Get Adobe Flash player
31 March 2011

Alat bagi rancangan-Nya ( His tools for the design )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

KAMIS, 31 MARET 2011

KEJADIAN 25:19-34

“Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda” (ayat 23). Abraham telah mengambilkan seorang istri yang tepat bagi Ishak, anaknya, yakni dari kalangan kaum keluarganya. Tapi tidak jauh berbeda dengan orang tuanya, ternyata Ribka, istrinya juga adalah seorang yang mandul. Kuasa Tuhan tidak terbatas, oleh sebab Ia sudah berjanji akan menjadikan Abraham sebagai bangsa yang besar, maka sesuai dengan doa Ishak, Tuhan membuka rahim Ribka sehingga iapun mengandung. Masalahnya, anak yang ada dalam kandungannya bertolak-tolakan yang ternyata anak kembar didalamnya.  Kedua anak itupun Tuhan persiapkan menjadi dua bangsa yang besar, tapi anak yang bungsu akan lebih kuat bangsanya dari anak yang sulung. Demikianlah Esau dan Yakub hadir didunia, dan sesuai dengan apa yang telah Tuhan firmankan, tanda-tanda bahwa Yakub akan lebih kuat dari Esau nampak dari sikap Esau yang memandang ringan hak kesulungan hanya demi semangkuk sup kacang merah. Sedang Yakub dengan kecerdikannya akhirnya beroleh berkat dari hak kesulungan karena baginya itu adalah berkat yang besar. Dua contoh sikap dalam memandang kasih karunia Allah dengan akibatnya. Ketidakmampuan kita dalam menghargai kasih karunia Allah hanya akan menghasilkan kegagalan hidup sekalipun Tuhan sudah memperlengkapi dan menyiapkan rancang an-Nya yang besar atas kita. Sebaliknya, sikap menghargai kasih karunia Allah akan menghasilkan kebahagiaan dan keberhasilan sekalipun kecil kekuatan kita. Rencana dan rancangan Allah digenapi atas kita bukan karena kekuatan dan kemampuan atau apapun yang kita miliki, tapi karena kepercaya an, ketaatan dan penundukkan kita pada firman-Nya, maka jadilah penurut-penurut Allah (Efesus 5:1).

JADILAH ALAT TUHAN BAGI KEGENAPAN RANCANGAN-NYA.

THURSDAY, 31 MARCH 2011

25:19-34 EVENTS

Two nations are in your womb, and two tribal nations will be split up from inside your womb; tribes which one will be stronger than others, and older children will become slaves to young children” (verse 23). Abraham had the right to pick a wife for Isaac, his son, from among the family. But not much different from their parents, turned out to Rebekah, his wife also was a barren. God’s power is not unlimited, so He has promised to make Abraham a great nation, then in accordance with the prayer of Isaac, God opened the womb of Rebecca, so she began to conceive. The problem is that there is a child in her womb-repulsion that was contrary to twins in it. Second child of God and even then prepare to be two great nation, but the youngest child will be more powerful nation than the first-born child. Thus Esau and Jacob present world, and in accordance with what has God says about the signs that Jacob would be stronger than is apparent from the attitude of Esau Esau who despised his birthright for a bowl of soup just red bean. Who’s Jacob with cleverness finally obtain the blessing of his birthright because it is a great blessing. Two examples of the attitude of looking at the grace of God with the consequences. Our inability to appreciate the grace of God will only result in failure to live even if God has been equipping and preparing the design of his great on us. Conversely, respect for God’s grace will produce happiness and success despite our small strength. Plan and design of God was fulfilled upon us not because of the strength and ability, or whatever we have, but because of trust, obedience and submission we are in his words, then be imitators of God (Ephesians 5:1).

BE A DESIGN TOOL LORD FOR HIS FULNESS.

30 March 2011

Dalam kuasa Allah

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian

RABU, 30 MARET 2011

KEJADIAN 25:12-18

“Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya” (ayat 16).  Tepat seperti  yang Allah katakan kepada Abraham ketika Ia membuat tanda perjanjian dengan mengadakan sunat, demikianlah akhirnya Ismael benar-benar memperanakkan dua belas orang yang pada perkembangannya menghadirkan dua belas raja diatas bumi. Kedar dan Nebayot menjadi keturunan yang paling menonjol dan sering ditulis dalam Alkitab mewakili saudara-saudaranya yang lain. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka. Dan Allahpun juga setia akan janji-Nya terhadap Abraham untuk mem berkati Ismael dan keturunannya dan siapa yang diberkati Tuhan tetaplah orang yang terberkati, tidak peduli dari manapun asal muasalnya. Demikianlah pada akhirnya keturunan Ismael juga menjadi bangsa yang besar dan diberkati Tuhan oleh karena Abraham. Menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak mengang gap bahwa hanya kitalah orang, kelompok, suku bangsa atau bahkan agama sebagai satu-satunya yang diberkati Tuhan. Dia bukan hanya Tuhannya satu kelompok, suku bangsa atau agama tertentu, tapi Dia adalah Tuhan atas segala yang ada ini dan Dia tetap memberkati siapapun yang Ia kehendaki. Sebalik nya kita akan menjadi orang yang seharusnya patut dikasihani jika menganggap Tuhan itu hanya milik suku bangsa atau agama kita padahal kita sendiri tidak taat pada kehendak dan firman-Nya, hidup jauh dari-Nya dan hanya memuliakan Dia dengan bibir padahal hati kita jauh daripada-Nya. Allah berkuasa penuh untuk memberkati siapa saja yang dikehendaki-Nya, Ia mau memperlihatkan kuasa-Nya dan memasyhurkan nama-Nya karenanya, maka jangan merasa diri sebagai yang paling dikasihi Tuhan (Roma 9:15-18).

TUHAN ITU SETIA DAN TIDAK PERNAH MEMANDANG MUKA.  

29 March 2011

Warisan yang berharga

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian

SELASA, 29 MARET 2011

KEJADIAN 25:7-11             

“Setelah Abraham mati, Allah memberkati Ishak, anaknya itu; dan Ishak diam dekat sumur Lahai-Roi” (ayat 11).  Abraham telah hidup dalam kepercayaan dan ketaatan akan firman Tuhan dan dalam masa tuanya ia juga telah menjadi seorang yang diberkati Tuhan luar biasa, bahkan ia masih bisa melihat anak kandungnya sendiri, ahli warisnya yang lahir pada masa tuanya, berumah tangga. Dalam hidupnya ia telah menanamkan ketaatan dan kepercayaannya akan Tuhan kepada anaknya, Ishak. Maka ketika tiba waktunya bagi Abraham untuk dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, iapun pergi meninggalkan dunia dalam damai, sudah putih rambutnya, tua dan suntuk umurnya. Allah setia dengan janji-Nya, Ia member kati Ishak karena Abraham dan Ishakpun hidup sesuai dengan apa yang telah diajarkan dan diteladankan bapanya kepadanya. Ishak telah mengalami sendiri dan melihat ketaatan bapanya ketika ia sendiri telah siap untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai korban sesuai dengan perintah-Nya kepada Abraham, bapanya. Jadi Ishakpun juga telah siap ketika bapanya itu harus dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Setiap orang tua pasti merindukan anak-anaknya hidup dalam suasana kelimpahan berkat dan untuk itu menjadi peran orang tua untuk mempersiapkannya. Bukan semata persiapan perkara jasmani, yang lebih penting adalah mempersiapkan mentalnya melalui ajaran dan juga keteladanan hidup orang tua yang percaya dan takut akan Tuhan. Dengan demikian ketika orang tua sudah sampai pada waktunya untuk kembali kepada penciptanya, ia bisa pergi dalam damai dan anak-anakpun juga kedapatan telah siap untuk menghadapi hidup tanpa bimbingan orang tua. Wariskanlah sesuatu yang berharga, yakni sikap hidup yang takut akan Tuhan yang menghasilkan jaminan berkat Tuhan atas anak cucu kita (Mazmur 25:12-13).

 WARISKAN “SUMBER” DARI SEGALA BERKAT KEPADA ANAK CUCU.

28 March 2011

Jadi hak ahli waris ( Heirs are entitled to )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

SENIN, 28 MARET 2011

 KEJADIAN 25:1-6

“Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-anaknya yang dipero lehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka – masih pada waktu ia hidup – meninggalkan Ishak, anaknya dan pergi kesebelah timur, ke Tanah Timur” (ayat 5-6).  Menjadi bapa banyak bangsa, itulah proses yang sedang terjadi atas Abraham, karena selain bangsa-bangsa yang hadir dari Ismael, anaknya dari Hagar, hamba Sara, bangsa-bangsa juga lahir dari keturu nan yang ia peroleh dari gundiknya, yakni dari ketura. Akan tetapi ahli warisnya, yakni orang yang berhak menerima segala harta yang ia miliki termasuk berkat yang ia terima dari Allah sendiri, tetap satu orang yakni Ishak dan keturunannya, sementara kepada anak-anaknya yang lain Abraham hanya mem berikan sekedar pemberian dan merekapun harus meninggalkan sang ahli waris dan pergi kesebelah timur, ke Tanah Timur. Itulah perbedaan nyata kehidupan seorang yang mendapat hak sebagai ahli waris dengan mereka yang hanya terhisab dalam suatu keluarga. Sekarangpun banyak yang menyebut dirinya sebagai keturunan Abraham, tapi pertanyaannya, apakah mereka juga mempunyai hak sebagai ahli waris dari berkat Abraham? Dan bagi kita, secara lahiriah kita juga bukan keturunan Abraham, tapi secara rohani, oleh Roh Allah, berkat-berkat Abraham juga menjadi bagian kita. Berkat Abraham juga bukan hanya soal perkara jasmani, berkat Abraham juga perihal bagaimana kita bisa menjadi berkat. Maka, bila kita percaya bahwa kita juga adalah keturunan Abraham secara rohani, sudah seharusnya pula kita yakin bahwa kita adalah ahli waris dari suatu janji dan berkat yang luar biasa, yang jauh lebih berharga dari segala yang ada didunia ini. Bersyukurlah bahwa karena Berita Injil, kita sekalipun bukan orang Yahudi turut menjadi ahli waris, anggota tubuh Kristus dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus (Efesus 3:6).

JADILAH AHLI WARIS YANG MENGERTI AKAN HAKNYA.

MONDAY, 28 MARCH 2011

 25:1-6 EVENTS

“Abraham gave all his possessions to Isaac, but to his children which he gets from his various mistresses he gave a gift, then he told them – are still at the time of his life – leaving his son Isaac and climb over the fence east, into East Land” (verse 5-6). Being a father of many nations, that process is going on Abraham, because in addition to the nations in attendance from Ishmael, son of Hagar, the servant of Sarah, the nations are also born of the seed he obtained from his mistress, from Keturah. However, their heirs, the person entitled to receive any property he owned, including the blessings he received from God himself, remains one of Isaac and his descendants, while the other children of Abraham just to give just a gift and they should leave the heirs and climb over the fence east, to the Eastern Land. That’s the real difference in the life of a man who gets rights as the heirs to those who simply alter the fact in a family. Today many who call themselves as descendants of Abraham, but the question is, do they also have rights as an heir of the blessing of Abraham? And for us, outwardly we are not descendants of Abraham, but spiritually, by the Spirit of God, the blessings of Abraham also became our part. Blessing of Abraham is also not just about physical matter, thanks to Abraham also about how we can be a blessing. So, if we believe that we too are spiritual descendants of Abraham, we should also believe that we are heirs of the promise and tremendous blessing, which is far more valuable than everything that exists in this world. Be thankful that because of the gospel, we are even not Jewish heirs, members of the body of Christ and the participants in the promise in Christ Jesus (Ephesians 3:6).

BE UNDERSTAND HEIRS OF THEIR RIGHTS.

 

28 March 2011

Seri Khotbah dari WSB edisi 27 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Uraian Khotbah MInggu 20 Maret 2011

Oleh hambanya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

80.  Kesimpulan The conclusion

 Wahyu 21:1-8, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” 6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

 Ajaran dan didikan Tuhan itu mengarah kepada sesuatu yang jelas. Ada suasana kehidupan yang baru dan mulia yang menjadi hasil, dan itu adalah suatu kemenangan besar. Jemaat-jemaat yang dituliskan oleh Rasul Paulus, dipuji dan juga ditegor supaya menerima kemenangan. Bersama kita akan lihat, kesimpulan dari pengajaran-Nya kepada jemaat yang diajarkan melalui jemaat Laodikia.

 Tentu pernah mendengar nama kota Yerusalem. Nah, nama kota Yerusalem yang ada sejak zaman Daud akan dikekalkan.

 Bila menengok  kota Yerusalem yang ada di bumi saat ini, kota ini adalah kota yang penuh keunikan. Selain indah, Yerusalem memiliki sejarah yang panjang. Empat puluh empat kali pernah dihancurkan, namun sebanyak empat puluh empat kali pula kota ini dibangun kembali dari kehancurannya, dan kota Yerusalem hingga kini masih tegar berdiri.

 Nama kota Yerusalem tetap dipakai tapi Yerusalem Baru akan jauh berbeda. Jauh lebih indah dan jauh lebih mulia. 

 Orang percaya yang terus meningkat pertumbuhan spiritualnya akan masuk dalam kota kekekalan itu. Yerusalem baru, kota yang kelak sama sekali baru, sebab oleh-Nya :

 Segala sesuatu dijadikan baru – All thing’s made new

 Kota Yerusalem Baru kelak, lebih megah dan mulia lagi, kota yang sangat indah dan tiada bandingnya dengan kota-kota di bumi. Ketika Yesus kembali ke Sorga, Ia mempersiapkan tempat ini bagi bagi umat-Nya (Yoh 14:2-3), bila waktu-Nya tiba Ia akan menjemput umat yang dikasihi dan mengasihi-Nya dan membawa ketempat itu, sehingga dimana Dia ada, mereka juga ada.

 Pembaruan terus bergulir, hingga masuk ke Yerusalem baru :   

 81.  Untuk siapa? For whom?

 Wahyu 21:7, “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

 Siapa saja yang menang akan memperoleh semua, Yerusalem baru, langit baru diberikan kepada mereka yang mendapat predikat pemenang :

 Untuk para pemenang – For the winners       

 Hidup ini bagai perang (Ayub 7:1), ada pergumulan semasa hidup di dunia. Melawan roh jahat di udara, serta melawan keinginan dalam diri – berperang dengan kenginan daging / kedagingan- dan harus menang. Kenginan daging yang dibuahi akan menjadi dosa, dan dosa bila sudah matang pasti mendatangkan maut.

 Hanya pemenang yang dapat menikmati kehidupan yang indah dan mulia kelak. Sebab siapa yang menang akan menerima :

 Warisan kekal – An eternal legacy     

 Semua akan langgeng, tidak sementara seperti dibumi. Di sana ada makanan rohani, tubuh kemuliaan, hidup dalam suasana kerajaan Allah. Suatu tempat sangat indah, yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata dan semuanya berlangsung kekal.

 Kita masih ingat tujuh surat yang dialamatkan kepada tujuh jemaat oleh Rasul Paulus, selalu diakhiri kalimat “…barangsiapa yang menang..” supaya beroleh kemenangan beberapa sidang jemaat dipuji dan dimotivasi untuk terus mempertahankan prestasi, tapi ada pula jemaat yang ditegor sebagai bagian dari perhatian-Nya. Salah satu jemaat yang ditegor adalah jemaat Laodikia.

 Allah orang percaya punya karakter selain Maha Kasih tapi juga Maha Adil. Keadilan-Nya yang akan berbicara “lautan api”. Keadilan-Nya yag tidak mengijinkan kedagingan masuk ke Sorga-Nya. Semua di berikan hanya kepada yang menang!

 Ingat – Remember

 Pemenang akan menerimaThe overcome will recive

 Wahyu 2:11, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.”  “     

 Yang menang akan menerima :

 Hidup kekal – Eternal life

 Ada jaminan akan kehidupan kelak. Saat semua menghadap tahta putih, untuk menentukan hidup selanjutnya, orang percaya yang menang akan luput dari kemtatian kedua. Yang menang akan bersama dengan Dia dalam kekekalan yang tiada batas keindahannya, 

 Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.”  “          

 Kepada yang menang akan diberikan :

            Nama baru – The new name

 Sebuah nama yang kekal di sana, dan unik. Tidak akan terjadi nama yang sama untuk orang berbeda, hanya satu nama untuk satu orang layaknya sidik jari dan kornea mata yang masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya.

 Maka bersukacitalah kalau namamu ada di dalam buku kehidupan, sabda Yesus. Berjuanglah untuk mendengar dan melakukan Firman-Nya, supaya nama kita ada di sana (Lukas 10:19-20).

 Selalu waspada dengan tipu daya iblis yang tidak suka nama orang percaya ada disana, kuasa iblis sudah dihancurkan memungkinkan orang percaya dapat menghalau iblis yang berusaha menjatuhkan iman orang percaya   

 Wahyu 3:5, “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

 Yang menang akan diberikan pakaian putih bersih :

            Jubah kebenaran – The robes of rightousness

 Hari-hari ini adalah perjuangan, akan ada yang menang dan ada yang kalah. Sejauh kita terima Kristus dan terus berjuang tidak sampai gugur iman dalam ketekunan melakukan kehendak-Nya. Sabda Tuhan menjamin orang percaya akan menang, ia di bela di hadapan Bapa dan dihadapan malaikat-Nya (Yesaya 61:10).

Wahyu 2:26, “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;  “

 Kepada yang menang akan beroleh :

            Kuasa atas bangsa-bangsa– Power over the nations

 Ini berlaku kepada semua orang percaya yang menang. Seperti halnya ada jaminan bagi bangsa Israel (Ul 28:1), jaminan itu juga berlaku bagi orang percaya non Israel. Yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, setia sampai akhir akan menerima kuasa atas bangsa-bangsa.

 Wahyu 3:12, “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru

 Yang menang akan dijadikan :

                        Sokoguru Bait Suci Allah – The pillar of the temple of God

 Tetap di dalam rumah Allah. Tetap menjadi umat Tuhan, dan Tuhan ada di dalam kehidupannya. Terus punya kesempatan melayani Tuhan selama-lamanya, hidup dan pelayanannya dihargai dihadapan Tuhan.

 Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.  “

        

Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.

Kepada yang menang akan diberikan :

 Makanan rohani – The spiritual food

 Keperluannya akan dicukupi dalam hal makanan. Karena tubuh telah menjadi rohani, maka makanannyapun adalah makanan rohani. Makanan yang bersifat kekal.

 Dberi makan dari pohon yang ada di Firdaus, pohon kehidupan. Buah pohon kehidupan tidak sembarangan boleh dimakan, kecuali kepada yang diberikan hak oleh-Nya.

 Pada mula kejadian, pohon kehidupan ini dijaga sebab bila manusia memakannya ia akan beroleh kekekalan (Kej. 3:22), sesaat manusia melanggar ketetapan Allah mereka diusir dari taman Firdaus, dan pintu taman dijaga oleh malaikat dengan pedang yang bernyala.

 

Manusia diusir, sebab bila sampai makan dengan kehidupan yang telah tercemar dosa, maka mereka akan kekal dalam dosa. Hal itu akan menjadi sesuatu yang akan menyengsarakan manusia.

 

Hingga rancangan-Nya yang indah berlaku, Ia dengan rela mengutus Putra-Nya untuk menebus manusia kembali supaya menjadi milik-Nya lagi. Yang menerima-Nya akan beroleh selamat, dan beroleh warisan kekal termasuk akan menerima makanan rohani, buah dari pohon el-hayat. 

 

  1. Wahyu 3:21, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. “      

 

Yang menang akan didudukkan bersama-sama dengan Dia di atas Tahta-Nya, atau sama dengan:

 

 

           Memerintah bersama Dia – Rule with Him

 

Suatu posisi yang luar biasa. Orang percaya yang menerima hal ini, sama halnya dengan memperoleh kemenangan besar, sebab tidak semua orang percaya dapat menerimanya.

 

Bila kita melihat skema Tabernakel, suasana pemerintahan ada di dalam wilayah kesempurnaan (aras putih)

 

Gambar Skema Tabernakel

Kemuliaan Allah terasa di seluruh kerajaan, tapi tidak semua akan ada di aras putih, ditentukan  seturut karya pengabdian orang percaya di bumi.

 

Untuk sampai pada posisi ini kita perlu penolong –Roh Kudus-, memiliki sikap hidup yag jelas, bertumbuh sehat, hingga disempurnakan.

 

Manusia adalah ciptaan yang istimewa dihadapan Allah, secara mendasar Allah sudah mengatur sedemikian rupa, kewenangan Allah itu diberikan secara tidak lansung melalui penugasan kepada malaikan untuk untuk melayani manusia (ibr 1:14).

 

Orang percaya yang mendapat jaminan keselamatan dilayani oleh malaikat, suatu hal yang memberikan gambaran betapa besar perhatian-Nya kepada milik-Nya.

 

Sejarah bangsa Israel mencatat, saat bangsa ini akan memasuki kota Yerikho. Malaikat Tuhan berkarya lebih dulu, mereka meneguhkan dan berperang bersama bangsa Israel. Ketika bangsa Israel taat, Dia berperang ganti kita. Maka pada setiap ujian kehidupan bila yang orang percaya hadapi itu seijin Tuhan maka pasti ada hasil yang positif.

 

 Siapa yang dikatakan pemenang?  – Who are the winners?

 

Orang percaya atau pribadi-pribadi yang tekun dan setia kepada-Nya, dalam wujud :

 

 

Tunduk Firman Allah sampai mengalami keubahan wujud seperti Dia

Obey the word until have transformation as Him

 

Kolose 3:10, “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

 

Berjuang untuk bersedia belajar dan diajar oleh pengajaran-Nya, sampai menampakkan perubahan yang berarti dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupannya.

 

Tidak sebatas menerima Firman Allah hanya menjadi pengetahuan (Ibr. logos) tapi menjadi tindakan iman yang nyata (Ibr. rhema), menginspirasikan kehidupan orang percaya untuk melangkah hingga memperoleh kemenangan, dan kemenangannya adalah kemenangan besar!

 

 

82.  Penutup Ending

 

Ibrani 5:8, “Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

 

Filipi 2:5-8, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Mencapai kemenangan ada perjuangannya, untuk menerima segala hal yang baru kelak ada prosesnya.

 

Yesus dimuliakan oleh Bapa, Ia dikaruniakan nama segala nama juga bukan didapat dari hasil yang serta merta , tetapi dari suatu proses ketaatan yang sangat luar biasa untuk menjalankan kehendak Bapa.

 

Yesus Kristus, junjungan orang percaya memberikan teladan kebenaran. Ia telah ada di sorga, menyediakan tempat bagi orang percaya. Maka untuk beroleh hasil yang sama :  

             

Ikutilah teladan-Nya !

Follow His example!                          

 

 

Menjadi taat dan setia kepada kehendak-Nya dalam kehidupan kita. Tentu hal ini tidak mudah, manusia punya kecenderungan tidak taat. Tapi Yesus dalam kemanusiaan-Nya meneladankan untuk belajar taat, sebagai pengikut-Nya kita pun dituntut hal yang sama, belajar taat.

 

Belajar, menuruti teladan-Nya, menuruti jejak kaki-Nya hingga keluar menjadi pemenang. Menguasai diri untuk selalu fokus pada kehendak-Nya, dan bukan menuruti keinginan daging yang pasti tidak sudi dikekang. Ingat, orang yang mampu menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Ams 16:32).

 

Penguasaan diri adalah sesuatu yang luar biasa, ia akan lebih dari pahlawan yang menaklukan kota. Teruslah minta Roh Kudus untuk berdiam di dalam kehidupan kita dan memberi tuntunan supaya dapat melangkah sesuai kehendak-Nya.

 

Sadar, bila berhasil itu berarti campur tangan Tuhan, dan tidak menjadi arogan. Dari upaya yang sederhana berhasil menaklukan keinginan diri, keakuan diri dan terus berjuang di jalur-Nya Tuhan, maka cepat atau lambat kita akan dapati kehidupan yang berkemenangan besar!!!   

 

 

 

26 March 2011

ARAHKAN TUJUAN HIDUP

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian
SABTU, 26 MARET 2011

KEJADIAN 24:1-67              

TUHAN, yang dihadapan-Nya aku hidup, akan mengutus malaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, sehingga engkau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku” (ayat 40).  Allah memberkati Abraham dalam segala hal dan Abraham sendiri hidup dalam tanda penyertaan Allah. Dalam masa tuanya, sebelum ia kembali kepada pencipta nya, Abraham merasa berkewajiban untuk mempersiapkan masa depan anaknya, Ishak, dan dalam hal ini adalah seorang pendamping hidup, yakni seorang istri. Abraham tidak bertindak sembarangan, Ishak tidak boleh memperisterikan seorang perempuan Kanaan, maka iapun menyuruh hamba kepercayaannya kepada sanak saudaranya, di negeri asalnya, untuk mengambil istri bagi Ishak. Itu adalah tindakan yang benar dan bijaksana dihadapan Tuhan, maka Iapun menyertai dan membuat berhasil perjalanan hamba Abraham tersebut dengan mempertemukannya dengan Ribka, cucu dari Nahor, saudara Abraham. Atas kehendak Tuhan pula Ribka bersedia untuk diperistri Ishak sehingga hati Ishak juga dihiburkan setelah ia ditinggal ibunya. Orang tua bertanggungjawab mengarahkan anak panah ditangannya, yakni anak-anaknya untuk menuju masa depan yang lebih baik, dan termasuk didalamnya adalah masalah pasangan hidup. Memang sekarang bukan jamannya lagi bagi orang tua untuk menentukan pasangan hidup anak-anaknya, tapi tetaplah menjadi peranya untuk mengarahkan anaknya mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan penyerahan, penyertaan dan pertolongan Tuhan, seorang anak bisa di pimpin Tuhan menemukan pasangan hidupnya yang tepat. Arahkanlah anak-anak pada jalan ang patut bagi mereka, maka pada masa tuapun mereka tidak akan menyimpang dari jalan itu (Mazmur 22:6).

DIDIKLAH ANAK-ANAK  DALAM TAKUT AKAN TUHAN SELAGI ADA HARAPAN.   

25 March 2011

HIDUP DENGAN BIJAKSANA

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian

JUM’AT, 25 MARET 2011

KEJADIAN 23:1-20

“Tuanku ini seorang raja agung ditengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburan nya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu” (ayat 6).  Umur manusia terbatas,demikian pula dengan Sara, istri Abraham, hanya mencapai usia seratus dua pulus tujuh tahun, lalu mati. Sebagai seorang asing, seorang pendatang dinegeri yang sebenarnya telah dijanjikan Allah kepadanya, Abraham berhasil membina hubungan yang baik dengan penduduk setempat. Hal itu nampak nyata ketika ia membutuhkan kuburan untuk Sara, ia tidak mendapat kesulitan untuk mendapatkannya. Bahkan justru penyertaan Allah membuat ia begitu dihormati oleh penduduk setempat, dianggap sebagai seorang raja agung ditengah-tengah-tengah mereka. Tidak ada yang menolak untuk Sara dikuburkan ditengah-tengah mereka, maka iapun dikuburkan dalam damai didalam gua,diladang Makhpela yang dibeli Abraham dari orang Het. Janji-janji Tuhan yang luar biasa yang dinyatakan pada kita, hendaknya tidak membuat kita besar kepala, demikian pula dengan berkat-berkat-Nya. Mungkin kita adalah orang yang dihormati, baik dilingkungan maupun usaha dan pekerjaan, tapi itu juga bukan alasan untuk membesarkan diri, justru sebaliknya kita harus hidup bijaksana. Kita masih hidup didunia sekalipun memiliki janji-janji Allah, dan sebagai makhluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri, kita juga membutuhkan orang lain. Dan hubu ngan kita dengan orang luar tergantung bagaimana kita membawa diri ditengah-tengah masyarakat. Biar lah mereka disekitar kita juga turut merasakan berkat dan kasih Allah yang dilimpahkan-Nya atas kita. Perhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup, milikilah cara hidup yang baik ditengah-tengah dunia ini sehingga mereka memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka (1 Petrus 2:11-12).

MULIAKANLAH ALLAH SELAMA KITA HIDUP.

24 March 2011

Khotbah Minggu 13 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu | Tag

Oleh hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

Uraian

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

77.  Fakta KasihNya The fact of His Love

 Wahyu 3:19, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Yang dikasihi Tuhan, jemaat Laodikia diberi hajaran yang mengarah kepada kekudusan (Jw. Diuruk’i). Cinta Kasih Allah tidak saja dipahami sebatas Kasih yang lembut, namun untuk kepentingan pertumbuhan jemaatNya, jemaat itu akan : 

 

Ditegor dan diajar – Rebuked & Chastened

 Dia yang mengasihi  menegor jemaat Laodikia supaya menjadi lebih baik. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari didikan yang seturut rencana-Nya.

 Tujuannya- The purpose

 Ibrani 12:5-11, “ Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

 Ajaran atau didikan Tuhan ada tujuan-Nya demi kebaikan umat-Nya. Supaya kita mencapai standar atau beroleh dalam :

Kekudusan – Holiness

Meski awalnya, ajaran Tuhan dirasakan tidak enak secara daging, tapi kemudian akan menghasilkan sukacita sebagai buahnya.

 

Bila sesuatu hal Tuhan ijinkan terjadi, hal itu pasti akan membawa kebaikan bagi umat-Nya. Sebab demikianlah memang rancangan-Nya, rancangan damai sejahtera.

 

Sejak orang percaya mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan hidup dalam ketaatan pada Firman-Nya maka Ia adalah milik Tuhan. Sebagai milik-Nya, tidak akan ada satu kuasapun dapat mendekati tanpa seijin-Nya. Milik-Nya akan terus dijaga dan dipelihara.

Ajaran yang diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan umat-Nya akan menjadikan orang percaya punya kualitas spiritual yang terus meningkat, hingga kelak disempurnakan oleh-Nya pada masa-Nya.

 Maka, bila tegoran / ajaran itu diberikan kta wajib memberikan respon yang benar.  

  7.8.  Respon yang benar The real reaction

 Wahyu 3:20 “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

 Tuhan yang mengasihi manusia rindu masuk ke dalam kehidupan umat-Nya. Ia mengetok pintu hati berulang-ulang. Jika ada yang mendengar yang Ia harapkan adalah :

Buka pintu hati – Open the heart       

 Ia tetap mengetok, hingga orang itu rela membukakan pintu. Bila respon yang benar dilakukan dengan membuka pintu hati, Ia akan masuk dan akan ada : 

 

 

 

Pesta – celebrate

 

Bila itu adalah kita, Ia masuk dalam kehidupan kita, memberikan sukacita dan beragam hal positif lainnya. Setiap hari-hari yang dilalui orang percaya yang rela membuka pintu hatinya akan selalu diisi dengan perayaan. Momen penuh keindahan dan penuh ucapan syukur sambung menyambung tiada putusnya.

 

Bicara tentang pintu, Yesus sendiri berkata bahwa “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. “( Yoh. 10:9), Ia juga adalah Gembala Yang Baik  yang menuntun domba-dombaNya ke padang rumput pemeliharaan. Ia akan menuntun umat-Nya tergembala, masuk dalam negeri perhentian yang sejati, ini adalah suasana pesta.

 

Dalam bagian Tabernakel terdapat pintu-pintu. Ada yang disebut pintu gerbang, pintu kemah dan pintu tirai. Tiga pintu itu merefleksikan Kristus dalam karya-Nya, dalam kepribadian yang berbeda sebagai jalan.

 

Dimulai dari jalan kebenaran. “Karena begitu besar Kasih Bapa,..Ia karuniakan Putra-Nya supaya yang percaya – yang membuka pintuhatinya- tidak binasa (Yoh. 3:16). Jalan kepada Bapa, hanya mungkin terjadi melalui Putra-Nya.  

 

Bersyukur bila kita telah menanggapi dengan benar. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat (Rom. 10:9-10), akan beroleh keselamatan. Hal ini dalam Tabernakel bagai melewati Pintu Gerbang.

 

 

 

A. Pintu gerbang                        Dibuka                                Terima keselamatan

The gate                                      opened                                receive salvation

 

Efesus 2:8-10, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.  “

 

Roma 10:9-10, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

 

Yesaya 61:10, “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

 

Suara-Nya yang berseru tentang betapa besar Cinta Kasih-Nya, laksana Dia yang mengetuk pintu. Saat seseorang merespon dengan membuka pintu hati. Keselamatan yang kekal diberikan. Jaminan yang pasti bahwa ia yang menerima-Nya tidak akan binasa, ini sebuah pesta!  Disahkan :

 

 

Jadi umat Tuhan – Become the people of the Lord

 

Yesus menampilkan diri-Nya sebagai pintu, Ia adalah jalan keselamatan dan hidup. Yesus tidak datang ke dalam dunia untuk mendirikan agama tapi menganugrahkan keselamatan. Yesus Kristus adalah penyelamat manusia!!

 

 

 

B. Pintu Kemah                                      Dibuka                               Terima kesucian

The door                                      opened                                receive holiness

 

Galatia 4:6-7, “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

 

Tidak saja disebut umat Tuhan tapi diakui :

 

 

 

Jadi anak-anakNya

Become the sons

 

Pintu kemah bicara Yesus pembaptis Roh Kudus. Setelah menerima keselamatan, maka kepada yang seturut kehendak-Nya, Roh Kudus akan mengisi hati umat Tuhan, memampukan kita sekalian berseru “ya Abba, ya Bapa”. Suatu anugrah luar biasa, hak istimewa dapat memanggil Dia Bapa. Ini juga pesta!

 

Pintu Kemah yang di bukakan akan membuat orang percaya menerima kesucian. Hal ini hanya dimungkinkan bila di hati orang percaya ada Roh Kudus. Roh Kudus yang akan menjadi penolong, mengingatkan dan menuntun orang percaya untuk tetap bertahan dan melakukan kehendak-Nya dalam kebenaran.Roh Kudus yang mengisi hati, akan membantu anak Tuhan dalam keseharian hidup. Memampukannya untuk cakap menanggung segala perkara.

 

Murid Yesus yang mendengar dan bersedia membuka pintu untuk menerima Roh-Nya pada zaman gereja mula-mula berjumlah 120 murid. Mereka diminta untuk tinggal di Yerusalem setelah kebangkitan-Nya. Jumlah murid Yesus saat itu, diperkirakan lebih dari itu, namun yang mendengar dan melakukan perintah-Nya lah -yang saat itu ada di loteng Yerusalem-, tercatat menerima kepenuhan Roh sebagai kegenapan Janji-Nya yang luar biasa (Mat. 3:11; Kis. 1:4-5)

 

Bila Terima Roh Kudus. Maka Roh itu bersaksi bahwa kita adalah anak  Allah (Rom. 8:14-17), menjadi pewaris kerajaan Sorga, sewaris dengan Kristus sumber sukacita orang percaya.

 

Pertumbuhan di dalam pengiringan kepada Dia telah selangkah maju hingga kelak berjumpa dalam kesempurnaan.

 

 

 

C. Tabir / Tirai                                      Dibuka                                  Kesempurnaan                     

The Jeil                                            opened                                        Perfection       

 

Matius 27:51, “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,  “

 

Tabir menggambarkan diri-Nya sebagai perobek daging. Saat karya salib tuntas dilaksanakan pembatas Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci terbelah. Sehingga dengan keberanian percaya dapat masuk ke dalam Ruangan Maha Suci (Ibr. 10:19), masuk dalam kemuliaan-Nya.

 

Ketika pintu tirai itu dibuka, orang percaya dapat memandang kemuliaan-Nya. Keagungan-Nya yang luar biasa di tampilkan. Pada posisi ini orang percaya akan :

 

 

Jadi kekasihNya / Mempelai

 

Kualitas hubungan yang jauh lebih tinggi secara spiritual, memenuhi standar Kasih ilahi yang tiada batas.

 

Setelah daging tidak bersuara, kita akan dimampukan untuk memandang kemuliaan-Nya. Hidup terus di sucikan, sampai puncaknya kelak, saat kedatangan-Nya tubuh jasmani akan berganti dengan tubuh kemuliaan.Sempurna seperti Dia yang adalah sempurna

 

7.6.  Nasehat Advice

 

Ibrani 3:7, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

 

        Bila mendengar ketokan pintu, mendengar suaraNya, nasehat Tuhan adalah :

       

 

 

Jangan keraskan hati – bertobatlah

Don’t harden your heart – repent                               

 

Saat membuka pintu, akan ada pengampunan. Berbuahkan sukacita yang menjadi bagian kita.

 

Hari-hari ini Tuhan terus memberkati kita, maka buka hati dan tinggalkan kelakuan yang lama. Dengan rela hati menerima kebenaran Firman, supaya Roh Kudus turun memenuhi hati kita dan kita disebut anak-anak Allah yang mewarisi Kerajaan Sorga.

 

Jemaat Laodikia di ajar sebagai wujud Cinta Kasih-Nya yang besar kepada mereka, demikian juga kita orang percaya di zaman akhir, di ajar untuk menerima kemuliaan. Bila bersedia membuka pintu hati, maka kemenangan besar pasti terjadi, cakap menanggung segala perkara.  

 

 

 

 

24 March 2011

SUDAH DIPERSIAPKAN-NYA

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian

KAMIS, 24 MARET 2011

KEJADIAN  22:20-24

“Dan Betuel memperanakkan Ribka. Kedelapan orang inilah dilahirkan Milka bagi Nahor, saudara Abraham itu” (ayat 23).  Suka duka kehidupan telah Abraham alami, ada saat dimana ia mengalami kuasa dan pembelaan Tuhan, menikmati berkat-berkat-Nya. Tapi ada saatnya pula dia harus pergi meninggalkan tempat yang dia diami karena bahaya kelaparan disana, bahkan ada saat dimana ia diuji kepercayaannya oleh Tuhan untuk melepaskan miliknya yang paling berharga. Hidup sebagai orang asing, sendirian di negeri yang dijanjikan Tuhan menjadi miliknya dan milik keturunannya, bukanlah hal yang mudah, tapi semua Abraham jalani dalam tanda ketaatan dan kepercayaan kepada Tuhan. Maka menjadi suatu penghiburan bagi Abraham ketika mendengar kabar bahwa Nahor, saudaranya, telah dikaruniai Allah delapan orang anak laki-laki dan masih ditambah empat orang lagi dari gundiknya. Dan secara khusus nama Ribka telah dimunculkan disini sebagai persiapan dirinya masuk dalam sejarah hadirnya bangsa pilihan Allah dimuka bumi. Dialah Ribka yang dikemudian hari menjadi istri Ishak, anak Abraham. Hidup kita ada dalam tangan Tuhan, Ia tahu apa yang Ia lakukan terhadap kita, bahkan telah dipersiapkan-Nya rancangan yang indah, yakni rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari esok yang penuh pengharapan. Tapi untuk itu semua waktu dan saat ada ditangan Tuhan sendiri, dan Dia tahu kapan memunculkan kita. Penyerahan diri menjadi dasar untuk hidup dalam rancangan Tuhan samp ai Ia menganggap sudah waktunya untuk mengangkat dan menampilkan kita sebagai alat bagi kemuliaan –Nya. Kita memang tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir, tapi yakinlah bahwa sekalipun melalui proses menyakitkan, semua akan dibuatnya indah pada waktu nya (Pengkhotbah 3:11).

RANCANGAN-NYA INDAH BAGI YANG MEMPERCAYAI-NYA.

23 March 2011

Ujian kepercayaan

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

RABU, 23 MARET 2011

KEJADIAN 22:1-19

“Jangan bunuh anak itu dan jangan kau apa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaku” (ayat 12).  Ketaatan Abraham telah teruji, ia telah meninggalkan sanak saudaranya dan juga negerinya sesuai dengan panggilan Allah atas dirinya dan Allah sendiri juga sudah memberkatinya bukan hanya kelimpahan berkat jasmani, tapi juga janji akan hadirnya seorang anak laki-laki yang menjadi ahli warisnya. Dan setelah semua yang ia terima, Allah kembali menguji kepercayaan dan ketaa tan Abraham, Ia meminta miliknya yang paling berharga yakni anak satu-satunya, ahli warisnya, untuk dipersembahkan kepada-Nya. Semua berasal daripada-Nya, tanpa berbantah Abraham melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Sebagai sosok yang sedang dipersiapkan Allah untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, Allah benar-benar memproses Abraham untuk itu, dan ternyata Abraham lulus dalam kesemuanya itu sampaipun harus mengorbankan anaknya sendiri. Kemuliaan yang dari atas, dari Allah, adalah kemuliaan yang dihasilkan melalui proses yang seringkali menyakitkan bagi kedaging an. Sementara bagi kita yang sedang dipersiapkan Allah dan harus mengalami proses, dituntut ketaatan dan kepercayaan kita kepadaNya, sampaipun pada titik harus kehilangan sesuatu milik yang kita anggap paling berharga. Tapi tidak akan mampu kita melepaskan milik yang paling berharga jika kita tidak benar-benar percaya kepada-Nya. Jika kita percaya kepada Tuhan, maka kita juga harus melakukan perintah-perintah-Nya yang membawa kepada hidup (Mazmur 119:66).

 SIAPA YANG PERCAYA KEPADA TUHAN TIDAK AKAN GELISAH.