Get Adobe Flash player
4 April 2011

Khotbah Minggu di WSB 3 April 2011

Oleh victor anusa indra | Dalam Berita Utama, Khotbah, Khotbah Minggu |

Khotbah Minggu – Pdt. Dr. Gatut Budiono,Rektor SATI Malang

Minggu tanggal 27 Maret 2011

BELAJAR DARI ORANG MAJUS

Matius 2:1-12Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”

 

Pernahkah kita menerima seorang tamu, yang meski hanya sebentar waktu kunjungannya namun memberikan kesan yang sulit untuk dilupakan? Bahkan mungkin nama tamu itu, kita sudah tidak ingat lagi, tapi pakaian, gaya atau perilakunya tetap mudah diingat.

Senada dengan hal di atas, orang percaya pasti pernah mendengar cerita tentang orang Majus. Kitab Suci yang digunakan oleh umat Kristen memang tidak mencatat nama ketiga orang Majus itu, tapi kehadirannya akan selalu dikenang oleh orang percaya, khususnya pada masa raya natal.

Ya, kebanyakan orang percaya mendengar kisah orang Majus menjelang natal, meski sesungguhnya kedatangan orang Majus tidaklah tepat saat Yesus lahir ke dunia.

Kini kita akan belajar lebih dalam dari kunjungan orang Majus yang dicatat oleh Kitab Suci sebagai  inspirasi bagi kehidupan kita.

Ada empat pelajaran kebenaran yang memberikan gambaran bagaimana semestinya menjadi anak-anak Tuhan, ini disampaikan oleh Matius secara tidak langsung saat ia menulis kunjungan orang Majus di injil Matius. Meneguhkan fakta betapa baiknya Allah kita.

Allah yang luar biasa, yang sangat kaya dengan cara-Nya memanggil ciptaan-Nya untuk datang menyembah Dia. Apa yang dituliskan dalam Kitab Suci tidak terbantahkan. Seluruh Kitab Suci menceritakan Allah kita, Allah yang tidak ekslusif yang suka merangkul siapa saja untuk menjadi umat-Nya.

 

1. Allah itu tidak ekslusif :

Orang Majus yang datang untuk berjumpa dengan Yesus bukanlah umat Allah, bukan orang Yahudi, bukan pula orang Israel, tetapi dari keturunan bangsa Asyur, dari Babel yang berada di negeri yang jauh dari kota Betlehem.

Saat natal pertama, orang Majus juga menerima undangan, diperoleh melalui pengertian yang mereka terima sejak nenek moyang mereka, yaitu lewat ilmu perbintangan. Pada masa itu ilmu perbintangan telah dikenal, dan hanya orang tertentu yang mampu mempelajarinya. Pada masa itu pula, sejarah dunia mencatat ada kepercayaan Zoroaster yang bersinggungan dengan perihal semesta dan perbintangan.

Namun meski berasal dari negeri yang jauh, dengan Kasih Allah yang tidak terbatas. Melalui ilmu serta pengertian yang mereka miliki sejak turun-temurun, “bila terlihat bintang yang besar, maka raja besar sedang lahir” mereka “ditarik” untuk natalan. Orang Majus mengikuti bintang itu, dengan tujuan untuk datang menyembah Sang Raja Besar.  Membawa orang Majus datang kepada Allah

Allah yang baik, rindu semua manusia menyembah-Nya, Ia ingin semua masuk ke dalam kerajaan-Nya maka pesan itu disampaikan kepada semua orang.

Allah kita adalah Allah yang baik, salah satu sifat Bapa itu inklusif atau tidak ekslusif, maka anak-anak-Nya juga dituntut untuk tidak eklusif.

Orang Kristen juga tidak ekslusif

 

 

 

Jemaat mula-mula meneladankan pula hidup yang tidak ekslusif, hidup mereka menjadi berkat bagi banyak orang. Maka, senada dengan hal di atas bila gereja tidak ekslusif, maka pasti akan memberkati banyak orang

2. Orang-orang Majus betul-betul niat dan serius

Bila kita lihat dari sisi orang-orang Majus, betapa luar biasa tindakan yang mereka lakukan. Dengan melihat bintang saja, mereka percaya dan bertindak. Padahal bila melihat dari pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki untuk datang berkunjung ke Betlehem mereka adalah orang terpandang dan cerdik pandai. Orang Majus rela menempuh jarak dan waktu yang panjang selama 1,5 tahun melewati darat, meninggalkan segala aktivitas sehari-hari mereka ditempat asalnya.

Orang Majus mengikuti bintang itu, ketika sesampainya di tanah Yudea, mereka berkunjung ke Herodes untuk mencari tahu. Herodes saat mendengar ada raja yang lahir, ia berpesan kepada orang Majus untuk mencari raja yang baru lahir itu.

 

Waktu tempuh 1,5 tahun perjalanan hingga sampai di Yudea, disimpulkan dari pernyataan orang Majus itu sendiri. Orang Majus yang datang kepada Herodes pada kala itu telah berdialog dengan Herodes, dan Herodes mengetahui bahwa orang Majus telah melihat bintang yang sejak 1, 5 tahun yang lalu. Maka kelak setelah orang Majus tidak kembali datang kepada Herodes, dengan didorong niat jahat, Herodes memerintahkan untuk membunuh semua bayi dibawah 2 tahun (Mat. 2:16)

Perjalanan yang ditempuh sangat jauh (1,5 tahun), berbiaya yang besar. Jadi selama 3 tahun mereka off –berhenti- dari aktivitas sehari-harinya untuk berjumpa dengan Sang Raja lalu pulang kembali ke negerinya. Suatu perjuangan dan pengorbanan besar telah dilakukan oleh orang Majus.

Bila tidak niat dan serius, tentu mereka tidak mau menempuh perjalanan yang jauh dari sungai Tigris dan Efrat sampai ke Yudea. Perjalanan memutar dikarenakan keadaan geografis saat itu, dengan ditempuh melalui perjalanan darat menunggang kendaraan yang lazim saat itu pula –onta- sehingga tidak bisa secepat sarana transportasi zaman modern.

Betapa bersyukur bila kita dapat beribadah di hari-hari. Apalagi bila kita beribadah dengan sarana transportasi yang telah memadai. Ada rahasia besar dalam ibadah orang percaya kepada-Nya, dan membawa manfaat besar pula bagi orang percaya.

 

3. Walaupun sangat terhormat, tapi rendah hati

Mereka mau menyembah kepada Anak itu di rumah tersebut. Kata rumah ini menjelaskan bahwa, tidak seperti ilustrasi atau cerita yang sering ditampilkan saat perayaan natal, orang Majus datang menyembah Yesus di kandang. Tapi orang Majus datang ke sebuah rumah.  Yusuf, Maria, dan Yesus tidaklah lama tinggal di kandang, hanya sesaat sebab pada malam Maria akan melahirkan seluruh penginapan yang ada telah terisi penuh. Kandang inipun yang dimaksud bukanlah kandang peternakan tapi identik dengan tempat parkir, sebab penginapan masa itu menyediakan tempat parkir atau kandang untuk kendaraan yang lazim digunakan kala itu -keledai, unta- .

“Di hati yang rendah dan menyembah, tangan terbuka dan siap berkorban”

 

Saat orang Majus datang, sudah tidak di kandang lagi tapi di rumah. Mereka datang dan menyembah Yesus. Tidak datang dengan tangan kosong, tapi ucapan syukur dan bhakti ditunjukkan dengan mempersembahkan sesuatu yang berharga. Sebab :

 

Orang Majus datang dengan membawa persembahan: emas batangan, kemenyan berharga, dan mur (ingg. myrhh=ramuan yang dipakai untuk wewangian, biasanya harganya mahal).  

Dapat dirasakan betapa penuh sukacita suasana saat itu. Orang Majus yang datang dari negeri yang jauh telah berhasil menunaikan misi mereka.

Setelah berjumpa dengan Yesus dan mempersembahkan korban, merekapun beranjak pulang kembali ke negerinya.

Setelah kepulangan orang Majus, malaikat datang memperingatkan Yusuf melalui mimpi untuk membawa keluarganya pergi ke Mesir. Ada bahaya yang mengancam, sebab Herodes akan murka, ketika orang Majus tidak datang kembali kepadanya untuk menunjukkan dimana raja besar yang telah lahir itu.

Herodes akhirnya memerintahkan semua anak dibawah 2 tahun harus dibunuh. Tapi Yusuf dan keluarganya telah pergi ke Mesir atas suruhan Tuhan hingga bahaya berlalu.

Lalu dananya darimana untuk pergi ke Mesir dan tinggal di sana –sampai batas waktu yang belum ditentukan sebelumnya-? Dari persembahan orang-orang Majus itu. Tuhan sudah persiapkan segalanya, lewat kedatangan orang Majus. Orang yang datang dari negeri yang jauh –bukan sanak, bukan sesuku, penampilan fisik juga mungkin berbeda- tapi dipersiapkan Tuhan untuk mendukung pelayanan kemuliaan-Nya. Betapa dahyat Allah kita..

 

4. Setelah sukses besar, tetap terbuka pada pimpinan Tuhan

Setelah berhasil menyembah Tuhan, orang Majus yang beranjak pulang diperingatkan Tuhan melalui mimpi untuk tidak kembali kepada Herodes dan mengambil jalan lain bukan jalan yang telah dilaluinya. Mereka menurut walaupun jalannya menjadi lebih jauh.

Orang Majus terbuka dengan petunjuk Tuhan, bersedia mendengar arahan Tuhan dan melakukannya. Demikian halnya, anak Tuhan harus siap menerima pimpinan Tuhan, termasuk diminta menempuh jalan baru.

Jangan pernah merasa mampu, beralasan telah bertahun-tahun melewati jalan yang lama. Tuhan pasti punya rencana yang jauh lebih indah dan sempurna bagi kebaikan umat yang di Cintai-Nya. Menghadapi tantangan kehidupan di zaman akhir ini kita harus siap, mohon selalu pimpinan Tuhan yang segar setiap hari untuk membawa umat-Nya kepada kemenangan. Kemenangan yang besar!!