Khotbah Minggu 13 Maret 2011
Oleh hamba-Nya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM
Uraian
Contoh ketujuh – The seven example
Jemaat Laodikia – The church of Laodicea
Wahyu 3:7-13
77. Fakta KasihNya – The fact of His Love
Wahyu 3:19, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! “
Yang dikasihi Tuhan, jemaat Laodikia diberi hajaran yang mengarah kepada kekudusan (Jw. Diuruk’i). Cinta Kasih Allah tidak saja dipahami sebatas Kasih yang lembut, namun untuk kepentingan pertumbuhan jemaatNya, jemaat itu akan :
Ditegor dan diajar – Rebuked & Chastened
Dia yang mengasihi menegor jemaat Laodikia supaya menjadi lebih baik. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari didikan yang seturut rencana-Nya.
Tujuannya- The purpose
Ibrani 12:5-11, “ Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” 7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. “
Ajaran atau didikan Tuhan ada tujuan-Nya demi kebaikan umat-Nya. Supaya kita mencapai standar atau beroleh dalam :
Kekudusan – Holiness
Meski awalnya, ajaran Tuhan dirasakan tidak enak secara daging, tapi kemudian akan menghasilkan sukacita sebagai buahnya.
Bila sesuatu hal Tuhan ijinkan terjadi, hal itu pasti akan membawa kebaikan bagi umat-Nya. Sebab demikianlah memang rancangan-Nya, rancangan damai sejahtera.
Sejak orang percaya mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan hidup dalam ketaatan pada Firman-Nya maka Ia adalah milik Tuhan. Sebagai milik-Nya, tidak akan ada satu kuasapun dapat mendekati tanpa seijin-Nya. Milik-Nya akan terus dijaga dan dipelihara.
Ajaran yang diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan umat-Nya akan menjadikan orang percaya punya kualitas spiritual yang terus meningkat, hingga kelak disempurnakan oleh-Nya pada masa-Nya.
Maka, bila tegoran / ajaran itu diberikan kta wajib memberikan respon yang benar.
7.8. Respon yang benar – The real reaction
Wahyu 3:20 “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. “
Tuhan yang mengasihi manusia rindu masuk ke dalam kehidupan umat-Nya. Ia mengetok pintu hati berulang-ulang. Jika ada yang mendengar yang Ia harapkan adalah :
Buka pintu hati – Open the heart
Ia tetap mengetok, hingga orang itu rela membukakan pintu. Bila respon yang benar dilakukan dengan membuka pintu hati, Ia akan masuk dan akan ada :
Pesta – celebrate
Bila itu adalah kita, Ia masuk dalam kehidupan kita, memberikan sukacita dan beragam hal positif lainnya. Setiap hari-hari yang dilalui orang percaya yang rela membuka pintu hatinya akan selalu diisi dengan perayaan. Momen penuh keindahan dan penuh ucapan syukur sambung menyambung tiada putusnya.
Bicara tentang pintu, Yesus sendiri berkata bahwa “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. “( Yoh. 10:9), Ia juga adalah Gembala Yang Baik yang menuntun domba-dombaNya ke padang rumput pemeliharaan. Ia akan menuntun umat-Nya tergembala, masuk dalam negeri perhentian yang sejati, ini adalah suasana pesta.
Dalam bagian Tabernakel terdapat pintu-pintu. Ada yang disebut pintu gerbang, pintu kemah dan pintu tirai. Tiga pintu itu merefleksikan Kristus dalam karya-Nya, dalam kepribadian yang berbeda sebagai jalan.
Dimulai dari jalan kebenaran. “Karena begitu besar Kasih Bapa,..Ia karuniakan Putra-Nya supaya yang percaya – yang membuka pintuhatinya- tidak binasa (Yoh. 3:16). Jalan kepada Bapa, hanya mungkin terjadi melalui Putra-Nya.
Bersyukur bila kita telah menanggapi dengan benar. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat (Rom. 10:9-10), akan beroleh keselamatan. Hal ini dalam Tabernakel bagai melewati Pintu Gerbang.
A. Pintu gerbang Dibuka Terima keselamatan
The gate opened receive salvation
Efesus 2:8-10, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. “
Roma 10:9-10, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. “
Yesaya 61:10, “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. “
Suara-Nya yang berseru tentang betapa besar Cinta Kasih-Nya, laksana Dia yang mengetuk pintu. Saat seseorang merespon dengan membuka pintu hati. Keselamatan yang kekal diberikan. Jaminan yang pasti bahwa ia yang menerima-Nya tidak akan binasa, ini sebuah pesta! Disahkan :
Jadi umat Tuhan – Become the people of the Lord
Yesus menampilkan diri-Nya sebagai pintu, Ia adalah jalan keselamatan dan hidup. Yesus tidak datang ke dalam dunia untuk mendirikan agama tapi menganugrahkan keselamatan. Yesus Kristus adalah penyelamat manusia!!
B. Pintu Kemah Dibuka Terima kesucian
The door opened receive holiness
Galatia 4:6-7, “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. “
Tidak saja disebut umat Tuhan tapi diakui :
Jadi anak-anakNya
Become the sons
Pintu kemah bicara Yesus pembaptis Roh Kudus. Setelah menerima keselamatan, maka kepada yang seturut kehendak-Nya, Roh Kudus akan mengisi hati umat Tuhan, memampukan kita sekalian berseru “ya Abba, ya Bapa”. Suatu anugrah luar biasa, hak istimewa dapat memanggil Dia Bapa. Ini juga pesta!
Pintu Kemah yang di bukakan akan membuat orang percaya menerima kesucian. Hal ini hanya dimungkinkan bila di hati orang percaya ada Roh Kudus. Roh Kudus yang akan menjadi penolong, mengingatkan dan menuntun orang percaya untuk tetap bertahan dan melakukan kehendak-Nya dalam kebenaran.Roh Kudus yang mengisi hati, akan membantu anak Tuhan dalam keseharian hidup. Memampukannya untuk cakap menanggung segala perkara.
Murid Yesus yang mendengar dan bersedia membuka pintu untuk menerima Roh-Nya pada zaman gereja mula-mula berjumlah 120 murid. Mereka diminta untuk tinggal di Yerusalem setelah kebangkitan-Nya. Jumlah murid Yesus saat itu, diperkirakan lebih dari itu, namun yang mendengar dan melakukan perintah-Nya lah -yang saat itu ada di loteng Yerusalem-, tercatat menerima kepenuhan Roh sebagai kegenapan Janji-Nya yang luar biasa (Mat. 3:11; Kis. 1:4-5)
Bila Terima Roh Kudus. Maka Roh itu bersaksi bahwa kita adalah anak Allah (Rom. 8:14-17), menjadi pewaris kerajaan Sorga, sewaris dengan Kristus sumber sukacita orang percaya.
Pertumbuhan di dalam pengiringan kepada Dia telah selangkah maju hingga kelak berjumpa dalam kesempurnaan.
C. Tabir / Tirai Dibuka Kesempurnaan
The Jeil opened Perfection
Matius 27:51, “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, “
Tabir menggambarkan diri-Nya sebagai perobek daging. Saat karya salib tuntas dilaksanakan pembatas Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci terbelah. Sehingga dengan keberanian percaya dapat masuk ke dalam Ruangan Maha Suci (Ibr. 10:19), masuk dalam kemuliaan-Nya.
Ketika pintu tirai itu dibuka, orang percaya dapat memandang kemuliaan-Nya. Keagungan-Nya yang luar biasa di tampilkan. Pada posisi ini orang percaya akan :
Jadi kekasihNya / Mempelai
Kualitas hubungan yang jauh lebih tinggi secara spiritual, memenuhi standar Kasih ilahi yang tiada batas.
Setelah daging tidak bersuara, kita akan dimampukan untuk memandang kemuliaan-Nya. Hidup terus di sucikan, sampai puncaknya kelak, saat kedatangan-Nya tubuh jasmani akan berganti dengan tubuh kemuliaan.Sempurna seperti Dia yang adalah sempurna
7.6. Nasehat – Advice
Ibrani 3:7, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, “
Bila mendengar ketokan pintu, mendengar suaraNya, nasehat Tuhan adalah :
Jangan keraskan hati – bertobatlah
Don’t harden your heart – repent
Saat membuka pintu, akan ada pengampunan. Berbuahkan sukacita yang menjadi bagian kita.
Hari-hari ini Tuhan terus memberkati kita, maka buka hati dan tinggalkan kelakuan yang lama. Dengan rela hati menerima kebenaran Firman, supaya Roh Kudus turun memenuhi hati kita dan kita disebut anak-anak Allah yang mewarisi Kerajaan Sorga.
Jemaat Laodikia di ajar sebagai wujud Cinta Kasih-Nya yang besar kepada mereka, demikian juga kita orang percaya di zaman akhir, di ajar untuk menerima kemuliaan. Bila bersedia membuka pintu hati, maka kemenangan besar pasti terjadi, cakap menanggung segala perkara.








