Get Adobe Flash player
28 March 2011

Seri Khotbah dari WSB edisi 27 Maret 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu |

Uraian Khotbah MInggu 20 Maret 2011

Oleh hambanya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo,B.cM

 Contoh ketujuh The seven example  

Jemaat Laodikia The church of Laodicea

Wahyu 3:7-13

80.  Kesimpulan The conclusion

 Wahyu 21:1-8, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” 6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

 Ajaran dan didikan Tuhan itu mengarah kepada sesuatu yang jelas. Ada suasana kehidupan yang baru dan mulia yang menjadi hasil, dan itu adalah suatu kemenangan besar. Jemaat-jemaat yang dituliskan oleh Rasul Paulus, dipuji dan juga ditegor supaya menerima kemenangan. Bersama kita akan lihat, kesimpulan dari pengajaran-Nya kepada jemaat yang diajarkan melalui jemaat Laodikia.

 Tentu pernah mendengar nama kota Yerusalem. Nah, nama kota Yerusalem yang ada sejak zaman Daud akan dikekalkan.

 Bila menengok  kota Yerusalem yang ada di bumi saat ini, kota ini adalah kota yang penuh keunikan. Selain indah, Yerusalem memiliki sejarah yang panjang. Empat puluh empat kali pernah dihancurkan, namun sebanyak empat puluh empat kali pula kota ini dibangun kembali dari kehancurannya, dan kota Yerusalem hingga kini masih tegar berdiri.

 Nama kota Yerusalem tetap dipakai tapi Yerusalem Baru akan jauh berbeda. Jauh lebih indah dan jauh lebih mulia. 

 Orang percaya yang terus meningkat pertumbuhan spiritualnya akan masuk dalam kota kekekalan itu. Yerusalem baru, kota yang kelak sama sekali baru, sebab oleh-Nya :

 Segala sesuatu dijadikan baru – All thing’s made new

 Kota Yerusalem Baru kelak, lebih megah dan mulia lagi, kota yang sangat indah dan tiada bandingnya dengan kota-kota di bumi. Ketika Yesus kembali ke Sorga, Ia mempersiapkan tempat ini bagi bagi umat-Nya (Yoh 14:2-3), bila waktu-Nya tiba Ia akan menjemput umat yang dikasihi dan mengasihi-Nya dan membawa ketempat itu, sehingga dimana Dia ada, mereka juga ada.

 Pembaruan terus bergulir, hingga masuk ke Yerusalem baru :   

 81.  Untuk siapa? For whom?

 Wahyu 21:7, “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

 Siapa saja yang menang akan memperoleh semua, Yerusalem baru, langit baru diberikan kepada mereka yang mendapat predikat pemenang :

 Untuk para pemenang – For the winners       

 Hidup ini bagai perang (Ayub 7:1), ada pergumulan semasa hidup di dunia. Melawan roh jahat di udara, serta melawan keinginan dalam diri – berperang dengan kenginan daging / kedagingan- dan harus menang. Kenginan daging yang dibuahi akan menjadi dosa, dan dosa bila sudah matang pasti mendatangkan maut.

 Hanya pemenang yang dapat menikmati kehidupan yang indah dan mulia kelak. Sebab siapa yang menang akan menerima :

 Warisan kekal – An eternal legacy     

 Semua akan langgeng, tidak sementara seperti dibumi. Di sana ada makanan rohani, tubuh kemuliaan, hidup dalam suasana kerajaan Allah. Suatu tempat sangat indah, yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata dan semuanya berlangsung kekal.

 Kita masih ingat tujuh surat yang dialamatkan kepada tujuh jemaat oleh Rasul Paulus, selalu diakhiri kalimat “…barangsiapa yang menang..” supaya beroleh kemenangan beberapa sidang jemaat dipuji dan dimotivasi untuk terus mempertahankan prestasi, tapi ada pula jemaat yang ditegor sebagai bagian dari perhatian-Nya. Salah satu jemaat yang ditegor adalah jemaat Laodikia.

 Allah orang percaya punya karakter selain Maha Kasih tapi juga Maha Adil. Keadilan-Nya yang akan berbicara “lautan api”. Keadilan-Nya yag tidak mengijinkan kedagingan masuk ke Sorga-Nya. Semua di berikan hanya kepada yang menang!

 Ingat – Remember

 Pemenang akan menerimaThe overcome will recive

 Wahyu 2:11, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.”  “     

 Yang menang akan menerima :

 Hidup kekal – Eternal life

 Ada jaminan akan kehidupan kelak. Saat semua menghadap tahta putih, untuk menentukan hidup selanjutnya, orang percaya yang menang akan luput dari kemtatian kedua. Yang menang akan bersama dengan Dia dalam kekekalan yang tiada batas keindahannya, 

 Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.”  “          

 Kepada yang menang akan diberikan :

            Nama baru – The new name

 Sebuah nama yang kekal di sana, dan unik. Tidak akan terjadi nama yang sama untuk orang berbeda, hanya satu nama untuk satu orang layaknya sidik jari dan kornea mata yang masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya.

 Maka bersukacitalah kalau namamu ada di dalam buku kehidupan, sabda Yesus. Berjuanglah untuk mendengar dan melakukan Firman-Nya, supaya nama kita ada di sana (Lukas 10:19-20).

 Selalu waspada dengan tipu daya iblis yang tidak suka nama orang percaya ada disana, kuasa iblis sudah dihancurkan memungkinkan orang percaya dapat menghalau iblis yang berusaha menjatuhkan iman orang percaya   

 Wahyu 3:5, “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

 Yang menang akan diberikan pakaian putih bersih :

            Jubah kebenaran – The robes of rightousness

 Hari-hari ini adalah perjuangan, akan ada yang menang dan ada yang kalah. Sejauh kita terima Kristus dan terus berjuang tidak sampai gugur iman dalam ketekunan melakukan kehendak-Nya. Sabda Tuhan menjamin orang percaya akan menang, ia di bela di hadapan Bapa dan dihadapan malaikat-Nya (Yesaya 61:10).

Wahyu 2:26, “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;  “

 Kepada yang menang akan beroleh :

            Kuasa atas bangsa-bangsa– Power over the nations

 Ini berlaku kepada semua orang percaya yang menang. Seperti halnya ada jaminan bagi bangsa Israel (Ul 28:1), jaminan itu juga berlaku bagi orang percaya non Israel. Yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, setia sampai akhir akan menerima kuasa atas bangsa-bangsa.

 Wahyu 3:12, “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru

 Yang menang akan dijadikan :

                        Sokoguru Bait Suci Allah – The pillar of the temple of God

 Tetap di dalam rumah Allah. Tetap menjadi umat Tuhan, dan Tuhan ada di dalam kehidupannya. Terus punya kesempatan melayani Tuhan selama-lamanya, hidup dan pelayanannya dihargai dihadapan Tuhan.

 Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.  “

        

Wahyu 2:17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.

Kepada yang menang akan diberikan :

 Makanan rohani – The spiritual food

 Keperluannya akan dicukupi dalam hal makanan. Karena tubuh telah menjadi rohani, maka makanannyapun adalah makanan rohani. Makanan yang bersifat kekal.

 Dberi makan dari pohon yang ada di Firdaus, pohon kehidupan. Buah pohon kehidupan tidak sembarangan boleh dimakan, kecuali kepada yang diberikan hak oleh-Nya.

 Pada mula kejadian, pohon kehidupan ini dijaga sebab bila manusia memakannya ia akan beroleh kekekalan (Kej. 3:22), sesaat manusia melanggar ketetapan Allah mereka diusir dari taman Firdaus, dan pintu taman dijaga oleh malaikat dengan pedang yang bernyala.

 

Manusia diusir, sebab bila sampai makan dengan kehidupan yang telah tercemar dosa, maka mereka akan kekal dalam dosa. Hal itu akan menjadi sesuatu yang akan menyengsarakan manusia.

 

Hingga rancangan-Nya yang indah berlaku, Ia dengan rela mengutus Putra-Nya untuk menebus manusia kembali supaya menjadi milik-Nya lagi. Yang menerima-Nya akan beroleh selamat, dan beroleh warisan kekal termasuk akan menerima makanan rohani, buah dari pohon el-hayat. 

 

  1. Wahyu 3:21, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. “      

 

Yang menang akan didudukkan bersama-sama dengan Dia di atas Tahta-Nya, atau sama dengan:

 

 

           Memerintah bersama Dia – Rule with Him

 

Suatu posisi yang luar biasa. Orang percaya yang menerima hal ini, sama halnya dengan memperoleh kemenangan besar, sebab tidak semua orang percaya dapat menerimanya.

 

Bila kita melihat skema Tabernakel, suasana pemerintahan ada di dalam wilayah kesempurnaan (aras putih)

 

Gambar Skema Tabernakel

Kemuliaan Allah terasa di seluruh kerajaan, tapi tidak semua akan ada di aras putih, ditentukan  seturut karya pengabdian orang percaya di bumi.

 

Untuk sampai pada posisi ini kita perlu penolong –Roh Kudus-, memiliki sikap hidup yag jelas, bertumbuh sehat, hingga disempurnakan.

 

Manusia adalah ciptaan yang istimewa dihadapan Allah, secara mendasar Allah sudah mengatur sedemikian rupa, kewenangan Allah itu diberikan secara tidak lansung melalui penugasan kepada malaikan untuk untuk melayani manusia (ibr 1:14).

 

Orang percaya yang mendapat jaminan keselamatan dilayani oleh malaikat, suatu hal yang memberikan gambaran betapa besar perhatian-Nya kepada milik-Nya.

 

Sejarah bangsa Israel mencatat, saat bangsa ini akan memasuki kota Yerikho. Malaikat Tuhan berkarya lebih dulu, mereka meneguhkan dan berperang bersama bangsa Israel. Ketika bangsa Israel taat, Dia berperang ganti kita. Maka pada setiap ujian kehidupan bila yang orang percaya hadapi itu seijin Tuhan maka pasti ada hasil yang positif.

 

 Siapa yang dikatakan pemenang?  – Who are the winners?

 

Orang percaya atau pribadi-pribadi yang tekun dan setia kepada-Nya, dalam wujud :

 

 

Tunduk Firman Allah sampai mengalami keubahan wujud seperti Dia

Obey the word until have transformation as Him

 

Kolose 3:10, “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

 

Berjuang untuk bersedia belajar dan diajar oleh pengajaran-Nya, sampai menampakkan perubahan yang berarti dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupannya.

 

Tidak sebatas menerima Firman Allah hanya menjadi pengetahuan (Ibr. logos) tapi menjadi tindakan iman yang nyata (Ibr. rhema), menginspirasikan kehidupan orang percaya untuk melangkah hingga memperoleh kemenangan, dan kemenangannya adalah kemenangan besar!

 

 

82.  Penutup Ending

 

Ibrani 5:8, “Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

 

Filipi 2:5-8, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Mencapai kemenangan ada perjuangannya, untuk menerima segala hal yang baru kelak ada prosesnya.

 

Yesus dimuliakan oleh Bapa, Ia dikaruniakan nama segala nama juga bukan didapat dari hasil yang serta merta , tetapi dari suatu proses ketaatan yang sangat luar biasa untuk menjalankan kehendak Bapa.

 

Yesus Kristus, junjungan orang percaya memberikan teladan kebenaran. Ia telah ada di sorga, menyediakan tempat bagi orang percaya. Maka untuk beroleh hasil yang sama :  

             

Ikutilah teladan-Nya !

Follow His example!                          

 

 

Menjadi taat dan setia kepada kehendak-Nya dalam kehidupan kita. Tentu hal ini tidak mudah, manusia punya kecenderungan tidak taat. Tapi Yesus dalam kemanusiaan-Nya meneladankan untuk belajar taat, sebagai pengikut-Nya kita pun dituntut hal yang sama, belajar taat.

 

Belajar, menuruti teladan-Nya, menuruti jejak kaki-Nya hingga keluar menjadi pemenang. Menguasai diri untuk selalu fokus pada kehendak-Nya, dan bukan menuruti keinginan daging yang pasti tidak sudi dikekang. Ingat, orang yang mampu menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Ams 16:32).

 

Penguasaan diri adalah sesuatu yang luar biasa, ia akan lebih dari pahlawan yang menaklukan kota. Teruslah minta Roh Kudus untuk berdiam di dalam kehidupan kita dan memberi tuntunan supaya dapat melangkah sesuai kehendak-Nya.

 

Sadar, bila berhasil itu berarti campur tangan Tuhan, dan tidak menjadi arogan. Dari upaya yang sederhana berhasil menaklukan keinginan diri, keakuan diri dan terus berjuang di jalur-Nya Tuhan, maka cepat atau lambat kita akan dapati kehidupan yang berkemenangan besar!!!