Khotbah minggu 3 April 2011 oleh hambaNya Pdt.Otniel Firmanyo Osiyo ,Bc.M
Uraian
Contoh ketujuh – The seven example
Jemaat Laodikia – The church of Laodicea
Wahyu 3:7-13
74. Keadaan berikut – The next condition
Wahyu 3:17, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, “
Yang pertama jemaat Laodikia disebut jemaat yang suam-suam, yang kedua disebut arogan. Selanjutnya apa yang diucapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Jemaat Laodikia berarti :
Pembohong / Pendusta – Boaster / Liar
The Liar church – Gereja pembohong
Gereja pembual (Jw. nggedabrus), tidak cocok omongannya. Ini juga senada dengan kebiasaan suka meng-gosip. Bila tidak tahu jelas jangan berasumsi dalam menyikapi sesuatu, janganlah justru menambah-nambahkan sehingga berkembang ke arah yang tidak sesuai kebenaran. Orang percaya dididik untuk mengatakan ya bila iya, tidak bila tidak (Mat. 5:37), selebihnya dari itu berasal dari si jahat.
Jujur kepada diri sendiri, jujur dengan pasangannya, jujur kepada orang-tua. Jujur dalam lingkungan pekerjaan dan dalam pelayanan kepada Tuhan. Jangan lupakan, dosa pertama yang terjadi dalam sejarah gereja mula-mula dan menjadi pelajaran bagi jemaat kala itu adalah dosa dusta, dilakukan oleh Ananias dan Shafira (Kis 5:1-10).
Gereja hujan awal dinodai dengan dusta, sekarang zaman akhir jangan terjadi lagi. Berikan dengan benar bila telah bernazar kepada Tuhan, belajar jujur mengembalikan apa yang telah menjadi berkat Tuhan.
Jangan suka dusta, sebab yang suka dusta itu bukanlah ciri anak Tuhan, namun adalah anaknya iblis :
Yohanes 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. “
Yang suka bohong berarti anaknya iblis, Bapa pendusta adalah iblis, sebab tidak ada kebenaran di dalam dirinya :
Iblis adalah bapa pembohong – Satan is the liar’s father
Maka meski orang percaya tapi bila tetap suka bohong, meski jabatannya pendeta –imam-imam- tapi tidak bicara jujur maka berarti ia bukanlah anak Tuhan.
7.5. Jalan keluar – The solution
Wahyu 3:18, “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. “
Jalan keluar yang Tuhan mau :
- Beli emas – Buy gold
Maleakhi 3:2-3, “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. “
Ada artinya, tiga unsur yang Tuhan mau, berkenaan dengan tiga alat di Tabernakel. Di Ruangan Suci alat-alat yang ada disana semua serba keemasan, bicara salutan kekudusan.
Emas bicara tentang kualitas kehidupan. Kedatangan Yesus yang pertama kedunia bicara pentahiran, minimal duakali secara fisik Yesus datang ke Bait Allah untuk menahirkan Bait Allah, dimasa itu. Belum lagi kotbah-kotbahnya yang jelas mengajarkan tentang kemurnian di hadapan Bapa.
Ketika Yesus hadir pertama kali, Ia bagaikan pemurni/pencuci logam yang menyucikan kaum Lewi dalam melayani Tuhan, bukan melayani untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.
Kehidupan menjadi cemerlang bagaikan pelita. Di dalam ruang suci Tabernakel ada Pelita Emas, yang dibuat dari emas utuh – pada pelita emas tidak ada sekrup- tapi dibakar dan dibentuk dari emas dengan ukiran yang lengkap.
Melalui proses pembakaran awal untuk membersihkan emas, ditempa berkali-kali dengan seksama, bukan dikerjakan dengan di cetak / di press seperti pada proses pabrik modern.
Seperti Yusuf dalam kehidupannya, di tempa hingga menghasilkan Yusuf yang mulia. Sejak masa remajanya Yusuf kerap dicibir, dicela bahkan ia ditelanjangi dan dibuang oleh saudara-saudaranya. Hingga selanjutnya di jual senilai budak belian. Yusuf kemudian dibawa ke negeri asing. Yusuf telah ditempa berkali-kali, bagaikan mempersiapkan pelita emas. Terus bertahan, dalam proses penyucian hingga tampil cemerlang.
Proses adalah suatu hal yang harus dilalui bila ingin berhasil. Biji gandum tidak akan berbuah lebat, bila biji itu tidak jatuh ke tanah dan mati. Hingga kemudian dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat.
Emas bicara kualitas pribadi, bila dikaitkan dengan :
2 Korintus 9:10-11, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. “
Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat Korintus, bila tumbuh sehat maka jemaat akan tahu memberi kepada yang lain saat menerima berkat, tidak tamak dengan berkat.
Ingat, di dalam berkat ada terkandung roti dan benih, roti untuk dinikmati dan benih untuk ditabur.
Kualitas kepribadian yang dewasa, mantap, sudah melewati penyucian maka ia akan :
Kaya dengan kebajikan – Rich of virtue
Hidup yang memuliakan Tuhan, dan menyadari semua untuk kemuliaan Tuhan.Hidup seperti ini senada dengan Pelita Emas.
- Pakaian putih – White garment
Wahyu 19:8, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.] “
Untuk menutup ketelanjangan, jemaat Laodikia dianjurkan untuk mengenakan pakaian putih. Pakaian putih bicara kebenaran Firman.
Perbuatan benar dari orang-orang kudus
The righteous acts of the saints
Kita tidak saja sebatas tahu Firman Tuhan tapi menjadi pelaku Firman Tuhan, yang melakukan Firman-Nya bagaikan orang yang membangun rumah di atas batu karang. Menjadi kokoh meski ada terpaan gelombang
Adam dan Hawa menjadi telanjang, pakaian kemuliaan Tuhan hilang karena melanggar kebenaran –tidak berbuat benar-. Melanggar kebenaran Tuhan itu sama dengan menelanjangi diri.
Tapi dosa-dosa kita telah dibayar di kalvari, ketelanjangan manusia siap ditutup oleh Tuhan, maka kita dituntut menjadi pelaku Firman. Bila Tuhan mengajarkan jujur maka lakukanlah.
Memakai lenan halus berkilauan adalah perbuatan benar dari orang-orang Kudus. Orang percaya yang telah ada di ruang Kudus mengenakan pakaian kekudusan, ini ada kaitannya dengan meja roti sajian emas.
- Minyak pelumas mata – eye salve
Efesus 1:18-23, “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. “
2 Korintus 4:3-4, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. “
Membeli minyak pelumas mata, supaya dapat melihat masalah-masalah spiritual. Minyak pelumas mata bicara perihal mezbah dupa emas / penyembahan-.
Jemaat Laodikia dikatakan buta, miskin, dan telanjang. Buta berarti tidak dapat melihat, mata hati yang buta tidak akan dapat melihat kebenaran (2 Kor 4:3-4). Akhir zaman, iblis bekerja tiada henti supaya mata hati manusia menjadi tidak dapat melihat kebenaran.
Untuk itu sepanjang pelayananya rasul Paulus berdoa bagi jemaat Tuhan supaya diberi hikmat dan wahyu, supaya mata hati menjadi terang -terbuka- dan mengerti ibadah yang sejati
Di mezbah dupa yang dibakar adalah dupa, penyembahan kepada Dia. Menjadi intim dan melihat betapa dahyat kuasa-Nya, betapa besar anugrah yang Ia sediakan, juga kekayaan yang disediakan bagi orang kudus-Nya.
Jangan pernah lupa!! segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Yesus.Bila mata hati tidak terang bagaimana bisa melihat hal ini.
Orang percaya harus berani bayar harga, korbankan waktu untuk mengerti kehendak-Nya dan mencari Dia dalam kekudusan-Nya.Mempersembahkan yang terbaik bagi Dia.
Membeli miyak pelumas mata dianjurkan supaya :
Kenal kuasa-Nya – Know His power
Kita punya Tuhan yang dahyat, punya kuasa, punya otoritas. Bukan pecundang, yang tidak berdaya. Kenali bahwa tidak ada yang sebanding dengan Dia, sebab Ia memiliki segala-galanya.
Mezbah dupa di dalam Tabernakel posisinya paling dekat dengan Tirai -pembatas ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci-. Saat karya Salib diselesaikan oleh Yesus, tirai yang ada pada bait Allah Herodes terbelah dua. Memberikan arti, melalui korban
Kristus, hari-hari ini ibadah kita dimampukan melewati tirai, bisa mengetahui rahasia-rahasia terdalam dari-Nya, dan membuat kita semakin tenggelam di dalam penyerahan diri kepada Dia.
7.6. Penutup – Ending
1 Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. “
Sempurna menjelang kedatangan-Nya ke-2
Perfect before His second coming
Bila kita sudah membeli emas yang sudah dimurnikan, mengenakan pakaian putih bersih, mata hati terbuka, maka ini adalah unsur kesempurnaan yang Tuhan sediakan, sempurna tubuh jiwa dan roh. Kesempurnaan yang holistik, sempurna di dalam Dia. Dimana Dia ada kita juga ada. Haleluya!!