Kuasa Keubahan
The power of transformation
Filipi 3:20-21
Uraian
Contoh ketujuh – The seven example
Jemaat Laodikia – The church of Laodicea
Wahyu 3:7-13
6.6. The Lukwarm Church – Jemaat yang suam-suam kuku
Wahyu 3:15, “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! “
Kali ini kita melihat kehidupan jemaat yang di tegor keras oleh Tuhan. Tegoran itu ditujukan sebagai langkah pertobatan dalam sikap hidp jemaat ini, jemaat Laodikia dilihat Tuhan sebagai jemaat yang tidak dingin, namun juga tidak panas. Persekutuan yang dijalankan oleh jemaat ini berjalan tanpa greget, tanpa semangat di dalam Terang Tuhan. Percaya kepada Kristus, terima Dia sebagai “Tuhan dan Juruselamat” tetapi semuanya dijalankan dengan biasa-biasa, keseharian ibadahnya stagnan dalam pemandangan-Nya, sementara Kasih-Nya dicurahkan dengan luar biasa, jemaat ini nampak kurang menyadarinya.
Bandingkan – Compare
Matius 13:22, “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah “
Firman Tuhan yang disampaikan dalam kehidupan jemaat itu laksana benih yang ditaburkan. Firman yang diterima itu, jatuh ke dalam lahan hati masing-masing jemaat, namun tidak semua benih dapat tumbuh dan kelak menghasilkan buah. Dari empat jenis lahan tempat jatuhnya benih dalam perumpaaan penabur tersebut hanya satu yang berhasil. Di perumpaam penaburan benih ketiga, benih itu jatuh itu jatuh ke dalam semak belukar. Benih itu tumbuh tapi :
Tidak berbuah – Unfruitful
Akibatnya – The effect
Wahyu 3:16, “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. “
Matius 3:10, “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. “
Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan :
Dibuang ke dalam api – Thrown into the fire
Kehidupan yang dibuang sama dengan dimuntahkan seperti yang dituliskan kepada jemaat Laodikia, di buang dan menjadi tidak berguna. Maka perlu dipahami, jangan sampai kekristenan kita seperti jemaat Laodikia, ditolak Tuhan.Menjadi orang percaya dan mengaku sudah melayani tapi ditolak Tuhan, sebab Tuhan tidak mengenalnya.
6.7. Apa penyebabnya? – What is the cause?
Matius 13:22, “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. “
Mengapa orang Kristen suam-suam (Jw. Kerem-kerem kambang), dalam kebanyakan kondisi imannya muncul tidak tenggelam tidak. Ada sesuatu di dalam kehidupannya, yaitu :
Kekuatiran – Fearness
Firman yang ditaburkan laksana benih itu tergencet oleh roh kuatir, dan ini mempengaruhi jalan hidup seseorang. Firman yang memiliki kuasa untuk membebaskan, meski telah ditabur tergeser oleh kekuatiran. Membuat kuasa Firman tidak dirasakan dalam kehidupan seseorang.
Mengapa bisa kuatir? Karena tidak mengenal siapa Allahnya, Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang sangat memperhatikan umat-Nya. Bukti nyatanya adalah Kristus yang diutus oleh Bapa untuk memuliakan kembali manusia di dalam diri-Nya, menuju kehidupan yang berbahagia.
Hal lain adalah :
Percintaan dunia – Loved the world
Saat ini, bagi kita yang masih hidup tentunya masih tinggal di dunia. Namun sebagai orang percaya yang telah dipanggil dari gelap menuju Terang-Nya yang ajaib, kita tidak boleh mencintai dunia.
Hal ini tentu tidak mudah, namun hendaklah disadari bila bicara cinta, arah nomor satu tentunya kepada Tuhan, seperti Sabda Suci-Nya cintai Tuhan dengan sebulat hati. Yang kedua cintai sesama manusia (dimulai dengan dari yang paling dekat, pasangan hidup –suami atau istri), kemudian anak-anak, keluarga, tetangga dan seterusnya sebagai sesama manusia.
Bila dasarnya benar maka sikapnya dalam hidup akan tidak arogan. Melayani Tuhan dan sesama dengan penuh Kasih. Memberitakan kabar baik dengan penuh Cinta Kasih bukan dengan menonjolkan kebenaran dan kemauan sendiri. Bertindak bijaksana tanpa harus menjelek-jelekan orang lain.
Ingat – Remember
Matius 6:27-32, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu “
Dalam Karya per-utusan-Nya, Yesus mengajarkan kepada murid-murid dan semua orang percaya berkenaan dengan :
Roh kuatir – The spirit of fear
Kekuatiran tidak menambah sedikitpun jalan hidup. Rasa kuatir ini sangatlah berbeda dengan sikap hati-hati dalam hidup seseorang. Hati-hati memang perlu sebagai bagian dari akal budi dan hikmat yang telah Ia berikan. Tetapi kekuatiran adalah sikap yang cenderung negatif hasil dari pikiran dan pandangan yang berlebihan dalam menanggapi suatu permasalahan. Karena kuatir hidup bisa tersendat, menyebabkan sakit, diantaranya karena peredaran darah yang tidak teratur, serta mengakibatkan pola makan yang tidak sehat.
Tuhan itu pemelihara, Ia punya rencana yang indah. Dalam Sabda-Nya, Ia memberikan gambaran logis, bagaimana bunga bakung bermekaran dengan indah juga burung-burung yang beterbangan dengan riang di udara. Raja Salomo, seorang raja yang kaya-raya saja tidak berpakaian seindah dan semegah bunga bakung yang indah itu. Artinya, bila Tuhan perduli tanaman yang sederhana –yang masa hidupnya singkat- apalagi manusia, ciptaan yang diciptakan seturut citra-Nya. Tuhan pasti beri solusi!!
Sekarang mari kita lihat percintaan dunia.
I Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. “
Yakobus 4:4, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”
Sabda Tuhan mengatakan semua yang ada di dalam dunia yaitu, keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup itu bukan berasal dari Bapa. Semua itu berasal dari dunia. Maka keinginan daging jangan dipuja, keinginan mata jangan dituruti sebab mata tidak akan pernah puas, dan keangkuhan hidup dapat mencelakakan. Semua kemegahan yang ada di dunia akan lenyap, sebab kelak Tuhan akan jadikan langit dan bumi baru (Why 21).
Maka sekali lagi, jangan pernah bangga dengan apa yang dimiliki di dunia ini karena kelak akan dilenyapkan, akan musnah. Mari kita bersama hargai berkat Tuhan dan mengucap syukur bila Tuhan memperkenankan kita mengelola kekayaan dari-Nya. Kelola dengan bijak pula.
Meski hidup di dunia, namun sikap dan cara hidup orang benar bukan menggunakan cara hidup dan pandangan dunia –yang meminggirkan Tuhan bahkan tidak mengakui keberadaan Tuhan-, tapi menggunakan pandangan dan sikap hidup sorgawi. Hidup tidak tercemari dengan dunia, ibarat ikan laut yang ketika hidup tidak akan terasa asin. Hanya ketika ikan itu mati maka air laut yang merasuk ke dalam tubuh ikan yang membuat menjadi asin.
Mencintai dunia Tiada Kasih Allah
Love the world No God’s Love
Bila mengasihi dunia akan tidak ada Kasih Allah, dan Allah tidak akan mengasihi. Bersahabat (Yun. Philia φιλία) dengan dunia akan menjadikan kita menjadi seteru Allah, berseberangan dengan Allah (Yak. 4:4), selaku orang percaya kita tidak ber-kasih-kasihan dengan dunia. Sebab keinginan dunia yang telah tercemari dosa dan kehendak Allah yang Kudus bagaikan dua kutub yang berlawanan, dan tidak akan tersatukan.
Semestinya saat orang percaya menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Ia telah masuk ke dalam areal keselamatan, dan seiring dengan pertumbuhan rohani ia akan masuk dalam kekudusan di bawah perlindungan dan Kasih yang nyata dari-Nya.
Bila Pejanjian Lama berpusat pada Torat maka Perjanjian Baru pada Anugerah –Yesuslah penggenapan Torat, di Perjanjian Baru Janji Allah yang mengasihi manusia itu di genapi.
Perjanjian Baru di awali dengan hadirnya nabi Yohanes pembaptis, ia menyerukan pertobatan dan juga baptisan sebagai tanda –simbolik- pertobatan. Bicara Baptisan, nabi Yohanes pembaptis ini berkata “..kapak sudah siap, yang tidak berbuah akan ditebang” (Mat 13:22).
Posisi baptisan ada di halaman. Seorang Imam di Tabernakel, setelah masuk dari pintu gerbang, ia akan melangkah untuk cuci tangan dahulu di kolam pembasuhan. Artinya, setiap pelayan Tuhan yang sudah lahir baru harus melayani Tuhan dengan hati nurani atau motivasi yang beres di hadapan Tuhan (2 Tim 1:3).
Rasul Paulus menasehati Timotius muridnya yang kala itu masih muda (20th), saat sebelum memulai tugas penggembalaan. Bahwa melayani Tuhan harus dengan hati yang tulus ikhlas, melayani dengan benar di hadapan-Nya supaya menjadi pelayanan yang berbobot. Pelayanan tidak boleh sekedar asal jalan, asal jadi, asal dilaksanakan tanpa ada ketulusan hati untuk melayani-Nya. Maka disisi lain untuk menghadirkan pelayanan yang berbobot prima, sebagai institusi gereja perlu tertib, perlu dikelola dengan seksama dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai wadah pertumbuhan yang sehat di hadapan-Nya.
Berdasar pada skema Tabernakel di atas, secara sederhana umat Tuhan umumnya (yang ber-gereja) minimal sudah ada di area halaman, percaya dan terima Kristus, memberi diri dibaptis dan sudah terima Roh Kudus, maka seyogyanya ada buah yaitu buah pertobatan. Menghasilkan kehidupan yang baru, memiliki kesaksian dalam hidupnya dan menunjukkan perbedaan sikap hidup dibanding dengan sikap hidup orang yang tidak percaya.
Seseorang yang sudah melangkah dari area halaman dan masuk dalam persekutuan Ruangan Suci. Ia akan berjumpa dengan tiga benda, meja roti pertunjukan, pelita emas dan mezbah dupa. Ketiga benda itu memberikan arti dalam pertumbuhan rohani seseorang. Meja roti pertunjukan berarti tumbuh dalam kesucian karena persekutuan dengan Firman Tuhan dan perjamuan suci yang menjadi daging. Pelita Emas, berarti tumbuh dalam pelayanan dalam manifestasinya Roh Kudus dan Mezbah dupa berarti tumbuh dalam hidup di dalam doa –dalam Roh dan Kebenaran-
Berjuang untuk terus ada di Ruangan Suci –Tumbuh menjadi dewasa- dan berbuah kekudusan, dan terus bertekun kepada sasaran puncak, hingga nanti di persekutuan sempurna di Ruangan Maha Suci. Sempurna adalah puncakdari proses, sebab Bapa itu sempurna (Mat 5:48). Berjuang terus menyucikan diri dan menyempurnakan kekudusan (2 Kor 7:1). Menjaga diri supaya tidak terlibat dalam pencemaran jasmani dan rohani/pikiran.
Kekuatiran dan percintaan dunia yang menghambat pertumbuhan untuk menghasilkan buah. Solusinya seperti apa?
6.8. Penutup – Ending
Filipi 4:6-7, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. “
Kehidupan menjadi tidak bertumbuh, Firman yang ditabur tidak bertumbuh dan membuahkan sesuatu aksi dalam kehidupan perlu dicarikan solusi.
Dari dua hal yang menyebabkan kehidupan yang tidak berbuah, kita akan lihat satu persatu.
Bila :
Kuatir Berdoalah
Fear Let us pray
menyatakan keinginan kita dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Bersyukur masih bisa menyatakan permohonan kepada Allah yang sanggup memenuhi segala keperluan kita. Setelah kita menyatakannya kita akan melihat dan merasakan bahwa Tuhan sealu memiliki rencana yang indah dalam hidup kita dan damai sejahtera akan turun dalam kehidupan kita.
Bila damai sejahtera Allah menguasai hati dan pikiran kita akibatnya akan ada keyakinan. Ada ketenangan dan tidak kuatir. Berdoalah supaya tenang dan ada kemantapan saat menghadapi masalah, menjadi percaya diri dalam melangkah di jalan kehidupan. Bila suatu saat merasa kuatir, maka serahkan saja kuatirmu pada Tuhan.
Solusi atas percintaan dengan dunia sehingga menjadi tidak bertumbuh dan menghasilkan buah :
Ibrani 13:5-6, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? “
Meski berat berjuanglah untuk :
Jangan mencintai dunia – Don’t love the world
Ditunjukkan dalam bentuk kongkrit dengan tidak cinta akan uang. Uang penting tetapi jangan sampai diperbudak oleh uang. Bila akarnya cinta akan uang, itu akan menumbuhkan berjenis-jenis kejahatan.Orang percaya telah ditebus dengan harga yang mahal –seharga darah Kristus- di bebaskan dari kesia-siaan hidup (Rom 12:1). Maka berubahlah, jangan lagi menjadi budak kejahatan.
Ingat, dimana ada hartamu, disitu ada hatimu. Orang percaya yang sudah terima Kristus akan menjalankan Sabda-Nya untuk mencintai-Nya sebulat hati, dan senantiasa percaya bahwa hidupnya ada di dalam rancangan-Nya yang indah. Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita itu adalah Sabda-Nya, tidak akan dibiarkan orang yang mengasihi-Nya dengan sebulat hati dibiarkan sendiri, dibiarkan terlantar, hidup tersia-sia.
Orang benar dan hidup dalam kebenaran akan cakap menanggung segala perkara –hidup berkemenangan besar- , sebab Ia memampukannya. Sehingga orang percaya akan selalu berkata dalam hati dan ucapannya bahwa :
Tuhanlah penolongku – God is my helper