejahatannya sampai pada akhir jaman, disaat kejahatan manusia semakin meningkat. Tapi sebagai Allah yang adil Ia juga sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, apalagi mereka yang mempermainkan kemura han-Nya. Keluarnya hukuman dari Bait Suci memberikan pengertian akan rusaknya hubungan manusia dengan Allah yang ditandai dengan ibadah yang rusak, dan itu menjadi puncak kesabaran Allah. Dengan demikian sekarang kita tahu dari mana harus memperbaiki diri supaya tidak jatuh dalam murka Allah. Hal itu juga memberi kita pengertian bahwa jika ibadah kita sudah tidak sehat dihadapan Allah berarti hidup kita juga sudah rusak dan jauh dari-Nya. Jadi kita tidak bisa memandang ringan hidup peribadatan kita karena itulah yang menjadi tolok ukur apakah hidup ini masih dalam kemurahan-Nya atau tidak. Jangan menimbun murka Allah oleh karena kita keras hati dan tidak mau bertobat, perbaiki segera hubungan kita dengan Allah melalui ibadah yang berkenan kepada-Nya (Ibrani 10:25-27).

DARI RUMAH ALLAH SENDIRI PENGHAKIMAN DIMULAI.

TUESDAY, 25 JANUARY 2011
Revelation 15:5-8

“And the temple was filled with smoke from the glory of God and because of his power, and no one can enter the temple, until the seven plagues of the seven angels” (verse 8). The seven last plagues are represented by seven bowls, the exit from the Temple, from the tent of witness in heaven. All were well prepared with the seven angels who will be managing to shed the anger of the seven bowls. The angels were only carried out, while the design is God Himself. Not because he is a cruel God, but He was God in love as well as fair. His love real to still keep waiting and give people a chance to repent of all his crimes until the end of time, when human crimes is increasing. But as a just God He has also never release the guilty from punishment, especially those who are toying with his generosity. emergence sentence that starts from the temple to give understanding about the destruction of human relationship with God is marked by the emergence of deviant worship, and it became the top limit of patience of God. Thus we now know where to improve themselves so as not to fall in the wrath of God. It also gives us the sense that if our worship is not right before God means that our lives have also been damaged and far from Him. So we can not look lightly our worship life because that is the benchmark on whether life is still in his favor or not. Do not hoard the wrath of God through our hearts remain hardened and would not repent immediately fix our relationship with God through worship that is pleasing to Him (Hebrews 10:25-27).

HOUSE OF GOD OWN JUDGEMENT BEGINS

24 January 2011

Nyanyian Kemenangan ( The Victory Song )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

79564SENIN, 24 JANUARI 2011

WAHYU 15:1-4

“Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan –Mu, ya Raja segala bangsa!” (ayat 3).  Pada akhirnya kemenangan tetaplah ada dipihak Allah dan juga mereka yang telah mengalahkan binatang itu dengan kesaksian dan darah Anak Domba, yakni setiap orang yang tidak memakai tanda bilangan binatang itu dan juga tidak menyembahnya. Dengan pujian dan permainan kecapi ditangan, mereka yang menang tersebut memberi kesaksian bahwa tidak ada yang seperti Dia, Allah yang besar dan perkasa, ajaib dalam segala pekerjaan-Nya, adil dan benar segala jalan-Nya, maka hanya kepada-Nya saja segala bangsa sujud menyembah. Mereka yang menang menaikkan pujian pengagungan, sebaliknya mereka yang kalah, yang menyembah binatang dan mengenakan bilangannya pada dahi atau tangan mereka, harus bersiap untuk menerima tujuh malapetaka Allah yang terakhir yang ditandai dengan tujuh cawan murka yang telah disiapkan-Nya. Beratnya tantangan yang kita hadapi tidak akan pernah membuat kita undur dari iman, karena kita tahu kesudahan segala sesuatu  ini dan apa yang telah Allah siapkan untuk setiap orang yang menang, setiap kita yang bertahan sampai akhir. Allah tidak pernah menutup mata dengan beratnya tantangan yang kita hadapi, tapi dengan tantangan itu Ia melatih kita untuk kuat, sebab Dia sendiri yang akan memberi kita kekuatan untuk menanggung segala perkara. Jangan mudah menyerah, pandanglah jauh kedepan, pada kekekalan, pada apa yang telah Allah siapkan untuk setiap orang yang menang. Jangan goyah, teguhlah berpegang pada pengharapan yang kita miliki, raihlah kemenangan bersama-Nya dan didalam kekuatan Allah dan Ia akan memberika kita nyanyian baru, nyanyian kemenangan untuk memuji kebesaran-Nya (Mazmur 40:4).

NYANYILAH, PUJILAH KEAGUNGAN-NYA.

MONDAY, 24 JANUARY 2011
Revelation 15:1-4
“And they sing the song of Moses the servant of God, and the singing of the Lamb, saying:” Great and miraculous all thy work, O Lord, God Almighty! Just and true are your ways, O King of all nations “(verse 3). In the end the victory is still there on the part of God and also those who have defeated the beast with the testimony and the blood of the Lamb, that every person who does not wear a sign that the animal numbers and also do not worship it. With praise and play harp in hand, those who win these bear witness that there is nothing like Him, the great and mighty God, wonderful in all His work, just and righteous all his ways, only to Him alone all the nations bow down worship. Those who won increasing praise exaltation, on the contrary they are the losers, who worship the beast and the wear number is on their foreheads or their hands, must be prepared to accept God’s final seven plagues which are marked with the seven bowls of wrath has prepared him. Weighing the challenges we face will never make us depart from the faith, because we knew this was the end of all things and what God has prepared for every person who wins, each of us who endure to the end. God never turn a blind eye to the severity of the challenges we face, but with the challenge that he trained us to be strong, because He alone will give us the strength to endure all things. Do not easily give up, look far ahead, in eternity, in what God has prepared for every person who wins. Do not waver, Be firm hold on to hope that we have, reach victory with Him and in power of God and He will give us a new song, singing a victory for the praise of His glory (Psalm 40:4).
SING, PRAISE HIS GREATNESS.

22 January 2011

Tuaian Akhir Zaman ( Harvest end of the age )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSb Editorial staff

danauatitlanSABTU, 22 JANUARI2011

WAHYU 15:14-20

 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya keatas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan

melemparkannya kedalam kilangan besar, yaitu murka Allah” (ayat 15). Akhir zaman juga menjadi masa

penuaian, satu kelompok akan dituai dan dikumpulkan, sementara satu kelompok yang lain dituai untuk

masuk dalam kilangan besar, yakni murka Allah.

 Kelompok yang pertama dituai oleh Anak Manusia dangan sebuah mahkota emas diatas kepala-Nya, dan kelompok yang kedua dituai oleh seorang malaikat yang memegang sabit tajam. Perhatikan bahwa penuaian itu terjadi setelah adanya pemberitahuan tentang penghakiman yang terakhir.

Jadi bisa dikatakan mereka yang tidak menghiraukan pintu kemurahan Allah yang terakhir, dimana melalui malaikat-Nya Allah telah memberitakan Injil supaya semua orang bertobat dan menyembah Tuhan, akan dituai untuk masuk dalam kilang murka Allah, padahal pohon anggur adalah gambaran dari umat pilihan Allah sendiri. Artinya disini kita tidak bisa bermegah dengan status kita sebagai

orang beragama yang menyembah Allah yang hidup, kita tidak bisa mengandalkan agama karena agama

tidak menyelamatkan. Iman percaya kita harus terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang menyenangkan hati Allah, jika tidak mau dituai pada akhir jaman dan masuk dalam kilang murka Allah. Dan untuk menghasilkan buah yang demikian tidak bisa tidak kita harus lebih dahulu mengalami pertobatan yang sungguh-sungguh. Jangan bersantai-santai,bekerjalah mulai dari sekarang selagi masih ada waktu, bekerjalah untuk memperoleh upah disorga dan bukan hanya upah dibumi. Hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan, sebab pohon anggur hanya dinikmati buahnya, maka jika buahnya masam tidak bergunalah ia dan slap untuk dibakar (YehezkieI15:2-5).

 SETIAP POHON YANG BAlK MENGHASILKAN BUAH YANG BAlK.

 SATURDAY, 22 JANUARY 2011
Revelation 15:14-20

“So the angel swung his sickle and above the earth, and cut fruit vine of the earth and
threw it into a big place, the wrath of God “(verse 15). End of era as well be a period
harvest, one group will be harvested and collected, while the other group harvested for
fit in the big, the wrath of God.
 The first group reaped by the Son of man is the view of a golden crown above his head, and a second group harvested by an angel holding a sharp sickle. Notice that the harvest took place after the notification of the final judgments.
So to say they are not ignoring the last door of the mercies of God, which through His angels of God have preached the Gospel to all people to repent and worship God, be harvested for entry in the refinery wrath of Allah, when the vine is a picture of God’s own chosen people. This means that here we can not boast with our status as
religious people who worship the living God, we can not rely on religion because religion
does not save. Faith believes we must continue to grow and produce fruit pleasing to God, if not harvested at the end of time and included in the refinery wrath of God. And to produce such fruit can not but we must first experience a genuine conversion. Do not relax, work from now while there is still time, work to earn wages in heaven and on earth not just wages. Produce fruit in keeping with repentance, because only enjoyed the fruit of the vine, so if the sour fruit of course is not useful and ready to be burned (YehezkieI15 :2-5). 

EVERY GOOD TREE FRUIT MAKE GOOD.

21 January 2011

Menghargai Kemurahan-Nya ( Respect to His Mercy )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian Edisi Dwi Bahasa ( Daily Bread Bilingual Edition ) By WSB Editorial Staff

Korban DiaJUM’AT, 21 JANUARI2011

 WAHYU 14:6-13

 “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air” (ayat 7). Sebagaimana iblis tidak berhenti berusaha untuk menjatuhkan iman orang-orang percaya, Allah juga tidak berhenti berusaha dan berkemurahan serta memberi kesempatan supaya manusia bertobat. Allah mengutus seorang malaikat untuk memberitakan Injil yang kekal kepada semua bangsa yang diamdiatas bumi. Mereka yang mau bertobat  lalu takut akan Dia, memuliakan dan menyembah Dia, akan mendapat keselamatan pada detik-detik terakhir sebelum Allah benar-benar mencurahkan amarah-Nya sehingga tertutup sudah pintu kemurahan-Nya. Sebaliknya setiap orang yang tidak mau bertobat, tapi menerima tanda binatang itu pada dahinya dan menyembahnya, maka ia akan minum  cawan murka Allah, ia akan disiksa dengan api dan belerang  sampai selama-Iamanya. Itu menjadi waktu yang sulit untuk membuat pilihan, setiap orang yang mempertahankan nyawanya dengan menyembah binatang, akan binasa ditangan Allah, tapi setiap orang yang tidak memiliki tanda binatang itu akan mati ditangan binatang tersebut. Karena itulah dikatakan adalah lebih berbahagia mereka yang mati didalam Tuhan sebelum saat itu tiba. Bagi kita sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menghargai pintu kemurahan Allah yang masih terbuka hingga saat ini. Kita tidak tahu dengan pasti kapan saat penghakiman itu tiba, maka selagi masih ada waktu, mari kita bertobat dengan sungguh-sungguh, jangan anggap sepi kesabaran da kemurahan-Nya. Karena itu perhatikan kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, jangan permainkan kemurahan -Nya jika kita tidak mau dipotong dan masuk dalam  murka-Nya (Roma 11:22).

 HIDUPLAH DALAM TANDA KEMURAHAN ALLAH

Friday, 21 JANUARY 2011 
 Revelation 14:6-13

“Fear God and glorify him, because it has arrived at his judgment, and worship Him who made heaven and earth and sea and all eyes water” (verse 7). As the devil will not stop trying to overthrow the faith of believers, God did not stop trying and be genereous and give humans a chance to repent.
God sent an angel to preach the everlasting Gospel to all nations who live on  earth. Those who want to repent and fear Him, glorify and worship Him, will receive salvation in the final seconds before God really pour his anger that had closed the doors of His mercy. Instead of each person who will not repent, but receive the mark of the beast on their foreheads and worship him, then he will drink the cup of God’s wrath, he shall be tormented with fire and brimstone until at maximum. It becomes a hard time to make a choice, every person who maintains his life with the worship of animals, will perish in the hands of God, but anyone who does not have the mark of the beast will die in the hands of the animal. That’s why they say are more blessed who die in the Lord before that time arrives. For us now the most important is how we are able to appreciate the grace of God that the door is still open until today. We do not know exactly when it arrived at the judgment, then while there is still time, let us repent sincerely, do not assume da quiet patience of God’s grace. Because of that notice the mercies of God and His violence also, do not harass His mercy if we do not want to cut and go in His wrath (Romans 11:22).

SIGN IN GOD MERCY LIVE.