Get Adobe Flash player
10 February 2011

Pandang kemuliaan-Nya ( View His Glory )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB Editorial Staff

cross_on_blueKAMIS, 10 PEBRUARI 2011

 WAHYU 22:1-5

“Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada didalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-      Nya” (ayat 3).  Bukan hanya fisik bangunan dari kota Yerusalem baru yang membuat kota itu istimewa, tapi juga karena dikota itulah Allah dan Anak Domba berdiam dan memerintah. Takhta Allah dan takhta Anak Domba tegak dikota itu dan pemerintahan-Nya bebas dari laknat sehingga hamba-hamba-Nya dapat beribadah kepada-Nya tanpa rasa cemas bahkan dapat memandang wajah-Nya. Lengkaplah keistimewaan kota tersebut dengan adanya sungai air kehidu pan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba, bahkan pohon-pohon kehidupan ada tumbuh diseberang-menyeberang sungai kehidupan tersebut. Tidak dapat kita bayangkan bagaimana suasana dan keadaan Yerusalem baru, pemerintahan yang dipegang Allah sendiri dengan kota yang terbuat dari emas, tidak ada laknat atau setitikpun kejahatan, hanya ada damai, sukacita dan penyembaha kepada Dia yang duduk memerintah. Dan bukankah memang itu yang Tuhan Yesus kehendaki yakni supaya dimana Ia ada, disitu pula umat-Nya berada. Jika Dia sendiri begitu merindu untuk bersekutu dengan umat-Nya, menyediakan tempat untuk selamanya hadir ditengah-tengah umat-Nya, tidakkah kita memiliki kerinduan hati yang sama, rindu untuk selama-lamanya diam bersama dengan Allah dan Anak Domba dalam pemerintahan-Nya? Kerinduan hati itulah yang akan memacu kita untuk berusaha bagai mana hidup berkenan dihadapan-Nya sehingga jika saatnya tiba kita benar-benar berdiam dengan-Nya dan memandang wajah-Nya. Yesus Kristus sungguh merindu untuk menjadi satu dengan umat-Nya, Ia mau supaya kita umat-Nya, kelak dapat memandang kemuliaan-Nya (Yohanes 17:22-24).  

 TANPA KEKUDUSAN TIDAK MUNGKIN ORANG MEMANDANG ALLAH.

 THURSDAY, 10 February 2011

 Revelation 22:1-5

 Then there will be no more curse. Throne throne of God and the Lamb will be in it and his servants shall serve him “(verse 3). Not just the physical building of the new Jerusalem that makes the city special, but also because the city is God and the Lamb dwell and reign. Throne of God and the Lamb throne erect in the city and his administration free from the curse so that His servants to serve him without feeling anxious even to look at His face. Complete privilege of the city with the rivers of living water that flows out of the throne of God and the throne of the Lamb, even the trees of life is growing side of the river is life. We can not imagine how the atmosphere and circumstances of new Jerusalem, God’s government held its own with the city made of gold, there is no curse or a speck of any crime, there is only peace, joy and worship to Him who sat rule. And is not that’s what the Lord Jesus wants to be where he is, there are also his people. If he himself is so longed for fellowship with His people, as well as provide a place for His people forever and he is present in the midst of his people, would not we have the same hearts desire, to dwell forever with God and the Lamb in His reign? Hearts desire that will spur us to seek how to live pleasing before Him so that when the time comes we actually stayed with him and looked at his face. Jesus Christ really yearn to become one with His people, He will that we are his people, later to view his glory (John 17:22-24).

 HOLINESS WITHOUT LOOKING PEOPLE MAY NOT GOD.

9 February 2011

Kota Masa Depan ( The Future City )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

handheavensh1RABU, 9 PEBRUARI 2011

WAHYU 21:9-27

“Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal” (ayat 11). Allah telah menjadikan segala sesuatu baru, langit yang lama dan bumi yang lama telah berlalu dan diganti dengan langit dan bumi yang baru. Tidak berhenti sampai disitu, Iapun juga menurunkan kota Yerusalem yang baru. Sangat jauh berbeda penampi lan antara Yerusalem yang lama dengan Yerusalem yang baru. Sebuah kota yang dibangun dengan emas murni, bahkan jalan-jalannyapun juga dari emas murni, bening bagaikan kristal, temboknya terbuat dari permata yaspis dengan dasar-dasarnya dibuat dari dua belas batu berharga. Sementara Yerusalem lama yang dibumi telah rusak oleh kejahatan penduduknya. Perbedaan lainnya lagi adalah tidak ada Bait Suci dikota Yerusalem yang baru, sebab Allah dan Anak Domba itu sendiri yang menjadi Bait Sucinya, Allah sendiri telah berdiam bersama-sama dengan umat-Nya. Kemuliaan Allah menerangi kota tersebut sehing ga kota itu tidak memerlukan matahari. Dan sama seperti langit dan bumi yang baru, hanya mereka yang namanya ada tertulis dalam kitab kehidupan yang akan tinggal didalamnya. Sekarang, dibumi ini kita sering mengagumi kemegahan bangunan-bangunan buatan tangan manusia yang mudah hancur. Kita kagum melihat kemegahan bangunan WTC di Amerika yang hanya dengan sekali sentuhan kecil Allah menjadi hancur dan tidak berbentuk lagi. Tidakkah kita akan lebih bangga dan kagum dengan apa yang telah Allah sediakan dan merindu untuk tinggal didalamnya, di Yerusalem baru, kota yang mulia buatan Allah sendiri? Jangan biarkan kemuliaan dunia ini memudarkan kerinduan kita akan kota yang mempu nyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri, Yerusalem baru, nantikanlah itu (Ibrani 11:10).

YERUSALEM SORGAWI, ITULAH KOTA MASA DEPAN KITA.

 WEDNESDAY, February 9, 2011

Revelation 21:9-27

 “The city was filled with the glory of God and the light is the same as the most beautiful jewel, jewel like jasper, clear as crystal” (verse 11). God has made all things new, the old heaven and earth had passed and replaced with a new heaven and earth. Do not stop there, he also lowered the new city of Jerusalem. Very much different appearance between the Jerusalem of the old with the new Jerusalem. A city that was built with pure gold, even the streets are also made of pure gold, like transparent crystal, its wall made of jasper gem with the basics made of twelve precious stones. While the old Jerusalem on earth has been corrupted by the evil inhabitants. Another difference again is no temple in the city of New Jerusalem, for God and the lamb itself became its temple, God himself has lived together with his people. The glory of God illuminates the city so the city does not need the sun. And in the heaven and new earth, only those whose names are written in the book of life that will live in it. Now, this earth we often admire the grandeur of the buildings made with hands, which easily destroyed. We marveled at the splendor of the WTC buildings in America with just a small touch of God to be destroyed and no longer form. Would not we be more proud and amazed by what God has provided and yearn to live in it, the new Jerusalem, a city made glorious God himself? Do not let the glory of this world will diminish our desire to have a city base, which was planned and built by God himself, the new Jerusalem, and wait for it (Hebrews 11:10).

HEAVENLY JERUSALEM, THAT’S THE FUTURE OF OUR CITY.

8 February 2011

Langit dan Bumi yang baru ( The New Sky and Earth )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

YESUS1SELASA, 8 PEBRUARI 2011

WAHYU 21:1-8

“Ia yang duduk diatas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman –Nya: “Tuliskanlah,karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar” (ayat 5). Bumi telah rusak, demikian pula dengan penduduknya mempraktekkan hidup yang rusak pula, sedang mata Allah terlalu suci untuk melihat kejahatan, maka Iapun menjatuhkan hukuman atasnya. Seiring dengan dihukumnya dosa dan kejahatan dengan biang keroknya, yakni si iblis, maka Allah berkenan untuk memulihkan sega la sesuatunya. Allah menciptakan langit yang baru dan  bumi yang baru pula, maka mereka yang akan menikmatinya juga adalah orang-orang yang telah diperbaharui. Jika dilangit yang lama dan bumi yang lama dosa dan penderitaan begitu menjajah hidup manusia, maka dilangit yang baru dan bumi yang baru semua itu tidak akan ada, tidak akan ada perkabungan dan ratap tangis, demikian pula dengan dukacita dan air mata, bahkan mautpun tidak ada lagi. Pendek kata untuk selama-lamanya mereka yang tinggal didalamnya akan hidup dalam damai dan kebahagiaan karena Allah sendiri akan berdiam bersama-sama manusia. Mereka yang menang, yakni mereka yang telah mengalami pemulihan dan menanggalkan manusia lama akan menikmati semua itu, tapi semua orang yang tetap berbuat dosa akan mendapat bagiaannya dalam lautan api yang menyala-nyala. Jika demikian adanya, mari mulai sekarang berhenti berbuat dosa, tanggalkan manusia lama kita dan beri diri untuk diperbaharui. Allah tidak akan membiar kan ada titik hitam sekecil apapun dalam apa yang telah Ia jadikan baru, jadi harus benar-benar menjadi manusia baru untuk masuk kedalamnya. Sejak menerima Kristus sesungguhnya kita menjadi manusia baru, tapi pembaharuan itu akan terus berlangsung selama kita masih hidup di dunia ini (Kolose 3:10).

 BERUBAHLAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU.

 TUESDAY, 8 February 2011

Revelation 21:1-8

“He who sits on the throne saying:” Behold, I make all things new! “And His words:” Write, for these words are trustworthy and true “(verse 5). Earth has been damaged, as well as with its inhabitants practiced a damaged life too, was the sight of God is too holy to see evil, then He also condemned man. Along with doing the condemnation of sin and evil along with the culprits, namely the devil, it pleased God to restore everything. God creates the new heavens and new earth, then those who would enjoy it are the ones that have been updated. If the old heavens and earth of the old sins and sorrows of human life is so controlled, then the new heaven and new earth it would not exist, there will be no more mourning and wailing cry, so it is with sorrow and tears, not even death will be no more. In short forever those who live in it will live in peace and happiness because God Himself will dwell with them. Those who win, namely those who have experienced recovery and take off the old man’s life will enjoy all that, but everyone who commits sin will get a share in a sea of flaming fire. If so, let’s start now we stop sinning, take our old man and give ourselves to be renewed. God will not let there any small black dots in our lives that have been updated, so we should really be a new man in order to go into it. Since receiving Christ we truly become a new man, but the renewal will continue as long as we still live in this world (Colossians 3:10).

 BY RENEWAL OF YOUR MIND WAS CHANGED.

2 February 2011

Kenal melalui Firman ( Know through the Word of God )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) Oleh  staf redaksi WSB

renunganRABU, 2 PEBRUARI 2011

WAHYU 19:11-16

Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah” (ayat 13).  Saatnya telah tiba untuk Allah menampilkan diri-Nya sebagai Raja segala raja dan Tuan diatas segala tuan setelah dosa dan kejahatan dihukum setimpal dengan perbuatanya dan masih akan menyusul binatang serta nabinya dan tidak ketinggalan si iblis. Sebagai Raja segala raja yang Setia dan Benar, Ia akan memerintah, menghakimi dan berperang dengan adil, Ia akan membersihkan dosa dan kejahatan dalam kilangan anggur murka-Nya. Pedang yang keluar dari mulut-Nya akan memukul segala bangsa yang hidup dalam kejahatan karena Allah tidak akan membiarkan kejahatan ada dalam pemerintahan-Nya. Pasukan-Nya menunggang kuda putih dan mereka mengenakan lenan halus yang putih bersih, siap sedia untuk berperang. Dan jubah yang dikenakan-Nya sendiri bernama Firman Allah, hal itu memberi pengertian bahwa jika kita mau mengenal siapa Allah, Raja segala raja dan Tuan diatas segala tuan itu, kita bisa mengenal-Nya melalui firman Allah. Pada mulanya adalah firman, firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah. Bila Allah sendiri menampilkan diri sebagai firman, maka tidak ada media lain untuk mengenal-Nya selain melalui firman. Jika kita berkata mau mengenal Allah tapi menolak firman Allah itu sendiri, allah manakah yang hendak kita kenal ? Dia bukan Allah yang ber belit-belit sehingga susah untuk dikenal, Dia juga bukan Allah yang rumit dengan berbagai peraturan dan permintaan, tapi Dia adalah Allah yang maha hadir dan memberi diri untuk ditemukan siapa saja yang mencari-Nya. Tidak ada pilihan lain untuk mengenal Allah, terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam dihati karena itulah yang berkuasa menyelamatkan jiwa kita (Yakobus 1:21).

 IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN AKAN FIRMAN ALLAH.

 WEDNESDAY, February 2, 2011

Revelation 19:11-16

 “And He wore robe that has been dipped in blood, and his name is:” The Word of God “(verse 13). The time has come for God displaying Himself as King of kings and Lord of Lords over the sin and wickedness punished accordingly with actions and still will follow the beast and his prophet and do not miss the devil. As King of kings who Faithful and True, he will rule, judge and war with justice, He will cleanse sin and evil in the hallway wine of his wrath. The sword comes out of his mouth would hit the nations who live in the crime because God will not let evil exist within the government. His troops and their white horses dressed in fine linen white and clean, ready for war. And his worn robes of his own called the Word of God, it gives the sense that if we want to know who God, King of kings and Lord of Lords above it, we can know Him through the word of God. In the beginning was the word, the word together with God and the Word was God. If God himself present themselves as the word, then there is no other media to get to know him other than through words. If we say want to know God but reject the word of God itself, the question is, Which god shall we know? He is not God convoluted so hard to be known, He is also not a God of strict and rigid with the various rules and requests, but He is God’s omnipresent and always gave Himself to be found by anyone who seeks Him. There is no other choice to know God, but to accept with meekness the implanted word of hearts, because that’s in power save our souls (James 1:21).

  FAITH  WILL ARISE FROM HEARING THE WORD OF GOD.

1 February 2011

Kebahagiaan tertinggi ( Highhest happiness )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) By WSB editorial staff

niceSELASA, 1 PEBRUARI 2011

WAHYU 19:6-10

 “Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba. Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah“ (ayat 9).   Sukacita karena jatuhnya Babel semakin lengkap dengan diselenggarakannya pesta per jamuan kawin Anak Domba. Ini bukan perkawinan jasmani atau harafiah, ini perkawinan rohani, yakni bersekutunya dengan erat Anak Domba dengan pengantin-Nya, yaitu jemaat yang telah mencapai kesempurnaan dan kedewasaan iman. Berbagai aniaya dan penderitaan telah mendewasakan dan memur nikan iman orang percaya dan mereka yang masuk dalam kondisi seperti itu layak untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba dan menjadi mempelai-Nya. Tidak ada sukacita dan kebahagiaan yang melebihi daripada sukacita diundang dan menjadi mempelai dalam perjamuan kawin Anak Domba. Sebagai pribadi-pribadi yang telah mengalami proses pendewasaan iman melalui berbagai aniaya dan derita, maka ketika menjadi mempelai Anak Domba, pakaian yang mereka kenakan adalah kain lenan halus yang berkilauan, yang adalah gambaran dari perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus tersebut. Seberapa rindukah kita untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba? Mulai dari sekarang berjuang untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang didasari dengan pertobatan yang yang sungguh. Jangan lari dari tantangan tapi pandanglah itu sebagai cara Allah untuk menyucikan dan mendewasakan iman kita, sebab ingatlah bahwa hanya orang yang kedapatan hidup suci dan dewasa yang akan menjadi mempelai-Nya. Tanpa pakaian yang pantas tidak akan layak kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, maka hiduplah dalam kekudusan yang adalah pakaian pesta kita (Matius 22:10-14).

HIASILAH  DIRIMU  DENGAN KEMEGAHAN DALAM KEKUDUSAN.    

TUESDAY, February 1, 2011

Revelation 19:6-10

 “Then he said to me:” Write: “Blessed are those who were invited to the wedding feast of the Lamb. He said again to me: “These words are true, the words of God” (verse 9). Joy since the fall of Babylon complete with the convening of the wedding feast of the Lamb. This is not marriage, physically or literally, this spiritual marriage, namely the close alliance between the Lamb with his bride, the church that has reached perfection and maturity of faith. Various mayhem and suffering has been maturing and purify the faith of believers and those who enter under such conditions, it is reasonable to enter into the marriage supper of the Lamb and become his bride. There is no joy and happiness that exceed joy when we were invited and became the bride of the marriage supper of the Lamb. For individuals who have undergone the process of maturation of faith through a variety of persecution and suffering, then when it became the bride of the Lamb, their clothing is fine linen, sparkling-sparkle, which is an image of the true deeds of the saints them. How big is our desire to enter the marriage supper of the Lamb? Starting from now strive to do good deeds are based on repentance genuine. Do not run away when faced with challenges, instead look at it as a way of God to purify and maturing of our faith, reason, remember that the only person who is found living holy and spiritually mature, who would become his bride. Without proper clothing, we will not be eligible to enter into the marriage supper of the Lamb, therefore, live in holiness which is our party clothes (Matthew 22:10-14).

 Ornate, the grandeur in holiness.