Get Adobe Flash player
22 March 2011

Bukti penyertaan Tuhan ( Proof investments in GOD )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

SELASA, 22 MARET 2011

KEJADIAN 21:22-34

“Oleh sebab itu bersumpahlah kepadaku disini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah engkau harus berlaku kepadaku…”(ayat 23).  Allah memberkati Abraham dalam segala hal dengan limpahnya, baik lembu sapi dan kambing dombanya, bahkan juga orang-orangnya, sehingga kelihatanlah bahwa ia telah menjelma menjadi suatu kelompok dengan kekua tan yang besar. Hal itu membuat Abimelekh, raja Gerar di tanah Negeb, negeri dimana saat itu Abraham tinggal sebagai orang asing, segera mengambil inisiatif untuk mengadakan perjanjian damai denganya. Abimelekh sadar bahwa Abraham adalah pribadi yang disertai dan diberkati Allah. Sebagai orang yang tahu berterimakasih, maka sekalipun Abimelekh yang datang dan meminta perjanjian damai,  Abraham lah yang memberikan domba dan lembu sebagai tanda perjanjian. Kesempatan itu juga menjadi waktu yang tepat bagi Abraham untuk menyampaikan keberatanya perihal sumur yang digalinya tapi dirampas oleh hamba-hambanya Abimelekh. Jika Allah dipihak kita, siapakah lawan kita? Dia  adalah Allah yang setia dengan janji dan firman-Nya, Dia juga pasti akan menggenapinya. Tapi ingatlah juga bahwa jika Tuhan sudah menggenapi janji-Nya, memberkati kita dengan berkelimpahan, jangan menjadi arogan dan memandang rendah yang lain, ingat Dia yang memberi Dia juga bisa mengambilnya kembali. Inilah sikap yang seharusnya kita kedepankan, yakni biarlah nama Tuhan dipermuliakan dalam segala kebera daan kita sehingga dunia melihat bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang Maha kuasa. Hidup lah dalam takut akan Tuhan dan dalam tanda penyertaan-Nya, dengan demikian Ia akan menyempurna kan segala pekerjaan baik yang kita lakukan sehingga nama Tuhan dimuliakan didalam kita (1 Tesalonika 1:11-12).

SETIAP LIDAH AKAN MENGAKU BAHWA YESUS ADALAH TUHAN.  

TUESDAY, 22 MARCH 2011

21:22-34 EVENTS

“Therefore, swear to me here by God that you will not cheat me, or my children, or to my grandchildren, according to the friendship that I do unto you, so you must apply to me …” (verse 23). God blessed Abraham in all things in abundance, both cattle and sheep, even people, so it appears that he has been transformed into a group with great strength. It made Abimelech king of Gerar in the land of the Negev, the land where Abraham was living as a foreigner, immediately took the initiative to convene a peace treaty with him. Abimelech knew that Abraham was a person who accompanied and blessed by God. As someone who knows grateful, so even if Abimelech who came and asked for peace treaty, Abraham was the one who gives the sheep and cattle as a sign of the covenant. The opportunity was also a good time for Abraham to submit objections regarding the dug wells but seized by his servants Abimelech. If God is on our side, who are our opponents? He is faithful to the promises of God and His Word, He will surely fulfill. But remember also that if God had fulfilled His promise, bless us with abundance, do not be arrogant and look down on others, remember the One who gives He can also take it back. This is the attitude that we should show, which let the name of the Lord be glorified in all our existence so that the world sees that the God we worship is God Almighty. Life is the fear of God and in His inclusion marks, thus he will not perfected all our good work so that the name of the Lord be glorified in us (1 Thessalonians 1:11-12).

EVERY TONGUE WILL CONFESS THAT JESUS IS LORD

21 March 2011

Atas dasar kebenaran ( The Truth Basic )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

SENIN, 21 MARET 2011

KEJADIAN 21:8-21    

“Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak” (ayat 10).  Empat belas tahun beda usia antara Ismael dengan Ishak dan itu sudah cukup membuat Sara berpikir masalah ahli waris. Secara harafiah wajarlah bila Sara tidak menghendaki anak seorang budak yang pernah mengang gap rendah dirinya menjadi ahli waris bersama dengan anak kandungnya, maka iapun meminta kepada suaminya untuk mengusir hamba perempuan tersebut beserta dengan anaknya supaya anak hamba ter sebut tidak turut menjadi ahli waris. Kelihatannya kejam, tapi itu adalah usaha Sara untuk melindungi hak anaknya. Abraham tidak bisa menolaknya karena dari pihak Allah sendiri mengijinkan hal itu terjadi , sebab memang dari Ishaklah yang akan disebut sebagai keturunannya. Dan karena hal itu juga adalah seiijin Allah, maka Allahpun juga bertanggungjawab atas kelangsungan hidup Hagar dan keturunannya. Dipadang gurun Allah menyatakan pemeliharaan-Nya atas Hagar dan anaknya hingga anak itu tumbuh besar dan menjadi seorang pemanah. Ada saat dan juga batas untuk kita bertindak tegas diatas kebenaran dengan berkata tidak atas sesuatu yang membuat kita bisa kehilangan hak menjadi sorang ahli waris dari janji Allah. Dan saat kita harus bertindak tegas tersebut seringkali diiringi dengan perasaan tidak nyaman dan kasihan secara manusiawi, tapi percayalah bahwa menjadi seorang ahli waris bukanlah soal perasaan, tapi soal keberanian berdiri diatas kebenaran Allah. Ingat dan sadarlah bahwa ada ancaman atas hak kita menjadi ahli waris, maka kita juga harus berani berkata tidak untuk sesuatu diluar kebena ran walau bertentangan dengan hati nurani dan perasaan. Akhirlah yang menentukan apakah kita tetap mendapat bagian dari apa yang dijanjikan Allah, maka teguhlah dalam iman dan kebenaran (Ibrani 3:14).

BERANI KATAKAN TIDAK PADA DOSA DAN KEJAHATAN

MONDAY, 21 MARCH 2011

21:8-21 EVENTS

Said Sara to Abraham:” Expel the slave woman and her child, because children of this servant will not inherit together with my son Isaac “(verse 10). Fourteen-year age difference between Isaac and Ishmael with it is enough to make Sarah think the problem heirs. Literally it is natural when Sara does not want the son of a slave who has a low gap considers himself to be heir together with his biological child, so she began asking her husband to drive out the slave woman with her son to call the son of the slave was not heirs. It seems cruel, but it is Sara’s effort to protect the rights of children. Abraham could not resist it because of God’s own party allowed it to happen, for so from Ishaklah which will be referred to as the offspring. And because it also is were allowed by God, then God was also responsible for the survival of Hagar and his descendants. Wilderness God revealed His care for Hagar and her son until the child grew and became an archer. There are times and also the limit for us to act decisively over the truth by saying no to something that allows us to lose the right to be alone the heir of the promises of God. And when we need to act decisively is often accompanied by feelings of discomfort and compassion in human, but believe that being an heir is not a matter of feeling, but a matter of courage stands on the righteousness of God. Remember and realize that there are threats to our right to be an heir, then we must also dare to say no to something beyond the truth even if contrary to his conscience and feelings. End that determines whether we still get a share of what is promised by God, then, keep the faith and truth (Hebrews 3:14).

DARE TO SAY NO TO SIN AND CRIME.

16 March 2011

Peduli dengan doa

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian

RABU, 16 MARET 2011

KEJADIAN 19:1-29

“Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu” (ayat 29). Allah siap untuk menunggangbalikkan Sodom dan Gomora karena semua yang orang keluhkan tentang kota-kota lembah Yordan itu benar adanya. Lagipula memang tidak ada sepuluhpun orang benar di Sodom, tapi hanya empat orang, yakni Lot, isteri nya dan kedua anak perempuannya. Dan sebagaimana permintan Abraham bahwa tidak mungkin bagi Allah untuk melenyapkan orang benar bersama dengan orang fasik, maka dengan perantaraan dua malaikat-Nya yang akan menjalankan penghukuman, Allah lebih dahulu menyelamatkan Lot dan keluar ganya. Bukan semata karena apa yang telah di perbuat atau kebenaran Lot sendiri ia diselamatkan, tapi lebih dikarenakan kasih dan hubungan Allah dengan Abraham, Allah ingat akan Abraham dan perminta annya. Lot dan keluarganya sungguh-sungguh dikaruniai belas kasihan oleh Allah karena Abraham, sehingga sekalipun ia lebih memilih kota terdekat daripada menuruti perintah lari ke gunung, perminta annya tersebut dikabulkan. Tapi sayang isterinya tidak taat, ia menoleh kebelakang lalu menjadi tiang garam. Memang Allah tahu menyelamatkan orang benar dan menyimpan orang jahat untuk hari pehuku man, tapi mari kita juga menyadari bahwa tidak semata karena diri kita sendiri kita luput dari perkara yang jahat, ada pribadi-pribadi yang mengasihi kita yang turut andil dengan doa-doa yang dipanjatkan nya bagi kita. Oleh sebab itu jangan egois, marilah kita saling mendoakan satu dengan yang lainnya, karena doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16).

BERTEKUN DAN BERSEHATILAH DALAM DOA.

15 March 2011

Miliki KerinduanNya

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan Harian

SELASA, 15 MARET 2011      

KEJADIAN 18:16-33

“Katanya: ”Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati disana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu” (ayat 32). Penundukkan dan ketaatan Abraham pada perintah dan kehendak Tuhan menjadikanya memiliki hubung an yang dekat dan erat dengan-Nya. Hal itu terbukti ketika Tuhan hendak menjatuhkan hukuman atas Sodom dikarenakan sudah sangat berat dosanya dan Ia sendiri telah turun untuk melihat apakah benar demikan adanya di Sodom, Tuhan tidak menyembunyikan rencana-Nya tersebut, Ia memberitahukannya kepada Abraham. Dan Abraham sendiri juga berani untuk menyatakan keprihatinannya atas rencana Tuhan tersebut dan mencoba melunakkan hati-Nya dengan menyatakan bahwa di Sodompun juga ada orang benar. Dari mulai lima puluh sampai pada tinggal sepuluh orang benar Abraham meminta Tuhan untuk memperhatikan mereka sehingga Iapun tidak jadi membinasakan Sodom dan Gomora, dimana Lot , kemenakannya tinggal. Tuhan mendengarkan permintaan Abraham, tapi sayang, memang di Sodom tidak ada sekalipun hanya sepuluh orang benar. Apa yang bisa kita buat dan sejauh mana kepedulian kita akan nasib jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan dan sedang berjalan menuju pada kebinasaan? Paling tidak kita bisa berdoa untuk keselamatan jiwa-jiwa tersebut. Memang Tuhan tidak memberitahukan pada kita bahwa Ia hendak membinasakan suatu kota seperti Ia memberitahukannya pada Abraham, tapi kita tahu kebenarannya dalam firman Tuhan bagaimana nasib mereka yang masih hidup diluar Tuhan, yakni kebinasaan. Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkanlah orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pembantian, jangan bersikap masa bodoh (Amsal 24:11-12).

 KEHENDAK ALLAH ADALAH: KESELAMATAN SEMUA ORANG.

8 March 2011

Kecil tapi kuat ( Small but powerful )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) By  WSB editorial staff

niceSELASA, 8 MARET 2011

KEJADIAN 14:1-16      

“Dan pada waktu malam, berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba disebelah utara Damsyik” (ayat 14). Lot hidup sesuai pilihannya, sesuai dengan apa yang dipandangnya baik, di daerah yang dilihatnya seperti taman Tuhan, seperti Mesir, yakni di lembah Yordan. Namun ternyata apa yang menurut pandangannya itu baik menyimpan sesuatu yang buruk, ia tinggal dekat dengan kota yang jahat dimata Tuhan, Sodom. Akhirnya benar, ketika terjadi peperangan antara dua persekutuan kerajaan-kerajaan, Sodom dan perse kutuan kerajaannya kalah, Lot pun ikut menerima akibatnya dengan menjadi tawanan persekutuan kera jaan yang menang. Mendengar hal tersebut Abram segera mengambil tindakan, mengumpulkan orang-orangnya dan mengejar musuh yang telah menawan Lot. Disinilah nyata penyertaan Tuhan atas Abram, hanya dengan sedikit orang, yakni tiga ratus delapan belas orang, ia mendatangkan kekalahan besar atas musuh yang menawan Lot, yakni kerajaan Elam dengan rajanya yang terkenal, Kedorlaomer dan raja-raja lain yang bersama-sama dengan dia. Lot dan semua orang-orangnya dan juga semua harta bendanya berhasil dibawa kembali. Indah jika kita melangkah bersama dengan Tuhan dan hidup dalam rancangan-Nya. Sekalipun dalam pandangan manusia kekuatan kita kecil, tidak seberapa, dianggap tidak berarti apa-apa, tapi jika Tuhan yang bekerja dalam kita, sesuatu yang luar biasa akan terjadi. Jadi jangan berke cil hati dan rendah diri atau mengasihani diri berlebih-lebihan, yang penting adalah percaya kepada-Nya dan hidup dalam takut akan Dia. Dengan Allah kita akan lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri yang akan menginjak-injak para lawan kita (Mazmur 60:14).

JIKA ALLAH DIPIHAK KITA, SIAPAKAH LAWAN KITA?

TUESDAY, 8 MARCH 2011

14:1-16 EVENTS

“And at night, share them, he and his servants, to fight the enemy, they beat and pursue the enemy until the Hoba north of Damascus” (verse 14). Lot live up to its choice, in accordance with what it saw as well, in an area that saw such a garden of God, such as Egypt, namely in the Jordan valley. But it turns out what in his view it is good to save something bad, he stayed close to the city of evil in the eyes of the Lord, Sodom. Finally, right, during a war between two kingdoms fellowship, Sodom and fellowship of his kingdom lost, Lot too hefty price by becoming a prisoner of the victorious alliance monkey job. Abram heard it immediately took action, gathering the people and the pursuit of the enemy who had captured Lot. This is where the real investment in the Lord of Abram, only with fewer people, three hundred and eighteen, he brought a big defeat over the enemy charming Lot, namely the kingdom of Elam with the famous king, Chedorlaomer and other kings who together with him. Lot and all its people and also all their possessions had brought back. Wonderful if we walked together with God and living in His design. Even in view of our little man power, no how, is considered not mean anything, but if God is working in us, something extraordinary will happen. So do not sustain little heart and low self-esteem or excessive self-pity, the important thing is to believe in Him and live in fear of him. By God we will do gallant deeds, for he himself who would trample our opponents (Psalm 60:14).

IF GOD ON OUR SIDE, WHO IS OUR OPPONENT?

7 March 2011

Percaya penuh pada-Nya ( Full confidence in His )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

renunganSENIN, 7 MARET 2011

KEJADIAN 13:1-18

“Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan maka aku ke kiri” (ayat 9). Maksud hati menghindari bela kelaparan di Kanaan, maka Abram pergi ke Mesir, dan dengan hikmatnya sendiri ia brupaya supaya diterima orang Mesir. Tapi bukan Mesir negeri yang dijanjikan Tuhan, maka tangan Tuhan memaksa Abram untuk pergi meninggalkan Mesir. Abrampun meninggalkan Mesir dengan harta bendanya yang bertambah banyak dan kembali ketanah Kanaan, sementara Lot pun juga terus mengikutinya. Masalah timbul, tempat persinggahan di Betel tidaklah cukup untuk mereka berdua oleh karena banyaknya harta benda mereka masing-masing sampai gembala domba mereka terlibat perkelahian. Akhirnya Abram, sebagai orang yang lebih dewasa, memberikan Lot kesempatan untuk memisahkan diri dan memilih tempat yang diingininya sebagai solusi atas masalah yang mereka hadapi. Lot memilih sesuai dengan apa yang ia anggap baik, yakni lembah Yordan, daerah yang subur dan banyak airnya. Setelah kepergian Lot, Tuhan kembali mempertegas janji-Nya kepada Abram dengan berfirman bahwa seluruh negeri yang sekarang didiaminya, akan diberikan Tuhan kepadanya dan kepada keturunannya. Keyakinan kita pada janji Tuhan dan sejauh kita tetap hidup ada dalam rancanganNya, menjadikan kita mampu hidup dengan bijaksana yang ditandai dengan tidak mementingkan diri sendiri melainkan mendahulukan kepentingan orang lain. Bukan keadaan yang mengatur hidup kita, tapi Tuhan, jika kita mempercayai janji dan firman -Nya, tapi jika tidak, kita akan diatur oleh keadaan yang membuat kita hidup  mementingkan diri sendiri. Orang benar itu hatinya tetap dan teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan, ia membagi-bagi kepada orang miskin, kebajikannya tetap selama-lamanya dan tanduknya meninggi dalam kemuliaan (Mazmur 112:1-10).

BERBAHAGIA ORANG YANG MENARUH KEPERCAYAANNYA PADA TUHAN.

MONDAY, 7 MARCH 2011

13:1-18 EVENTS

“Is not the whole land before thee? Well separate yourself from me: if thou to the left then I will go right, if you are to the right so I left “(verse 9). The purpose behind the liver to avoid famine in Canaan, so Abram went to Egypt, and with his own wisdom he sought to be received by the Egyptians. But it was not the promised land of Egypt God, then God’s hands forcing Abram to leave Egypt. Abram left Egypt with their possessions are multiplying and re-land of Canaan, while Lot was also continued to follow him. Problems arise, rest stops in Bethel is not enough for them both so much property they own to shepherd them into a fight. Abram Finally, as someone who is more mature, giving Lot the opportunity to break away and choose where he wanted as a solution to their problems. Lot to choose according to what he considered good, namely the Jordan valley, a fertile area and lots of water. After the departure of Lot, God again confirmed His promise to Abram by saying that the whole country is now inhabited, will be given by God to him and to his descendants. Our belief in God’s promise and so far we still live there in their design, make us able to live wisely marked by unselfish but put the interests of others. Not the circumstances that govern our lives, but God, if we trust the promises and His Word, but if not, we will be governed by circumstances that make us selfish life. The man had his heart remained true and steadfast, trusting in God, he divided up the to the poor, his virtue remains for ever and horns rising in glory (Psalm 112:1-10).

Happy People who set faith in the Lord.

 

4 March 2011

Melangkah dengan pasti ( Step with certainty )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan haran edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

kasih001JUM’AT, 4 MARET 2011

KEJADIAN 12:1-9

 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” (ayat 1).  Ketaatan Abram telah teruji ketika ia dengan setia mendampingi bapanya pergi dari Ur-Kasdim untuk menetap di Haran. Maka sete lah Terah, bapa Abram, meninggal, Allah memanggil Abram untuk pergi kesuatu negeri yang belum di ketahui dan dikenalnya. Untuk itu Abram harus meninggalkan rumah bapanya, sanak saudaranya dan juga negerinya ke negeri yang masih akan ditunjukkan Allah kepadanya. Bukan karena ia hidup dalam kekurangan Abram mau pergi, sebab dinegerinya ia telah mendapatkan segala harta benda, hidupnya di berkati dan mapan, tapi karena ia taat. Ia tinggalkan negeri dan sanak saudaranya dengan memegang janji Allah bahwa Ia akan membuatnya menjadi bangsa yang besar, namanya akan termasyhur, diberkati dan menjadi pokok berkat. Dan ketika ia telah sampai kenegeri yang dimaksudkan Allah, maka Allah menampakkan diri dan berjanji kepadanya untuk memberikan negeri itu kepadanya. Sebagai orang yang taat, Abram tahu mengucap syukur, maka iapun mendirikan mezbah ditempat dimana Allah telah menampakkan diri kepadanya. Jika kita memang sungguh-sungguh percaya akan janji Allah, percaya bahwa Ia telah me-nyiapkan rencana dan rancangan yang indah dalam hidup kita, maka kita juga harus berani melangkah dengan iman, tinggalkan dunia lama dengan segala kelakuannya. Janji dan rencana Allah yang indah bukan hanya untuk diketahui dan dilihat, tapi untuk dipercayai dan dijalani dalam pengharapan yang teguh. Miliki roh iman yang sama seperti yang dimiliki Abraham yang tidak hanya sekedar percaya, tapi berani melangkah dalam kepercayaannya yang teguh (Roma 4:20-21).

 TEGUHKAN LANGKAH DALAM KEBENARAN JANJI-NYA.

 Friday, 4 MARCH 2011

12:1-9 EVENTS

 Then the LORD said to Abram:” Go from your land and from relatives of your brother and your father’s house to the land that I will show thee “(verse 1). Obedience Abram had been tested when he faithfully accompanied his father went from Ur of the Chaldees to settle in Haran. Then after was Terah, the father of Abram, died, God called Abram to go a little market in the country that has not known and familiar. For that Abram must leave the home his father, his relatives and his country to the land that God will still be shown to him. Not because he lives in a shortage of Abram want to go, because in his country he has been getting all the treasures, and bless his life in a well-established, but because he was obedient. He left the country and relatives by holding the promise of God that He will make it a great nation, its name will be famous, be blessed and become the principal blessing. And when he had to the land that God intended, then God appeared and promised him to give the land to him. As a devout man, Abram know to give thanks, then he also built an altar in the place where God had appeared to him. If we really truly believe in the promise of God, believing that he had prepared a plan and a beautiful design in our lives, then we must also dare to walk by faith, leave the old world with all his behavior. Promise and God’s wonderful plan not only to be known and seen, but to be believed and lived in hope that firm. Have the same spirit of faith like that of Abraham who not only believe, but courageous step in an unwavering belief (Romans 4:20-21).

 ESTABLISH YOUR STEPS IN HIS PROMISE ISSURE.

3 March 2011

Unsur utama panggilan ( The main elements of the call )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB edittorial staff

berdoaKAMIS, 3 MARET 2011

KEJADIAN 11:27-32

Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur Kasdim untuk pergi ketanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap disana”  (ayat 31). Hadir dari keturunan Sem, Terah secara tidak langsung telah memulai maksud Allah untuk menghadirkan sebuah bangsa pilihan yang dibentuk oleh Allah sendiri. Hal itu dimulai dari keputusannya untuk meninggalkan tanah leluhur nya,Ur-Kasdim, bersama dengan Abram dan isterinya, Sarai, serta Lot, cucunya, anak Haran. Sementara Haran, ayah Lot telah mati dan Nahor sendiri memilih untuk tetap tinggal di Ur-Kasdim. Keputusan Abram untuk mengikuti bapanya meninggalkan tanah leluhurnya, membuktikan ketaatannya terhadap orangtua sekalipun ia sendiri telah memiliki keluarga. Abram tetap mendampingi bapanya tinggal di Haran sampai bapanya meninggal. Dan ternyata sikap seperti itu sendiri berharga dimata Tuhan, dan tanpa di sadarinya, ia telah membuktikan dihadapan Tuhan bahwa ia memiliki unsur yang utama dari sebuah panggilan, yaitu ketaatan. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, Allah yang kita sembah dalam Tuhan Yesus adalah perencana agung, dan Ia telah menyiapkan sebuah rencana yang indah untuk setiap kita. Semua itu bisa melalui lika-liku hidup yang seringkali tidak menyenangkan dan membawa duka serta kesedihan. Kunci dari semua itu adalah ketaatan, adakah kita tetap taat ketika harus menghadapi badai hidup, atau kita bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Dan ketaatan kita terhadap Tuhan yang tidak kelihatan bisa dilihat dan diukur dari ketaatan terhadap orang yang kita lihat, baik itu orang tua maupun para pemimpin yang ada. Abram taat, Kristus taat, bahkan sampai mati disalib dan besar upah untuk ketaatan mereka, maka marilah kita sebagai keturunan Abraham karena penebusan Kristus  menjadi anak-anak yang taat (1 Petrus 1:14).

 KETAATAN MEMIMPIN PADA KEBENARAN.

THURSDAY, 3 MARCH 2011

EVENTS 11:27-32

“And Terah took Abram his son, and his grandson Lot, the son of Haran, and Sarai, daughter, wife of Abram his son, he went along with them from Ur of the Chaldeans to go land of Canaan, and they came to Haran, and settled there “(verse 31). Present from the descendants of Shem, Terah has indirectly started God’s intention to present a chosen people formed by God Himself. It begins from his decision to leave his ancestral land, Ur of the Chaldeans, along with Abram and his wife, Sarai, and Lot, his grandson, the son of Haran. While Haran, the father of Nahor, Lot, was dead and chose to remain in Ur of the Chaldeans. Abram decision to follow his father left the land of their ancestors, to prove his obedience to parents even if he himself has had a family. Abram still accompany his father lived in Haran until his father died. And apparently that attitude is itself valuable in the eyes of God, and without realizing it, he has proved before God that he has a major element of a call, that is obedience. No one chance in life, we worship God in the Lord Jesus is the great planner, and He has prepared a wonderful plan for each of us. All this can be through ins and outs of life that are often unpleasant and bring sorrow and grief. The key of all is obedience, there remain in compliance when we have to face the storms of life, or do we grumble and blame God. And our obedience to God that is not visible can be seen and measured by the obedience of the people we see, both parents and the leaders there. Abram obeyed, Christ was obedient, even unto death on the cross and a large reward for their obedience, then let us as descendants of Abraham for the redemption of Christ become children of obedience (1 Peter 1:14). 

COMPLIANCE  WILL  LEAD  TO  THE  TRUTH

2 March 2011

Generasi yang diberkati ( The blessing generation )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renungan harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by wsb editorial staff

RABU, 2 MARET 2011

KEJADIAN 11:10-26

“Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran” (ayat 26).  Tercatat dalam Alkitab bahwa sebelum air bah, yakni ketika kejahatan manusia makin besar dibumi, Allah memberikan batasan umur manusia menjadi seratus dua puluh tahun. Dan sejak saat itu umur manusia terus berkurang dan hal itu nampak nyata dalam daftar keturunan Sem ini, bahkan Musa dalam kitab Mazmur menulis kalau masa hidup manusia hanya tujuh puluh tahun dan bila kuat delapan puluh tahun.  Keturunan Sem secara khusus dituliskan disini karena dari keturunannya  Allah pada akhirnya membentuk sebuah bangsa pilihan, Israel. Sem sendiri membawa berkat bagi keturunannya dari Nuh, ayahnya, dimana waktu itu, sesudah air bah, Kanaan atau Ham, dikutuk Nuh untuk menjadi hamba Sem dan jugaYafet, akan berlindung dalam kemah Sem. Dari keturunan yang utama dan diberkati inilah akhirnya Allah memilih Abram yang menjadi cikal bakal berdirinya bangsa Israel. Sikap Sem yang mampu menghormati dan menghargai kekudusan ayahnya akhirnya berbuah manis sekalipun yang menikmati adalah keturunannya. Sikap hidup kita sejak dini akan membawa dampak dan pengaruh bagi keturunan kita yang akan hadir. Orang yang suka bersekutu dengan kuasa gelap akan menghadirkan keturunan yang hidup dalam bayang-bayang kuasa gelap. Sebaliknya orang yang hidup dalam takut akan Tuhan dan menuruti perintah-Nya, maka Allahpun juga akan memelihara keturunannya. Tidakkah membahagiakan bila Tuhan ber-kenan memakai keturunan kita untuk menjadi alat-Nya yang mulia dan luar biasa ? Dan untuk itu mulailah dari diri sendiri untuk hidup benar dihadapan-Nya. Karena itu perhatikan dengan saksama bagaimana kita hidup, jangan seperti orang bebal, tapi seperti orang arif (Efesus 5:15) .

ANGKATAN ORANG BENAR AKAN DIBERKATI TUHAN.

 WEDNESDAY, 2 MARCH 2011
11:10-26 EVENTS
“After Terah lived seventy years, he beget Abram, Nahor and Haran” (verse 26). Recorded in the Bible that before the Flood, when the wickedness of man the greater the earth, God gave man the age limit to be one hundred and twenty years. And since then human life is declining and it is obvious in the list of Shem, even Moses in the Book of Psalms writes that human life is only seventy years, and when strong eighty years. The descendants of Shem specifically written here because of God’s offspring eventually formed a chosen people, Israel. Sem itself bring blessing to the descendants of Noah, his father, which at that time, after the flood, Canaan or Ham, Noah cursed to be servants of Shem and Japheth, he would take refuge in the tent of Shem. From the main lineage and blessed is ultimately God chose Abram who became the forerunners of the founding of Israel. Sem attitude that is able to respect and appreciate the sanctity of his father eventually bear fruit is sweet though who enjoy their offspring. The attitude of our lives from an early age will have an impact and influence for our descendants who will be present. People who like allied with the power of darkness will bring the descendants who live in the shadow of dark power. Instead of people who live in fear of God and obey His commandments, then God was also going to maintain their offspring. Would not happy when God is pleased to use our descendants to be his instrument of noble and extraordinary? And for that start from ourselves to live right before Him. Therefore consider carefully how we live, do not be such a fool, but as wise (Ephesians 5:15).
TRUE FORCE PEOPLE, will be blessed of the LORD

l

 

1 March 2011

BABEL ATAU TUBUH KRISTUS (BABEL OR BODY OF CHRIST )

Oleh victor anusa indra | Dalam Renungan Harian | Tag

Renunga harian edisi dwi bahasa ( Daily bread bilingual edition ) by WSB editorial staff

rel01SELASA, 1 MARET 2011

KEJADIAN 11:1-9

“Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena disitulah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN keseluruh bumi” (ayat 9). Berasal dari satu bapa, wajarlah bila penduduk bumi setelah air bah itu jika mereka masih satu bahasa  dan logatnya. Tapi setelah air bah waktu itu, Allah memberkati mereka dan berfirman supaya mereka beranak cucu, bertambah banyak dan memenuhi bumi. Mereka pergi tapi tetap berkumpul jadi satu di tanah Sinear, bahkan mereka berusaha untuk tetap berkumpul dengan mendirikan sebuah kota dengan sebuah menara yang tinggi, yang puncaknya sampai kelangit supaya mereka tidak terserak keseluruh bumi dan sebuah nama dianggap akan bisa untuk tetap mempersatukan mereka. Dihadapan Allah apa yang dilakukan mereka itu adalah permulaan dari segala usaha manusia dimana mulai saat itu apapun yang mereka rencanakan pasti akan terlaksana. Tapi seluruh bumi harus dipenuhi, maka Allahpun mengacaubalaukan bahasa mereka sehingga pembangunan kota dan menaranya terhenti, maka nama kota tersebut disebut Babel. Apa yang kita anggap baik belum tentu benar dihadapan Tuhan. Apa yang kita anggap baik cenderung hanya berfokus dan bertujuan demi kepentingan diri sendiri ataupun hanya untuk kepentingan kelompok. Itu tidak salah tapi juga tidak selalu benar dihadapan Allah. Yang pasti selalu benar adalah sikap tunduk dan taat akan perintah dan kehendak Allah. Artinya disini apapun yang kita kerjakan adalah untuk kemuliaan Allah dan bukan hanya sekedar untuk mencari nama dan kemulia an diri sendiri. Jangan biarkan diri turut dalam pembangunan babel secara rohani, tapi turutlah dalam pembangunan tubuh Kristus, membangun kesatuan untuk persembahan rohani yang memuliakan nama-Nya (1 Petrus 2:5).

JADILAH PESERTA DALAM PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS.

TUESDAY, 1 MARCH 2011

11:1-9 EVENTS

“That is why until now the name of the city was called Babel, because that’s where the mess the language of the LORD all the earth and from there the LORD scattered them throughout the earth” (verse 9). Derived from one father, it is natural inhabitants of the earth after the flood it if they are still one language and accent. But after the flood that time, God blessed them and said that they were childless grandchildren, multiply and fill the earth. They go but still gathered together in the land of Shinar, and even they try to stay together to build a city with a high tower, whose top up to heaven so they are not scattered throughout the earth and a name considered to be able to continue to unite them. Before God that they have done it is the beginning of all human effort which began at that time anything they plan will definitely happen. But the whole earth to be fulfilled, then God was turvy mess out their language so that the construction of the city and the tower stopped, then the name of the city called Babylon. What we think is good is not necessarily right before God. What we think is good tend to just focus and aims for the sake of self-interest or simply for the sake of the group. It’s not wrong but also not always true in God’s sight. What is certain is always right is submission and obedience to the commands and will of God. This means that everything we do here is to the glory of God and not merely to find the name and glory of themselves. Do not allow yourself to participate in a babel of spiritual development, but also is in the body of Christ, build unity to offer up spiritual sacrifices that glorify His name (1 Peter 2:5).

BE PARTICIPANTS IN THE BODY OF CHRIST.