Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB edittorial staff
KAMIS, 3 MARET 2011
KEJADIAN 11:27-32
“Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur Kasdim untuk pergi ketanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap disana” (ayat 31). Hadir dari keturunan Sem, Terah secara tidak langsung telah memulai maksud Allah untuk menghadirkan sebuah bangsa pilihan yang dibentuk oleh Allah sendiri. Hal itu dimulai dari keputusannya untuk meninggalkan tanah leluhur nya,Ur-Kasdim, bersama dengan Abram dan isterinya, Sarai, serta Lot, cucunya, anak Haran. Sementara Haran, ayah Lot telah mati dan Nahor sendiri memilih untuk tetap tinggal di Ur-Kasdim. Keputusan Abram untuk mengikuti bapanya meninggalkan tanah leluhurnya, membuktikan ketaatannya terhadap orangtua sekalipun ia sendiri telah memiliki keluarga. Abram tetap mendampingi bapanya tinggal di Haran sampai bapanya meninggal. Dan ternyata sikap seperti itu sendiri berharga dimata Tuhan, dan tanpa di sadarinya, ia telah membuktikan dihadapan Tuhan bahwa ia memiliki unsur yang utama dari sebuah panggilan, yaitu ketaatan. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, Allah yang kita sembah dalam Tuhan Yesus adalah perencana agung, dan Ia telah menyiapkan sebuah rencana yang indah untuk setiap kita. Semua itu bisa melalui lika-liku hidup yang seringkali tidak menyenangkan dan membawa duka serta kesedihan. Kunci dari semua itu adalah ketaatan, adakah kita tetap taat ketika harus menghadapi badai hidup, atau kita bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Dan ketaatan kita terhadap Tuhan yang tidak kelihatan bisa dilihat dan diukur dari ketaatan terhadap orang yang kita lihat, baik itu orang tua maupun para pemimpin yang ada. Abram taat, Kristus taat, bahkan sampai mati disalib dan besar upah untuk ketaatan mereka, maka marilah kita sebagai keturunan Abraham karena penebusan Kristus menjadi anak-anak yang taat (1 Petrus 1:14).
KETAATAN MEMIMPIN PADA KEBENARAN.
THURSDAY, 3 MARCH 2011
EVENTS 11:27-32
“And Terah took Abram his son, and his grandson Lot, the son of Haran, and Sarai, daughter, wife of Abram his son, he went along with them from Ur of the Chaldeans to go land of Canaan, and they came to Haran, and settled there “(verse 31). Present from the descendants of Shem, Terah has indirectly started God’s intention to present a chosen people formed by God Himself. It begins from his decision to leave his ancestral land, Ur of the Chaldeans, along with Abram and his wife, Sarai, and Lot, his grandson, the son of Haran. While Haran, the father of Nahor, Lot, was dead and chose to remain in Ur of the Chaldeans. Abram decision to follow his father left the land of their ancestors, to prove his obedience to parents even if he himself has had a family. Abram still accompany his father lived in Haran until his father died. And apparently that attitude is itself valuable in the eyes of God, and without realizing it, he has proved before God that he has a major element of a call, that is obedience. No one chance in life, we worship God in the Lord Jesus is the great planner, and He has prepared a wonderful plan for each of us. All this can be through ins and outs of life that are often unpleasant and bring sorrow and grief. The key of all is obedience, there remain in compliance when we have to face the storms of life, or do we grumble and blame God. And our obedience to God that is not visible can be seen and measured by the obedience of the people we see, both parents and the leaders there. Abram obeyed, Christ was obedient, even unto death on the cross and a large reward for their obedience, then let us as descendants of Abraham for the redemption of Christ become children of obedience (1 Peter 1:14).
COMPLIANCE WILL LEAD TO THE TRUTH








